Adam Al-Fatih (40) adalah potret kesempurnaan: CEO miliarder yang gagah, karismatik, dan taat beribadah. Di Jakarta, ia memiliki Khadijah, istri saleha yang menjadi pilar kekuatannya sejak masa sulit. Namun, takdir membawa langkah Adam melintasi benua, dari romantisme Paris, kemegahan Istanbul, hingga hiruk-pikuk New York. Di setiap kota tersebut, Adam bertemu dengan wanita-wanita luar biasa yang tengah terhimpit badai kehidupan.
Demi sebuah wasiat rahasia sang kakek dan misi kemanusiaan yang mendalam, Adam akhirnya menikahi Isabelle, Aisha, dan Sarah. Publik mencibirnya sebagai lelaki yang mabuk poligami di puncak dunia. Namun, sebuah rahasia medis yang pedih tersimpan rapat di balik pintu kamarnya: Adam menderita impotensi akibat kecelakaan masa lalu.
Ketiga pernikahan di luar negeri itu hanyalah "sajadah perlindungan". Adam mengorbankan reputasi dan perasaannya demi menyelamatkan sesuatu yang lebih berharga!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bangkitnya Sang Kegelapan
Di tengah kebahagiaan yang mulai merajut harmoni di kediaman Menteng, sebuah guncangan tektonik diam-diam terjadi di pusat jantung ibu kota. Jika Adam Al-Fatih adalah representasi dari cahaya, integritas, dan pembangunan yang berlandaskan iman, maka dunia gelap memiliki antitesisnya yang paling mengerikan. Di balik tembok tebal Lapas bertingkat keamanan tinggi di pinggiran Jakarta, sebuah gerbang besi berderit terbuka, mengeluarkan sosok yang selama lima tahun ini namanya hanya berani dibisikkan dengan rasa ngeri.
Andromeda Sirius Jhon. Nama itu terdengar seperti konstelasi bintang, namun bagi mereka yang bergerak di lantai bursa dan lorong-lorong kekuasaan, nama itu adalah simbol kehancuran.
Sirius Jhon keluar dari selnya bukan sebagai seorang narapidana yang bertobat. Ia melangkah keluar dengan setelan jas custom-made yang sudah disiapkan pengacaranya, seolah-olah ia baru saja menyelesaikan liburan panjang. Tubuhnya tinggi, kurus namun berisi, dengan tatapan mata yang dingin dan setajam silet. Ia adalah pria keturunan campuran yang memiliki otak jenius di atas rata-rata—seorang manipulator ulung yang mampu menjatuhkan nilai mata uang sebuah negara hanya dengan satu skandal terstruktur.
Jika Adam membangun bisnis bajanya dengan peluh dan doa, Sirius Jhon membangun kekaisarannya, Sirius Global Corp, di atas puing-puing perusahaan yang ia bangkrutkan secara paksa. Ia adalah musuh lama Adam, sosok yang dulu dijebloskan Adam ke penjara karena skandal pencucian uang dan sabotase proyek strategis nasional. Namun, lima tahun di penjara tidak melemahkan pengaruhnya. Justru dari balik jeruji, Sirius Jhon tetap mengendalikan jaringan elit, menyuap para penguasa, dan menanam budi pada pengusaha-pengusaha rakus yang kini menanti kepulangannya.
Satu jam setelah kebebasannya, Sirius Jhon sudah berada di sebuah penthouse mewah yang menghadap langsung ke Bundaran HI. Di sana, beberapa petinggi partai politik dan direktur bank terkemuka sudah menunggu, menunduk hormat seolah menyambut raja yang kembali dari pengasingan.
"Selamat datang kembali, Tuan Sirius," ujar salah seorang pria dengan nada gemetar. "Kami sudah menyiapkan segala yang Anda minta. Posisi Adam Al-Fatih saat ini sedang di puncak. Dia baru saja memenangkan sengketa di Jenewa dan Paris."
Sirius Jhon menyesap espresso pahitnya perlahan. Ia tersenyum kecil, sebuah senyuman yang tidak pernah mencapai matanya. "Adam... Si anak emas yang religius itu. Dia pikir dengan membangun beberapa masjid dan menikahi wanita Prancis, dia sudah memiliki dunia."
Suara Sirius terdengar berat dan berwibawa, namun mengandung racun. "Dia terlalu lembut. Dia memimpin dengan hati, sementara dunia ini hanya mengenal hukum rimba. Kemenangannya di Eropa hanyalah permulaan dari kejatuhan yang sudah aku siapkan. Dia menyelamatkan panti asuhan? Aku akan merobohkan seluruh yayasannya dari dalam tanah Indonesia sendiri."
Pengaruh Sirius Jhon sangat luar biasa karena ia memegang "buku hitam" para penguasa. Ia tahu siapa yang korupsi, siapa yang memiliki skandal tersembunyi, dan ia tidak ragu menggunakan informasi itu sebagai senjata. Di matanya, Adam Al-Fatih adalah anomali yang harus dimusnahkan karena Adam adalah satu-satunya pengusaha yang tidak bisa ia beli atau ia ancam.
Berita kebebasan Sirius Jhon segera sampai ke telinga Adam. Sore itu, Adam sedang duduk di teras samping, menemani Khadijah yang sedang menghirup udara sore di kursi rodanya. Isabelle sedang membacakan buku untuk Yusuf di dekat mereka. Kedamaian itu mendadak terusik saat Reza datang dengan wajah pucat pasi.
"Pak Adam... Sirius Jhon sudah keluar. Pagi tadi," lapor Reza dengan suara rendah agar tidak mengejutkan Khadijah.
Adam terdiam. Gelas teh di tangannya sedikit bergetar, namun ia segera menguasai diri. Otot-otot rahangnya mengeras. Ia tahu betul siapa Sirius Jhon. Pria itu bukan seperti Philippe di Paris yang hanya mengandalkan kelicikan hukum, atau pencopet di gang-gang gelap. Sirius Jhon adalah predator tingkat puncak yang mampu menggerakkan aparat, media, dan pasar modal secara bersamaan.
"Dia tidak akan membuang waktu, Rez," sahut Adam tenang, namun matanya memancarkan kesiagaan tingkat tinggi. "Siapkan tim keamanan lapis pertama. Pantau semua pergerakan saham Al-Fatih Group. Sirius Jhon tidak menyerang dengan pisau, dia menyerang dengan mencekik sumber kehidupan."
Khadijah, yang meski lemah namun memiliki intuisi yang tajam, menatap suaminya. "Ada apa, Mas? Siapa Sirius Jhon?"
Adam berlutut di depan istrinya, menggenggam tangannya. "Hanya kerikil lama di jalanan bisnis, Dijah. Kamu jangan khawatir. Fokus saja pada kesembuhanmu."
Namun Adam tahu, ini bukan sekadar kerikil. Sirius Jhon adalah badai kategori lima. Benar saja, hanya dalam hitungan hari setelah kebebasannya, Al-Fatih Group mulai mengalami serangan bertubi-tubi. Izin pertambangan baja mereka di Kalimantan tiba-tiba ditinjau ulang oleh kementerian atas desakan "pihak tertentu". Beberapa bank pelat merah mendadak mempersulit likuiditas perusahaan dengan alasan audit mendadak. Di media sosial, narasi-narasi negatif tentang poligami Adam mulai dipelintir kembali, kali ini dengan serangan yang lebih sistematis yang mencoba membenturkan Adam dengan kelompok-kelompok tertentu.
Sirius Jhon menggunakan kekuatannya di elit penguasa untuk mengisolasi Adam. Ia ingin membuat Adam merasa bahwa meski ia kaya, ia tidak memiliki kawan di negeri ini.
Suatu malam, Adam menerima sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal.
"Selamat atas pernikahan keduamu, Adam. Nikmatilah selagi kau masih memiliki atap untuk berteduh. Karena segera, aku akan membuatmu bersujud bukan di atas sajadah, tapi di bawah kakiku. - S.J"
Adam meremas ponselnya hingga retak. Gairahnya untuk melindungi keluarganya kini bercampur dengan insting petarung yang sudah lama ia simpan. Ia menyadari bahwa Sirius Jhon akan menyasar titik terlemahnya: Khadijah yang sedang sakit, Isabelle yang baru beradaptasi, dan anak-anaknya.
Andromeda Sirius Jhon bukan sekadar musuh bisnis; dia adalah perwujudan dendam masa lalu. Dia sangat kuat karena dia tidak memiliki beban moral. Dia bisa menggunakan siapa saja, termasuk menghancurkan ekonomi rakyat demi menjatuhkan satu orang bernama Adam Al-Fatih.
"Kau boleh memiliki elit dan penguasa di pihakmu, Sirius," gumam Adam sambil menatap gelapnya malam dari balkon kantornya. "Tapi kau lupa satu hal. Aku memiliki Dia yang menciptakan para penguasa itu. Mari kita lihat, siapa yang akan bertahan saat badai ini mencapai puncaknya."
Perang besar baru saja dimulai. Adam Al-Fatih, sang raksasa yang atletis dan cerdas, kini harus menghadapi lawan yang setara secara intelektual namun berlawanan secara moral. Di satu sisi ada kekuatan iman dan dukungan istri-istrinya, di sisi lain ada kekuatan uang, dendam, dan konspirasi gelap Sirius Jhon yang siap menelan apa saja yang dilewatinya.