NovelToon NovelToon
Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Konflik etika
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

"Apa? Anak perempuan lagi? Jika begini terus, maka kamu harus kembali hamil dan melahirkan anak laki-laki untuk ku."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapi. Sebagai seorang istri yang baik, kamu harus menuruti semua perkataan suami mu ini."

"Ya. Baiklah."

Nasib baik tidak berpihak pada seorang wanita yang bernama Seruni. Ia di tuntut untuk terus melahirkan anak oleh suami nya. Di karenakan, ia belum bisa melahirkan anak laki-laki. Suami nya sama sekali tidak pernah membantu nya. Dengan lima anak perempuan yang masih kecil, wanita itu berjuang sendirian. Hingga akhir nya anak ke 6 lahir dan malapetaka itu pun terjadi. Seruni menyerah. Ia pergi dengan anak-anak nya meninggalkan sang suami yang sibuk dengan wanita lain.
Bagaimana kah perjalanan Seruni dan anak-anak nya?
Jangan lupa berikan komentar supaya author nya tambah semangat.
Terima kasih dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Hamdan datang ke rumah sakit saat membaca pesan yang di kirimkan oleh Adelia. Adel mengatakan jika Seruni sudah melahirkan. Wanita baik itu sama sekali tidak mengatakan jika anak yang di lahirkan oleh Seruni sudah meninggal dunia.

"Runi, dimana anak kita? Apakah dia laki-laki?" Tanya Hamdan begitu antusias. Saat itu, Seruni baru saja mau makan walaupun sesuap bubur.

"Dimana Nasha dan Sari, Bang?"

Bukan nya menjawab pertanyaan sang suami, Seruni bahkan bertanya tentang dua anak nya yang lain.

"Runi, maafkan Abang. Nasha dan Sari hanyut ketika mandi di pantai. Sari saat ini sedang di tangani oleh dokter. Sedangkan Nasha, ia meninggal dunia. Maafkan Abang. Abang tahu kalau Abang salah. Abang tidak menjaga anak kita dengan baik." Hamdan tampak memasang wajah sedih. Akan tetapi, isi hati nya siapa yang tahu.

"Nasha sudah meninggal? Bahkan bayi yang baru saja aku lahirkan juga meninggal. Kenapa anak-anak ku harus meninggal kan aku."

"Apa? Jadi anak yang baru saja kamu lahir kan juga meninggal? Lalu, apa jenis kelamin nya?"

"Anak ku meninggal karena terlambat penanganan nya. Aku telat di tangani selama berjam-jam. Nomor kamu tidak bisa di hubungi. Lalu aku harus bagaimana? Dan, Abang tidak perlu tahu apa jenis kelamin anak kita. Anak ku sudah dua-duanya berada di surga."

Huhuhuhuhuhu

Seruni menangis sambil menahan sesak yang ada di dalam dada nya. Selama ini, ia tidak pernah marah ataupun kecewa di beri anak perempuan. Kepergian dua anak nya, membuat nya begitu terluka.

"Sudah lah. Kamu masih punya anak lainnya. Tidak perlu berlebihan seperti itu, Seruni. Kamu juga masih bisa hamil lagi setelah ini." Hamdan mengucapkan hal itu dengan enteng nya tanpa perasaan.

"Aku mau melihat Nasha. Del, kakak titip mereka, ya."

"Baik, kak." Ucap Adelia yang masih berada di sana. Anak-anak nya Seruni yang lain begitu penurut. Jadi, tidak ada alasan bagi Adelia untuk menolak menjaga mereka. Karena wanita itu pun sangat menyukai mereka.

Seruni di dampingi Hamdan, pergi untuk melihat Sari. Anak ke empat nya yang selamat saat itu.

Tubuh mungil itu terbaring di ruang rawat darurat dengan tangan yang di infus. Mata nya terpejam. Wajah nya pucat dengan bibir kebiru-biruan.

Pakaian nya sudah di ganti. Seruni pun mendekat dan mengelus kepala anak nya dan juga menci-um kening nya.

"Sayang, bangun nak. Ibu di sini. Kita pulang ya. Pulang sama Ibu." Ucap Seruni. Sedangkan Hamdan, ia langsung pergi entah kemana saat Seruni sedang berbicara dengan anak-anak nya.

Perlahan, mata Sari terbuka saat mendengar suara lembut Ibu nya. Ia menatap wajah sang ibu sambil berurai air mata.

"Ayah jahat, Bu. Ayah punya anak lain. Ayah main sama anak dan ibu lain."

Huhuhu

Seruni sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh anak nya itu. Apa maksud anak dan ibu lain.

"Ayah bukan nya pergi dengan teman kantor?"

"Bukan. Aku, adek, ayah, ibu lain dan anak lain."

Sari masih saja menangis sambil menceritakan apa yang baru saja terjadi di pantai itu. Seruni sedikit banyak sudah mengerti dengan kata-kata anak umur tiga tahun itu.

Hamdan berbohong pada nya. Seruni yakin sekali jika yang di maksud adalah Susan dan juga anak laki-laki nya. Hamdan kali ini sudah benar-benar keterlaluan.

"Sudah, tak apa. Sekarang ada Ibu yang sayang pada mu. Kalau kamu sudah sehat, kita pulang ya nak."

Seruni baru saja melahirkan tapi ia harus kuat demi anak-anak nya. Kali ini, kemarahan Seruni sudah tidak bisa lagi ia simpan. Kehilangan kedua anak nya karena Hamdan yang lebih mementingkan Susan daripada diri nya.

Seruni bertekad untuk mencari semua bukti yang melibatkan Hamdan dalam pembunuhan anak nya. Walaupun tidak di sengaja, tapi Hamdan telah lalai sebagai seorang Ayah.

*****

Hari demi hari berlalu. Seruni sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Hamdan. Ia dan anak-anak nya berencana pindah ke rumah baru mereka yang baru saja ia beli dengan uang hasil jerih payah nya.

Rumah itu pun belum sepenuhnya lunas. Adelia membantu Seruni untuk mendapat kan rumah sederhana itu.

Setelah beberapa hari itu juga, Seruni terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kematian anak-anak nya. Untung saja pantai yang menjadi tempat liburan nya dengan Susan, memiliki cctv.

Tempat itu memang lumayan mewah. Entah berapa banyak Hamdan mengeluarkan uang hanya untuk menyenangkan janda beranak satu itu.

"Kamu tidak masak hari ini?" Tanya Hamdan yang siang itu tiba-tiba pulang.

"Tidak. Aku capek. Uang pun habis."

"Capek? Kamu cuma duduk dan tiduran saja di rumah. Apa nya yang capek. Dan juga, uang yang aku berikan itu banyak. Kenapa cepat sekali habis."

"Bang, untuk anak dan istri dengan uang segitu dapat apa? Kamu membelikan Susan banyak barang mewah dan mahal, aku tidak protes. Jangan pelit sama istri sendiri, bang."

"Ah, diam kamu! Kamu kenapa tahu aku beli barang mahal untuk Susan?"

"Semua juga tahu. Susan itu sudah menyebarkan semua nya di sosial media milik nya. Dasar perempuan tidak tahu malu. Ada hak aku dan anak-anak dari uang yang kau berikan pada nya. Aku tidak ikhlas."

"Suka-suka aku dong. Itu uang aku. Bukan uang kamu."

"Ya kalau begitu, minta makan sana sama janda gatal itu. Jangan minta makan sama istri mu yang tidak kau beri nafkah."

"Seruni! Sudah berani kamu, ya."

"Memang nya kenapa? Suami tukang zina dan juga pembunuh, tidak perlu lagi di hormati. Bang, aku tidak pernah ikhlas kau membohongi ku."

"Ah! Dasar istri tidak tahu diri. Kau bisa apa tanpa ku?"

"Aku bisa tanpa mu. Aku yang selama ini menghidupi anak-anak ku. Bukan kamu."

"Pergi kau dari rumah ini, Seruni. Benar kata Ibu ku. Perempuan yang tidak bisa melahirkan anak laki-laki tidak lah pantas untuk aku pertahankan. Aku muak. Tunggu saja surat cerai dari ku."

"Baik. Bercerai lebih baik daripada aku harus tinggal bersama suami tidak jelas seperti mu. Anak-anak, ayo kita pergi."

Seruni dan ke empat anak nya bersiap pergi dari rumah. Mereka memang sudah menyiapkan semua itu sejak lama. Barang-barang dan juga peralatan masak yang dibeli dengan uang Seruni, sudah lebih dulu mereka pindahkan ke rumah baru.

Saat ini, mereka hanya membawa tas ransel yang di dalam nya terdapat baju ganti.

Hamdan menatap kepergian anak-anak dan istri nya dengan perasaan yang campur aduk. Jujur, ia masih sangat mencintai Seruni. Akan tetapi, keluarga nya selalu menuntut anak laki-laki dari nya. Entah seperti apa nanti nya kehidupan Hamdan tanpa mereka.

1
Bunda Miarmaret437
sangat luar biasa ceritanya dan bisa di ambil hikmahnya dalam hidup kita...tuk kak author truslah berkarya n tetap semangat dan sukses selalu 🙏💪🥰🌷🌹🌹🌷💝💝
Uul dheaven: terima kasih 😊😊😊😊
total 1 replies
Ma Em
Semoga Seruni usahanya makin sukses agar Seruni menjadi pengusaha kuliner yg kaya banyak uang tunjukan pada si Hamdan bahwa tanpa Hamdan Seruni bisa juga kaya .
Kar Genjreng
Kakak Author jih sering menggunakan bahasa baku 😁dadi ketok le Jawa banget
Kar Genjreng: bahasa baku banget tak kiro asli jawa ,,
total 2 replies
Kar Genjreng
pak restu sebenarnya siapa apa laki laki di masa lalu suka dengan seruni tapi diam diam
Kar Genjreng
😮😮Hamdan mampus di kira wanita yang sudah tersakiti. lantas diam saja oh tidak makanya lngsung melejit punya penghasilan ,,nyesel kapok ham babi
Kar Genjreng
sabotase
Arda Aldi
jadi penasaran siapa pak restu di kehidupan lamanya seruni
Arda Aldi: penasaran kak
total 2 replies
Kar Genjreng
bertemu terus karena Hamdan memejejerr di kantor itu makanya somse 😮biarlah ga usah di anggap lama lama juga capai sendiri dan malu sendiri,,,
Kar Genjreng
😆 Hamdan baru rasa ya selama ini matamu ketutup ,,, makanya ga pernah menyadari selama ini ga perduli dengan darah dagingnya sendiri,,, justru menyayangi anak dari orang lain belum tentu wanita itu tulus lihat saja nanti
Uul dheaven: ke tutup tayik 🤭🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan makin terpuruk bentar lagi sedang janda nya makin melambung
bersinar 😮
Kar Genjreng
👍👍bawa Mak dan BPK nya jadi ada yang menjaga anak anak anak nya
Kar Genjreng
kakak masukan sedikit ya,,,apa bila anak berkata kepada ibunya Jangan menggunakan kata kamu,,, kalau berbicara tentang orang tua,, ucapkan kata beliau ya jangan mereka tapi beliau
Uul dheaven: terima kasih saran nya. pas di cek ternyata typo. Mau nulis kami jadi nya kamu 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
gampar saja seruni mulut lancang laki laki nyinyir
Uul dheaven: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
😮😮 ayah' tak punya adab dasar penghianat pindahin sekolah jangan satu sekolah maneh ga due Rai hamdan
Kar Genjreng
Alhamdulillah seruni dapatkan kehidupan yang nyata jadi tinggal 4anaknya 👍
Ma Em
Alhamdulillah Seruni setelah berpisah dgn Hamdan hdp nya makin sukses , semoga Seruni mendapatkan pengganti Hamdan lelaki yg lbh baik dan kaya , biar Hamdan kehidupannya hancur setelah berpisah dari Seruni .
Uul dheaven: pasti nya. 😊😊😊
total 1 replies
Eny
upx kok gak rutin kak
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kar Genjreng
👍 setelah jadi janda justru Alloh limpahkan rezekinya buat anak anakmu seruni,,dan tidak memikirkan laki laki rusakk yang bisanya hanya mengancam,,
Uul dheaven: betul sekali. karena setiap anak memiliki rejeki nya masing-masing
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!