NovelToon NovelToon
OM KEN YANG PERKASA

OM KEN YANG PERKASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:218.8k
Nilai: 5
Nama Author: YuKa Fortuna

Kenneth memutuskan untuk mengasuh Keyra ketika gadis kecil itu ditinggal wafat ayahnya.
Seiring waktu, Keyra pun tumbuh dewasa, kebersamaannya dengan Kenneth ternyata memiliki arti yang special bagi Keyra dewasa.
Kenneth sang duda mapan itupun menyayangi Keyra dengan sepenuh hatinya.
Yuk simak perjalanan romantis mereka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuKa Fortuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8. Melampaui Batas

8

Hujan deras mengguyur malam itu.

Jam menunjukkan pukul 01:27.

Kenneth baru saja memejamkan mata ketika suara langkah kecil terdengar, pelan, ragu, namun mendekat.

Pintu kamarnya berderit pelan.

“Ken…” suara itu lirih, nyaris tenggelam oleh suara hujan.

Kenneth membuka mata.

Di ambang pintu berdiri Keyra, rambutnya berantakan, mata sembab seolah baru menangis. Daster tipisnya berayun pelan menampilkan siluet tubuhnya yang terlihat sempurna.

“Sweetheart? Ada apa?” Ken bangkit setengah duduk.

Keyra mendekat begitu cepat dan masuk ke dalam selimut tanpa menunggu izin.

Tubuhnya langsung memeluk pinggang Kenneth, wajahnya menempel di dadanya.

“Aku mimpi buruk…” bisiknya gemetar. “Tolong… jangan biarkan aku sendirian.”

Kenneth membeku.

Keyra bukan lagi anak kecil, ia seorang remaja yang tubuhnya sudah berubah, matanya sudah dewasa… dan pelukannya tidak lagi terasa polos.

“Keyra… ini tidak pantas, Kamu bukan anak kecil lagi.” ujar Ken pelan namun tegas.

Keyra menggeleng kuat-kuat, memeluk lebih erat.

“Aku takut… tolong, Ken. Hanya malam ini, please…”

Ken menarik napas panjang, menahan gelombang ketegangan yang merayap perlahan ke otot-ototnya.

Ia memaksakan diri untuk tetap kaku dan menjaga jarak sejauh mungkin.

Tapi Keyra…

Keyra justru menyelip lebih dalam, satu paha menggantung sedikit di atas kaki Ken, seperti gerakan natural orang ketakutan, tapi itu membuat Ken kehilangan fokus.

“Sweetheart…” Ken menelan ludah. “Kamu harus kembali ke kamarmu. Kamu sudah besar.”

Keyra mengangkat wajahnya, menatap langsung.

Dekat.

Sangat dekat.

“Aku takut…” suaranya pecah. Tapi di balik itu ada sesuatu yang lain, sesuatu yang Ken kenali.

Ketergantungan.

Obsesi lembut.

Hasrat awal yang belum Keyra pahami sepenuhnya.

Tangannya meraih kaus Kenneth, mencengkeramnya.

“Ken… tolong jangan dorong aku menjauh. Aku cuma butuh Ken.”

Ken menutup mata, wajahnya tegang.

“Aku di sini. Tapi tidak seperti ini, Keyra.”

Keyra menggigit bibirnya, matanya berkaca-kaca.

“Kalau Ken tidak mau aku dekat… berarti Ken beneran ingin aku dengan cowok lain, ya?” suaranya seperti tusukan.

Kenneth langsung menatapnya tajam.

“Kamu bicara apa? Itu tidak ada hubungannya.”

“Tapi Ken menolak aku.”

Air mata mulai mengalir di pipinya.

“Ken selalu menolak aku…”

Ia menunduk, suara tangisnya pecah.

“Padahal aku cuma ingin merasa aman di sebelah Ken…”

Kata-kata itu menusuk jauh lebih dalam dari pelukan mana pun.

Ken mengusap wajahnya, putus asa.

“Kamu membuat ini sulit untuk kita berdua…”

Keyra memeluknya lagi, kali ini lebih lembut, lebih rapuh.

Hanya kepala yang ia letakkan di dada Ken.

Tidak menggoda.

Tidak memaksa.

“Biarkan aku di sini sampai aku tertidur…”

“Ken… please.”

Kenneth akhirnya menyerah pada satu hal,

Keyra sedang takut.

Dan aku… tetap penjaganya.

Ia membetulkan selimut, menjauhkan sedikit jarak, namun tetap merangkul bahu Keyra untuk menenangkannya.

“Tidurlah. Om tidak akan pergi.”

Butuh waktu beberapa menit sampai napas Keyra melambat, stabil.

Ia tertidur benar.

Namun Kenneth tidak.

Ia menatap langit-langit gelap, rahang mengeras, jantung berdebar terlalu cepat.

Ini tidak bisa terus begini…

"Aku harus menemukan cara untuk menjaga batas sebelum semuanya keluar jalur."

Namun di sisi lain…

ia baru saja merasakan sesuatu yang paling ia takuti,

Bagian paling pribadi dari dirinya… tidak ingin Keyra pergi dari pelukannya.

.

Pagi Itu

Keyra bangun dengan kepala masih berat. Ia mengulurkan tangan ke samping… dan mendapati sisi ranjang Ken kosong.

Tidak ada kehangatan.

Tidak ada keberadaan Ken.

Ia mengerutkan kening. Ken selalu ada saat ia bangun, bahkan jika ia hanya tidur di kamar Ken beberapa menit.

Keyra turun dari ranjang dan keluar kamar.

Di ruang tengah, Ken berdiri tegak, sudah memakai kemeja rapi, namun wajahnya tampak tegang.

“Ken?” panggil Keyra pelan.

Ken tersentak kecil, lalu menatapnya… tapi hanya sebentar.

Tatapannya langsung dialihkan.

“Pagi,” jawabnya datar.

Jauh.

Resmi.

Keyra merasakan dadanya menciut.

“Ada apa? Ken marah sama aku?” Ia maju selangkah.

Ken justru mundur setengah langkah.

Bahkan gerakannya saja membuat Keyra serasa ditampar.

“Om cuma… merasa kita harus sedikit menjaga jarak. Kamu sudah bukan anak kecil lagi, Keyra.” Suara Ken tenang, tapi nadanya mengeras di akhir.

Keyra seperti kehilangan pijakan.

“Jadi… Ken nggak mau deket sama aku lagi?” suaranya gemetar.

“Bukan begitu. Om cuma… nggak ingin kamu salah paham. Kedekatan kita belakangan ini… sudah terlalu jauh.”

Kalimat itu menusuknya lebih dalam daripada mimpi buruk apa pun.

Keyra menahan napas, lalu tersenyum tipis, getir, dan… berbahaya.

“Oh. Gitu.”

Hanya itu yang ia katakan sebelum berbalik.

Ken memanggilnya, “Keyra...”

“Aku ngerti. Ken jijik sama aku.”

Suara Keyra rendah, penuh luka yang ia tutupi dengan ketegaran palsu.

“Bukan, Keyra, Om...”

Tapi Keyra sudah masuk kamar, membanting pintu.

Siang Hari — Nekad Pertama

Tak sampai lima jam sejak kejadian itu, Ken langsung dibuat kewalahan.

Keyra keluar kamar dengan dandanan yang sangat berbeda dari biasanya,

rambut diikat tinggi, lip tint tipis, baju yang tidak terbuka tapi… ketat. Itu jelas ia mencoba tampil lebih dewasa.

Ken memandangnya dari bawah ke atas, napasnya tercekat.

“Keyra… kamu mau ke mana pakai begitu?”

Keyra mengangkat alis santai. “Ken nggak suka? Bukannya Ken mau aku jaga jarak? Ya sudah, aku ke luar.”

“Dengan siapa?” Ken mendekat.

Keyra melempar senyum manis, senyum yang terlalu tenang untuk anak yang sedang patah hati.

“Rafael. Tentu saja.”

Ken membeku. “Kamu serius?”

Keyra mendekat, berdiri tepat di depan Ken.

Tatapannya dingin dan… tersinggung.

“Ken bilang aku bukan anak kecil lagi, kan?”

Ia memiringkan kepala.

“Kalau gitu, jangan perlakukan aku seperti bayi.”

Ia berjalan melewati Ken, meninggalkan aroma parfum remaja yang samar.

Langkahnya cepat, nada suaranya dingin.

Ken menoleh, memanggilnya dengan nada cemas, tidak lagi tenang.

“Keyra! Jangan pergi sama sembarang orang!”

Dan Keyra tanpa menoleh, menjawab,

“Lebih baik sama orang asing… daripada Ken yang tiba-tiba menjauh.”

Pintu tertutup.

Ken menghela napas panjang, jantungnya kacau.

Untuk pertama kalinya, ia merasa… kehilangan.

.

YuKa/ 271125

1
Winda Oktaviani
utuuuu utuuuuu gemes bget liat pasangan ini👉👈🥺
Anti Noor
Waaahhh!! Gaya teraniaya 🤭
mbak mell
aduhh ken sayang, bakal terjadi sesuatu yang gong nanti nya dong xixixix
mbak mell
plisss key, kamu yang ngomong gitu aku yang malu😭😭
D.Nafis Union
Rafael sm Rayya sama² gak jelas kmn arahnya.
Ken emang paling pinter mancing Keisya. Makasih neng, lupa blm komen 😄
Lilik Juhariah
miris jadi Rayya
Lilik Juhariah
kasihan Rayya sampe merendahkan diri gitu , padahal pikiran Rafael gak ke dia, jangan sampe kamu menyesal Raffa saat Rayya udah lelah
Kedan Bawel 🍒
🤣🤣🤣🤣.. Kucing di pancing pake ikan, mana mungkin di tolak iya kan Rafael..? 🤣🤣
Rafael gak minta, tp dia menyerahkan diri kok.. Embat lahh.. 🤣🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Ken mencoba fantasi yg berbeda.
Dengan mengikat Keyra sebagai objek fantasi nya..
Ken, jgn terlalu banyak gaya..
Tohh, rudal nya menancap ke titik target yg sama.. 🤣🤣
total 1 replies
BunNa1
yesss kedua😘😘😘
BunNa1
om Ken nih ada aja gebrakannya🤭🤭🤭
BunNa1
kasihan sm Rayya sih. dia kayaknya tulus sm Rafael, tp di hati Rafael tetep Keyra. kamu akan nyesel Raf klo Rayya udah capek n ninggalin kamu
Arum Widya
selamat pagi dan salam sehat , damai sejahtera...
akhirnya bisa komen disini lagi... 🤗🤗
Arum Widya
first comment... 🤗..
tumben...
Arum Widya: yeayyy.. 👏👏
total 2 replies
Arum Widya
raf.. coba dech. ngajak ngomong raya baik"... ngomong dari hati ke hati. toh sekarang keyra udah happy ama om ken. jadi mending you move on. kalau bukan dengan Rayya. bisa dengan wanita lain. ☺
Arum Widya
Rayya masih ngebet bae... udah tau rafaelnya enggak mau. tp Rafael juga sih.. udah gak mau tetep aja ngacung... 🙄🙄
Arum Widya
🫣🫣🫣....
apa yang terjadi.... kenapa harus di ikat. kan kasihan...? 🤔🤔🤔..
YuKa Fortuna
makasih kk🥰
Lilik Juhariah
'bukan karena kamu meminta , tapi karena aku memilih " , kalimat ini luar biasa , bagaimna menghargai perasaan pasangannya ,
YuKa Fortuna: makasih kk🥰
total 1 replies
ollyooliver
lanjuttt
YuKa Fortuna: ok kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
tembak didalam ya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!