NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 201

Dermaga Langit – Pos Perdagangan Punggung Penyu.

Sebuah bayangan raksasa menutupi dermaga.

Itu adalah Kapal Perang Teratai Merah.

Ukurannya sepuluh kali lipat lebih besar dari bahtera pedagang biasa. Lambungnya terbuat dari Kayu Darah Seribu Tahun yang kokoh, diukir dengan ribuan rune pertahanan yang menyala merah redup. Layarnya terbuat dari sutra ulat api, membentang gagah menangkap angin bintang.

"Naiklah," perintah Nyonya Zhu, mengibaskan kipasnya.

Tim "Asura" melangkah naik dengan ragu.

Tie Shan (Raksasa Batu) berjalan hati-hati agar tidak meretakkan lantai geladak. Shu Ling (Tikus) matanya berbinar-binar melihat hiasan emas di tiang kapal, tangannya gatal ingin mencungkilnya. Luo Tian (Mata Tiga) melayang dengan wajah pucat tapi mata yang tajam dan fokus.

Shi Hao berjalan paling belakang bersama Nana. Dia menepuk tiang utama bahtera itu.

"Bahtera Peringkat Bumi Tingkat Tinggi," gumam Shi Hao. "Lumayan. Setidaknya tidak akan hancur kalau menabrak asteroid kecil."

Nyonya Zhu tersenyum bangga. "Ini kapal terbaik di sektor ini, Jenderal Feng. Kecepatannya bisa menempuh satu tahun cahaya dalam tiga hari."

Bahtera itu bergetar pelan. Formasi penggerak di bagian bawah kapal menyala. Perlahan, raksasa merah itu lepas landas, meninggalkan Punggung Penyu, dan melesat masuk ke dalam Lautan Bintang yang gelap dan tak bertepi.

Tiga Hari Kemudian – Perbatasan Sektor Bimasakti.

Perjalanan terasa sunyi. Pemandangan bintang yang awalnya menakjubkan lama-lama menjadi monoton.

Shi Hao berdiri di anjungan kapal, menatap kehampaan. Nana setia berdiri di sampingnya, memegang peta navigasi.

"Tuan Feng," cicit Nana. "Di depan kita adalah Jalur Naga. Ini adalah wilayah patroli Kekaisaran Bintang Naga."

"Kekaisaran Bintang Naga?" Shi Hao mengangkat alis. "Apakah mereka Naga asli?"

"Bukan, Tuan," jawab Nyonya Zhu yang muncul dari kabin. "Mereka adalah Manusia Setengah Naga (Dragonkin). Mereka memiliki garis keturunan Naga Kuno. Karena itu mereka sangat sombong dan menganggap ras lain sebagai budak."

Tiba-tiba, formasi berbunyi.

WUUUNG... WUUUNG...

Di depan Bahtera Teratai Merah, ruang angkasa bergetar.

Tiga buah Bahtera Perang Emas muncul dari Lompatan Ruang. Ukuran mereka dua kali lipat lebih besar dari kapal Nyonya Zhu. Di haluannya, terdapat ukiran kepala naga emas yang mulutnya adalah meriam kristal energi.

Suara yang diperkuat Qi bergema, menggetarkan seluruh struktur kapal Nyonya Zhu.

"BERHENTI! INI ADALAH ARMADA KE-7 KEKAISARAN BINTANG NAGA!"

"KAPAL DAGANG DI DEPAN, TURUNKAN LAYAR KALIAN DAN MATIKAN FORMASI! KAMI AKAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN KONTRIBUSI (PAJAK)!"

Wajah Nyonya Zhu menjadi gelap. "Pemeriksaan? Itu hanya alasan halus untuk perampokan. Mereka ingin memeras kita."

Nyonya Zhu maju ke haluan, mengalirkan suaranya lewat formasi.

"Salam, Jenderal. Ini adalah Bahtera Teratai Merah milik Zhu dari Arena Asura. Kami sedang dalam perjalanan menuju Turnamen Kekaisaran Pusat. Kami memiliki izin melintas!"

Dari kapal utama musuh, seorang pria kekar dengan zirah emas dan tanduk kecil di dahinya muncul di geladak.

Jenderal Long Ao. Ranah: Inti Bintang Puncak.

Long Ao tertawa meremehkan.

"Zhu? Oh, pelacur dari arena pinggiran itu?" ejek Long Ao keras-keras.

"Izin melintas tidak berlaku hari ini. Aku sedang bosan. Serahkan 50.000 Batu Roh Bintang, dan mungkin aku akan membiarkan kapal rongsokanmu lewat. Atau... kau bisa naik ke kapalku dan menuangkan arak untukku malam ini."

Kru kapal Teratai Merah marah besar. Wajah Nyonya Zhu memerah menahan murka, tapi dia tahu kekuatan Kekaisaran Naga terlalu besar untuk dilawan secara terbuka. Jika dia menyerang Jenderal Kekaisaran, itu sama dengan deklarasi perang.

"Jenderal Long," suara Nyonya Zhu bergetar menahan emosi. "Permintaanmu keterlaluan. Kami dilindungi hukum turnam—"

"HUKUM ADALAH KAMI!" bentak Long Ao. Meriam naga di kapalnya mulai bersinar, mengarah ke Teratai Merah.

Tie Shan dan Shu Ling gemetar ketakutan di belakang. Mereka terbiasa ditindas oleh yang kuat.

Namun, Shi Hao melangkah maju.

Langkahnya santai, tapi suaranya yang tenang membelah ketegangan seperti pisau panas membelah mentega.

"Nyonya Zhu," kata Shi Hao. "Kau bilang kita rekan, kan?"

"Benar..." jawab Nyonya Zhu ragu.

"Kalau begitu, biarkan rekan mu mengurus anjing yang menggonggong ini."

Shi Hao berdiri di ujung haluan kapal. Dia menatap Jenderal Long Ao yang jauh di seberang sana.

"Hei, Kadal," panggil Shi Hao.

Jenderal Long Ao melotot. "Kadal?! Kau cari mati, Semut?!"

Shi Hao tersenyum miring. Di dalam tubuhnya, Darah Kaisar Naga Kekacauan (yang dia bawa dari Alam Dewa) mendidih pelan.

Di mata Shi Hao, Naga seperti Long Ao hanyalah cacing tanah yang memakai mahkota kertas.

"Kau membanggakan darah Nagamu?" tanya Shi Hao.

"Kalau begitu, cobalah membungkuk saat bertemu Leluhurmu."

Shi Hao tidak mengeluarkan tinju. Dia hanya menatap.

Tekanan Garis Keturunan Kaisar Naga.

Shi Hao melepaskan seutas tipis auranya. Hanya seutas, terfokus lurus seperti jarum, langsung menuju kapal utama Long Ao.

ZING.

Bagi orang lain, tidak terlihat apa-apa. Tapi bagi Jenderal Long Ao dan seluruh awak kapalnya yang berdarah naga... dunia runtuh.

Di dalam jiwa mereka, mereka melihat bayangan Naga Ungu Raksasa yang ukurannya melampaui bintang, menatap mereka dengan mata dingin.

"Ugh!"

Jenderal Long Ao tiba-tiba memegang dadanya. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi zirahnya.

Kakinya gemetar hebat.

BRUK.

Jenderal yang sombong itu jatuh berlutut di geladak kapalnya sendiri. Dia tidak bisa berdiri. Darahnya menjerit ketakutan, memerintahkannya untuk bersujud.

Dan bukan hanya dia.

KREK... KRAAAK!

Lantai geladak kapal emas itu retak. Ukiran kepala naga di haluan kapal mereka tiba-tiba pecah, seolah tidak berani menatap Shi Hao.

Para awak kapal Kekaisaran Naga muntah darah dan jatuh pingsan.

"A-Apa... Apa ini..." Long Ao terengah-engah, menatap Shi Hao dengan horor murni. "Tekanan darah... Siapa... Siapa kau sebenarnya?!"

Shi Hao menarik kembali auranya. Dia mengibaskan tangannya seolah mengusir lalat.

"Minggir."

Satu kata itu terdengar seperti titah mutlak.

Long Ao, dengan sisa tenaganya, merangkak ke arah kemudi dan berteriak histeris.

"PUTAR BALIK! MINGGIR! BERI MEREKA JALAN! CEPAT!"

Tiga Bahtera Perang Emas yang gagah itu panik, bertabrakan satu sama lain saat mencoba menyingkir dari jalur Bahtera Teratai Merah.

Bahtera Nyonya Zhu melaju tenang melewati mereka.

Saat mereka berpapasan, Shi Hao menatap Long Ao yang masih berlutut. Shi Hao tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum tipis.

Hening.

Di atas Bahtera Teratai Merah, Nyonya Zhu, Tie Shan, Shu Ling, dan Luo Tian menatap punggung Shi Hao dengan mulut ternganga.

Mereka tidak merasakan aura naga itu (karena mereka bukan ras naga), tapi mereka melihat hasilnya. Jenderal Kekaisaran berlutut dan kapalnya retak hanya karena satu tatapan Shi Hao.

"Tuan Feng..." Tie Shan berbisik, matanya penuh kekaguman. "Dia... menakutkan."

Shi Hao berbalik, kembali ke mode santainya.

"Kenapa melamun? Jalannya sudah bersih. Ayo lanjutkan perjalanan. Aku mau tidur siang."

Shi Hao melenggang pergi ke kabinnya, meninggalkan legenda baru yang mulai menyebar di antara bintang-bintang: Bahwa ada seseorang di Bahtera Teratai Merah yang bisa membuat Naga berlutut tanpa menyentuh pedang.

1
Eka suci
kalau SDH punya tempat sendiri saat keluarga mu dari alam bawah naik punya tempat shi kamu punya beberapa kehidupan dan beberapa keluarga di setiap reinkarnasi mu
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Selamat anda mendapat julukan " Silver Fans ".
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 2 gift ☕ dan 2 gift 🌹 lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Shen Zhu Shi Hao
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!