(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)
Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.
Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.
Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.
Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.
Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 125: Rencana Altar Darah
Di bawah hukum Dao Agung yang menaungi alam semesta, keberadaan dimensi dibagi menjadi berbagai tingkatan yang tak terhitung jumlahnya.
Namun malam ini, keseimbangan kuno itu dikoyak secara paksa.
Jauh melampaui langit Benua Tianyun, di Alam Abadi (Immortal Realm) yang dipenuhi pegunungan melayang dan sungai energi Qi murni, awan-awan ungu pekat mendadak muncul, merobek langit kedamaian. Dari dalam retakan spasial itu, jutaan tentara iblis berjatuhan bagaikan hujan belalang, menyerang sekte-sekte abadi tanpa peringatan.
Di saat yang sama, di Alam Dewa (God Realm) yang agung, istana-istana dewa yang terbuat dari emas bergetar hebat saat gerbang neraka terbuka di tengah alun-alun suci mereka.
Bahkan di hutan-hutan primordial Alam Binatang (Beast Realm), raungan Naga Sejati dan Phoenix Api terdengar memilukan saat awan beracun dari Alam Iblis mulai menelan keturunan mereka.
Ini bukanlah sekadar invasi wilayah. Pasukan dari Alam Iblis bergerak melintasi Tiga Ribu Dunia dengan dua tujuan yang sangat mengerikan dan terencana.
Tujuan pertama Mereka memburu dan memanen Roh Dunia di setiap dimensi yang mereka pijak. Dengan menelan Roh Dunia, Alam Iblis bermaksud mencaplok hukum alam dari setiap dunia tersebut, mengubah seluruh alam semesta menjadi lautan kegelapan mutlak.
Tujuan kedua, dan yang paling biadab Di tengah kekacauan invasi, pasukan elit iblis secara khusus memburu dan menculik anak-anak baik dari ras dewa, abadi, fana, maupun siluman yang terlahir dengan Energi Yin Murni.
Anak-anak malang ini diseret hidup-hidup melewati gerbang dimensi, dilemparkan ke dasar Alam Iblis yang paling kelam. Di sana, sebuah Altar Darah raksasa yang tersusun dari miliaran tengkorak sedang dibangun. Darah dan jiwa Yin yang suci itu akan digunakan sebagai tumbal pemanggilan untuk mengembalikan eksistensi yang pernah menghapus seluruh kehidupan di alam semesta kuno:
Iblis Darah Primordial, dan Sang Leluhur Iblis Darah.
Sebuah rencana yang sanggup membuat kaisar dewa mana pun gemetar ketakutan. Namun, rencana agung dari kegelapan itu harus membentur sebuah sosok mematikan saat mereka mencoba menyentuh sudut kecil di Alam Fana.
Dunia Fana, Benua Tianyun. Rawa Selatan.
Kabut ungu pekat menyelimuti udara, membunuh setiap tanaman dan hewan fana yang menghirupnya. Di tengah rawa, Jenderal Iblis Ba-Ghul entitas tingkat Puncak Core Formation (Pembentukan Inti) baru saja selesai mengumpulkan esensi darah dari puluhan penduduk desa.
Mata merah raksasanya menyipit saat menatap sosok kecil berjubah hitam yang berdiri santai di hadapannya.
"Darah fana biasa tidak cukup untuk memuaskan kehausan Altar Darah," geram Jenderal Ba-Ghul, suaranya bergesekan seperti batu gilingan. Ia mendengus, mencium aroma dari kelima bayangan yang bersembunyi di atas pohon, dan aroma samar dari Zhao Xuan.
"Namun, kalian... anak-anak ini memiliki tulang yang bagus dan beberapa dari kalian memancarkan Energi Yin yang sangat murni!" Jenderal Ba-Ghul tertawa menggelegar penuh arogansi. "Raja Iblis kami telah menyebar ke Alam Abadi dan Alam Dewa untuk mencari wadah Yin Murni demi membangkitkan Leluhur Iblis Darah! Siapa sangka, di dunia fana sekecil debu ini, aku bisa menemukan tumbal yang berkualitas tinggi!"
Ba-Ghul mengangkat kapak tulangnya yang memancarkan Qi Iblis pekat. "Anak fana, jadilah saksi! Saat Roh Dunia kalian lahir dan kami merebutnya, dunia ini akan menjadi peternakan darah kami selamanya!"
Zhao Xuan berdiri bergeming. Angin malam yang bercampur kabut ungu berembus, membuat ujung jubah hitamnya berkibar pelan.
Di mata Zhao Xuan, Jenderal Iblis ini hanyalah katak di dalam tempurung yang sedang mengoceh tentang luasnya langit.
"Altar Darah. Leluhur Iblis Darah. Roh Dunia," Zhao Xuan mengulangi kata-kata itu dengan nada datar, menyerap informasi tersebut. Ia menghela napas kebosanan. "Ternyata sampah dari Alam Iblis masih saja menggunakan trik tumbal kuno yang norak."
Mata Ba-Ghul membelalak marah. "Serangga fana berani menghina Leluhur Iblis?! MATI KAU!"
Jenderal Iblis itu menerjang maju. Kapak tulangnya menebas turun dengan kekuatan yang sanggup membelah gunung, membawa tekanan Puncak Core Formation yang membuat udara di sekitar rawa meledak.
"Jue Ying, Tie Ba," suara renyah Zhao Xuan membelah gemuruh serangan itu, menggema jelas di telinga kelima muridnya yang bersembunyi. "Perhatikan baik-baik. Ini adalah pelajaran pertama asura untuk makhluk dimensi lain."
Tepat saat bilah kapak itu berjarak satu jengkal dari dahi Zhao Xuan, mata hitam sang pangeran fana itu memancarkan kilatan emas keabu-abuan.
Roda Bintang Ketiga: Domain Waktu.
WUSSH!
Sebuah pusaran cahaya tak kasat mata meluas dalam radius tiga meter. Seketika, hukum alam di dalam lingkaran itu berubah total.
Kapak raksasa yang melesat dengan kecepatan itu tiba-tiba membeku di udara. Bukan dihentikan oleh perisai Qi, melainkan waktu di sekitar kapak dan tubuh Jenderal Ba-Ghul dilambatkan hingga puluhan kali lipat.
Ba-Ghul merasakan tubuhnya seberat bintang mati. Matanya melotot dalam kengerian absolut. Ia mencoba mengaum, namun pita suaranya bergerak sangat lambat hingga tidak ada suara yang keluar.
Zhao Xuan melangkah santai menghindari kapak yang menggantung di udara itu, layaknya sedang berjalan-jalan di taman bunga.
"Pelajaran Pertama: Iblis memiliki regenerasi yang tidak masuk akal. Memenggal kepala atau menebas kulit baja spiritual mereka adalah pekerjaan kasar," Zhao Xuan menjelaskan dengan nada seorang guru besar, berdiri tepat di depan dada bidang sang jenderal iblis.
Mata hitam Zhao Xuan kini berganti memancarkan pendaran biru kehampaan.
Roda Bintang Kedua: Retakan Dimensi Ruang.
Zhao Xuan tidak mencabut belati. Ia mengulurkan tangan kanannya yang kecil, menembuskannya ke udara kosong tepat di depan kulit dada iblis raksasa itu. Udara beriak seperti air, dan tangan Zhao Xuan secara harfiah melipat dimensi, menembus lapisan kulit keras, otot, dan tulang rusuk Ba-Ghul tanpa melukainya dari luar.
"Untuk membunuh mereka, kalian harus meremukkan Inti Iblis mereka secara langsung dari dalam," bisik Zhao Xuan sedingin es abadi.
Tangan Zhao Xuan yang berada di dimensi lain di dalam dada iblis itu menggenggam sebuah kristal berdenyut berwarna ungu gelap. Dengan satu tarikan ringan, Zhao Xuan menarik kristal itu keluar menembus udara kosong.
Domain Waktu seketika dimatikan.
WUUUSSH! BRAAK!
Kapak tulang Ba-Ghul menghantam tanah karena sisa momentum, membelah rawa. Namun sang Jenderal Iblis tidak bergerak lagi. Ia berdiri mematung. Dadanya utuh, tidak ada setetes darah pun yang tumpah, namun energi kehidupannya lenyap seketika.
Ba-Ghul menunduk dengan sisa-sisa kesadarannya yang hancur, melihat kristal inti nyawanya sedang dipegang dengan santai oleh anak manusia di hadapannya.
"M-Manipulasi... Ruang dan... Waktu..." rintih Ba-Ghul, darah hitam akhirnya menyembur dari mulutnya. Kengerian yang jauh melebihi ketakutannya pada Leluhur Iblis menelan jiwanya. Siapa monster berjubah hitam ini?!
CRASH.
Zhao Xuan meremukkan Inti Iblis itu menjadi debu di telapak tangannya. Tubuh raksasa Jenderal Ba-Ghul langsung hancur menjadi genangan lumpur hitam.
Di sekitar mereka, puluhan siluman iblis tingkat rendah dan anjing neraka bermata tiga melolong panik. Mereka baru saja melihat jenderal tak terkalahkan mereka dieksekusi seolah-olah hanya ilusi. Insting binatang mereka menjerit untuk melarikan diri kembali ke portal dimensi.
Zhao Xuan mengambil saputangan sutra, mengelap debu ungu dari tangannya, lalu menatap ke arah dahan pohon.
"Paviliun Asura," perintah Zhao Xuan mutlak. "Uji pisau kalian. Jangan biarkan satu anjing pun hidup untuk melapor ke Alam Iblis."
"SESUAI KEHENDAK ASURA!"
Lima bayangan melesat turun layaknya malaikat maut. Di bawah bimbingan Zhao Xuan, pembantaian sepihak segera dimulai. Di tengah jeritan para iblis yang sedang disembelih oleh murid-muridnya, Zhao Xuan berdiri dalam diam menatap langit malam.
Leluhur Iblis Darah. Altar dari jutaan tengkorak, batin Zhao Xuan, senyum tirani terukir di bibirnya. Alam Iblis berpikir mereka adalah predator di Tiga Ribu Dunia ini. Mereka belum tahu, bahwa dengan mengirimkan anak buah mereka ke duniaku, mereka baru saja membangunkan Asura yang sesungguhnya.
Zhao Xuan mengepalkan tangannya. Jika mereka berani menyentuh keluargaku atau menargetkan Roh Dunia di tanahku, aku tidak akan hanya menahan mereka. Aku akan merobek gerbang dimensi itu, berjalan masuk ke Alam Iblis, dan menjadikan Altar Darah mereka sebagai pupuk bagi Roda Bintangku.