NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Keesokan paginya Kai keluar dari rumah pohonnya sambil meregangkan badan.

Ia berjalan ke pinggir sumber air untuk mencuci muka dan minum. Siapa sangka air itu terasa sangat menyegarkan.

Kai mengambil tasnya, karena hari ini ia berniat pergi ke kota atau desa terdekat.

Perutnya sudah berbunyi karena lapar.

"Aku akan terus bergerak dan mencari makanan di sepanjang jalan ini."

Saat itulah terdengar suara seperti hewan yang sedang berlari mendekat dari belakangnya.

Ketika Kai menoleh, seekor kelinci berlari dan melompat ke arahnya. Namun berbeda dari kelinci pada umumnya, kelinci itu memiliki mata menyala merah terang dan taring yang panjang.

Kai mengeluarkan katananya.

SLING

Dalam satu tebasan, kepala kelinci itu langsung terputus.

"Aku benar-benar bisa melakukannya…"

"Sepertinya kemampuan ber pedangku semakin meningkat."

Selanjutnya Kai menguliti kelinci itu menusuknya seperti sate, lalu memanggangnya.

"Hambar…"

Setelah makan, Kai kembali melanjutkan perjalanannya. Setelah berjalan lumayan jauh, ia melihat seorang anak kecil yang hendak diserang seekor beruang.

"Tidak… tolong aku!"

Anak kecil itu berteriak dengan tubuh yang sudah terduduk di tanah.

Tanpa ragu, Kai membuang tasnya, mengeluarkan katananya, dan menebas beruang itu.

Setelah beruang itu dikalahkan, Kai membantu anak itu berdiri.

"Apa kamu terluka?"

"Dari mana kamu berasal?"

Anak itu menunjuk ke arah belakangnya. Ia berkata bahwa dirinya berasal dari Desa Leaf, dan namanya Yana.

Awalnya anak itu sedikit takut karena Kai memakai penutup mata. Namun setelah dijelaskan bahwa mata Kai sedang sakit, anak itu menjadi lebih berani.

Saat Kai menanyakan kenapa Yana bisa masuk terlalu jauh ke hutan dan apa yang ia cari, Yana menjawab,

"Aku memanen rumput obat, dan sebelum aku sadar, aku sudah berada sejauh ini," ucap Yana sambil memperlihatkan tangannya yang menggenggam banyak rumput.

Mendengar itu, Kai merasa senang karena akhirnya ia menemukan desa terdekat.

"Bisakah aku pergi ke desamu?"

Anak itu menjawab tanpa ragu.

"Tentu saja, aku akan membawamu. Ayo ikuti aku."

Mereka berdua meninggalkan tempat itu. Baru beberapa langkah berjalan, Yana berhenti.

Ia menunjuk ke arah belakang Kai.

"Apakah kamu tidak membawa kelinci bertanduk itu? Rasa dagingnya cukup enak."

"Oh, kau benar."

Kai mengambil kelinci itu dan memasukkannya ke dalam item box.

Karena waktu berhenti di dalam item box, daging itu tidak akan busuk. Selain itu, Kai juga bisa memasukkan makhluk hidup ke dalamnya.

"Aku akan menaruhnya di sini sampai bisa memprosesnya."

"Aku harus belajar banyak tentang cara berburu sekarang," gumam Kai sambil kembali melangkah.

Setelah perjalanan beberapa waktu, mereka tiba di depan gapura masuk desa yang tampak sederhana.

"Kita sampai," ucap Yana dengan nada senang dan mengangkat kedua tangannya.

Di dalam desa itu tampaknya sedang dilakukan pembangunan, karena beberapa warga terlihat membawa batu-batu besar.

Yana berlari menghampiri salah satu pria, diikuti oleh Kai.

" Paman Kazuki "

Teriak Yana berlari kearahnya , pria itu langsung menoleh.

" Dari mana saja kau "

" Ibu mu sudah mencari mu "

Kemudian pria itu bertanya siapa orang yang bersama Yana.

Yana menjelaskan bahwa Kai adalah orang yang menyelamatkannya saat ia hampir diserang kelinci bertanduk.

"Apakah begitu?"

"Terima kasih banyak, anak muda," ucap pria itu kepada Kai, lalu ia kembali bertanya,

"Kamu tidak terlihat seperti pedagang keliling. Apa kamu seorang penjelajah?"

Pria itu juga bertanya mengapa Kei memakai penutup mata.

Namanya Pria itu Kazuki.

Kai beralasan bahwa ia sedang melakukan pengembaraan ke berbagai negara.

Dan alasan ia memakai penutup mata masih sama seperti yang ia jelaskan kepada Yana tadi—ia mengatakan bahwa matanya sedang sakit.

Kazuki juga memuji Kai karena di usia semuda itu ia sudah menjadi seorang penjelajah.

"Baru berumur lima belas tahun? Eh… menakjubkan untuk ukuran anak muda."

Sebelum bereinkarnasi, Kai berumur 17 tahun. Namun setelah bereinkarnasi, usianya menjadi dua tahun lebih muda.

Kai lalu bertanya kenapa ada angka di bagian tertentu tubuh orang-orang.

"Ohhh… itu adalah level," jawab Kazuki.

Kai kembali bertanya apa yang dimaksud dengan level.

Saat lahir, manusia ataupun setengah manusia umumnya akan memiliki tanda level di bagian tertentu pada tubuhnya.

Seperti di leher, pipi, pergelangan tangan, atau punggung tangan.

Level itu bisa meningkat seiring waktu, tergantung seberapa banyak kita mengalahkan monster.

"Tapi di desa ini, yang paling tinggi hanya level 7," tambah Kazuki.

Wajah Kai langsung berubah, seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Kenapa dewa itu tidak memberitahuku tentang hal ini…" gumam Kai.

Saat mereka sedang mengobrol, dari belakang Kazuki datang seorang pria lain menghampiri mereka.

Kazuki langsung mengenalkan orang itu. Namanya Biggo, seorang pandai besi.

Biggo menjelaskan bahwa desa ini seperti surganya para pengrajin.

Kebanyakan penduduknya memang petani, tetapi ada beberapa tanaman obat di sekitar sini, dan juga tambang tidak jauh dari desa.

Biggo juga memberi tahu Kai bahwa ada obat yang cukup ampuh untuk menyembuhkan luka mata.

Namun Kai langsung mengelak.

"Tidak… tidak perlu, aku…"

"Aku sudah memberinya obat. Sekarang sedang dalam pemulihan."

Jawab Kai dengan tubuh yang bergerak sedikit canggung.

Kai kemudian bertanya apakah ia boleh tinggal di desa ini selama beberapa hari.

Kazuki dan Biggo langsung tertawa bersama.

"Tentu saja, tidak masalah."

"Selama kamu menginginkannya," jawab Kazuki.

Biggo juga menambahkan,

"Karena tidak ada penginapan di sini…"

"Kami akan membuatkan mu rumah."

"Huh?"

Kai langsung kebingungan dan merasa tidak enak.

Namun kedua orang itu segera mengumpulkan warga lain untuk membantu membangun rumah.

"Itu akan kecil dan sedikit jauh dari sini,"

"Tapi nanti ada banyak ruang," ucap Kazuki sambil menunjuk lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan.

Kai bertanya apakah mereka akan membangunnya sekarang.

Mereka menjawab tentu saja. Mereka sudah memiliki material persediaan, dan pekerjaan akan lebih cepat jika semua orang bekerja bersama.

Kai langsung mengangkat tangannya ke depan, berusaha menolak.

"Tunggu dulu sebentar."

"Aku baru sampai ke sini, dan kalian bahkan tidak tahu apa pun tentangku atau latar belakangku."

Kazuki memegang bahu Kai. Dengan senyum ramah ia menjawab,

"Kamu pasti bukan orang jahat jika menyelamatkan salah satu penduduk kami."

"Dan betapa piciknya kami jika menolak membantu pemuda yang menjanjikan."

Setelah itu, Kazuki mengajak Kai berkeliling desa.

Mereka tiba di bagian belakang desa. Di sana ada beberapa pohon yang cukup lebat dan besar.

"Maaf, ini memang di perbatasan desa."

"Tapi dekat dengan penyimpanan kayu, dan itu tidak buruk," jelas Kazuki.

Saat mereka sedang mengobrol, seluruh warga berkumpul di belakang mereka.

"Apa ini anak muda penjelajah yang Biggo jelaskan?"

"Dia sangat tampan."

"Kami jarang melihat anak muda di desa."

Ucap para warga. Kini mereka tidak lagi menyinggung tentang penutup mata Kai.

Kazuki mengiyakan bahwa ini adalah Kai, yang akan tinggal sementara di desa dan membangun rumah di tempat ini.

Kai membungkukkan badan.

"Kalian semua sangat baik."

"Mengapa orang asing sepertiku disambut dengan hangat?"

"Aku Kai, mohon bantuannya."

Setelah itu, para ibu-ibu satu per satu meninggalkan tempat untuk menyiapkan makanan.

Sedangkan para pria mulai berdiskusi tentang rancangan pembangunan.

"Ayo kita lihat, bahkan rumah kecil memerlukan pondasi."

"Pertama-tama kita harus meratakan tanah ini."

"Aku akan coba menggunakan alat itu."

Sementara para warga berdiskusi, Kai memperhatikan area yang akan dijadikan rumahnya.

"Sekarang sudah seperti ini… aku akan melakukan sesuatu yang bisa kulakukan," gumamnya.

"Ki no maho… Gai Fangzi."

Tanah bergetar. Dari dalam tanah, batang-batang pohon muncul dan langsung bergerak membentuk rangka bangunan.

Dalam beberapa detik, sebuah rumah telah selesai dibangun.

Para warga yang mendengar getaran itu langsung menoleh.

Saat mereka berbalik, sebuah rumah sudah berdiri kokoh.

"Apa ini?!"

Mereka semua terkejut.

"Kai, apa kamu seorang penyihir?"

"Tapi kenapa kamu membawa pedang?"

Kai kembali beralasan bahwa pedang itu hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ia kehabisan energi sihir.

Kazuki langsung merangkul Kai.

"B-betapa cara yang menarik menggunakan sihir."

"Aku semakin menyukaimu lagi dan lagi."

1
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!