Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 – Kota Tanpa Hukum
Fajar menyingsing di kota yang hancur, namun ketenangan pagi itu palsu. Jalanan dipenuhi asap, reruntuhan, dan suara panik warga. Tanpa pengawasan penuh Helios, kekacauan mulai merajalela. Para penjahat memanfaatkan kesempatan, merampok toko, dan menyerang siapa pun yang terlihat lemah. Kota itu tampak seperti medan perang tanpa aturan.
Raka berdiri di atap markas Helios yang rusak, matanya menatap kota dengan serius. Cahaya biru Alpha berdenyut di sekelilingnya, menandakan konsentrasi penuh. “Ini lebih buruk dari yang kubayangkan… kota ini… seperti tanpa hukum sama sekali.”
Kayla menatap reruntuhan dari sampingnya. “Semua karena pengkhianatan tadi malam. Eclipse Syndicate tidak hanya menyerang fisik kita, mereka menghancurkan kepercayaan warga dan menanamkan ketakutan.”
Damar menambahkan, “Kita harus segera bertindak. Jika tidak, warga akan kehilangan harapan, dan kota ini benar-benar akan jatuh ke tangan kekacauan.”
Penegakan Keadilan Helios
Raka melompat dari atap, menyalurkan energi Alpha ke tanah, menciptakan gelombang stabilisasi yang menenangkan warga di dekatnya. “Kita harus memulihkan ketertiban secepat mungkin. Liora, gunakan kendali Level 0-mu untuk membantu mengamankan jalanan.”
Liora mengangguk, energi merahnya membentuk medan pelindung di sekeliling warga. Mereka berjalan di jalanan, menenangkan panik warga, dan mencegah para perampok melanjutkan aksinya.
Kayla bertindak cepat, membantu warga yang terluka dan menegur mereka yang mulai merusak. Damar mengawasi area sekitar, siap menghadapi ancaman dari bayangan atau sudut tersembunyi.
“Ini… melelahkan,” kata Kayla. “Tapi jika kita tidak bertindak… kota ini akan benar-benar kehilangan harapan.”
Raka menatapnya serius. “Aku tahu… tapi tugas kita bukan hanya melawan Eclipse dari luar. Kita juga melawan kekacauan yang mereka ciptakan di hati kota.”
Ancaman dari Bayangan
Di salah satu gedung yang sebagian roboh, pemimpin bertopeng mengamati situasi melalui kamera tersembunyi. “Kota mulai hancur dari dalam… persis seperti yang direncanakan,” gumamnya. “Helios sibuk menenangkan warga, tapi mereka tidak sadar… aku sudah menyiapkan pasukan cadangan di bawah tanah. Segalanya akan jatuh ketika waktunya tiba.”
Sosok itu tersenyum, matanya menyala merah di bayangan. “Raka dan Helios… kalian terlalu lambat menyadari skema yang lebih besar. Kota ini… akan menjadi medan perang terakhir.”
Perlawanan Helios
Raka dan tim tidak berhenti. Mereka mulai menegakkan hukum sederhana: melindungi warga, menahan penjahat, dan menghancurkan pasukan Eclipse yang mencoba menyusup di tengah kekacauan. Cahaya biru Alpha Raka dan energi merah Liora menjadi simbol keamanan di tengah kota yang tampak tanpa aturan.
Warga yang melihat kekuatan Helios mulai merasa aman. “Helios masih ada… mereka tidak membiarkan kita sendirian,” kata seorang wanita tua sambil memeluk anaknya.
Raka menatap kota, tekadnya membara. “Kita harus membersihkan kota ini dari kekacauan, dan juga dari Eclipse Syndicate. Arc 2 belum berakhir… dan setiap langkah kita akan menentukan nasib kota ini.”
Damar menepuk pundak Raka. “Kau benar. Kita menghadapi banyak hal sekaligus: musuh dari luar, pengkhianatan dari dalam, dan kota yang hampir kehilangan harapan. Tapi kita tetap harus bertahan.”
Akhir Bab
Langit mulai gelap kembali, bayangan malam menyelimuti kota yang hancur. Cahaya biru Alpha Raka bersinar kuat, ditemani cahaya merah Liora, menandakan ketahanan, tekad, dan perlawanan Helios Guard.
Di balik bayangan, pemimpin bertopeng dan Adrian menatap kota dengan senyum tipis. “Kota ini tampak tenang… tapi sebentar lagi… kekacauan yang sebenarnya akan dimulai.”
Raka menatap horizon, tekadnya membara. “Arc 2 belum selesai. Kota ini akan bertahan… dan kita akan menghentikan Eclipse Syndicate, apapun yang terjadi.”