Warning alert 21+
Di sini juga banyak kata-kata kasar,,,
Perjodohan berujung luka dapatkah Ega yang sudah berhasil bercerai dengan suaminya menemukan kisah cintanya.
Sebagai pemanis aku tambahkan cerita Chris dan Taka yang ingin mendapatkan cinta sesungguhnya.
Chris mencintai Ega yang ia kira menjalin hubungan dengan Galih.
Taka mencintai Kania yang ia kira bertunangan dengan Poldi.
Bagaimana kisah mereka.
Simak ya 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViRuz04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Pertama Calon Kedua 7
Bangun siang, hal biasa gadis cantik satu ini. Dia tidak seperti itu saat menjadi seorang istri. Tapi lihat sekarang, dia tidak rela beranjak dari kekasih yang selalu menunggunya setiap pulang kerja untuk ditiduri.
Kelopaknya masih setia memejam. Senyum manis terbit, dia sudah bangun rupanya. Terlalu malas untuk langsung turun dari tempat aman itu.
Kakinya mulai turun, merapikan ranjang yang kusut akibat ulah sendiri. Ega beranjak ke kamar mandi.
Wow. Sendiri aja bisa seperti kapal pecah, apalagi berdua, eh.
"Segar." Satu kata keluar penuh semangat, meraih handuk kecil guna menyibak rambut yang masih basah.
Ia berpikir depan lemari, menimang baju yang akan ia pakai. Satu pasang diambil di antara deretan baju rapi.
Memutar tubuh menatap penampilan depan cermin, "Good." Gumam dengan senyum.
Bel apartemen berbunyi.
"Tunggu sebentar." Sedikit teriak.
"Kau selalu cantik," sapaan gombal membuat Ega hanya terkekeh.
Ah, ternyata dia sudah ada janji dengan si caem Galih.
"Sekarang?" Tanya nya tanpa menyuruh Galih masuk.
Kepala Galih terangguk. Berjalan berdampingan seperti sepasang kekasih.
"Kita sarapan dulu, aku tahu kau pasti baru bangun." Ega tertawa. Galih paham dengan kebiasaannya.
"You are the best prince."
"I am"
Ega geli mendengar itu, "Bagaimana kalau sarapan di cafe depan sana, kalau tidak salah baru buka ± seminggu yang lalu, kau tahu?"
"Oke, princess."
🌟🌟🌟
Deg Deg Deg
Jantungnya berdetak kencang, tatapan pria itu berkilat petir. Oh.. no. Padahal cuaca cukup cerah tak ada tanda mendung atau mungkin sebentar lagi turun hujan.
Super Mall
Percaya atau tidak seharian ini Nando dan Saka dibuat jengah kelakuan Chris.
Niat awal mereka pergi ke mall membantu Nando mencari hadiah untuk Tata dua minggu lagi berulang tahun. Namun naas berakhir menjadi stalker.
"Luar biasa, sampai aku tidak jadi mencari kado." Sungut Nando. Saka melirik jengah bersandar nyaman lalu dengusan itu terdengar keras
"Donjuan tak laku." Cebik Saka.
Tapi yang disindir seolah tak peduli, memasang wajah cuek dan dingin.
"Hn.. diam lah, coba kalian pikir kalau sampai Ega dibius terus dia berbuat hal di luar nalar bagaimana?" berdalih asal, kedua teman nya memutar mata jengah.
"Woii.. Chris otak mu bergeser berapa kilometer, hah. Mana ada berbuat hal aneh di tempat ramai seperti ini," Chris hanya bergumam sebagai jawaban.
"Mereka ke toko pernak-pernik pernikahan, apa mereka_" Saka bungkam, saat Chris melirik nya tajam.
"Tutup mulutmu, kalau mereka mau nikah Ega pasti sudah meminta cuti." Melipat tangan depan dada.
"Bilang saja kau tidak rela. Aku tahu Ega cantik tapi kalau bukan jodoh, mau bagaimana lagi." Nando tidak peduli lagi dengan aura hitam yang menguar dari tubuh Chris.
Jari Nando menowel lengan Chris. Menunjuk arah depan Ega dan Galih berada.
"Mereka sudah keluar ," berbisik.
Chris dan Saka melihat ke arah yang ditunjuk Nando. Ketiganya hendak berdiri tapi tidak jadi, melihat Ega dan Galih berbalik arah.
Langsung menggunakan kacamata seolah tak dapat dikenali.
Di tengah percakapan, netra Galih mengerut pandangan nya lurus ke depan. Melihat tiga batangan di sana pura-pura seolah berbincang serius.
Wow, tidak sangka ternyata si brengs**k berbakat untuk jadi stalker.
Seringai jahil dan nakal Galih muncul. Melirik Ega yang sedang mencari toko selanjutnya.
Tangan Galih menyentuh punggung mungil di samping. Ega berhenti mendongak menatap bingung. Wajah Galih mendekat. Sangat dekat dengan telinga Ega, pura-pura meniup seolah ada sesuatu di sana. Dirasa cukup wajah Galih menjauh.
"Tadi ada gabus kecil di rambut mu," jelas bohong, senyum kemenangan itu ada.
Melangkah kembali mencari toko lain. Smirk jahil puas terpasang di bibir Galih.
Iris Chris melebar, rahangnya mengeras, baru saja dia melihat adegan Galih mencium Ega di tempat umum.
Nando dan Saka tersentak saat Chris tiba-tiba berdiri cepat membuat kursi itu telentang menyedihkan. Untung kursi saja yang terjatuh coba Chris ikut terjengkang.
Kedua teman setannya berharap bisa melihat itu.
🌟🌟🌟
Langkah lebarnya membawa ke sebuah gedung apartemen. Sebelum sampai di sana dia lebih dulu pergi ke toko kue. Membeli kue kesukaan seseorang yang dulu sempat dekat.
Sejak kemarin fokus Taka terbelah. Merasa khawatir dengan keadaan wanita yang baru beberapa menit ditemui-nya kemarin.
Menghela napas dengan mata terpejam. Meyakinkan diri kalau semua pasti baik-baik saja. Kalau pun dia diusir. Taka terima dengan lapang dada.
Kelopaknya terbuka melirik bel apartemen. Jari panjang itu belum sampai pada tombol bel. Pintu sudah terbuka menampilkan sosok pria dan wanita yang ingin ia temui.
Poldi dan Kania bergeming, lalu saling tatap. Poldi membuka pintu lebar memberi isyarat untuk tamunya masuk. Taka hanya melirik. Kakinya tiba-tiba berat. Semakin gundah melakukan ini.
Seharusnya aku tahu diri. Sudah pasti tunangan mu, menjaga dengan baik.
Melihat Taka tidak menanggapi. Poldi mendesah memilih pamit pada Kania. Meninggalkan mereka berdua.
"Masuklah." Suara lembut Kania menyapa indra pendengarannya.
Taka melangkah masuk dan Kania segera menutup pintu.
"Maaf.. apa aku mengganggu mu?" Masih dengan posisi berdiri saling berhadapan.
"Ah.. tidak dia memang seharusnya pergi pagi ini. Tapi siang begini baru bangun dan berangkat,"Kania tertawa sebentar, "Duduklah, mau minum apa?" Ramahnya.
Taka bergeming sesaat lalu berdeham, "Apa saja,"
Kania mengangguk beranjak ke dapur.
Taka menatap penampilan Kania hanya berbalut hot pant dan tank top dengan tali surga hitam yang tampak jelas.
Pikiran Taka melayang. Ia mengumpat dalam hati melihat bagian tubuh terbuka Kania. Juga perkataan Kania tentang Poldi 'seharusnya pergi pagi'.
Jelas saja pria itu bangun kesiangan, kau memanjakannya.
"Ck sial.. Apa yang aku-? Bisa saja, mengingat pria itu tunangannya. Pergi kau dari otak ku setan mesum sialan."
Taka duduk bersandar di sofa hijau muda. Kania datang dengan dua cangkir teh hangat.
Taka menarik diri duduk dengan tegap. Iris nya pekat tidak lepas dari tingkah laku Kania.
Kania tersenyum canggung. Sedari tadi Taka memandanginya sangat dalam. Kania merasa sangat risi. Ia memeluk nampan yang tadi ia bawa untuk minuman.
Tatapan mereka bertaut, "Ada apa?" Kania memecah keheningan.
"Kau tak apa?" Kania mengernyit bingung, sungguh Taka dan Chris benar-benar satu species.
Taka menahan diri untuk tidak memeluk Kania. Walaupun sangat ingin. Ia tidak mau dicap sebagai kalkulator alias Kelakuan lelaki kotor.
"Maksud mu?"
Taka melipat bibir kecil, "Kau pingsan di kantor ku, apa itu karena aku? Aku minta maaf." Jelas nya.
Kania tersenyum, "Ah itu, aku baik. Apa kau sudah sembuh?" Kini pertanyaan aneh dari Kania membuat Taka mengerut dahi bingung karena dia merasa sehat.
"Hn." sebelah alisnya naik.
Kania hampir melempar nampan ke wajah nya, "Aku bertemu Chris. Dia bilang kau sakit, maaf tidak menjenguk mu. Aku tak tahu kau sakit." Taka tidak menjawab, Hanya terus menatap wajah manis Kania.
Dekapan pada nampan mengerat, "Kenapa kau melihat ku seperti itu?" Kania gelagapan dan menunduk. Semburat pink menjalar di kedua sisi pipinya. Taka senang melihat itu.
"Kau, masih mau melanjutkan kontrak itu? Apa karena aku—maksud ku, kau menghindari ku?" Tergagap dan mengatur napas.
Kepala Kania menggeleng tegas, "Tidak.. bukan seperti itu. Saat aku terbangun Poldi bilang aku harus istirahat dulu. Rencana besok aku pergi kembali ke kantor mu," penjelasan Kania membuat Taka lega dengan sudut bibir sedikit terangkat.
Iris hitam Taka bergulir pada bungkus di atas nakas, "Aku sampai lupa ini untuk mu," Taka memberi bingkisan yang dibawanya dengan senyum dan itu menular pada Kania.
"Terima kasih." Tangannya membuka bingkisan dan terkejut, "Ini?" Lirih nya.
"Aku selalu ingat kue favorite mu," hanya perhatian kecil, mampu membuat hati Kania berbunga-bunga.
Obrolan mereka berlanjut lama. Tidak terasa sudah hampir dua jam Taka di sana. Tidak lama Poldi muncul di ambang pintu.
"Bagaimana sudah selesai?" tanya Kania begitu Poldi masuk memilih duduk di sebelahnya.
Sebelum menjawab ia menyapa Taka dan dibalas angguk-an kepala.
Poldi menatap Kania yang sudah penasaran, "Belum semua, gaunnya masih sedikit lama. Untuk cincin apa kau sudah mendesain nya?" Tanya Poldi.
Sejenak Poldi melirik melihat ekspresi lain dari Taka.
Kania tersenyum, "Sudah kau tenang saja." Mendengar percakapan itu hati Taka berdebar perih.
Gaun. Cincin.
Tidak ingin hatinya lebih kecewa. Taka memilih berpamitan pulang. Perih menyapa saat mendengar semua. Tapi entah kenapa hatinya memilih untuk menetap pada rasa yang sulit ini.
Apa aku pengganggu hubungan orang?.
🌷🌹🌷🌹
.
.
.
Tbc
Jangan lupa KomLi
Komen
Like
Salaminezt
ViRuz04
💕
CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
MOHON DUKUNGANNYA YA, DENGAN CARA VOTE, LIKE DAN BERI TANGGAPAN YANG MENARIK YA.
SALAM DARI ANGGOTA VIE_GV
THANKS
tapi sudah sangat lengkap dan menyakitkan
tapi sungguh rumit hati ini
dan kemudian.......keadaan yang berubah
cibiran, kata-kata syirik di sekitar, begitulah manusia
andai benar Criss suka kepada Ega, apa nya yang salah 🤔🤔
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
sebelum tidur😴 jangan lupa nganu dulu,
alias baca "NGANU" chat story.
nganu banget sih, asli🤰🏻
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖