Aresha Ravan Aravella harus bekerja keras sejak SMA. Dan kini dia bekerja di salah satu perusahaan Makanan Instant terbesar di sebuah Kota Besar.
Menjadi Budak. Maksudnya menjadi Sekretaris level S untuk Seorang President Direktur yang begitu tampan bernama Alvarro Osmond Cullen.
Dan, Akhirnya tiba juga dimana dia bisa lepas dari jeratan Alvarro karena sebuah keberuntungan menggapai ke dirinya. Aresha memenangkan sebuah Kupon Undian senilai 2 Milyar.
Aresha memutuskan mengundurkan diri dan bebas menikmati hidup.
Namun hanya dengan sebuah kata "Saya Tolak" dari seorang Alvarro. Kini Aresha harus terjerat semakin dalam di kehidupan Alvarro.
Penasaran dengan kisah Kocak, Romantis, dan pastinya selalu bikin baper. Langsung simak aja cerita nya ya 💋
Follow IG Mama @ma2.zan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
.....
Sudah berlalu satu minggu semenjak Aresha mengibarkan bendera perang terhadap Bos nya itu. Namun, semakin dia membuat kekacauan yang dia dapatkan malah sebaliknya. Alvarro selalu membalasnya dengan sabar dan tidak mempermasalahkan hal-hal yang dia lakukan.
Seperti sore ini dengan sengaja Aresha memasukkan garam ke dalam kopi Alvarro.
Namun, Alvarro dengan santai meneguknya di hadapan Aresha.
"Tuaann..?" gumam Aresha bingung sendiri dan tiba-tiba merasa bersalah.
"Iya..? Terima kasih untuk kopinya Nona Aresha..!" seru Alvarro santai dan berdiri sambil memakai jas nya.
"Ehh..?? Ya..??" Aresha kembali di buat bingung.
Alvarro berjalan melewati Aresha dan berkata kecil "Tidak masalah Nona Aresha, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan..."
Deg...
"Jadi dia tahu..?!" batin Aresha memucat.
"Oh iya.. sore ini saya ada urusan..." seru Alvarro.
"Jadi meeting sore ini saya geser Pak..?" ujar Aresha.
"Tidak perlu.. Kamu bisa pulang lebih awal dan beristirahat.." jawab Alvarro sambil tersenyum manis kemudian menutup pintu ruangan kerjanya meninggalkan Aresha.
Plangg.... Bunyi baki kayu yang dipegang Aresha terjatuh di lantai.
Seketika lutut dan tangan Aresha lemas dan bergetar.
"Ada apa dengan Pak Alvarro..??!!!" gumam Aresha bimbang. Kian hari sikap Alvarro juga berubah terhadapnya.
Sedangkan Alvarro tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Aresha.
"Kamu salah memilih lawan Nona Aresha..!!!" seru Alvarro yang sudah masuk di dalam lift.
Dirinya membawa mobil sendiri tanpa supir dan pergi menuju ke rumah Pamannya. Uncle (Paman) yang mengasuh nya sejak kecil, ketika kedua orang tua Alvarro meninggal karena kecelakaan mobil.
"Uncle... Aunty...!!" seru Alvarro ketika masuk ke dalam ruang keluarga.
"Hai sayang...." seru Aunty Talitha senang sambil merangkul tubuh atletis keponakan nya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.
"Hai son...!" seru Uncle Raid bergantian merangkul Alvarro.
"Bibi.. tolong buatkan cappucino panas buat Alvarro..!" seru Aunty Talitha.
"Tumben pulang kantor jam segini sayang..?" sindir Aunty Talitha.
"Iya...,Karena Alvarro rindu sama Aunty ku yang cantik ini...!" goda Alvarro ke Aunty Talitha yang langsung saja mendapatkan cubitan kecil di pipi nya.
"Dasaarrr gombal...!! Jangan istri Uncle yang di godain terus..!! Makanya cari istri sana..!!" celutuk Uncle Raid geleng-geleng kepala melihat keponakan nya itu.
"Masih banyak yang harus di kerjakan di perusahaan Uncle... Kecuali Vincent mau bantuin Varro di Perusahaan, mungkin Varro punya waktu untuk pacaran..." kilah Alvarro, yang sudah tahu cara menangkis permintaan unclenya agar dia menikah.
Karena Vincent putra pertama Pemilik FF Foods tidak tertarik untuk bekerja di Perusahaan milik Orang tuanya sendiri. Dia ingin terjun langsung dan menekuni hobinya dalam membuat Pastry.
Seperti saat ini, Vincent membuka sebuah Cafe yang menawarkan kue - kue yang sangat enak.
"Haahhh..!!! Kalian berdua selalu saja punya jawaban ..!!" ujar Uncle Raid menyerah.
"Hehehhe...." tawa Alvarro.
"Lalu di mana tuh anak..?? Selalu saja tidak pernah pulang ke rumah kalau Aunty bahas masalah perjodohan dia...!!" celutuk Aunty Talitha.
"Seperti biasa dia ada di Apartment ku.. Aunty tidak perlu khawatir..." ucap Alvarro menenangkan Aunty kesayangan nya itu. Yang sudah seperti ibu untuknya.
"Hmmm.. baguslah kalau bocah nakal itu bersamamu..!" ujar Aunty Thalita.
Alvarro menyesap cappucinno yang baru saja di sajikan.
Setelah berbincang cukup lama. Alvarro berpamitan untuk kembali ke Apartmentnya.
Di tengah perjalanan. Alvarro melihat sosok yang dia kenali sedang berjalan sendirian dengan menundukkan wajahnya.
Dengan cepat Alvarro menepikan mobilnya di tepi jalan.
ckiiit
Bunyi rem mengagetkan orang-orang di sekitar. Namun yang ingin Alvarro datangi tidak terpengaruh dengan suara riuh yang dirinya timbulkan.
Alvarro kemudian berjalan dengan cepat dan menarik tangan wanita yang seperti hanyut dalam pikiran nya sendiri.
"Pakkk...??" gumam Aresha shock melihat Bos Setengah Bulenya ada di depannya saat ini.
"Ngapain kamu di sini..??" ujar Alvarro.
"Jalan pulang Pak.." jawab Aresha seadanya. Karena memang dia sedang perjalanan pulang. Pikiran nya kemana-mana. Mulai dari masalah dengan pacar nya yang tidak kunjung selesai. Dan karena dia tidak bisa mengundurkan diri.
Alvarro menaikkan satu alisnya "Ayo aku antar.." ujar Alvarro sambil menarik tangan Aresha, tanpa menunggu jawaban sekretarisnya itu.
"Tapi Pak...!?" seru Aresha ingin menolak.
Alvarro membuka pintu penumpang dan menyuruh Aresha masuk hanya dengan tatapan nya. Setelah memastikan Aresha duduk dengan baik. Alvarro memutar di depan mobil dan masuk ke kursi pengemudi.
Dengan gagahnya Alvarro menyetir mobil. "Di mana rumah kamu..?" tanya Alvarro sambil tetap menatap lurus ke depan.
"Di Kosta-an Bungalow Pak.." jawab Aresha singkat.
"Kamu sudah makan malam..?" tanya Alvarro santai.
"Sudah Pak...!" jawab Aresha bohong dan langsung ketahuan dengan susulan suara cacing di perutnya yang sedang mengamuk minta makan.
Kruuuukkkk
"Sepertinya perut kamu lebih jujur..!" sindir Alvarro.
Ingin sekali rasanya Aresha mempunyai jurus ninja dan menghilang dari depan Alvarro saat ini juga.
"Dasar cacing gak ada akhlak..!!!" batin Aresha menyalahkan cacing-cacing di perutnya.
Aresha hanya bisa menggaruk kepanya sambil cengengesan.
Dengan cepat Alvarro memutar balik mobilnya setelah melihat jalan putar di depannya.
"Mau ke mana Pak..??" seru Aresha bingung.
"Makan malam..." jawab Alvarro singkat sambil melihat jam tangannya. Tepat sudah jam delapan malam. Dirinya pun tad tidak sempat makan malam di rumah Uncle dan Aunty nya.
"Tidak perlu Pak.." tolak Aresha tidak enak, lama-lama berada di samping Bos nya itu membuat dirinya bisa cepat mati muda saking gugupnya.
"Ini perintah..!" seru Alvarro membungkan mulut Aresha.
"Dasar Bos Pemaksa..!!"gumam Aresha kecil.
"Apa yang kamu bilang..?" tanya Alvarro penuh selidik, gumaman Aresha seperti sedang memaki dirinya.
"Tidak ada Pak.. !"jawab Aresha dan tersenyum manis.
"Hmmm..manis...!"gumam Alvarro kecil tanpa sadar mengatakan apa yang ada di pikirannya.
"eh...?"seru Aresha bingung. "Manis..? Apa yang manis Pak..?" tanya Aresha dengan polosnya, membuat wajah dan telinga Alvarro memerah.
"Parfum kamu..!" jawab Alvarro absurd.
"Ahh.... Terima kasih Pak..! Ini parfum mili-milian kok Pak.. hehhehe..." jawab Aresha konyol, dan langsung menutup mulutnya karena sudah bicara dengan Bos nya seperti ember bocor.
Alvarro menahan tawanya. Dia baru tahu kalau sekretarisnya itu sedikit cerewet dan konyol.
Kurang lebih lima belas menit, akhirnya mereka tiba di salah satu Restaurant Western yang menyajikan steak dan aneka barbeque.
Mereka berdua pun berjalan masuk seperti layaknya sepasang pasangan. Yang prianya begitu tampan dan tinggi, sedangkan Aresha yang memiliki postur tubuh seperti model bersanding dengan begitu menawan di sisi Alvarro.
Semua mata melihat ke arah mereka seperti pasangan selebriti yang memasuki Restaurant.
"Selamat malam Tuan Alvarro, silahkan.."sapa Manajer Restaurant dengan sopan dan menyajikan meja untuk Alvarro dan Aresha.
"Malam.."jawab Alvarro singkat.
Aresha duduk dengan manis berhadapan dengan Alvarro. Namun matanya langsung tertuju ke arah lain. Melihat sosok yang sangat dia kenal sedang duduk dengan seorang wanita.
"Ada apa Aresha..?" seru Alvarro heran dan mengikuti arah mata Aresha. Karena Aresha tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan nya.
"Siapa pria itu..?" batin Alvarro.
Bersambung...
☘☘☘☘
Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤
Bantu Karya Baru Mama agar bisa masuk rekomendasi ya 🥰
Lope u from MamaZan ~~ 🥰😘