NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Matthias—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di The Spire Of Wisdom tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Matthias pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Matthias bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Matthias tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa Hangat dan Kecurigaan Pagi

Cahaya matahari pagi Makati menyusup melalui celah gorden kamar Matthias yang mahal. Hal pertama yang Sheena rasakan saat kesadarannya pulih adalah beban berat yang melingkar di pinggangnya dan hembusan napas teratur yang menerpa tengkuknya.

Sheena tersentak kecil. Memori semalam berputar cepat seperti film: Matthias yang merajuk, pelukan "rakus" itu, dan bagaimana ia akhirnya menyerah pada rasa kantuk di pelukan pria yang paling ia hindari.

Perlahan, Sheena menoleh. Matthias masih terlelap. Wajahnya yang biasanya dingin dan kaku kini tampak jauh lebih muda dan tenang saat tidur. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini jatuh berantakan di dahi. Tanpa sadar, Sheena memperhatikan bulu mata Matthias yang panjang—jauh lebih indah daripada milik Martin yang dulu ia puja.

"Kau sudah puas memperhatikanku?"

Suara serak khas bangun tidur itu membuat Sheena hampir melompat dari tempat tidur. Matthias membuka matanya, menatap Sheena dengan intensitas yang membuat oksigen di sekitar mereka mendadak menipis.

"Siapa... siapa yang memperhatikanmu! Aku hanya heran kenapa kau bisa tidur seperti batu!" bantah Sheena, segera bangkit dan merapikan pakaiannya yang kusut. "Lepaskan tanganmu, Matthias. Aku harus ke kampus, ada ujian jam delapan pagi."

Matthias melepaskan pelukannya, namun ia tidak langsung bangun. Ia bersandar di kepala ranjang, menatap Sheena yang sibuk mencari ikat rambutnya yang jatuh entah ke mana.

"Kau tidak perlu buru-buru. Aku yang akan mengantarmu," ucap Matthias datar.

"Tidak perlu. Aku bisa naik taksi atau bus seperti biasa," tolak Sheena tanpa menoleh.

"Aku tidak menerima penolakan, Sheena," suara Matthias memberat, ada nada otoritas yang kembali muncul. "Setelah apa yang kulihat kemarin di halte... aku tidak akan membiarkanmu pulang-pergi sendirian lagi."

Langkah Sheena terhenti. Ia berbalik, menatap Matthias dengan bingung. "Apa maksudmu? Apa yang kau lihat kemarin?"

Matthias bangkit dari tempat tidur, berdiri menjulang di depan Sheena hingga gadis itu harus mendongak. "Laki-laki itu. Siapa dia? Dan kenapa dia berani menyentuh tanganmu seolah dia memiliki hak atas dirimu?"

Sheena tertegun. Jadi... mobil yang ia lihat melintas cepat kemarin memang mobil Matthias? Dan pria ini cemburu?

"Dia hanya teman lama dari Calapan. Namanya Martin," jawab Sheena jujur, namun ia sengaja tidak menceritakan detail rasa sakit hatinya karena Martin. "Lagi pula, untuk apa kau peduli? Bukankah kau bilang hubungan kita hanya di atas kertas?"

Matthias mendekat, mengunci pandangan Sheena. "Di atas kertas atau bukan, kau membawa nama Smith sekarang. Aku tidak suka milikku disentuh oleh orang asing yang terlihat menyedihkan seperti dia."

"Dia tidak menyedihkan! Dia—" Sheena memotong kalimatnya sendiri saat melihat kilat kemarahan di mata Matthias.

"Dia apa? Tampan? Menarik?" Matthias mendengus sinis. "Masuk ke kamarmu, mandi, dan bersiaplah. Aku menunggumu di bawah dalam lima belas menit. Jika kau telat satu menit saja, aku akan memastikan laki-laki bernama Martin itu tidak akan pernah bisa mendekati gerbang kampusmu lagi."

Sheena menghentakkan kakinya kesal, namun ia tidak berani membantah lebih jauh. Aura Matthias pagi ini terasa sangat mendominasi, seperti singa yang baru saja menandai wilayahnya.

Lima belas menit kemudian, sebuah mobil Maybach putih—bukan Bentley yang kemarin—sudah menunggu di lobi depan. Matthias berdiri di samping pintu mobil, sudah kembali dengan setelan jas navy yang sempurna, seolah pria yang memeluk Sheena semalam hanyalah ilusi.

Perjalanan menuju kampus terasa sangat sunyi dan tegang. Matthias fokus mengemudi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali mengetuk setir dengan tidak sabar.

Begitu sampai di depan fakultas kedokteran, kerumunan mahasiswa mulai berbisik-bisik melihat mobil semewah itu berhenti di sana. Matthias turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Sheena—sebuah gestur yang membuat Sheena hampir tersedak ludahnya sendiri.

"Belajar yang benar. Dan ingat," Matthias merendahkan tubuhnya, membisikkan sesuatu tepat di telinga Sheena agar semua orang bisa melihat kedekatan mereka. "Jika monyet dari Calapan itu muncul lagi, hubungi aku. Jangan biarkan dia menyentuhmu lagi, atau aku yang akan mematahkan tangannya."

Matthias mengecup dahi Sheena sekilas—sebuah tindakan spontan yang membuat Sheena mematung di tempat—sebelum pria itu kembali masuk ke mobil dan melesat pergi, meninggalkan Sheena yang menjadi pusat perhatian satu fakultas.

Sheena memegang dahinya yang masih terasa hangat. "Dia benar-benar gila," gumamnya.

1
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
Bae •: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
Bae •: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
Sari Purnama
ahay deuy..🤭🤭
YuWie
seru sih..tapi klo salah sangkanya dipanjang2 in jadi malz jg ya
YuWie
berubah kah wajah mereka shg tak saling mengenali?
LEECHAGYN
wihh terpanaa juga😭
Anonymous
ceritanya bagus bgttttt...,. sayang terlalu pendekkkkk....
mili
suka cerita nya
falea sezi
keren
Mirda Julianti
karya yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!