NovelToon NovelToon
Putri Yang Terlupakan Telah Kembali

Putri Yang Terlupakan Telah Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Romansa / Fantasi Wanita
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riichann

Terlahir sebagai putri yang disayangi raja, hidupnya runtuh ketika istana berubah menjadi sarang pengkhianatan. Namanya dihapus, kebenaran dibungkam, dan ia dipaksa memikul dosa yang bukan miliknya.
Dibuang dari tanah kelahiran dan dilempar ke dunia yang kejam, ia belajar satu hal: bertahan saja tidak cukup. Dunia yang menghancurkannya harus dibalas dengan kekuatan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riichann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangeran Kedua Kerajaan Cyrven

"Akhir dari perjalanan ini tak pasti. Namun hal pasti tentang akhir perjalanan ini adalah kita yang menentukan titik akhir dari perjalanan ini." Theo menjawabnya hanya berdasarkan sudut pandangnya saja. Namun hal itu jugalah yang diyakininya.

"Kemanapun anda pergi, saya akan selalu mengikuti anda." Ucap Maerin.

"Bahkan jika saat aku hendak buang air kecil atau besar, kau akan tetap mengikuti?" Kata Theo sambil tertawa kecil dan sedikit meledek.

"....kalau itu sepertinya.."

Belum selesai bicara, Theo memotong ucapan Maerin "Ayolah aku hanya bercanda. Sepertinya kamu memang harus belajar banyak hal-hal dasar tentang hubungan antar manusia deh." Theo terlihat sedikit berpikir,sebab dirinya terlihat sedikit terkejut dengan respon yang ditunjukkan oleh Maerin.

Maerin mengangguk dan mengatakan, "Saya akan belajar dan berusaha dengan keras."

"Bagus, aku suka semangatmu."Theo memuji Maerin, sedangkan Maerin menahan diri untuk tak tersipu malu.

Waktu-waktu yang tersisa sebelum sampai di tempat tujuan dipergunakan Theo mengajari Maerin tentang hal-hal dasar. Maerinpun terlihat cepat belajar dan beradaptasi. Hingga tiba saatnya mereka sampai di gerbang pemeriksaan tempat tujuan yaitu kota Merovain yang merupakan ibukota Morva. Namun mereka mengalami kendala, sebab tak dapat menunjukkan identitas Maerin. Theo pun merasa sedikit kesal, seharusnya dia tak merobek bukti kepemilikan budak milik Maerin. Sehingga tak menjadi masalah saat ini. Mereka tak diizinkan masuk, dan Theo meminta untuk bertemu kepala keamanan. penjaga gerbang kemudian menyuruh mereka untuk menunggu. Di saat menunggu Theo mengajak diskusi pedagang yang bersamanya, "Paman? Bagaimana ini?"

"Tuan, tak perlu khawatir berlebihan. Asal tuan bisa meyakinkan dan memberikan cukup uang pada Kepala Keamanan. Kurasa masalah terselesaikan. Namun, jangan sampai terlihat mencolok bahwa tuan memberikan uang." Pedagang menyarankan sambil berbisik pada Theo.

Theo memikirkan cara sesuai saran dari pedagang. Namun dia tak ingin mengungkapkan identitas aslinya, terlalu berbahaya, sebab dia tak memiliki surat perintah resmi. Sebelum mendapatkan solusi, kepala keamanan telah tiba dan mengijinkan Theo berbicara empat mata dengannya.

"Apakah saya bisa berbicara berdua saja dengan anda?" Tanya Theo pada kepala keamanan.

"Ikut aku cepat, aku tak punya banyak waktu luang." Kata kepala keamanan sambil berjalan menuju ruang penjaga dan Theo berjalan mengikutinya dari belakang.

Kepala keamanan terlihat tak bersahabat serta mencurigakan, Theo harus bersikap hati-hati jika tak ingin menimbulkan masalah.

"Cepat katakan!" Ucap kepala keamanan.

"Jadi.." Ucapan Theo dipotong oleh kepala keamanan, "Tak usah bertele-tele, kurang lebih aku sudah paham apa yang terjadi."

"Dia memang tak memiliki identitas, namun aku bisa menjamin bahwa dia bukan penjahat."

"Dengan apa kau menjaminnya?" Kata kepala keamanan dengan tatapan sinis sambil meremehkan Theo.

"Saya hanya memiliki uang."

"Hah, seberapa banyak uangmu? Palingan hanya beberapa koin perak. Jelas tak cukup sebagai jaminan. Sudahlah serahkan saja dia untuk kami interogasi sendiri untuk memutuskan berbahaya atau tidak."

"Saya punya beberapa koin emas. Kurasa cukup untuk menjaminnya." Jawab Theo

"Mencurigakan... Kau begitu ingin menjaminnya sampai seperti ini. Pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan." Kata kepala keamanan.

Dalam hati Theo,'Sial! Tajam banget instingnya. Aku harus beralasan apa?'

"Saya tak menyembunyikan apapun, kami hanya akan singgah di sini selama dua hari saja. Selanjutnya kami akan pergi dari sini. Jika mengikuti prosedur jelas akan memakan waktu lama. Jadi lebih tepatnya aku tak ingin melalui proses merepotkan itu. Jadi kuberi 500 koin emas. Kurasa itu sudah lebih dari cukup!" Theo mendominasi percakapan.

Kepala keamanan terdiam cukup lama sambil menatap Theo. Mengukur dari kepala hingga kaki dan dalam hati berkata, 'Tampangnya jelas terlihat biasa saja. Namun, 500 koin emas... jelas dia bukan orang biasa saja.' Terlihat jelas di mata Theo bahwa dia sedang dinilai oleh kepala keamanan.

"Baiklah. Dua hari, lebih dari itu. Aku akan menangkap kalian berdua." Ucap Kepala keamanan sambil meraih kantong yang berisi koin emas itu.

Dalam hati Theo, 'Sudah jelas akan terima suap. Seharusnya aku cukup bersikap arogan aja sejak awal. Bersikap lemah bukan menyelesaikan masalah.'

Kepala keamanan mengijinkan rombongan Theo masuk kota Merovain. Sebelum berpisah, Theo menanyakan guild yang bisa membuat identitas baru kepada pedagang. Pedagang itu menyebutkan bahwa ada guild yang sangat terkenal namun juga berbahaya. Theo harus berhati-hati. Sementara Maerin berpamitan dengan Sally dan bibi. Sally menangis seolah enggan berpisah dengan Maerin. Maerin hanya terdiam sebab sudah lama sekali dia tak merasakan perasaan perpisahan seperti ini, entah kenapa dia merasakan begitu sakit di sudut hatinya. Bibi pedagang memberikan jubah bertudung pada Maerin, "Maerin pakailah ini, supaya kau tak terlihat mencolok. Sebisa mungkin sembunyikan penampilanmu. Tuan Theo terlihat tak begitu terampil bertarung. Jadi pasti beliau akan sangat kewalahan untuk melindungi diri kalian berdua. Jadi berhati-hati dan jaga diri."

Maerin mengangguk dan dalam hati Maerin berkata, 'Theo adalah sosok paling pemberani yang pernah ku kenal dalam hidupku.'

Selanjutnya Maerin berpamitan dengan dokter, dia mengucapkan banyak terima kasih serta mengatakan hal yang sama tentang akan membalas kebaikan dokter saat mereka bertemu lagi di masa depan.

Theo dan Maerin akhirnya benar-benar hanya berdua saja. Theo berpikir untuk mencari penginapan, ada banyak penginapan. Theo mencari yang tak begitu ramai, sesampainya di penginapan Theo memesan satu kamar dengan dua tempat tidur seharga 1 koin perak. Cukup murah menurut Theo. Theo dan Maerin menuju kamar di lantai dua yang mereka pesan.

"Maaf, Maerin. Aku hanya memesan satu kamar. Aku terpaksa melakukannya sebab ini uang terakhir yang bisa kutemukan yang terselip di antara barang bawaanku." Theo berbohong pada Maerin, sebab belum waktunya Maerin mengetahui kebenaran tentang identitas asli Theo.

"Saya akan mencoba membantu mencari uang." Ucap Maerin dengan penuh rasa bersalah sebab dia merasa bahwa dia penyebab kesulitan yang dialami Theo.

"Tak usah, kau cukup berada dalam jangkauan pandanganku saja. Di sini terasa berbahaya. Jadi tetap waspada dan berhati-hati. Aku ada urusan sebentar. Kau tunggu di dalam sini dan jangan pergi keluar. Jangan bukakan pintu jika ada yang mengetuk atau mengajak bicara selama aku belum kembali. Pura-puralah seolah tidak ada siapapun di dalam kamar ini." Theo terlihat sangat serius dan waspada.

"Baik, saya akan melakukannya." Jawab Maerin.

Theo pun pergi, Theo harus bergegas. Dia merasa sangat tidak aman berada terlalu lama di sini. Meskipun sekitar terlihat ramai dan damai, tapi tidak bagi Theo. Dia menuju guild Noctyre, guild yang disebutkan si pedagang. Jalanan menuju guild tersebut seperti gang sempit yang gelap, suasana sekitar yang terasa berat. Hawa membunuh begitu terasa. Lalu ada seseorang yang menghadangnya, "Berhenti di sini!"

"Menjauh, aku tak ingin berurusan denganmu." Jawab Theo dengan nada dingin.

"Kuperingatkan, selangkah lebih jauh dari ini akan sangat berbahaya untukmu!" Ancam sosok pria yang wajahnya tertutup tudung kepala itu yang jelas bermaksud menyembunyikan wajahnya.

Namun Theo peka dan menyadari bahwa sosok yang berdiri di depannya ini adalah salah satu anggota Guild Noctyre.

"Aku ada keperluan dengan Guild Noctyre. Beri aku jalan atau lebih tepatnya tunjukkan dan pandu jalannya." Ucap Theo dengan tegas.

"Kau sangat peka! Baiklah ikuti aku."

Akhirnya Theo tiba di guild Noctyre, guild yang menerima permintaan apapun. Sosok pria yang mengantarkan Theo menghilangkan begitu saja Seorang wanita dengan penampilan berani dan ekspresi datar bertanya, "Apa tujuanmu Pangeran Kedua kerajaan Cyrven?"

Theo benar-benar terkejut dengan kemampuan mendapatkan informasi yang dimiliki guild ini.

"Ada tiga hal yang kuinginkan, dan kuharap ketiganya bisa guild ini wujudkan."

Bersambung...

nb: 1 koin perunggu setara 30.000 rupiah

1 koin perak setara 300.000 rupiah

1 koin emas setara 3.000.000 rupiah

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!