NovelToon NovelToon
A Penliba

A Penliba

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Lo tuh ngeselin!" bisik Giselle di telinga Libra.

"Udah tau." Selalu, jawaban Libra semakin membuat Giselle kesal. Gadis itu cemberut sepanjang pelajaran dimulai. Padahal hari masih pagi, tetapi dia sudah dibuat emosi oleh pemuda yang sayangnya adalah sahabatnya sendiri.

Libra tau Giselle sedang marah padanya. Namun, pemuda itu malah tersenyum geli sembari menopang dagunya menatap gadis yang sedang mengerucutkan bibirnya itu.

***

Sebuah kisah tentang dua remaja yang sedang berjuang untuk menemukan tujuan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - Senyum Palsu

"Pagi," sapa Giselle ketika duduk di sebelah Libra. Gadis itu tersenyum manis ketika menatap sahabatnya. Berbanding terbalik dengan Libra yang menatap intens pada gadis itu. Ia sangat tahu betul, senyuman jenis apa yang Giselle layangkan padanya.

"Mau cerita?" tanya Libra dengan lembut. Ia mengabaikan sapaan Giselle sebelumnya. Pemuda itu tahu, ada yang tidak beres dengan gadis itu. Ditambah perkataan ibunya tadi pagi. Libra yakin, sudah terjadi sesuatu pada sahabatnya.

Giselle menghela napas. Sungguh, membohongi Libra adalah hal yang mustahil. Karena itu, ia lebih memilih untuk menggeleng. Bukannya ingin menyembunyikan sesuatu dari Libra, hanya saja Giselle belum siap menceritakannya. Ia tidak mau menangis lagi. Sudah cukup semalaman ia menangis.

"Yaudah, nggak papa. Sini peluk." Libra merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut oleh Giselle. Gadis itu menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada Libra. Ia sangat butuh pelukan untuk saat ini.

"Kan bener, bucin," gumam Farhan yang melirik ke belakang.

"Kasian banget kejebak prenjon," bisik Danu yang duduk di sebelah Farhan.

"Ho'oh, bener. Mana masih muda." Farhan ikut berbisik.

"Ihhh kalian ngapain deketan gitu?" teriak Pipit heboh ketika melihat Farhan dan Danu yang duduk bersebelahan dengan posisi kepala sangat dekat. Suaranya yang keras membuat atensi Giselle dan Libra teralih pada sosok yang duduk di depan mereka.

"Ya ampun, jangan-jangan...." Pipit membekap mulutnya sendiri ketika sebuah pikiran merasuk ke kepalanya. Jangan salahkan Pipit jika mengira mereka sedang....

"Yaelah, Pit. Gue masih normal," kesal Danu.

"Gue juga, ogah banget gue sama orang modelan kayak Danu," sahut Farhan.

"Apa maksud?" tanya Danu sembari menatap tajam Farhan.

"Gemulai, lo kan suka joget-joget," jawab Farhan dengan tersenyum lebar.

"Anjir, gue nge-dance! Bukan joget!" kesal Danu. Jelas ia tidak terima dengan perkataan Farhan.

"Kok jadi ribut, sih? Minggir dong, Danu. Gue mau duduk," ujar Pipit sembari mengibaskan tangannya, mengusir. Danu mendengus kesal meskipun ia tetap kembali ke tempatnya semula.

...***...

"Pulang sekarang?"

Giselle menatap tak enak pada Libra. "Duluan aja, Ba. Gue dijemput Kak Abram."

Ah, iya. Libra hampir melupakan hal itu. Mulai sekarang, waktunya bersama Giselle hanya ketika berada di sekolah. Mau bagaimana lagi?

"Gue temenin sampai kakak lo sampai. Ayo ke depan." Libra merangkul bahu Giselle sembari melangkah menuju keluar kelas. Keduanya berjalan beriringan tanpa mengatakan apa pun. Ada begitu banyak pertanyaan di kepala Libra, tetapi ia menahan diri untuk bertanya pada Giselle. Sahabatnya itu pasti sedang dalam suasana hati yang buruk. Terbukti sejak pagi tadi, Giselle lebih banyak diam. Hanya sesekali tersenyum ketika ia menjahilinya. Sungguh, Libra benci melihat Giselle yang seperti ini.

Tiba di depan gerbang, ternyata Abram belum juga datang. Libra mengajak Giselle untuk duduk di bangku yang berada di depan pos satpam.

"Pen, jangan gini dong," ujar Libra sembari menghela napas lelah. Ia sudah tidak bisa menahan diri untuk mengatakan itu.

"Gini gimana?" tanya Giselle tanpa menatap Libra. Gadis itu sedang menfokuskan matanya ke arah jalanan, mungkin saja Abram sudah datang.

"Gue gak suka liat lo sedih."

Giselle menoleh dengan cepat. Sedetik kemudian, ia tersenyum tipis. Mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Meski matanya tidak bisa berbohong. Mata bening itu mulai berkaca-kaca. Sekuat tenaga Giselle mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah detik ini juga.

"Gue gak papa, Ba."

"Bullshit. Jangan bohongin diri sendiri, Giselle. Gue tau lo gak baik-baik aja. Gak ada yang ngelarang kalau lo mau nangis. Lo inget kan pundak gue selalu ada buat lo." ujar Libra sembari menatap intens pada Giselle. Dan benar saja, sedetik kemudian gadis itu menubruk dada Libra dengan keras sembari menangis. Tangannya melingkar erat pada tubuh Libra. Sejujurnya, ia malu menangis di tempat umum seperti ini. Apalagi banyak murid-murid yang menatap penasaran pada mereka karena melihat Giselle yang memeluk Libra sangat lama.

"It's okay, everything's gonna be alright."

...***...

19 Januari 2026

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!