Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Nggak Ada Akhlak!
Tiga hari berlalu setelah kejadian akhir pekan kemarin, Kenzo dan Kenzie belum pernah bertemu. Kenzie pun masih memblokir akses komunikasi mereka, sedangkan Kenzo belum mengetahui dimana Kenzie tinggal.
"Gimana rumah tangga kalian?" tanya Zaky saat mereka perjalanan pulang setelah meninjau lokasi.
"Semakin baik, Pa, aman." jawab Kenzo.
Zaky mengangguk-angguk.
"Masih berhubungan dengan pacarmu?" tanya Zaky lagi dan membuat Kenzo shock.
Dari reaksi putranya, Zaky langsung tersenyum paham. Kenzo tidak bisa menutupi, karena Zaky akan tetap paham saat putranya berbohong mengenai perempuan itu.
"Mumpung Papa masih memberikan kamu kesempatan, lakukan langkah yang tepat, jangan sampai nanti kamu sendiri yang menyesal," ujar Zaky dengan tersenyum, namun bernilai ancaman.
Kenzo masih terdiam.
"Kenzie tidak seburuk yang ada dipikiran kamu," imbuhnya.
"Tapi ..,"
Kenzo menahan kalimatnya karena ia hendak melakukan protes dan mengadu bahwa Kenzie pun masih berhubungan dengan kekasihnya. Namun, ia berhasil mengendalikan emosi dirinya agar tidak membuat keadaan semakin rumit, apalagi karena kesalahannya saja ia belum meminta maaf secara langsung pada Kenzie.
"Iya Pa, kasih aku waktu untuk semua ini, tapi, komunikasiku sama dia sudah semakin berkurang kok." ujar Kenzo agar meyakinkan Zaky.
Senyum yang terukir di wajah Zaky itu membuat Kenzo takut karena selalu ada makna yang susah ditebak.
"Definisi anak tunggal yang nggak bisa tinggal ongkang-ongkang kaki," bathin Kenzo.
"Lagipula, dalam pandangan pacarmu itu, kamu tidak selevel dengan dia. Bagi dia, kamu hanya montir kumuh yang sehari-harinya beraktivitas dengan sparepart kendaraan," ujar Zaky yang membuat Kenzo menolehnya.
Kenzo langsung mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, Gita pernah memintanya untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan agar tetap berpakaian rapih dan wangi. Kala itu, Kenzo sempat tersinggung dan hampir keceplosan untuk mengungkapkan asetnya yang lain, tetapi ia urungkan karena Gita tetap menerimanya sekalipun menolak saran yang sudah diberikan.
"Dia juga tidak seburuk itu, Pa. Kalau memang jodohku Kenzie, aku akan menjalaninya secara perlahan supaya saling menerima. Aku dan Kenzie sama-sama masih beradaptasi untuk menerima kenyataan yang kalian mau ini," balas Kenzo.
Zaky hanya manggut-manggut.
"Papa mau ketemu sama Kenzie," ujar Zaky.
"Kenzie masih ada acara sama teman-temannya dan aku nggak mau melarang selagi masih tahap wajar," jawab Kenzo yang sudah menyiapkan jawaban ini.
Dengan permasalahan yang terjadi, Kenzo langsung mempersiapkan segala kemungkinan. Kenzo sudah menebak, pasti papanya ingin bertemu dengan Kenzie, sedangkan ia sendiri sudah tiga hari belum bertemu.
"Baiklah, lain kali saja." balas Zaky.
Ayah dan anak itu tiba di bengkel Kenzo. Kenzo sengaja meminta untuk dijemput di sana agar terhindar dari sidak rumahnya.
"Papa mau langsung saja," ujar Zaky.
"Mungkin mulai minggu depan kita sering berangkat sendiri-sendiri saja karena Papa juga ada urusan," lanjutnya sebelum pergi.
"Iya Pa," jawab Kenzo.
Mereka tiba di bengkel masih pukul 18.30 WIB, sementara Zaky langsung melanjutkan perjalanan ke rumah. Kali ini tidak mengajak Mia, karena istrinya itu masih sangat sibuk.
"Sesekali ajak istrimu kalau dia libur!" seru Zaky yang mobilnya sudah menghadap jalan.
"Iya," jawab Kenzo dengan ragu.
Setelah Zaky sudah pergi, Kenzo langsung ke belakang untuk mengambil motornya. Namun, ia juga memeriksa keadaan rumah terlebih dahulu.
"Bagaimana cara mencari tau kontrakan dia?" gumam Kenzo bingung.
Kenzo tidak bisa membiarkan tanpa komunikasi ini semakin lama, karena akan berimbas pada dirinya sendiri. Ketika berencana untuk menunggu Kenzie di depan pabrik, ternyata beberapa hari ini ia sangat sibuk.
Dengan motor gedenya, Kenzo menyusuri jalan raya untuk mencari petunjuk.
"Pabriknya di sana, pasti dia ngontrak juga nggak mungkin jauh," gumam Kenzo.
Kenzo mengurangi kecepatan laju motornya saat didepan melihat ada penjual BBM eceran.
"Permisi Bu, mau tanya." ucap Kenzo dengan sopan.
"Oh, ya A', ada apa?" tanya ibu-ibu yang terlihat seumuran dengan ibunya.
"Kontrakan dekat sini dimana ya? saya masih cari-cari info nih yang harga miring, hehe. Kalau cari lewat sosial media takut di tipu," tanya Kenzo berusaha meyakinkan.
"Ohhh ya ya, ada banyak sih, soalnya 'kan dekat pabrik. Tapi, ada yang terkenal murah dan nggak jauh dari sini, sekitar 200 meter lebih dikit nggak sampai kayaknya. Tapi, itu kontrakan ada di dalam, jadi kalau mobil nggak bisa masuk, soalnya gang kecil," jawab ibu tersebut menjelaskan.
"Kebetulan saya pakainya motor kok Bu," balas Kenzo.
"Oh iya ya, hehe."
"Kalau gitu, saya mau lanjut dulu ya Bu, mau langsung cari informasi, terima kasih."
"Sama-sama a' ..,"
Kenzo pun sempat membeli sebungkus rokok dan tidak menerima kembaliannya sebagai ucapan terima kasih.
"Terima kasih ya, semoga masih ada kamar kosong," ucap ibu itu sangat senang mendapat rezeki ganda.
"Aamiin,"
Kenzo mengantongi rokok tersebut ke dalam saku celananya lalu menuju jalan yang ditunjukkan oleh penjual tadi.
"Semoga yang ditunjukkan itu salah satunya kontrakan si tengil," bathin Kenzo lalu menurunkan kaca helmnya yang gelap.
200 meter lebih sedikit, kalimat yang Kenzo ingat sehingga ia tidak menambah kecepatan
"EH EH, itu si tengil bukan?" gumam Kenzo sembari mempertajam pandangannya.
Kenzo melihat seorang perempuan yang belok ke banner informasi kontrakan itu. Perempuan itu berjalan kaki dengan menenteng plastik yang sepertinya berisi makanan. Kenzo memperhatikan dari belakang agar tidak salah orang. Dari postur tubuhnya sangat mirip dengan Kenzie.
Kenzo langsung mengikutinya sebelum kehilangan jejak.
"Nggak salah lagi!"
Kenzo menarik napas lega setelah menemukan seseorang yang dicarinya.
Mendengar suara motor berhenti, Kenzie langsung menoleh saat sedang membuka pintu karena sedari tadi fokus ke jalan tanpa menoleh ke belakang. Matanya langsung melotot ketika melihat seseorang yang tidak ingin ia temui ada didepannya.
"Assalamu'alaikum," ucap Kenzo membuat Kenzie semakin shock.
"NGGAK TERIMA TAMU!" usir Kenzie.
"Menjawab salam itu hukumnya wajib," balas Kenzo menyindir.
Sangat menjengkelkan, Kenzie juga paham perintah itu. Terapi karena yang mengucap salam adalah Kenzo, ia pun enggan menjawab salamnya.
"Wa'alaikumussalam!" jawab Kenzie dengan ketus.
Pintu itu langsung ditahan oleh Kenzo ketika Kenzie hendak menutupnya.
"Lepas tanganmu! PERGI SANA!"
"Aku nggak akan pergi sebelum kamu mau bicara sama aku," tolak Kenzo.
Kenzie menarik napas dalam-dalam agar emosinya bisa terkendali.
"Nggak ada yang perlu dibicarakan, jadi, silahkan pergi atau aku bakal teriak?!" ancam Kenzie.
Sekuat mungkin Kenzie berusaha menutup pintu, Kenzo lebih kuat bertahan dan akhirnya berhasil nyelonong masuk.
"Kalau kamu teriak, aku juga bisa bilang ke mereka kalau kita sudah terbiasa melakukan itu dan kamu hanya sedang marah," ancam Kenzo yang berusaha menahan tawanya.
"BETUL BETUL NGGAK ADA AKHLAK!!" protes Kenzie.
Kenzo langsung terfokus pada ruangan yang sangat sederhana itu. Selama ini Kenzie hidup dalam kesederhanaan.
"CEPAT NGOMONG! DUA MENIT!" suruh Kenzie.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍