Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.
Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.
Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perempuan Gila
Shaneen adalah definisi sempurna dari "gadis membosankan". Sebagai putri tunggal konglomerat sekaligus mantan bos mafia besar yang sudah pensiun, ia menghabiskan harinya dengan belanja, mengeluh soal kuku, dan bersikap manja. Tak ada yang tahu bahwa di balik kedok putri manja itu, Shaneen adalah sang "Legenda"—satu-satunya wanita yang memimpin barisan terdepan di dunia bawah tanah dengan julukan "Perempuan Gila" karena aksi nekatnya yang tak masuk akal.
Satu tahun yang lalu, Shaneen menyelamatkan nyawa Michael dari tebusan hujan peluru—si pewaris tahta SM Corporation paling berpengaruh, dari sebuah jebakan maut. Sebelum menghilang di kegelapan, Michael yang terpesona oleh sorot mata di balik topeng porselen cantik itu berkata: "Aku tidak suka berhutang budi nona. Temui aku suatu hari nanti, dan tagihlah apa pun dariku sebagai balasan nyawaku."
Suara Michael berat, tersengal di antara deru napasnya yang tidak stabil. Bahunya bersimbah darah, namun matanya menatap tajam pada sosok wanita di depannya. Wanita itu mengenakan topeng porselen cantik dengan ukiran mawar emas, berdiri tenang di tengah tumpukan mayat lawan yang baru saja ia habisi sendirian.
Wanita itu—si Perempuan Gila yang melegenda—hanya memiringkan kepalanya. Sorot matanya dingin, namun ada binar yang membuat jantung Michael berdegup lebih kencang daripada saat ia dikepung peluru tadi.
"Simpan saja ucapanmu, Tuan Muda," jawab wanita itu datar. "Aku melakukan ini karena sedang bosan saja."
"Tagihlah padaku suatu hari nanti. Apa pun. Bahkan jika itu setengah dari hartaku atau nyawaku sebagai gantinya," teriak Michael kembali menegaskan, tangannya berusaha menggapai ujung dress si wanita, namun sosok itu sudah melangkah menjauh dan menghilang ke balik bayangan gedung.
...***...
Satu Tahun Kemudian.
Michael membanting map dokumen di atas meja marmer dengan kasar. "Perjodohan? Ayah, aku sedang mencari seseorang! Aku tidak punya waktu untuk mengurusi putri manja sahabatmu itu!"
"Namanya Shaneen, Mich. Dia gadis yang baik. Dan dia adalah pasangan yang sempurna untuk hidupmu yang kaku itu," sahut sang ayah tenang.
"Sempurna? Ayah, aku rasa dia akan menjadi pasangan yang menyebalkan dan membosankan." Tekannya sekali lagi.
"Big no! Ini sudah keputusan mutlak dan tidak ada bantahan lagi. Ayah dan tuan Tizon sudah bersahabat sejak lama. Demi menghormati mendiang, ini adalah langkah terbaik."
"Ayah?"
"Tidak ada lagi bantahan Michael, temui dia satu jam lagi di restoran." Ucapannya sekali lagi sebelum benar-benar meninggalkan Michael yang tengah sakit kepala sekarang.
"Shaneen Lorica Tizon?"
"Rans?" Teriaknya memanggil asisten pribadinya.
"Iya tuan muda?"
"Siapkan mobil, kita akan ke restoran untuk bertemu calon istriku!" Perlu digaris bawahi kata calon istriku.
"Baik tuan muda."
Satu jam kemudian, Michael duduk di restoran privat paling mewah di kota. Di depannya, seorang gadis cantik dengan gaun floral sibuk membenarkan letak jepit rambutnya sambil mengerucutkan bibir.
"Duh, Michael ya? Maaf ya aku telat, tadi macet banget, terus aku bingung mau pakai tas yang mana," ucap Shaneen dengan suara manja yang dibuat-buat.
Sebenarnya dia juga sangat berat hati menerima perjodohan ini, apalagi Michael walaupun mereka pernah bertemu sejak kecil. Namun siapa yang mengira, bahwa dia adalah anak cowok yang paling menyebalkan menurut Shaneen. Tapi mau apa lagi, ini adalah permintaan terakhir ayahnya. Ayahnya adalah sosok yang ia segani dan ia banggakan. Menjadi cinta pertama untuk putri semata wayangnya itu membuat Shaneen berpikir, untuk apa menikah? Lebih baik dia melajang seumur hidupnya, toh harta pun sudah ada, tinggal menikmati masa tua. Tapi rencananya itu diluar dugaan, sebelum ayahnya meninggal, beliau berpesan agar suatu saat nanti Shaneen mau menerima pernikahan yang telah ia rencanakan.
Michael menatapnya dengan pandangan merendahkan. Gadis ini? Gadis yang takut kena panas matahari ini adalah calon istrinya? Michael membuang muka, ia merasa mual membayangkan harus hidup dengan wanita serapuh Shaneen.
Ia tidak tahu, di bawah meja itu, tangan Shaneen yang tersembunyi sedang memainkan sebuah pisau lipat kecil dengan kecepatan yang mustahil dilihat mata manusia. Shaneen tersenyum manis, senyum yang sangat "manja", namun matanya menatap Michael dengan binar yang sama seperti setahun lalu.
"Tagih apa pun, katamu? Kalau begitu, aku akan menagih kesabaranmu, Tuan Muda Michael," batin Shaneen geli.
Ya, waktu itu Shaneen sedang mencari seseorang yang akan ia temui. Namun sepertinya, ia salah lokasi. Dia malah bertemu dengan Michael yang sedang di sekap dalam gedung tinggi yang belum jadi itu. Topeng cantik miliknya selalu ia bawah kemanapun ia pergi, toh musibah gak ada yang tau.
Sebelum penyelamatan nyawa itu terjadi, dia sempat berpikir. Untuk dia menolong manusia menyebalkan itu? Tapi bagaimanapun, ibu Michael adalah sosok yang sangat baik hati. Dan ayahnya? Tentu saja, beliau adalah orang yang baik. Entah kenapa mereka melahirkan anak seperti Michael yang gak ada baik hatinya sama sekali pada Shaneen.
Shaneen melihat Michael duduk tak berdaya sambil bersandar pada pilar besar yang menjulang tinggi dibalik punggungnya. Napasnya seakan tersengal, kaki dan bahunya berdarah akibat tembakan. Saat musuhnya mulai menodokan pistolnya. shaneen kaget, tidak mungkin dia membiarkan Michael mati begitu saja. Apalagi dia anak dari sahabat ayahnya.
Shaneen berbalik dan segera melangkah dengan cepat mengambil topengnya. Dia tidak ingin Michael tau siapa dirinya. Karena memang selama ini tidak ada yang tau bahwa ternyata darah ayahnya begitu mengalir deras dalam nadinya.
Tanpa berpikir panjang, Shaneen menembakkan dengan brutal kepada tiga orang yang berdiri dihadapan Michael itu.
Michael tersentak kaget menatap kearah Utara dari bahu kirinya. Ada sosok wanita yang berdiri tegak, tenang dan sedang menodokan pistolnya. Shaneen tidak tau, kalau ternyata masih ada lagi beberapa anak buah berbaris dibelakang tiga orang tadi. Mereka siap menyerang. Namun gerakan mereka sungguh lambat, membuat Shaneen berdecak pelan. Huft, bagiamana bisa mereka punya anak buah yang payah.
"Are u okay?" Tanya Shaneen menatap Michael yang mulai melemah.
"Te-terima kasih, dan siapa kamu?" Tanya Michael dengan nada terbata-bata.
"Aku? Orang-orang seperti mereka yang mati ini memanggil ku perempuan gila." Tekannya.
"Sekarang lebih baik hubungi orang kepercayaan mu untuk segera menjemput mu—agar aku tidak sia-sia menolong mu!" Ucapnya kembali.
Michael merogoh saku celananya untuk mencari ponsel. Namun belum sempat ia melakukan panggilan seluler, Shaneen telah berbalik arah dan siap meninggalkannya.
"Nona, kamu itu siapa? Bicaralah sungguh-sungguh dengan namamu. Aku tidak suka berhutang budi, jadi tagihlah kepadaku suatu saat nanti." Ucap Michael yang setengah berteriak, namun nada suaranya sudah hampir tidak terdengar.
"Oh ya? Baiklah tuan muda."
Sejak saat itu, Michael benar-benar frustasi mencari gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya. Gadis bermata sayup sleep eyes, tapi tajam. Dan warna bola mata drak brown yang indah. Aksi wanita itu telah membuatnya berdebar-debar, apalagi ditambah saat wanita itu tersenyum padanya dan menanyakan keadaannya. Walau ditutup topeng yang cantik, tidak bisa dipungkiri bahwa wanita itu tetaplah terlihat cantik. Sungguh, Michael bersumpah jika bertemu dengan wanita itu kembali, dia akan mengikatnya dengan kuat agar tidak lari lagi. Namun siapa sangka, gadis yang ia cari ternyata ada dihadapannya sekarang ini.