NovelToon NovelToon
BENIH KEKUATAN ABADI

BENIH KEKUATAN ABADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.

Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.

(Update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: RAHASIA DI BALIK ELEMEN CAHAYA DAN KEGELAPAN

Keseimbangan yang Terlupakan:

Gemuruh langkah Patung Pengawal Kuno kembali mengguncang reruntuhan, kali ini lebih berat dari sebelumnya. Setiap hentakan kakinya membuat lantai formasi bergetar seperti jantung raksasa yang dipaksa berdetak di luar ritmenya. Pilar-pilar batu yang setengah runtuh mengeluarkan suara retakan panjang, sementara debu kuno yang telah tertidur ribuan tahun beterbangan, menutupi udara dengan kabut keabu-abuan yang berkilau samar oleh sisa energi formasi.

Cahaya di mata Patung Pengawal berubah—bukan lagi merah murni, melainkan merah tua bercampur bayangan hitam, tanda bahwa energi segel di dalamnya semakin tidak stabil. Simbol-simbol gelap di tubuh batu raksasa itu berdenyut cepat, memancarkan tekanan yang langsung menekan dantian dan jiwa siapa pun yang berada di sekitarnya.

Haouyu berdiri tegak di tengah tekanan itu.

Auranya berputar dalam pola spiral ganda—Api dan Air menyatu dalam ritme Yin–Yang yang telah ditempanya selama tiga hari di Sumur Energi Bumi Tua. Namun kali ini, dia merasakan sesuatu yang berbeda. Di bawah kakinya, formasi lantai tidak hanya menyuplai energi—ia beresonansi.

Seolah-olah seluruh reruntuhan sedang mendengarkan napasnya.

“Ini…” Haouyu mempersempit pandangan, “bukan energi murni.”

Bukan Api. Bukan Air. Bukan pula energi elemen kasar.

Energi yang mengalir dari simbol-simbol kuno itu terasa lebih dalam—lebih dekat ke struktur dasar dunia. Seperti cahaya bintang yang jatuh ke laut malam: murni, dingin, namun menyimpan bobot yang tak terbayangkan.

Patung Pengawal mengangkat lengannya yang berbentuk cakar. Udara di sekitarnya langsung terdistorsi. Gravitasi lokal berubah, memaksa batu-batu kecil melayang sebelum hancur menjadi serpihan.

Namun tepat saat serangan itu akan dilepaskan—

Cahaya keperakan menyala dari dinding bagian dalam kubah yang runtuh.

Batu-batu besar bergeser dengan sendirinya, membuka sebuah lorong tersembunyi yang sebelumnya tertutup sempurna oleh formasi kamuflase tingkat tinggi. Dari dalam lorong itu, hembusan energi lembut mengalir keluar, menenangkan turbulensi yang tercipta oleh Patung Pengawal.

Sebuah suara terdengar.

Tidak keras. Tidak menggelegar.

Namun langsung menggema di dalam jiwa Haouyu.

“Jangan hadapi penjaga itu dengan kekerasan semata, anak muda.”

Suara itu terasa tua—bukan karena lemah, melainkan karena telah melampaui konsep usia.

“Ia bukan musuh. Ia adalah saksi.”

Serangan Patung Pengawal akhirnya dilepaskan.

Haouyu bergerak.

Langkah Arus Berlawanan mengalir dengan sempurna. Tubuhnya bergeser mengikuti jalur energi dunia, membuat cakar batu raksasa itu hanya menghantam bayangan auranya. Ledakan yang terjadi tetap memahat lantai formasi, menciptakan kawah kecil yang memancarkan asap panas.

Haouyu melompat mundur, matanya tak lepas dari tubuh patung.

Baru sekarang dia menyadarinya.

Di dada Patung Pengawal, tertanam sebuah permata hitam pekat—bukan batu biasa, melainkan inti energi terkompresi. Di sekelilingnya, ukiran kuno memperlihatkan dua sosok berdiri berdampingan.

Satu memegang tongkat cahaya keemasan, bersinar seperti matahari pagi. Yang lain menggenggam pedang bayangan, menyerap cahaya di sekitarnya tanpa meninggalkan kegelapan yang liar.

Haouyu menarik napas dalam.

(“Sang Pencipta Cahaya…” bisiknya. “…dan Sang Pelindung Kegelapan.”)

Legenda itu tidak asing baginya.

Di catatan kuno Kekaisaran Lian—bahkan sebelum era dinasti—dua nama itu disebut sebagai pendiri jalur penyelarasan dunia. Mereka bukan dewa, bukan iblis, melainkan kultivator yang menolak sistem ekstrem: menolak dominasi tunggal cahaya atau kegelapan.

Namun legenda itu selalu berakhir dengan satu kalimat samar:

Mereka menghilang bersama rahasia keseimbangan.

Patung Pengawal kembali menyerang.

Kali ini bukan pukulan fisik.

Kristal energi gelap terbentuk di udara, melesat seperti hujan tombak. Haouyu membentangkan Perisai Dual Spiral. Air membeku, Api memadat, membentuk lapisan pertahanan berlapis.

Namun—

Retak.

Kristal itu menembus.

Sebuah luka terbuka di lengan Haouyu. Darah merah gelap menetes, jatuh ke simbol lantai.

Dan dunia berubah.

Formasi kuno menyala dua warna.

Putih keperakan. Hitam pekat.

Seluruh reruntuhan bergetar hebat, bukan karena serangan—melainkan aktivasi. Dinding kawah memproyeksikan bayangan masa lalu: pemandangan peradaban kuno yang telah lama musnah.

Haouyu melihat kota-kota terapung, sekte-sekte raksasa, dan kultivator yang berlatih bukan dengan memisahkan elemen, tetapi dengan menyatukannya. Cahaya digunakan untuk memurnikan jalur energi. Kegelapan digunakan untuk memperdalam pemahaman, memperluas kesadaran ke dalam kehampaan.

Namun kemudian—

Keserakahan.

Kultivator yang ingin cahaya tanpa bayangan. Kultivator yang tenggelam dalam kegelapan tanpa kendali.

Perang.

Langit runtuh. Bumi retak. Dunia hampir musnah.

Haouyu mengepalkan tangan.

“Jadi… Patung Pengawal ini…”

“Adalah penutup luka dunia,” suara itu menjawab.

“Dan kau berdiri di hadapannya karena darahmu mengetuk pintu yang terkunci.”

Haouyu terdiam.

Darah?

Sebelum dia bisa bertanya, suara itu kembali terdengar—lebih dekat.

“Cahaya dan Kegelapan bukan musuh. Mereka adalah napas dan hembusan.”

“Terimalah keduanya, atau tinggalkan tempat ini.”

Patung Pengawal berhenti bergerak.

Untuk pertama kalinya, ia tidak menyerang.

Haouyu menutup mata.

Dia tidak menolak.

Dia membuka diri.

Api dan Air tetap berputar—fondasi tidak goyah. Di atas fondasi itu, resonansi baru turun seperti kabut tipis: bukan elemen, melainkan prinsip.

Cahaya—kesadaran. Kegelapan—kedalaman.

Tubuhnya bergetar hebat. Meridian terasa terbakar dan membeku sekaligus. Namun inti keemasan hasil Sumur Energi Bumi Tua menstabilkan segalanya, menjaga agar fusi ini tidak menghancurkan tubuhnya.

Cahaya menyala.

Putih. Hitam. Biru. Merah.

Semua menyatu dalam kilau ungu-keemasan yang tenang.

Patung Pengawal berlutut satu kaki.

Mata merahnya berubah menjadi ungu redup.

“Resonansi diterima.”

Permata hitam di dadanya berdenyut seimbang.

“Akses diberikan.”

Lorong tersembunyi terbuka sepenuhnya.

Haouyu melangkah masuk.

Di ujung lorong, ruang bawah tanah raksasa menantinya. Dinding penuh ukiran teknik fusi tingkat tinggi—jauh melampaui sistem modern. Di tengah ruangan, sebuah meja batu menyimpan:

• Sebuah kitab kulit tua

• Tongkat cahaya kecil

• Cincin hitam penyerap energi

Saat Haouyu menyentuh kitab itu, tulisan emas menyala:

Cahaya tanpa kegelapan membuatmu buta.

Kegelapan tanpa cahaya membuatmu tersesat.

Hanya keseimbangan yang melahirkan keabadian.

Pemahaman mengalir.

Bukan kekuatan instan. Melainkan arah.

Namun di kejauhan—

Lembah Iblis bergetar.

Sesuatu yang lama tertidur… terbangun.

Haouyu mengangkat kepala.

Perjalanannya baru saja berubah jalur.

...****************...

Setelah cahaya ruang warisan meredup dan getaran energi perlahan stabil, Haouyu berdiri sendiri di ruang bawah tanah itu, napasnya tenang namun pikirannya tajam. Buku kulit tua, tongkat cahaya kecil, dan cincin kegelapan telah ia simpan dengan hati-hati ke dalam Cincin Alam Semesta—artefak yang sejak lama menemaninya, kini kembali berdenyut seolah menyambut barang-barang yang “pulang” ke tempat semestinya.

Barulah pada saat itu Haouyu menyadari sesuatu.

Ruang ini… tidak asing.

Ia melangkah mendekati dinding, menyentuh ukiran demi ukiran. Jari-jarinya mengikuti guratan simbol kuno yang rumit—pola yang sekilas tampak asing, namun di kedalaman pikirannya terasa familier. Seperti pernah ia lihat… atau lebih tepatnya, pernah ia lewati.

Ketika telapak tangannya menyentuh relief seorang jenderal berzirah kuno yang menggenggam tombak panjang, energi di dalam ukiran itu bergetar.

Klik.

...~BERSAMBUNG~...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh iya ya Haoyu punya heilong
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sapa nih yg mau bantuin Haoyu? permaisuri atau kaisar nya. gak mungkin bertarung sendirian kan?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Raja Han Xiong ini bukan yg nyerang kerajaan Lian lgi Haoyu kecil?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Permaisurinya juga bukan orang biasa
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: nanti ada kisah nya tentang permaisuri
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
brarti haoyu skrng umur 30 THN?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰ : oh gitu
total 4 replies
Fatur Fatur
cepat bantai keluarganya kaisar hanxiaong thor
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sapa nih cewek? baru dimunculkan ya? apa udah sebelumnya. aku lupa yang temen haoyu lagi kecil itu lupa namanya.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: cewek yg akan mengubah takdir Lian Haoyu
total 1 replies
yos helmi
cerita busuk.. ng mencerminkan seorg koltivator.. ng ada sekte luar biasa.. thor nya goblok.. tolol..
Fatur Fatur
cepat bantai hanxiong dengan cara paling kejam thor bikin mcnya bantai semua keturunannya hanxiong thor bikin hanxiong memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Akhirnya ketemu ayahnya lagi.
Fatur Fatur
cepat bantal houno utara dengan cara paling kejam thor bikin alur ceritanya ibu mcnya belum di sentuh musuhnya thor
Nanik S
Ceritanya cukup bagus
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: 🙏 terima kasih dan selalu ikuti perjalanan Haouyu akan ada perang besar dan intrik dan tragedi romansa di bab-bab selanjutnya 😊
total 1 replies
Nanik S
NEXT
Nanik S
💪💪💪💪💪
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Kemana Kakek Chen akan membawa Haoyu
Nanik S
Haoyu jadilah kuat
Nanik S
Cepatlah mengungsi sebelum kegelapan menerobos masuk Istana
Nanik S
Sang Iblis sudah mengincar Haoyu yang masih bayi merah
Nanik S
Awal yang menarik... semoga benih itu juga cocok dengan Karakter Putra Mahkota kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!