NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:802.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di antara helai rambut

​Kamar utama mansion Ardiansyah malam itu terasa begitu sunyi, namun kesunyiannya tidak lagi mencekam. Suasana di dalam ruangan luas bernuansa minimalis mewah itu terasa lebih hangat, dipenuhi oleh aroma sabun sandalwood milik Ares dan wangi vanila dari sabun mandi yang digunakan Gia. Setelah membersihkan sisa-sisa cat yang sempat mengotori kulit mereka, Gia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah tidur berbahan sutra berwarna krem yang menutup hingga mata kaki. Rambut panjangnya masih basah, tersampir di pundaknya dan membasahi sebagian kain jubahnya.

​Ares sudah menunggu di sana. Ia telah berganti pakaian dengan kaos hitam santai dan celana kain panjang. Pria itu berdiri di dekat jendela besar, menatap rintik hujan yang kembali membasahi kaca, namun begitu mendengar pintu kamar mandi terbuka, ia segera menoleh.

​"Sini" ucap Ares singkat namun lembut. Ia menepuk sisi ranjang di depannya. Di tangannya, ia sudah memegang sebuah pengering rambut dan handuk kecil yang halus.

​"Mas, Gia bisa sendiri. Mas pasti capek, lebih baik Mas istirahat"

​Ares hanya menatapnya dengan tatapan yang tidak menerima penolakan, namun bukan tatapan dingin seperti saat ia di kantor. Itu adalah tatapan seorang pria yang ingin melakukan sesuatu untuk wanitanya.

"Duduk, Gia. Mas ingin melakukannya!"

​Gia akhirnya menurut. Ia duduk di tepi ranjang dengan punggung menghadap Ares. Jantungnya berdebar kencang saat merasakan beban kasur berubah ketika Ares duduk di belakangnya. Tak lama kemudian, ia merasakan jemari Ares yang besar dan hangat mulai menyentuh tengkuknya, menyibakkan rambut basahnya dengan sangat hati-hati.

​Ares menyalakan pengering rambut. Suara bising mesin itu seolah menciptakan dinding pembatas antara mereka dan dunia luar. Di dalam ruangan itu, fokus Ares hanya satu: helai demi helai rambut Gia. Ia mengarahkan udara hangat itu ke rambut Gia, sementara tangan kirinya menyisir rambut istrinya dengan jemari.

​Gia memejamkan matanya, menikmati sensasi pijatan lembut di kulit kepalanya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa seorang Ares Ardiansyah, pria yang setiap menitnya dihargai miliaran rupiah mau meluangkan waktu hanya untuk mengeringkan rambut seorang wanita.

​"Gia" panggil Ares pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh suara pengering rambut, namun Gia bisa mendengarnya karena jarak mereka yang sangat dekat.

​"Iya, Mas?"

​Ares mematikan pengering rambut itu sejenak, membuat ruangan kembali sunyi. Ia meletakkan alat itu di sampingnya, namun tangannya tetap berada di rambut Gia, merapikannya perlahan.

​"Mas tahu, selama ini hubungan kita dimulai dengan cara yang sangat berantakan" Ucap Ares. Ia menatap punggung Gia dengan tatapan yang dalam.

"Mas dibesarkan untuk selalu memiliki kendali atas segala hal. Perasaan, bisnis, bahkan masa depan Mas sendiri sudah Mas petakan sejak lama. Tapi sejak kamu masuk ke rumah ini... banyak hal yang keluar dari jalurnya"

​Gia memutar sedikit tubuhnya agar bisa melihat wajah Ares.

"Jadi kehadiran Gia merusak rencana Mas?"

​Ares tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tampak sedikit lelah namun tulus.

"Tidak merusak, tapi mengubah arahnya. Mas terbiasa hidup dengan dinding yang sangat tebal. Mas tidak pernah membiarkan siapa pun benar-benar masuk, termasuk Siska dulu. Bagi Mas, pernikahan hanya soal kontrak dan aliansi strategis"

​Ares terdiam sejenak, jemarinya kini mengusap ujung rambut Gia yang sudah mulai mengering.

"Tapi denganmu, Mas merasa ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Mas tidak ingin kita hanya sekadar tinggal di bawah atap yang sama dan bersikap formal di depan Mama"

​Gia menahan napasnya, menunggu kalimat selanjutnya.

​"Mas ingin kita mulai membangun sesuatu yang lebih... nyata" lanjut Ares.

"Mas tidak menjanjikan bahwa Mas bisa berubah menjadi pria romantis dalam semalam. Mas masih seorang pria yang dingin, kaku, dan mungkin sering menyebalkan karena terlalu protektif. Tapi, Mas ingin membuka hati Mas untukmu. Mas ingin kamu menjadi orang pertama yang Mas cari saat Mas lelah, dan orang terakhir yang Mas lihat sebelum memejamkan mata"

​Gia merasakan matanya memanas. Meskipun tidak ada kata cinta yang terucap, bagi Gia, pernyataan Ares jauh lebih berarti. Ini adalah tentang komitmen, tentang keinginan untuk melibatkan Gia dalam lapisan terdalam hidupnya yang selama ini tertutup rapat.

​"Gia juga ingin begitu, Mas" Bisik Gia.

"Gia juga tidak sempurna. Gia punya banyak luka dari masa lalu, dan kadang Gia masih merasa tidak pantas berada di sini. Tapi kalau Mas mau membuka hati, Gia juga akan melakukan hal yang sama. Gia akan belajar menjadi istri yang Mas butuhkan"

​Ares mendekatkan wajahnya, ia mencium puncak kepala Gia dengan sangat lama, menghirup aroma vanila yang menenangkan dari rambut istrinya.

"Kita tidak perlu terburu-buru, Gia. Kita jalani ini perlahan. Kita punya banyak waktu untuk saling mengenal, tanpa perlu dipaksa oleh keadaan atau status pengganti itu lagi"

​Ares kembali menyalakan pengering rambut untuk menyelesaikan tugasnya. Di bawah suara bising yang hangat itu, Gia merasa sebuah beban besar terangkat dari pundaknya. Mereka belum bicara soal cinta, mereka belum bicara soal perasaan yang meledak-ledak, namun mereka sudah sepakat untuk saling membuka pintu hati.

​Setelah rambut Gia benar-benar kering dan halus, Ares meletakkan alat itu dan menarik Gia agar bersandar di dadanya. Mereka duduk bersandar di kepala ranjang, memperhatikan hujan yang kini tinggal rintik-rintik kecil di luar sana.

​"Mas..." panggil Gia pelan.

​"Hmm?"

​"Terima kasih sudah mengeringkan rambut Gia. Dan terima kasih sudah mau mencoba denhan Gia."

​Ares mengeratkan pelukannya, mengusap lengan Gia dengan ibu jarinya.

"Mas yang berterima kasih karena kamu tidak lari saat mendengar kabar dari luar tentang Mas. Sekarang, istirahatlah. Besok akan jadi hari yang panjang untuk persiapan kuliahmu"

​Malam itu, mereka tertidur dalam dekapan satu sama lain. Tidak ada gairah yang meledak, hanya sebuah ketenangan yang mendalam. Di kamar itu, di atas ranjang yang luas, dua jiwa yang awalnya asing kini mulai merajut benang-benang kepercayaan. Bagi Ares dan Gia, ini bukan tentang akhir dari sebuah cerita, melainkan sebuah babak pembuka yang jauh lebih tulus untuk masa depan mereka.

1
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
akhirnya yg di tunggu2 tiba juga belah duren nya , slamat menikmati ares semoga malpernya gk terganggu ,💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Dini11
banyak adegan romantisnya , cmburunya tpii untuk apa romantis dan cemburu kalau gk ada adegan penyatuan , itukan tanda nya ke pemilikan,, itu mh kayak TTM
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!