NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 benih kebangkitan dan kegemparan ibukota

Debu-debu kayu beterbangan di udara saat matahari pagi mulai mengintip dari ufuk timur. Su Yan, sang Saintess dari Balai Pengobatan Surgawi yang biasanya dipuja laksana dewi turun dari langit, kini terlihat sangat kontras dengan citranya. Keringat tipis membasahi keningnya yang mulus, dan tangan halusnya yang biasa memegang tanaman obat langka kini terpaksa memegang palu kayu kuno.

Di hadapannya, Xing Shenyuan sedang menyusun balok-balok kayu dengan ketenangan yang menjengkelkan. Setiap kayu yang ia pasang seolah-olah terkunci secara otomatis oleh gaya gravitasi yang ia manipulasi.

"Gunakan Qi api milikmu untuk mengeringkan getah pada pilar itu, Su Yan. Jika pondasinya lembap, gubuk ini tidak akan bertahan lama," ucap Shenyuan tanpa menoleh.

Su Yan menggertakkan giginya, namun ia tetap melakukan apa yang diperintahkan. Ia mengalirkan api spiritualnya yang berwarna hijau muda ke arah kayu pinus tersebut. "Jika murid-muridku atau Master Sekte melihatku membangun gubuk di tengah kuburan seperti ini, mereka akan menganggap aku sudah gila atau terkena guna-guna."

Shenyuan terkekeh pelan. "Mereka harus berterima kasih padaku. Membangun gubuk ini menggunakan prinsip Formasi Arus Bumi. Kau sedang belajar cara menyelaraskan energi elemenmu dengan gravitasi tanpa kau sadari. Rasakan aliran Qi di telapak tanganmu."

Su Yan tertegun. Ia mencoba mengikuti saran Shenyuan dan tiba-tiba matanya membelalak. Benar saja, saat ia membakar getah kayu tersebut, ia merasakan tarikan energi dari dalam bumi yang membantu menstabilkan aliran Qi-nya sendiri. Kelelahan yang ia rasakan perlahan berganti dengan sensasi kesegaran yang asing.

"Ini... ini adalah metode pelatihan tingkat tinggi?" bisik Su Yan tak percaya.

"Dunia adalah guru terbaik, Su Yan. Kultivasi bukan hanya tentang duduk bersila di dalam gua yang nyaman," sahut Shenyuan.

Pekerjaan mereka terhenti saat suara kepakan sayap burung pembawa pesan terdengar dari langit. Seekor burung kecil dengan pita merah mendarat di bahu Su Yan. Setelah membaca surat kecil yang terikat di kaki burung itu, wajah Su Yan berubah pucat.

"Ada apa?" tanya Shenyuan.

"Ibu kota sedang dalam keadaan darurat," jawab Su Yan dengan suara bergetar. "Tetua Feng kembali ke Sekte Pedang Langit dalam keadaan cacat secara mental. Ia terus berteriak tentang 'Hantu Kaisar' dan 'Penjaga Langit'. Ye Chen juga mengalami trauma berat, basis kultivasinya turun drastis karena backlash energi. Sekarang, Kaisar telah memerintahkan penutupan total akses ke pegunungan ini."

Shenyuan mengambil balok kayu terakhir dan meletakkannya di posisi puncak. "Hanya itu? Aku pikir mereka akan mengirim pasukan lebih besar."

"Ini lebih buruk dari pasukan, Shenyuan. Karena Tetua Feng menyebutkan tentang 'Hantu Kaisar', para Tetua Agung dari tiga sekte besar—Sekte Pedang Langit, Sekte Awan Guntur, dan Sektoku sendiri—akan mengadakan pertemuan puncak. Mereka curiga ada pusaka tingkat dewa yang bangkit di Makam Bintang Agung."

Shenyuan menatap ke arah nisan-nisan tua yang membisu. "Biarkan mereka rapat sesuka hati. Selama mereka tidak melintasi batas lembah, aku tidak akan repot-repot memanen kepala mereka."

Sementara itu, jauh di Desa Daun Hijau, sebuah fenomena luar biasa sedang terjadi.

Lin Xiaoyue sedang berada di hutan belakang desanya untuk mencari kayu bakar. Tiba-tiba, tubuhnya terasa membara. Rasa panas itu bukan berasal dari sinar matahari, melainkan dari dalam sumsum tulangnya sendiri.

"Panas... sangat panas!" Xiaoyue jatuh berlutut, mencengkeram dadanya.

Tiba-tiba, dari punggungnya muncul sepasang sayap cahaya berwarna biru transparan. Seekor burung feniks kecil yang terbuat dari api biru membumbung tinggi dari tubuhnya, mengeluarkan kicauan yang menggetarkan seluruh hutan. Burung-burung di sekitar hutan itu seketika hinggap di tanah, menundukkan kepala mereka seolah menyambut ratu baru.

Inilah kebangkitan Garis Darah Feniks Biru.

Sisa energi dari pil yang diberikan Shenyuan telah menjadi kunci terakhir untuk membuka segel bakat Xiaoyue yang telah tertidur selama ribuan tahun dalam garis keturunannya.

Xiaoyue merasa indranya menajam seribu kali lipat. Ia bisa mendengar detak jantung semut di bawah tanah dan melihat aliran energi spiritual di udara. Di tengah kebingungannya, ia teringat wajah pemuda di makam itu.

"Dia tahu... dia sudah tahu ini akan terjadi," gumam Xiaoyue. Ia mengepalkan tangannya. Kekuatan yang mengalir di tubuhnya sekarang setara dengan seseorang di Ranah Pemurnian Qi Tahap Kesembilan, melompat enam tingkat hanya dalam satu kali kebangkitan.

Tanpa ragu, Xiaoyue berbalik. Ia tidak pulang ke rumah. Ia menuju ke arah pegunungan makam. Ia tahu, dengan kekuatannya yang sekarang, ia bisa melewati batas luar makam untuk mencari pria yang telah mengubah takdirnya.

Kembali ke gubuk yang baru selesai dibangun, Shenyuan sedang duduk di atas dipan kayu yang masih berbau pinus segar. Su Yan berdiri di sampingnya, kini terlihat lebih patuh.

"Su Yan, kembali ke Balai Pengobatan Surgawi besok," perintah Shenyuan. "Aku ingin kau mengambil posisi sebagai Tetua Penilai. Gunakan resep yang kuberikan semalam untuk menciptakan 'Pil Penenang Jiwa'. Itu akan membuatmu menjadi pahlawan di mata para Tetua yang sedang ketakutan."

"Tapi... resep itu sangat kompleks, aku butuh bahan dari Taman Obat Terlarang," ujar Su Yan.

Shenyuan melambaikan tangannya ke arah kabut. Tak lama kemudian, Naga Banjir muncul dari kegelapan, membawa sebuah kantong kulit di mulutnya yang berisi berbagai tanaman obat langka yang sudah dibersihkan.

Su Yan menelan ludah melihat naga raksasa itu bersikap seperti pelayan toko obat. "Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi bagaimana jika pihak kekaisaran mencurigai hubunganku dengan tempat ini?"

"Katakan saja kau menemukan tanaman itu di pinggiran lembah setelah para ahli mundur. Tidak akan ada yang berani membantah seorang Saintess," jawab Shenyuan tenang.

Shenyuan tiba-tiba berdiri, matanya menatap ke arah gerbang luar. "Sepertinya kita kedatangan tamu kecil yang berbakat."

Beberapa saat kemudian, sesosok gadis kecil dengan napas terengah-engah muncul di kejauhan. Lin Xiaoyue berlari menembus kabut, aura api biru masih menyelimuti tubuhnya secara tipis. Ia berhenti saat melihat Naga Banjir yang menjaga jalan, namun rasa takutnya dikalahkan oleh tekadnya.

"Tuan! Aku kembali!" teriak Xiaoyue dari kejauhan.

Shenyuan memberikan isyarat pada Naga Banjir untuk membiarkannya lewat. Xiaoyue berlari hingga sampai di depan gubuk dan langsung bersujud di kaki Shenyuan.

"Terima kasih atas anugerah ini, Tuan! Xiaoyue bersedia menjadi pelayan Anda seumur hidup!"

Su Yan tertegun melihat gadis desa itu. Sebagai ahli alkimia, ia langsung mengenali aura yang terpancar. "Garis darah Feniks Biru? Bagaimana mungkin ada bakat tingkat langit di desa terpencil seperti ini?"

Shenyuan menatap Xiaoyue dengan tatapan menilai. "Kau bangkit lebih cepat dari perkiraanku, Xiaoyue. Tapi menjadi pelayanku bukan berarti hidupmu akan mudah. Kau harus berlatih di Lembah Tangis Arwah setiap malam. Jika kau mati, mayatmu hanya akan menjadi pupuk bagi nisan-nisan di sini."

Xiaoyue mendongak, matanya penuh dengan api keberanian. "Aku tidak takut mati, Tuan. Aku hanya takut menjadi lemah dan tidak berguna."

Shenyuan tersenyum puas. "Bagus. Mulai hari ini, kau adalah murid luar pertamaku. Su Yan, berikan dia pakaian yang layak dan beberapa pil dasar untuk menstabilkan pondasinya."

Su Yan menghela napas, merasa statusnya sebagai Saintess kini benar-benar telah turun menjadi pengasuh murid. "Baiklah, Master Shenyuan."

Malam itu, saat seluruh dunia sedang sibuk merencanakan cara menaklukkan Makam Bintang Agung, di dalam gubuk kecil yang sederhana, Xing Shenyuan duduk dikelilingi oleh seorang Saintess alkimia dan seorang pewaris garis darah feniks.

Ia memejamkan mata, membiarkan Mata Kebenaran Ilahi memindai ke arah ibu kota. Ia bisa melihat benang-benang takdir yang mulai kusut.

"Biarkan mereka datang," bisik Shenyuan. "Semakin banyak mereka mengirim ahli, semakin banyak 'materi' yang aku miliki untuk memperkuat formasi makam ini. Dinasti Bintang Agung... saatnya kalian menyadari bahwa kaisar yang kalian buang adalah dewa yang kalian takuti."

Di langit, bintang-bintang seolah bergeser mengikuti ritme napas Shenyuan. Tanpa disadari oleh siapa pun, seluruh area Makam Bintang Agung mulai terangkat perlahan dalam frekuensi spiritual, menjadi sebuah "Domain Abadi" yang terpisah dari dunia fana.

Langkah ketujuh telah dipijak. Dan fondasi untuk menguasai seluruh benua telah tertanam kuat di antara nisan-nisan kuno yang kini kembali bercahaya.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!