NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:199k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-dua puluh tiga

Kakek Suhadi mengetukkan tongkatnya ke lantai dengan keras. "Cukup! Afkar, aku memberikanmu pilihan terakhir. Kau adalah ayah dari Alendra dan Adriansyah, tapi kau telah gagal menjadi ayah bagi Najwa dan gagal menjadi suami yang jujur bagi Maryam."

Kakek menunjuk ke arah Monica. "Bawa istrimu ini pergi dari rumah utama. Aku tidak akan membiarkan wanita yang penuh tipu daya memimpin rumah ini lagi... Dia sudah berniat jahat pada Najwa, aku tidak ingin mereka mencelakai Najwa Dan untuk Raisa..."

Kakek menatap Raisa yang masih tergeletak lemas. "Aku tidak akan membuangmu ke jalanan karena aku masih memiliki rasa kemanusiaan. Tapi kau tidak lagi memiliki hak atas nama Suhadi, dan tidak ada posisi di keluarga ini. Kau akan tinggal di rumah kecil di pinggir kota milik keluarga kita, dan kau harus belajar hidup sebagai orang biasa, tanpa fasilitas mewah."

Raisa tidak menjawab. Ia hanya bisa menangis sesenggukan, menyadari bahwa mulai malam ini, mimpinya sebagai putri bangsawan telah berakhir.

Monica mencoba memeluk kaki Kakek Suhadi. "Ayah, tolong! Jangan usir kami, aku minta maaf ayah, aku berjanji tidak akan mengganggu Najwa lagi, aku akan berusaha menerima Najwa sama seperti Raisa,kami akan berubah Ayah, kami janji!" raung Monica menangis histeris.

"Pergi, Monica! Sebelum aku kehilangan sisa-sisa kesabaranku dan menyerahkanmu ke polisi atas percobaan sabotase pada Najwa dan fitnah keji putrimu itu!" bentak Kakek Suhadi.

" Ayah tolong Ayah, jangan usir mereka, aku janji akan mendidik mereka lebih baik lagi, Aku akan menjadi ayah yang adil untuk mereka, " pinta Afkar terisak.

" Aku tidak akan menarik kata-kata ku Afkar, atau kau juga pergi dari sini, aku tidak akan memberikan harta sepeserpun untuk mu, mulai sekarang , belajarlah lebih mandiri, sudah cukup selama ini Ayah membantu, " balas kakek Suhadi yang tetap kekeh dengan pendiriannya.

Afkar menatap Najwa" Najwa, tolong maafkan kami, Aku tahu kau anak baik, Tolong bujuk kakekmu nak, jangan usir kami, ayah janji, ayah tidak akan membiarkan mereka mengganggumu lagi, Tolong ayah nak" pinta Afkar memelas, bahkan mengantubkan kedua tangannya.

" Papa , aku......".

Namun saat Najwa akan membalas perkataan papanya, kakek Suhadi memotong ucapan Najwa.

" Cukup Najwa...ini keputusan ku, kau tidak berhak mengatur ku" tegas kakek Suhadi dengan suara sedikit meninggi, membuat semua orang tidak berkutik.

Afkar Tersentak lalu perlahan ia berjalan mendekati Raisa yang masih meraung di lantai. Dengan tangan gemetar, ia membantu Raisa berdiri, memeluk bahu gadis itu yang terguncang hebat. Ia kemudian menatap Kakek Suhadi dengan mata merah.

"Ayah... aku minta maaf," suara Afkar berat dan serak. "Aku tahu aku salah telah membohongimu. Aku tahu aku telah mengecewakan darah dagingku sendiri. Tapi..." Afkar melirik Najwa sekilas, lalu kembali menatap Raisa. "Aku yang mengganti popoknya saat dia bayi. Aku yang memegang tangannya saat dia belajar berjalan. Bagiku, dia tetap putriku. Aku tidak bisa membuangnya ke jalanan hanya karena selembar kertas tes DNA."

Kakek Suhadi terperangah. "Kau lebih memilih bayi buangan ini daripada putri kandungmu yang telah menderita belasan tahun di pesantren, Afkar?!"

Afkar menunduk, air matanya jatuh. "Najwa sudah memiliki Ayah. Dia memiliki saham, dia memiliki perlindungan Ayah, dia memiliki masa depan yang cerah di rumah ini. Tapi Raisa... jika aku meninggalkannya, dia tidak punya siapa-siapa di dunia ini. Dia akan hancur." balas Afkar dengan suara bergetar.

Afkar menatap Najwa lama dengan tatapan penuh rasa bersalah yang pengecut. "Maafkan Papa, Najwa. Papa tahu Papa berhutang banyak padamu dan Ibumu. Tapi Papa tidak bisa meninggalkan mereka."

Najwa merasakan dadanya sesak, seolah oksigen di ruangan itu habis. Ia melihat ayahnya,pria yang ia rindukan setiap sujudnya, memilih untuk pergi membawa wanita yang telah menghina ibunya dan gadis yang telah memfitnahnya.

"Jadi... kehadiran Najwa di sini memang tidak pernah diinginkan oleh Papa?" bisik Najwa, suaranya bergetar menahan tangis yang menyesakkan tenggorokan. "Bahkan setelah Papa tahu betapa tulusnya Ibu Maryam, Papa tetap memilih mereka yang membangun hidup di atas kebohongan?" ucap Najwa dengan suara lirih.

Afkar menjawab pelan. Ia hanya mempererat rangkulannya pada Raisa dan Monica.

" maafkan papa nak, bagaimanapun juga , seorang ayah tidak mungkin membuat putrinya menderita meski karena kesalahannya, papa menyayanginya, sama, seperti ayah menyayangimu , tapi untuk saat ini, Raisa lebih membutuhkan Papa dari pada kamu nak, di sini ada kakek dan kedua kakakmu " ucapnya lirih meski hatinya sakit.

Sebelum melangkah keluar pintu, Monica berhenti. Ia membalikkan badannya, menatap Najwa dengan tatapan yang sangat mengerikan, tatapan yang penuh dengan racun dan dendam kesumat.

"Kau puas sekarang, Najwa?" desis Monica, suaranya rendah namun penuh kebencian yang mendarah daging. "Kau telah menghancurkan rumah tanggaku. Kau membuat suamiku kehilangan warisannya. Kau membuat putriku kehilangan identitasnya. Jangan pernah berfikir ini berakhir di sini. Selama aku masih bernapas, aku akan memastikan setiap detik hidupmu di rumah ini terasa seperti neraka." Bisik Monica saat ia pura-pura memeluk Najwa dan meminta maaf.

Raisa pun mendongak. Wajahnya yang sembab kini tidak lagi memancarkan kesedihan, melainkan kegelapan. Ia menatap Najwa seolah Najwa adalah iblis yang merampas dunianya.

"Aku mungkin bukan darah asli Suhadi," ucap Raisa dengan nada dingin yang menyayat. "Tapi aku punya hati Papa. Dan kau... kau hanya punya saham dan tembok rumah tua ini. Sampai mati pun, aku akan membencimu, Najwa. Aku akan merebut kembali semua yang kau ambil dariku, dengan cara apa pun!"bisik Raisa sebelum meninggalkan rumah yang membesarkannya.

Mereka bertiga melangkah keluar ke tengah hujan yang mulai turun deras, meninggalkan kehangatan rumah Suhadi menuju ketidakpastian. Afkar membawa mereka ke sebuah mobil, meninggalkan putra-putranya dan putri kandungnya yang mematung di ambang pintu.

Setelah mobil itu hilang dari pandangan, Najwa jatuh terduduk di lantai. Pertahanannya runtuh total. Ia menangis sejadi-jadinya, suara tangisannya memenuhi aula rumah yang kini terasa sangat sunyi dan luas.

Alendra dan Adriansyah segera memeluk adiknya, ikut menangis tersedu-sedu. "Maafkan kami, Najwa... Maafkan Papa..."

Kakek Suhadi berdiri mematung, menatap pintu yang terbuka. Ia merasa gagal. Harta yang ia kumpulkan selama puluhan tahun tidak mampu menyatukan keluarganya yang telah hancur oleh kebohongan dan dendam.

"Kek..." Najwa bicara di sela isak tangisnya. "Apakah Najwa salah karena mencari keadilan untuk Ibu? Kenapa Papa lebih memilih mereka?"

Kakek Suhadi mendekat, mengusap kepala Najwa dengan tangan yang gemetar. "Bukan kau yang salah, Nak. Tapi ayahmu yang buta. Dia terjebak dalam rasa bersalah yang salah tempat. Biarkan mereka pergi. Mulai hari ini, kau adalah pusat dari keluarga ini." sahut kakeh Suhadi dengan lembut.

Namun Najwa tahu, hidupnya tidak akan pernah tenang. Di luar sana, Monica dan Raisa sedang merajut jaring-jaring dendam yang jauh lebih gelap. Kebencian mereka bukan lagi soal harta, tapi soal eksistensi. Mereka tidak akan berhenti sampai Najwa benar-benar hancur.

1
irma hidayat
duh baper deh atas romantisnya nazwa ishaq, ayo ale luluhkan hati kirananya nanti keburu kecantol yg lain
suti markonah
duhh seneng nya jadi kirana yg secara tidak langsung dah dapat restu dr keluarga suhadi
vivinika ivanayanti
ooalaahh....iya Ardi kamu lebih cocok daripada si Alen 🤭🤭😂
vivinika ivanayanti
Ardiii ...kamu punya rahasia apa dgn dang singa betinaaa....🤭🤭🤭
Sri Supriatin
tks upnya Thor....lanjuuut👍💪💪💪
Sri Supriatin
eng...ing...eeeng semangat Alen 😍😍😍
irma hidayat
ale benar2 udah jatuh hati pd kirana, syukur keluarga juga ada restu, kalau dulu mungkin akan masalah dimonica, sekarang udah istikhomah
vivinika ivanayanti
Jiaahhh.....😝😝😝 gombalan mu Bang.....😂😂😂
vivinika ivanayanti
ngereoggg kakakmu itu Naaa ....tapi seneng juga dia di Surabaya ketemu saja hilal jodoh nya 🤭🤭🤭
vivinika ivanayanti
wkwkkwwk.... Ardi...bisa murka Alen kalo tahu kami nyusul ke jepang 🤭🤭🤭😂😂
suti markonah
semangat thorrr💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Nur Rsd
kok masih ada konflik lagi yaa
suti markonah: klo dah ga ada konflik nan cepet di tamatin sm authornya kak nur~ ga po po lah bumbu kehidupan
total 1 replies
irma hidayat
ih maksa y ale, semangat buat luluhkn kirana ale
vivinika ivanayanti
jodoh mu ini Len 🤭🤭🤭😂😂😂
suti markonah
sat set,sat set nih si alien🤣🤣..tinggal ardi yg msh jomblo
Dewi kunti
berani kali yaaaaa
Sri Supriatin
seruuu welcome home 😍😍💪💪🙏🙏
suti markonah
di lanjut maning thorrr...jangan di tsamatin dulu ya~
suti markonah
perasaan hbs pesta unboxking nya masa dah ada perubahan klo seandainya najwa hamil..kepiye iki..opo aku salah?
irma hidayat
nah auranya beda ada apa nich nazwa jangan jangan punya kabar baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!