NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:231.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INTEROGASI

Saat mereka baru saja hendak melangkah keluar, Lorenzo tiba-tiba menggeliat di keranjangnya dan mengeluarkan suara rengekan kecil.

Seketika Calista langsung berhenti, langkahnya yang tadinya penuh tekad langsung melunak, dia kembali ke sisi keranjang, mengusap lembut dahi bayi itu.

"Sstt... tidur lagi, Kecil. Kakak hanya pergi sebentar untuk mengurus kakek dan nenekmu yang nakal," bisik Calista lembut.

Ajaibnya, Lorenzo langsung tenang kembali dan melanjutkan tidurnya, Jayden yang memperhatikan dari pintu hanya bisa menggelengkan kepala.

"Terkadang aku berpikir kau adalah penyihir sungguhan," gumam Jayden pelan.

"Jika menjadi penyihir artinya bisa membuat pria se sombong dirimu menuruti kemauanku, maka mungkin aku memang salah satunya," jawab Calista berbalik, menatap Jayden dengan senyuman misterius.

Jayden hanya berdehem keras untuk menutupi rasa canggungnya, lalu membukakan pintu untuk Calista.

Di lorong luar, Owen sudah menunggu dengan wajah tegang.

"Yang Mulia, mereka sudah siap di ruang bawah tanah, tapi mereka terus berteriak bahwa mereka adalah orang tua sah Nona Calista dan menuduh kita melakukan penculikan," lapor Owen, saat melihat kedatangan Jayden dan Calista.

"Oya? Mari kita lihat seberapa keras mereka bisa berteriak saat melihat putri mereka kembali dari kematian," ucap Calista tersenyum dingin.

"Ayo"

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju penjara bawah tanah, dengan Calista yang berjalan di tengah-tengah Jayden dan Owen.

Semua pelayan langsung menyingkir dan menunduk kan kepala nya, masalah nya aura yang di keluarkan mereka begitu kuat dan mencekam, apalagi aura Calista, aura dia dingin, namun mematikan.

Langkah kaki Calista yang dilapisi sandal sutra tipis tidak menimbulkan suara di lantai batu yang dingin, namun aura yang dibawanya cukup untuk membuat para pengawal yang berjaga di lorong bawah tanah menelan ludah.

Jayden berjalan di sampingnya, masih merasa aneh melihat wanita itu mengenakan jubah mandinya, yang jauh lebih panjang dari tubuh Calista sehingga ujungnya menyeret lantai, namun Jayden harus mengakui, bahwa Calista membawa jubah itu dengan wibawa seorang jenderal yang baru pulang perang.

"Mereka ada di sel ujung," bisik Owen sambil membukakan pintu besi yang berderit nyaring.

Klek

Di dalam sel yang lembap dan hanya diterangi satu obor dinding, pasangan suami istri itu tampak meringkuk, dengan pakaian yang sudah kotor.

Begitu pintu terbuka, si pria, ayah biologis Calista langsung berdiri dan berteriak.

"Lepaskan kami! Kalian tidak bisa memperlakukan orang tua pahlawan kerajaan seperti ini! Calista! Calista, anakku, katakan pada mereka siapa kami!" raung pria itu dengan akting yang sangat berlebihan.

Calista berhenti tepat di depan jeruji besi, dia tidak menjawab teriakan pria itu, Calista hanya berdiri diam, membiarkan cahaya obor yang remang-remang menonjolkan jelaga hitam di wajahnya dan bagian leher jubahnya yang sedikit hangus.

"Calista? Kenapa diam saja? Ini Ayah, Nak!" teriak wanita tua itu ikut meratap, mencoba meraih tangan Calista melalui celah jeruji.

Calista perlahan menarik kursi kayu yang ada di depan sel, duduk dengan santai, dan menyilangkan kakinya.

Gerakan jubah sutra yang tersingkap sedikit memperlihatkan luka lecet di kakinya akibat terjun dari paviliun tadi.

"Ayah?" ucap Calista mengulang kata itu dengan nada yang sangat datar, hampir hampa.

"Ayah yang mana? Ayah yang menjual gandum jatah musim dingin kami untuk berjudi di meja taruhan kota bawah?" tanya Calista, sinis.

Deg

Pria itu terdiam, mulutnya yang tadi menganga langsung tertutup rapat.

"Atau Ibu?" ucap Calista beralih ke wanita itu.

"Ibu yang membiarkan punggungku dicambuk oleh rentenir karena kau tidak bisa membayar hutang kain sutra mu yang palsu itu?" lanjut Calista, dengan sorot mata yang begitu dingin.

"K-kau bicara apa, Nak? Kau pasti trauma karena api itu," gagap si ibu, wajahnya mulai pucat pasi.

"Jayden, apakah kau tahu berapa harga seorang gadis desa di pasar gelap lima tahun lalu?" tanya Calista menoleh ke arah Jayden yang berdiri bersandar di tembok sel gelap itu.

"Dua puluh koin emas," jawab Jayden menyipitkan matanya, dengan suara yang terdengar berat.

"Salah," ucap Calista, kembali menatap orang tuanya.

"Harganya hanya sepuluh koin emas dan satu botol minuman keras kualitas rendah. Itulah harga yang mereka terima saat mereka mencoba menjual ku ke pedagang manusia di perbatasan sebelum aku melarikan diri dan akhirnya berakhir di istana ini sebagai pelayan," ucap Calista, mengepal kan tangan nya kuat.

Yura yang ada di dalam tubuh Calista, mendapatkan ingatan menyakitkan itu, membuat darah Yura mendidih, dan ingin sekali mencekik kedua orang tua Calista, sampai kehabisan nafas.

Suasana sel menjadi sangat mencekam. Owen menatap pasangan itu dengan jijik, sementara Jayden merasa dadanya sedikit sesak mendengar kenyataan pahit dari masa lalu Calista.

"Jadi? Mari kita berhenti bersandiwara. Isabella menjanjikan kalian apa? Kebebasan dari hutang? Atau rumah mewah di pinggiran kota?" tanya Calista mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya berkilat berbahaya.

"K-kami tidak tahu siapa itu Ibu Suri!" teriak si pria, namun suaranya bergetar hebat.

Calista berdiri, dia mendekat ke jeruji besi hingga wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari pria itu.

Tanpa banyak bicara, tiba-tiba, Calista mengeluarkan belati emas pemberian Jayden dari balik jubahnya.

SRET

"AAAAKKKKHHHHHH!"

Dengan gerakan kilat, dia menyayat sedikit ujung lengan baju pria itu.

"Emas dari Isabella punya ciri khas, Ayah, dia suka mencuci uangnya melalui perdagangan rempah-rempah. Bau pakaianmu ini bukan bau keringat petani, tapi ini bau kapulaga dan cengkeh dari gudang logistik istana yang baru saja kau kunjungi untuk menerima uang muka, bukan?" ucap Calista, penuh intimidasi.

Jangan ragukan tentang insting dan ketajaman seorang Yura, dia bahkan bisa mengendus bau pengkhianat dari jarak terjauh.

"Kau baru saja bertemu pelayan Isabella dua jam sebelum kau datang ke gerbang Jayden," ucap Calista menghirup udara di sekitar pria itu dengan ekspresi muak.

Pria itu jatuh terduduk ke lantai sel, rahasianya terbongkar hanya dari bau pakaiannya.

"Dengar baik-baik, kalian punya dua pilihan. Pertama, kalian tetap bungkam, dan aku akan membiarkan Jayden menggunakan cara nya untuk membuat kalian bicara, yang artinya kalian mungkin tidak akan punya lidah lagi besok pagi," ucap Calista, suaranya berubah menjadi bisikan yang sangat dingin.

Calista berhenti sejenak, memutar-mutar belatinya.

"Atau kedua, kalian mengaku di depan Dewan Menteri besok pagi bahwa Isabella-lah yang menyuap kalian untuk memfitnahku dan mencoba menculik Pangeran Lorenzo. Sebagai imbalannya, aku akan meminta Grand Duke untuk mengirim kalian ke pengasingan di wilayah utara dengan uang yang cukup untuk hidup, tanpa judi," lanjut Calista, melirik dua pasang suami istri itu dengan malas.

1
Osie
calista dah saingan ma makpia jaman now...amazing banget daahh..psico abiiizzz
I Gusti Ayu Claudia
good 👍🏻
Erna Ladi Yanti
ooohhh my God,ini sungguh jantungq berdetak lebih cepat thor🙏
A
bagus banget cerita nya
Leni Ani
kok udah tamat aja thor,pada hal cerita nya bagus💪💪😘
IG : hofi03_sakroni: next, baca karya author yang lain yaa
total 1 replies
Wulan
lanjut
kaylla salsabella
sehat" selalu dan selalu di permudahkan urusan nya dan rizky nya thor😍😍😍😍
kaylla salsabella
terimakasih atas karya mu thor tetep semangat menghibur kami yang ada di perantauan😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
happy ending😍😍😍
kaylla salsabella
yeee... akhirnya mereka menikah💃💃💃
Tiara Bella
makasih Thor ceritanya bener² bagus.....
Tiara Bella
akhir yg bahagia....😍
Tiara Bella
ehhh udh tamat kirain msh panjang ceritanya....
Baek chanhun
benarkah sudah end, tapi terimakasih
sudah membuat karya yg luar biasa.
dan semoga mbak selalu dalam keberkahan Allah SWT, AMIN 🙏😍❤️
Retno Palupi
kok sudah tamat aja kak
Fatimah Ima
ceritanya sangat bagus kak
kaylla salsabella
lanjut thor
Lienaa Likethisyow
SaMaWa ya Jay n Cal ...mg banyak tikus2 kerajaan yg insyaf🤣🤣🤣
Mommy Ayu
pernikahan yang megah dan mulainya penderitaan bagi lalat lalat kerajaan.
Retno Palupi
wah siapa pemilik koin itu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!