NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Dua belas tahun telah berlalu, dan gedung pencakar langit Lopez Group masih berdiri kokoh sebagai simbol kekuasaan di Chicago. Namun, di dalam penthouse mewah keluarga Lopez, atmosfer pagi ini tidak diawali dengan tawa, melainkan dengan helaan napas panjang dari sang matriks, Cassie Vorcan Lopez.

Cassie, yang kini di usia matangnya tetap tampil elegan dan awet muda, berdiri di ruang makan yang luas. Ia mengenakan setelan kerja sutra berwarna krem, namun dahinya berkerut dalam saat menatap kursi kosong di ujung meja.

"Di mana Logan?" tanya Cassie pada kepala pelayan yang sedang menyajikan kopi.

"Tuan Muda Logan sudah pergi sejak subuh, Nyonya. Beliau mengatakan ada urusan mendesak di kampus," jawab sang pelayan dengan nada bicara yang sangat berhati-hati.

Zion, yang baru saja keluar dari ruang kebugaran pribadinya dengan handuk melingkar di leher, menghampiri istrinya. Rambutnya sedikit memutih di bagian pelipis, namun aura dominannya justru semakin pekat. Ia mengecup kening Cassie dengan lembut.

"Ada apa lagi, Sayang? Pagi-pagi sudah merengut begini," tanya Zion dengan suara barunya yang lebih berat.

"Logan berulah lagi, Zion! Aku benar-benar tidak habis pikir," Cassie melempar ponselnya ke atas meja marmer. "Dia baru saja menabrak mobil temannya di area parkir kampus. Dan kau tahu siapa yang meneleponku tadi? Ibu dari anak itu! Dia melaporkan bahwa Logan melakukannya dengan sengaja di depan banyak orang. Aku sangat malu, Zion!"

Zion tidak tampak terkejut. Ia menarik kursi, duduk dengan tenang sambil menyesap kopinya. "Menabrak? Pakai apa? Mobil Lamborghini Aventador yang aku hadiahkan untuk ulang tahunnya yang ke-21 bulan lalu?"

"Iya! Mobil edisi terbatas itu dia pakai untuk menghancurkan mobil temannya!" pekik Cassie frustrasi. "Kenapa dia menjadi begitu dingin dan tempramental? Ini sudah terjadi sejak SMA. Dia selalu membuat masalah jika ada temannya yang berulah."

Zion tertawa kecil, tawa yang membuat Cassie semakin meradang. "Zion! Ini tidak lucu!"

"Sayang, dengarkan aku," Zion meraih tangan Cassie, mengusapnya untuk menenangkan. "Aku sudah tahu alasannya. Aku sudah meminta Cris menyelidiki latar belakang anak yang mobilnya ditabrak Logan itu. Namanya Marcus. Dia terkenal sebagai playboy di kampus, sering mempermainkan wanita, dan kudengar dia baru saja mencampakkan seorang gadis beasiswa sampai gadis itu depresi."

Zion menyandarkan punggungnya, matanya menerawang. "Kau tahu Logan paling benci pria yang mempermainkan wanita. Itu ciri khasnya sejak dia mengerti bagaimana perjuanganmu membesarkannya sendirian di London. Dia tidak tahan melihat ketidakadilan pada perempuan."

Cassie terdiam. Amarahnya sedikit mereda, berganti dengan rasa sesak yang akrab di dadanya. Logan tumbuh menjadi pria yang sangat dingin dan protektif terhadap kehormatan wanita—sebuah bentuk trauma masa lalu yang ia serap dari sejarah orang tuanya sendiri.

"Tetap saja, menabrakkan Lamborghini itu berlebihan," gumam Cassie.

Zion terkekeh lagi. "Haha, kalau soal gaya menghancurkan barang secara frontal seperti itu... sifat siapa itu, Cass? Pasti sifat Mommy-nya. Kau ingat saat kau hampir melempar laptopku ke jendela hanya karena aku telat menjemput Logan di sekolah dasar?"

"Zion!" Cassie memukul lengan suaminya, meskipun senyum tipis mulai muncul di sudut bibirnya.

***

Sementara itu, di halaman universitas ternama di Chicago, kerumunan mahasiswa sedang membicarakan kejadian pagi tadi. Di tengah kekacauan itu, Logan Mateo Lopez berdiri dengan tenang di samping mobilnya yang ringsek bagian depannya.

Wajahnya adalah duplikat sempurna dari Zion, namun matanya memiliki ketajaman yang dingin milik Cassie. Ia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, menampilkan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya yang kokoh.

"Kau gila, Lopez! Mobilku hancur!" teriak Marcus, sang pemilik mobil yang ditabrak.

Logan tidak berkedip. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan selembar cek yang sudah ia tanda tangani, lalu melemparkannya ke arah dada Marcus.

"Beli mobil baru," ucap Logan dengan suara rendah yang sangat mengintimidasi. "Dan anggap itu sebagai biaya ganti rugi atas air mata gadis yang kau sakiti kemarin. Jika aku melihatmu mempermainkan wanita lagi di kampus ini, bukan hanya mobilmu yang akan hancur, tapi seluruh masa depan keluargamu."

Logan berbalik, mengabaikan tatapan memuja dari para mahasiswi dan tatapan takut dari para mahasiswa. Ia masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin yang menderu keras, lalu melesat pergi meninggalkan kampus.

Sore harinya, Logan berjalan masuk ke kantor ayahnya tanpa mengetuk pintu. Zion sedang duduk di kursi kebesarannya, menatap pemandangan kota.

"Mommy marah?" tanya Logan singkat, duduk di sofa dengan gaya yang sangat mirip dengan cara Zion duduk sepuluh tahun lalu.

"Sangat marah," jawab Zion tanpa menoleh. "Dia malu ditelepon oleh ibu-ibu sosialita yang mengadu tentang kelakuanmu."

"Dia pantas mendapatkannya, Dad," balas Logan dingin.

Zion berputar dengan kursinya, menatap putra tunggalnya. "Aku tidak menyalahkan mu karena membela wanita, Logan. Tapi lain kali, gunakan cara yang lebih elegan. Menabrakkan mobil itu sangat... Zion Mateo Lopez versi muda. Sangat tidak efisien."

Logan mendengus. "Aku hanya ingin dia merasakan bagaimana rasanya sesuatu yang dia banggakan hancur dalam sekejap. Sama seperti dia menghancurkan perasaan gadis itu."

Zion berdiri, menghampiri putranya, dan menepuk bahunya dengan bangga. "Aku tahu. Tapi pulanglah, minta maaf pada Mommy-mu. Dia sudah menyiapkan makan malam spesial, dan jangan buat dia bicara soal angin kencang lagi karena stres memikirkan mu."

Logan tersenyum tipis—senyuman langka yang hanya muncul untuk keluarganya. "Baiklah. Tapi aku butuh mobil baru, Dad. Lamborghini itu sudah tidak estetik lagi."

Zion tertawa terbahak-bahak. "Ambil kunci Ferrari di laci mejaku. Tapi ingat, kalau kau menabrakkan yang satu ini, kau harus bekerja di departemen kearsipan selama setahun tanpa uang saku dari Mommy-mu."

Logan mengambil kunci itu dan berjalan keluar. Di pintu, ia berpapasan dengan Cassie yang baru saja datang.

"Logan!" panggil Cassie dengan nada tegas.

Logan berhenti, membungkuk sedikit, dan mencium pipi ibunya. "Maaf, Mom. Aku hanya sedang membersihkan sampah di kampus. Aku janji tidak akan menabrak mobil siapa pun minggu ini."

Cassie hanya bisa menghela napas saat melihat Logan pergi dengan langkah angkuh yang sangat ia kenali. Ia menatap Zion yang sedang nyengir lebar di belakang mejanya.

"Dia benar-benar salinan mu, Zion. Versi yang lebih berbahaya," ucap Cassie sambil berjalan mendekat ke arah suaminya.

"Itu karena dia dididik oleh wanita paling tangguh di dunia, Cassie," jawab Zion sambil menarik istrinya ke dalam pelukan. "Biarkan dia. Logan tahu batasannya. Dia hanya sedang menunjukkan pada dunia bahwa di Chicago, tidak ada yang boleh bermain-main dengan hati wanita selama ada seorang Lopez yang berdiri di sana."

Malam itu, keluarga Lopez kembali berkumpul dalam kekonyolan dan kemewahan mereka. Logan tetap menjadi pangeran es yang misterius, Zion tetap menjadi pelindung yang posesif, dan Cassie tetap menjadi pusat gravitasi yang menyatukan mereka berdua dengan cinta dan ketegasannya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!