"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Digo kewalahan
Sreeeettt.
"Hah!"
Digo kaget bukan main ketika dia masuk ke dalam air dan sedang mencari sesuatu tapi malah di jerat oleh akar rambut yang berwarna hitam, kaget sudah pasti namun dia berusaha untuk tetap tenang agar nanti tidak kewalahan saat menghadapi iblis yang sedang berusaha untuk menyerang dia di dalam air ini.
Sama seperti yang lain juga bahwa Digo tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bertarung di dalam air karena dia masih tetap manusia yang perlu untuk bernafas, sehingga hanya membutuhkan waktu beberapa saat saja dan kemudian harus muncul lagi ke permukaan untuk mengambil nafas sesaat agar dia bisa bertarung dengan benar.
"Apa ini, mana wujud yang sedang menyerang aku?" batin Digo mulai kewalahan ini.
Sebab dia sama sekali tidak melihat wujud dari iblis yang sedang berusaha untuk menyerang dirinya sekarang, Digo mulai panik karena rambut tersebut malah semakin menyeret dia masuk ke dalam air sehingga untuk muncul ke permukaan jelas lebih sulit lagi.
Namun Digo tidak putus asa dan dia terus berusaha untuk keluar dari air ini agar bisa selamat dan tidak mendapat kemalangan di dalam air itu, tapi dengan begini maka dia baru menyadari bahwa bisa saja orang yang selama ini sudah meninggal tenggelam di dalam air mungkin mengalami gangguan iblis yang seperti ini.
Dia yang memiliki kekuatan saja harus bingung dan kelabakan untuk melarikan diri, apalagi dengan para manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan sehingga sudah pasti hanya akan menjadi sasaran empuk dari hantu air yang telah membuat banyak ulah karena dia menginginkan banyak nyawa dari desa pandan Arum.
Wuuuttt.
Buaaaaak.
"Tidak bisa, akar ini murni dari pohon atau memang rambut manusia?!" Digo sedang berpikir keras agar bisa terlepas dari akar hitam itu.
"Aku bisa mati bila tidak segera melepaskan diri, tampaknya dia memang ingin memberi aku peringatan agar tidak usah ikut campur lagi dalam urusan dia." batin Digo yang sangat cemas.
Walau dalam diri sudah memiliki kekuatan tapi tetap saja ada rasa takut karena ini bukan lah hal yang bisa dia anggap enteng, kalau bertarung di daratan maka Digo masih bisa untuk mengambil nafas sesaat walau dia terkena hantaman dari musuh namun setidaknya masih bisa untuk melihat sekitar untuk mengambil nafas.
Tapi ini di dalam air sehingga sudah pasti Digo akan sangat kewalahan menghadapi ini semua dan terlihat jelas bahwa akar hitam memiliki kekuatan yang sangat besar juga, jadi Digo harus berusaha untuk kabur dari dalam air sekarang karena dia bukan lawan yang tepat untuk akar hitam tersebut.
"Mati lah aku bila tidak bisa lepas dari akar ini." batin Digo terus berusaha keras.
Sedangkan di atas speed boat Amir sudah sangat ketakutan karena sudah sampai dua puluh menit tapi Digo belum juga keluar dari dalam air, mau minta tolong juga kepada siapa karena di sekitar sini tidak ada warga yang lewat membawa perahu atau speed pun juga.
"Aku harus bagaimana sekarang karena aku tidak mungkin juga masuk ke dalam air?" Amir kewalahan untuk mengambil sikap.
"Siapa yang bisa aku hubungi untuk mendatangi tempat ini sekarang? apa tadi Mas Arya juga ikut terjun menggunakan speed boat ya." Amir mengambil ponsel karena dia harus meminta bantuan.
"Ayo lah mana ini nomor ponsel Mas Arya kok tidak segera ketemu." karena panik Amir jadi tidak karuan seperti sekarang.
"Mas Amir, kenapa speed boat mu?!" Joko mendayung perahu dengan santai karena dia memang hanya menggunakan perahu saja.
"Alhamdulillah akhirnya mereka muncul dan pasti bisa menolong Digo di dalam air." Amir menjadi sangat lega.
"Tolong bantu aku sekarang karena keadaan sudah sangat mendesak ini." Amir berteriak kepada mereka agar segera mendekat.
"Kok Mas Amir terlihat sangat panik begitu ya, Mas?" Joko agak heran dan berkata kepada Arya.
"Ayo cepat." Arya juga merasa ada yang tidak beres.
Untung memang Arya dan Joko segera datang karena saat ini Amir begitu butuh bantuan untuk menolong Digo yang ada di dalam air itu, sebab bila tidak maka yang ada nanti hanya akan menjadi masalah besar karena Digo jelas tidak akan mampu melawan akar rambut yang ada di dalam air.
Arya segera mendekati karena dia paham apa yang telah Amir rasakan sekarang ini, kalau Arya tidak bisa membaca pikiran namun dia memahami ada yang tidak beres tengah Amir alami karena tadi terlihat bahwa Amir berangkat berdua dengan Digo tapi sekarang justru dia sendirian dengan rasa panik yang begitu besar.
"Digo masuk ke dalam air dan sampai sekarang dia belum juga muncul." Amir langsung berkata kepada Arya.
"Loh kenapa dia sampai masuk ke dalam air?!" Joko sudah kaget duluan.
"Tadi ada sesuatu yang aneh di dalam air ini dan dia mendadak saja malah masuk ke dalam sana, Digo melarang aku ikut masuk ke dalam air." jelas Amir kembali.
"Sial!" Arya mengumpat dan segera masuk kembali ke dalam air untuk mencari keberadaan Digo.
"Ya Allah ini kenapa sangat rumit seperti sekarang? kenapa juga Digo harus masuk ke dalam air." Joko mengeluh kesal karena pasti nanti akan terjadi masalah lagi.
"Aku juga tidak tahu apa yang sedang Digo pikirkan sehingga dia langsung masuk ke dalam air." Amir berkata dengan nada cemas.
"Ini air juga kenapa bau nya sangat amis seperti sekarang?" Joko mengusap hidung karena tidak tahan dengan bau amis dari dalam sungai ini.
"Tadi kami juga heran kenapa air terasa begitu amis." Amir berkata lirih.
Amir dan Joko menunggu di atas perahu masing-masing karena mereka sedang menunggu Arya mengambil Digo yang ada di dalam air, tentu saja dengan perasaan cemas juga karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada mereka berdua sehingga mereka pun berharap akan ada keajaiban yang membantu.
"Tadi Mas Arya juga sudah masuk ke dalam air untuk mencari sesuatu tapi dia tidak menemukan ada yang aneh." Joko membuka cerita kepada Amir.
"Kalau barusan seperti ada suara orang yang menceburkan diri ke dalam air tapi sama sekali tidak ada orang lain di sini." jelas Amir.
Joko mengangguk paham dan dia mulai merasa merinding karena takut bila mendadak saja nanti akan ada sesuatu yang menarik dia dari dalam air itu, sebab kalau perahu memang sangat kecil dan kemungkinan untuk mencapai air begitu mudah sehingga jelas rasa takut lebih besar yang ada di dalam diri Joko saat ini.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌