Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh satu
"Laki-laki yang aku mau itu kamu Arga, jadi untuk apa mencari laki-laki lain?" Ujar Kayla.
Arga tertegun dengan jawaban dan pertanyaan Kayla, jawaban gadis itu benar-benar diluar ekspektasinya.
"Tapi sepertinya aku bukan laki-laki yang baik buat kamu, aku masih sering mengabaikan kamu, terkadang aku juga merasa egois."
"Aku tau, tanpa kamu menyebutkannya aku juga tau dan merasakannya tapi Arga sekarang aku punya kamu, kalau kamu merasa kamu kurang baik, perlahan kamu bisa merubah sikap itu. Sikap kamu memang cukup jauh dari sikap laki-laki yang aku inginkan tapi apakah mencari laki-laki lain akan menjadi solusi untuk mendapatkan laki-laki lebih baik dari kamu?belum tentu."
Kayla menarik napasnya sebentar lalu berbicara lagi.
"Arga, aku tau wanita di sekitarmu banyak dan mungkin lebih menarik dari aku, begitu pun juga aku laki-laki di sekitarku juga cukup banyak, mungkin mereka lebih baik dari kamu dan mungkin juga salah satu mereka akan menarik perhatianku. Tapi sekali lagi aku punya kamu Arga, aku memang belum pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi sekali jatuh aku tak akan mudah berpaling. Selagi perasaan ini masih ada dan kamu masih bersedia bersama aku, aku tak butuh laki-laki lain. Bagaimana pun sikap kamu, aku akan mengerti dan aku harap kamu juga begitu"
Arga benar-benar tak bisa berkata-kata lagi, jawaban Kayla benar-benar membuatnya terharu.
Seketika Arga sedikit merasa menyesal, kenapa dia bisa menyia-nyiakan gadis sebaik Kayla. Arga mengulurkan sebelah tangannya, menggenggam tangan Kayla.
"Aku gak bisa janjiin apa-apa ke kamu, tapi aku akan berusaha merubah sikap ku, selama ini kamu selalu memahami sikap aku dan kini aku juga ingin melakukan itu. Kayla terima kasih sudah hadir di hidupku."
Kedua insan itu saling menggenggam tangan dan menyalurkan segala merasakan mereka, di sisa perjalanan mereka diam tak ada pembicaraan apapun lagi.
Tak berselang lama mobil Arga memasuki sebuah kafe berkonsep outdoor, Kayla sedikit bingung ketika Arga membawanya ke tempat ini.
"Kenapa ke sini?"
Arga tak menjawab, laki-laki itu keluar lalu membukakan pintu untuknya, setelahnya ia di gandeng menuju kafe itu.
Salah satu pelayan menghampiri Arga dan menunjukkan salah satu spot di cafe sana. Kayla semakin dibuat bingung dengan keadaan kafe yang terbilang cukup sepi, sebenarnya kafe yang ia datangi cukup bagus dan ini malam Minggu tapi kenapa hanya ada segelintir orang di sini?
Kayla menutup mulutnya menggunakan kedua tangan, ia terkejut sekaligus terharu melihat pemandangan yang ada di depannya. Pelayan tadi ternyata mengarahkan mereka ke salah satu taman yang terdapat di kafe tersebut, taman yang indah di hiasi dengan lampu-lampu cantik dan terdapat balon huruf yang bertulis happy anniversary.
Arga merangkulnya. "Selamat hari jadi untuk kita berdua, gimana kamu suka sama kejutanku?"
Kayla segera memeluk tubuh Arga, ia lupa jika hari ini adalah anniversary mereka yang pertama, ia tak menyangka jika Arga ingat tanggal itu dan sempat-sempatnya memberi kejutan.
"Makasih untuk kejutannya, aku suka banget dan maaf aku lupa kalau hari ini anniversary kita," ujar Kayla masih dalam pelukan Arga.
Arga mengelus punggung Kayla. "Aku senang kalau kamu suka, gak apa-apa kalau kamu gak ingat, aku ada aku yang bisa ingetin kamu tentang hari spesial kita."
Mendengar itu Kayla semakin mengeratkan pelukannya, ia sangat bersyukur dengan kehadiran Arga dibalik sikap egoisnya laki-laki itu selalu punya cara untuk membuatnya bahagia.
Arga melepaskan pelukan Kayla dan membawanya ke sebuah meja yang di sediakan di sana, terdapat kue dan beberapa makanan di sana.
"Cheesecake dan es matcha, makanan dan minuman itu kesukaan kamu kan?"
Kayla tersenyum dan mengangguk. "Iya,kamu ingat itu?"
"Iya, walaupun sebelumnya aku jarang ada waktu buat kamu, tapi kamu jangan lupa kalau setiap istirahat kita selalu bareng dan menghabiskan waktu untuk mengobrol di waktu itu."
Arga mendekat ke arah meja, ia mengambil pisau, memotong kue itu lalu meletakkan kue itu di piring kecil dan memberikannya pada Kayla.
"Buat kamu, kalau kurang ambil sendiri ya," ujar Arga lalu terkekeh sebentar.
"Iya aku ambil sendiri nanti tenang aja, aku gak manja."
Arga tak menjawab, ia menyuruh Kayla untuk duduk dan mempersilahkan gadis itu makan.
Ia tersenyum melihat Kayla yang begitu lahap memakan kue pesanannya, sesekali gadis itu menggoyangkan badannya, tingkah gadis itu begitu lucu dimatanya.
"Kenapa si perempuan kalau ketemu makanan enak selalu goyangin badan?"tanya Arga tiba-tiba.
Kayla mengangkat bahunya. "Entahlah, mungkin refleks dari tubuh untuk nunjukin kalau makanan yang di makan itu enak."
"Hem masuk akal juga."
___
"Terimakasih ya untuk hari ini, aku masih gak nyangka kalau kamu akan ngasih kejutan hari ini."
"Sama-sama, saking gak pernah nya aku ngasih kejutan sampai-sampai kamu masih ngerasa gak nyangka ya."
Kayla dengan cepat menggelengkan kepala. "Engga, maksud aku bukan gitu, bagi aku perlakuan sederhana dan manis kamu itu juga kejutan buatku. Tapi kejutan kaya tadi itu untuk pertama kalinya jadi aku masih ngerasa gak nyangka aja."
Ditengah obrolan mereka tiba-tiba ponsel Arga berbunyi, menandakan ada notifikasi pesan masuk di ponselnya. Arga merogoh kantong celananya dan memeriksa ponselnya, laki-laki itu sempat melirik ke arahnya sebentar lalu segera memasukkan kembali ponselnya kedalam kantong.
"Udah malam kamu masuk gih, aku mau langsung pulang. Setelah ini bersih-bersih dan langsung tidur ya, walaupun besok libur tapi gak boleh begadang."
Kayla mengangguk. "Iya,kamu hati-hati di jalan ya jangan ngebut dan langsung tidur."
Arga mengangguk, laki-laki itu mengusap Surai hitam Kayla. "Aku pamit ya, maaf gak mampir dulu."
Setelah berpamitan Arga masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya.
Mobil Arga tak lagi terlihat, Kayla segera masuk ke dalam rumahnya.
___
Di tempat lain seorang gadis sedang berkutat dengan alat masakannya, dia memotong beberapa bahan lalu mengolahnya.
Beberapa menit kemudian menu sederhana yang ia masak sudah jadi, ia meletakkan makanan itu di atas meja makan. Gadis itu duduk di sana sambil sesekali melihat ke arah jam di dinding.
"Sudah lama ya aku gak masak di sini."
Gadis itu melirik ke arah pintu dan jam secara bergantian, ia menunggu seseorang datang.Ini sudah 20 menit tapi orang yang ia tunggu belum juga datang.
Ia mengambil ponselnya, mengetik pesan di sana dan langsung mengirimkannya.
Lima belas menit kemudian seseorang membuka pintu, segera ia berlari menuju pintu untuk menyambut kedatangan orang yang ia tunggu.
Gadis itu memeluk tubuh tegap orang itu. "Kangen banget," ujarnya.
Laki-laki yang ia peluk sedikit terkejut dengan perlakuannya, tapi tak lama laki-laki itu membalas pelukan.
"Apa kabar sayangku?"tanya Arga pada gadisnya, gadis yang sudah beberapa Minggu ini ia abaikan.