NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 24 : Konflik & Kebenaran

Hari Kamis, 5 Februari 2026. Tak terasa, kompetisi semi-final sudah amat dekat.

"Eun Chae-ya. Apa laporan yang kuminta sudah selesai? Pagi ini giliranku mengikuti sesi promosi dan wawancara eksklusif, jadi aku harus bersiap sekarang," ucap Chef Do, saat sarapan bersama Eun Chae.

"Ya, Chef. Laporannya sudah kukerjakan dan kusimpan dalam laci lemari dapur, agar tidak terkena noda. Hehe, rupanya itu alasan kita mendadak harus bangun pagi sekali," respon Eun Chae.

"Sebenarnya, aku enggan membangunkanmu. Kalau kamu masih mengantuk, tidur lagi saja setelah aku pergi," ulas Chef Do.

"Ah, tidak apa-apa. Aku mengerti maksud baik oppa. Jika aku tidak dibangunkan, maka aku rugi melewatkan sarapan selezat ini," kata Eun Chae.

"Soal itu, aku bisa membuatkanmu sarapan yang bisa kau makan kapan saja, tinggal dipanaskan. Aku hanya tidak ingin membiarkanmu kelaparan," jelas Chef Do, sembari menampilkan senyuman menggodanya itu.

"Benar juga," balas Eun Chae singkat, dengan gerak-gerik centil.

Di saat orang benar merancangkan hal yang benar, pihak yang berlawanan pun melakukan hal-hal yang keji.

"Oppa. Ayahmu masuk dalam berita televisi lagi," kata seorang wanita yang berbaring di sisi Seong Woon, dengan pakaian minim.

"Aku sudah lihat. Pergilah, aku sudah selesai denganmu," usir pria itu, seraya melemparkan seikat uang tunai di atas ranjang.

"Garang sekali. Padahal, semalam oppa membawaku kemari dan aku masih ingin--"

Plaak!

Sebelum mendengar rayuan atau bualan lagi, Seong Woon menampar wajah sang wanita yang kini gemetaran karena syok.

Tentunya, wanita itu akan semakin terancam jika berani membela diri. Mau tidak mau, wanita itu mengambil upahnya, lalu bergegas pergi dengan air mata bercucuran.

"Baru diberi perhatian sedikit wanita murahan sepertinya sudah berlagak. Benar-benar membosankan," umpat Seong Woon.

Beberapa saat kemudian, Seong Woon sarapan dan meninggalkan lobby hotel berbintang lima tempatnya bermalam itu.

"Hyeong!"

Mendengar suara yang sangat familiar, Seong Woon berpaling dan menatap lurus kepada pengucapnya.

"Untuk apa kau mendatangiku?" katanya, dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Ada hal penting yang ingin kubicarakan. Bisakah kita mampir ke kantorku sekarang?" pinta Seong Jun.

Tanpa mengulur waktu, Seong Woon memerintahkan seorang supir pribadi untuk mengendarakan mobilnya kembali ke rumah, lalu menempati kursi penumpang di mobil adiknya.

Dalam 15 menit, mobil Seong Jun telah tiba di depan gedung perusahaan keluarga Lee.

"Aku tahu hyeong akan benci jika aku bertele-tele. Kusingkat saja, aku ingin tahu apa yang sebenarnya telah terjadi setelah aku bertengkar hebat dengan Kim Eun Chae setahun lalu," bahas Seong Jun, seketika duduk berhadapan dengan kakaknya.

"Kenapa baru bertanya sekarang? ke mana otakmu selama ini?"

Mendengar hinaan Seong Woon, lagi-lagi adiknya itu harus menahan emosi.

"Kalau begitu, ceritakanlah padaku. di mana letak kesalahanku yang fatal, hingga pernikahan sepenting itu dibatalkan tanpa sepengetahuanku?" alih Seong Jun.

"Setelah kau gagal mengesankan wanita yang selalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya itu, abeoji memberiku tugas," ringkas Seong Woon.

"Tugas? Saat kita berada di Amerika?" selidik Seong Jun.

"Aku bahkan tidak tahu kau dilarikan ke Amerika untuk mencariku. Dan tentunya, tugas untuk membereskan masalah dengan keluarga Kim, tanpa harus merugi sedikit pun," ujar Seong Woon.

Semakin mendengarkan ucapan Seong Woon, firasat mengerikan mulai bermunculan dalam benak Seong Jun.

"Saat itu, mereka sedang berlibur dan menyewa mobil dari kenalanku. Kesempatan itu datang begitu saja," ulasnya.

"Tapi, tetap saja-- Hyeong tidak mungkin berbuat sejauh itu," kata Seong Jun bimbang.

"Apanya yang tidak mungkin?" sanggah Seong Woon.

Walau tidak mampu meneruskan kalimatnya, kini Seong Jun mengetahui sebuah rahasia yang besar.

"Siapa suruh kau coba memperkosa wanita itu sebelum kedua orang tuanya menerima tawaran terakhir dari keluarga kita?" lontar Seong Woon, walau bersikap tenang.

"Itu karena kalian berniat menjebak mereka. Saat itu, aku hanya ingin semua rencana kita berjalan lancar sesuai kesepakatan awal. Aku tahu caraku salah, tapi--" terang Seong Jun, namun terhenti dengan sendirinya.

"Munafik," sentak Seong Woon, lalu beranjak dari sofa yang ditempatinya.

"Jika saat itu aku tidak menunda waktu dan langsung bertemu dengan hyeong... Apa semuanya akan berbeda dari sekarang?" tekan Seong Jun, hingga langkah Seong Woon terhenti.

"Bagimu yang hanya mengharapkan keajaiban melalui kebodohanmu itu, tentunya masa depanmu akan selamanya berada di tangan orang lain," sahut Seong Woon dingin, lalu pergi begitu saja.

Kemarahan Seong Jun yang memuncak sekalipun harus dikalahkan oleh sikap semena-mena sang kakak.

"Sial!" geramnya kesal dan frustrasi, hingga menghentakkan kaki.

Di sisi lain, Eun Chae yang tengah berada di rumah seorang diri mulai teringat akan pernyataan Kang Yun Seok.

"Piano katanya? Benarkah aku memiliki bakat semacam itu?" nalar Eun Chae.

Meski di rumah Chef Do tidak ditemukan satu pun benda yang dapat dikategorikan sebagai alat musik, Eun Chae meletakkan kedua tangan di atas meja dapur seketika sebuah ingatan baru terbesit dalam benaknya.

Dia memejamkan mata sambil menarik nafas panjang. Perlahan, suara alunan musik dalam ingatannya yang samar menuntun pergerakan jemari lentik wanita itu.

"Kenapa kepalaku selalu berdengung dan sesakit ini bila ingatan lampauku nyaris kembali?" lirih Eun Chae saat sensasi itu muncul, kemudian berhenti memaksakan diri.

Berbagai pertanyaan timbul dalam hati Eun Chae, seperti semenjak kapan atau alasan khususnya menekuni musik.

"Apa aku perlu berkonsultasi dengan dokter itu lagi?" gumamnya, sebelum berhenti menimbang-nimbang dan menyadari suatu hal penting yang terlupakan.

"Bagaimana ini? Bam-a, kucingku yang malang!" ujarnya panik, lalu bersiap keluar rumah.

Mengingat cuaca yang sangat dingin, Eun Chae membawakan makanan dan kain yang cukup tebal untuk menyelimuti hewan peliharaan kesayangannya itu.

Selain kemajuan yang dialaminya bersama Chef Do, kecenderungan memorinya yang lemah masih sering menyulitkan wanita itu.

Saat berlarian menyusuri kompleks perumahan dan gang-gang kecil, mendadak Eun Chae bertabrakan dengan seseorang hingga terjatuh.

"Aduh," desisnya pelan, lalu membuka kedua matanya yang sejenak terpejam.

"Kamu tidak apa-apa? Bisa berdiri?" ucap seorang wanita yang nampak sebaya dengan Eun Chae.

"Iya, aku baik-baik saja. Terima kasih," jawab Eun Chae, lalu menerima uluran tangan wanita itu.

"Apa kita saling mengenal? Sepertinya, aku pernah melihatmu," kata lawan bicaranya, sambil mengamati wajah Eun Chae.

"Maaf, aku sedang tergesa. Sepertinya, kamu salah orang," dalih Eun Chae sopan, lalu segera beranjak.

Baru berlari sejauh beberapa meter, langkah Eun Chae terhenti lagi. Kali ini, dia mampu merasakan keberadaan seseorang di balik punggungnya.

"Kamu-- Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Eun Chae keheranan, sewaktu menoleh dengan cepat.

"Itu karena kamu tidak memberiku kesempatan untuk berbicara. Kini aku mengingatmu, kamu Kim Eun Chae, teman sekelasku semenjak SMP hingga SMA," kata wanita penasaran tadi.

"Maaf. Aku benar-benar tidak bisa mengobrol dengan siapapun saat ini. Aku sedang mencari kucingku yang hilang," jelas Eun Chae, dengan nafas yang kian terasa berat.

"Kamu memang nampak khawatir dan kewalahan. Biarkan aku membantumu," usul wanita itu, dengan bersikeras.

- Bersambung -

1
Luca
garagarany udah ktmu yun seok wkwkk
Luca
hmmn ada sesuatuu tu
Penulis Soi
sipp👍
Penulis Soi
omgg🤭🤣
Penulis Soi
wahhh 😍
Penulis Soi
ngakakk loe chae 🤣🤭
Little Cat
Hiiikk sereeemm
Little Cat
eun chae ketemu cwe yg sifatny kebalikan ama dia 🤔 penasaran gue baklan gmn
Tuan Gong
menggugah selera makan + selera baca💯👍🏻happy CNY in advance utk authornyaa.
Tuan Gong
hmmm antagonis muncul.💪
Tuan Gong
kerennn bro💪
Tuan Gong
karakter cwekny jg mantapp👍
Tuan Gong
pria sejatii tuh👍 kalau jatuh cinta n menghargai pasangan.
Tuan Gong
wakkk mantaps broo👍
Tuan Gong
astagaaa kasian bgt lu eun chae
Tuan Gong
mauuu
Tuan Gong
Wih kerenn💪
Tuan Gong
wahhh
Tuan Gong
Hhhh yaa ituu👍
Tuan Gong
Jantan💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!