NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:476.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu jatuh

"Kamu serius, May?"

Nada suara Amelia terdengar meninggi, matanya menyipit tajam.

Maya mengangguk pelan. "Iya, Mah. Elina dan Tante Aurel belanja berlian hingga miliaran," jelasnya, suaranya masih menyimpan kekesalan yang belum reda.

Sejak keluar dari mall tadi, perasaan Maya tak juga membaik. Pemandangan Elina yang begitu mudah menghamburkan uang untuk perhiasan mahal terus terbayang di kepalanya, membuat dadanya terasa panas. Rasa iri dan kesal bercampur menjadi satu. Karena itu, sepulang dari mall, Maya langsung menemui Amelia. Hanya pada calon mertuanya ia bisa meluapkan kekesalan, terlebih setelah melihat Elina dengan santainya membeli berlian bernilai fantastis seolah tak berarti apa-apa.

Amelia yang sejak tadi duduk di sofa langsung menegakkan punggungnya. Alisnya terangkat tinggi, matanya menyipit penuh perhitungan.

"Berlian?" ulangnya pelan, seolah tak percaya, "Hingga miliaran?"

"Iya, Mah," sahut Maya cepat, nada suaranya masih terdengar kesal. "Mereka masuk toko berlian paling mahal di mall. Elina ambil satu tanpa pikir panjang, kayak beli permen."

Amelia mendengus tajam. Tangannya mengepal di atas paha. "Kurang ajar. Jadi uang masih banyak, ya? Atau... dia sengaja pamer?"

Ia tersenyum miring, senyum yang sama sekali tak menunjukkan kehangatan.

Maya menggigit bibirnya. "Aku juga mikir gitu, Mah. Kayaknya disengaja bikin orang lain panas."

"Bagus," balas Amelia dingin. "Kalau begitu, berarti Elina belum sadar kalau sebentar lagi semua yang dia banggakan itu bakal berpindah tangan."

Amelia berdiri, berjalan mondar-mandir dengan langkah gelisah. "Beli berlian miliaran, tapi pelit sama keluarga sendiri. Benar-benar menantu durhaka."

Maya menatap Amelia ragu. "Mah... apa mungkin rencana Mas Ares—"

"Pasti," potong Amelia mantap. "Kalau dia berani belanja seenaknya, berati dia merasa aman. Dan orang yang merasa aman biasanya paling gampang dijatuhkan."

Amelia berhenti melangkah, menatap Maya lurus-lurus. "Kamu tenang saja, May. Dua hari ini, lihat siapa yang masih bisa tersenyum sambil pakai berlian."

Maya perlahan ikut tersenyum, meski di matanya terselip kegelisahan. "Semoga Mah... aku cuma nggak tahan lihat dia terus di atas."

Amelia terkekeh pelan. "Sabar. Puncak itu nggak pernah nyaman terlalu lama. Tinggal tunggu waktunya runtuh."

Amelia kembali duduk. "Jadi besan aku sudah kembali?"

"Iya, Mah. Tante Aurel sudah balik dari Swiss." balas Maya.

Amelia terdiam, besannya itu selalu membuatnya iri apalagi dengan umurnya sama dengannya, tetapi Aurelia lebih terlihat modis, cantik dan elegan, berbeda dengan dirinya.

Amelia mendengus pelan, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada. Wajahnya mengeras, jelas tak bisa menyembunyikan rasa kesal yang tiba-tiba muncul.

"Hmph... pantas saja," gumamnya sinis. "Baru pulang dari Swiss, langsung belanja berlian. Hidupnya memang cuma keliling dunia sama buang-buang uang."

Maya mengangguk pelan, ikut menimpali. "Tante Aurel itu kelihatannya nggak capek, Mah. Traveling terus, pakaiannya selalu beda, kelihatan muda terus."

Nada Maya terdengar kagum, namun cepat ia tekan saat melihat raut Amelia makin masam.

"Itu bukan awet muda," potong Amelia ketus. "Itu kebanyakan uang. Kalau Mama punya uang sebanyak dia, mama juga bisa keliling dunia tiap bulan."

Ia mendengus lagi, matanya menerawang penuh iri. "Enak sekali hidupnya. Ke luar negeri tinggal berangkat, belanja tinggal gosok kartu. Sementara Mama harus mikir ini itu."

Maya ragu sejenak, lalu berkata hati-hati, "Tapi Mah... Tante Aurel memang kelasnya beda."

"Kelas beda karena nasibnya bagus," sahut Amelia cepat. "Dapat suami kaya, hidupnya mulus. Anak perempuannya juga dimanja habis-habisan."

Ia mengepalkan tangannya. "Dan sekarang Elina ikut-ikutan. Belanja berlian miliaran, seolah mau nunjukin kalau dia lebih tinggi dari kita."

Amelia menatap Maya tajam. “Mama paling nggak suka orang pamer di depan mata. Apalagi kalau itu besan sendiri.”

Maya tersenyum tipis, menyembunyikan perasaan campur aduk di dadanya. “Sabar ya, Mah. Kata Mas Ares, sebentar lagi keadaan bakal berubah.”

Amelia menyeringai kecil, senyum penuh ambisi. “Iya. Biar saja sekarang mereka kelihatan menang. Nanti juga kita yang tertawa paling akhir.”

Mereka berdua terus membahas Elina yang membuat Amelia dan Maya sama-sama diliputi rasa iri. Di benak mereka, terbayang bagaimana Elina akan jatuh saat perusahaan itu akhirnya berpindah ke tangan Ares.

“Ada apa ini? Asyik benar ngobrolnya.”

Amelia dan Maya kompak menoleh. Terlihat Ares menghampiri mereka dengan langkah santai.

“Mas Ares…” ucap Maya sambil tersenyum manis. Senyum itu langsung dibalas Ares.

“Hai, sayang,” balas Ares, lalu duduk di samping Maya. Saat Ares hendak merangkulnya, Maya justru sedikit menghindar.

“Kenapa, sayang?” tanya Ares bingung.

“Mas, nanti Elina lihat, Mas. Kita belum bebas untuk bermesraan,” balas Maya pelan.

Ares tersenyum tipis, seolah tak terlalu memedulikan hal itu. “Tenang saja, sayang. Elina saat ini nginap di rumah orang tuanya.”

“Serius, Res?” sahut Amelia, nada suaranya terdengar antusias.

Ares mengangguk, lalu kembali memeluk Maya dari samping. “Iya, Mah. Mertua aku sudah balik dari Swiss,” jelas Ares.

Maya melirik Amelia sekilas, lalu menatap Ares dengan raut setengah kesal setengah tidak percaya.

“Mas tahu nggak apa yang Elina lakukan hari ini?” tanyanya pelan.

Ares mengernyit. “Kenapa memangnya?”

Maya menarik napas, seolah masih menahan dongkol. “Dia belanja berlian, Mas. Bukan satu dua juta… tapi sampai miliaran.”

Nada suaranya sengaja ditekan, namun jelas sarat rasa iri.

Ares terdiam sesaat, lalu terkekeh kecil. “Berlian? Hah… Elina memang selalu begitu. Suka hal-hal mewah.”

“Bukan cuma Elina,” sambung Maya cepat. “Tante Aurel juga. Mereka masuk toko berlian paling terkenal di mall. Semua orang sampai melongo lihat mereka.”

Maya mendengus. “Seolah mau nunjukin kalau mereka masih di atas segalanya.”

Amelia ikut menyahut, wajahnya penuh ekspresi tidak suka. “Benar, Res. Hidup mereka terlalu sempurna. Ke luar negeri, belanja sesuka hati, seakan dunia milik mereka berdua.”

Ares menyandarkan tubuhnya, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. “Biar saja, Mah. Selagi masih bisa.”

Matanya menyipit penuh arti. “Semua itu kan dari perusahaan. Kalau nanti perusahaan itu jatuh ke tanganku, mau beli berlian berapa pun juga percuma.”

Maya menatap Ares, senyum kecil mulai muncul di wajahnya. “Mas yakin semuanya bakal berjalan sesuai rencana?”

Ares menoleh, menatap Maya penuh percaya diri. “Yakin. Elina terlalu sibuk menikmati hidupnya, sampai lupa kalau fondasinya mulai rapuh.”

Amelia tersenyum puas. “Kalau begitu, biarkan dia puas sekarang. Jatuh dari ketinggian itu rasanya lebih sakit.”

Maya mengangguk pelan, matanya berbinar tipis. Di kepalanya, bayangan Elina yang kini tersenyum dengan berlian mahal perlahan berubah menjadi sosok yang kehilangan segalanya.

“Mama ada rencana!”

Maya dan Ares kompak menatap Amelia, menunggu jawaban.

“Rencana apa, Mah?” tanya Ares, nadanya terdengar hati-hati.

Amelia tidak langsung menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyum miring—senyum yang sarat makna, seolah sebuah rencana licik telah tersusun rapi di kepalanya.

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!