NovelToon NovelToon
Simpanan Majikan Ku

Simpanan Majikan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ajani Wuhhgy

Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.

Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback 1

Matahari bersinar dengan terang membuat Arkhana mengerjabkan mata nya beberapa kali sembari menguap.

" Udah bangun lo?. " Gumam seorang wanita dengan pakaian santai tanpa make up tebal menghiasi wajahnya.

Arkhana yang terkejut dengan suara itu langsung terduduk dan nampak bingung kenapa dia bisa berada di sana, mata nya tertuju pada wanita itu yang mulai tertawa melihat tingkah Arkhana.

" Tenang aja gue gak ngelecehin lo aman deh, lagian gak usah kek orang bodoh gitu lah.. " Celetuk nya.

" Bodoh lo ngomong, gue bodoh?. " Ucapan Arkhana semakin membuat wanita itu tertawa dengan keras.

" Wajahnya seperti tidak asing, tapi siapa?. " Batin Arkhana diam.

Wanita itu membuka gorden besar agar matahari masuk dengan sempurna. Mata nya menatap lurus ke hamparan pepohonan di rumah besar itu mata nya yang indah seperti berbinar dan hidup.

" Lo siapa, kok gue lupa dan kenapa gue bisa ada disini sekarang. Seingat gue.. "

" Lo mabuk semalam, makanya gue bawa ke sini biar gak di lecehkan noh sama gay gay disitu mau loh.. " Ucapan Nya seketika membuat Arkhana menggeleng keras dan bergidik ngerti.

" Lo lupa sama gue?. "

" Gak tau, muka lo tuh yeee kek pasaran kayak gue pernah liat lo seperti kenal tapi gue lupa?. " Arkhana berusaha mengingat siapa wanita di depan nya itu.

" Samantha.. " Seketika mata Arkhana melotot tak percaya melihat wanita itu dari ujung kepala nya sampai kaki.

" That's me.., gak usah kek orang bodoh Arkha.. " Celetuk wanita bernama Samantha itu.

" Gak mungkin, Samantha serious lo Samantha tapi kayak gak mungkin lo... " Samantha mendekati Arkhana duduk di depan pria itu dengan tenang di iringi senyuman manis yang begitu tulus.

" Iyaa, ini gue Samantha Claudya. Gadis bodoh yang hampir kehilangan hidup nya 10 tahun yang lalu dan saat itu gue ketemu lo yang dengan bodoh nya mendukung niatan buruk gue itu yaaa walaupun pada akhirnya gue masih hidup di dunia ini Arkhana... " Arkhana tertegun menatap mata yang sama yang pernah menatapnya namun dengan lianangan air mata.

Flashback 10 tahun yang lalu

Saat itu umur Arkhana 25 tahun pemuda dengan sejuta wanita yang menyukai nya, meski begitu Arkhana hanya mencintai seorang gadis bernama Natasya Wilona Mery.

Saat itu Arkhana sedang berjalan sendiri di sebuah bukit di mana orang orang jarang mendatangi nya. Hamparan rumput hijau dan sebuah sungai mengalir jernih, Arkhana menemukan tempat itu saat usia nya masih belasan tahun dia sering berkunjung bersama dengan teman teman nya meski sekarang mereka sudah jarang bertemu.

Mata hitam nya melihat sosok gadis dengan seragam SMA nya sedang menangis tersedu-sedu dengan sebuah pisau di tangan nya yang lain, Arkhana yang cuek cuman duduk di seberang batu yang juga di duduki gadis itu.

Arkhana diam memperhatikan gadis SMA itu yang belum menyadari kehadiran nya. Baju nya terlihat kotor dan ada sobekan di beberapa tempat yang menunjukkan bagian tubuh nya, Arkhana diam tanpa mengeluarkan suara.

" Masa depan gue udah rusak karena bajingan itu, gue gak berguna... " Pekik nya dengan keras membuat Arkhana tidak bergerak. Dadanya sesak saat tahu jika gadis itu baru saja di lecehkan.

" Gue mau matiiiiiiiii tuhannnnnnnn gue mau mati... " Pekik nya lagi dengan lantang membuat mata Arkhana langsung tertuju pada sebilah pisau kecil yang hendak gadis itu rai.

" Kalau lo mati mereka seneng dong, udah dapet ke perawanan lo dah nyicip tubuh molek lo dah tu lenyap gak ada pembalasan atau apa gitu?. " Seketika gadis itu terkejut dan memundurkan tubuh nya saat Arkhana menatapnya.

Melihat orang asing berada deket dengan nya dengan kondisi jauh dari penduduk membuat pikiran gadis itu kalu, peristiwa beberapa jam lalu masih teringat jelas dan kini dia di suguhkan dengan sesuatu yang tidak terduga.

Arkhana dengan celana bahan hitam dan kemeja putih yang dia tekuk sebatas siku membuat gadis itu merasa sedikit takut dan waspada.

" Kenapa takut gue perkosaan juga lu?. "

" Lo siapa ngapain lo disini, oh lo juga mau nikmatin tubuh gue nih silakan tunggu gue mati dulu setelah itu lo bisa nikmati tubuh gue sepuas loh.. " Pekik nya dengan menodong kan pisau kecil itu ke pada Arkhana.

Arkhana hanya tertawa terbahak-bahak membuat gadis itu bingung.

" Yaa udah sih buruan, gue tunggu deh sampek lo yah.. " Arkhana menopong dagunya dengan kedua tangan nya sembari menatap lekat wajah cantik dan polos gadis itu.

" Dia cantik wajar jika banyak orang yang menginginkan nya, sikap angkuh nya pasti membuat sebagian orang tidak menyukai gadis itu hingga berbuat gila seperti itu. " Batin Arkhana merasa kasihan.

Lambat laun gadis itu terdiam tangannya lemas kemudian kembali menatap air sungai yang mengalir deras, langit semakin terlihat Oranye menandakan malam akan segera datang.

Isakan masih terdengar dari nya bahkan beberapa panggilan masuk nampak berbunyi nyaring dari tas sekolah yang berada tak jauh dari nya, Arkhana sendiri hanya diam sembari memperhatikan gadis itu yang masih diam terisak.

" Kagak jadi mati?. " Celetuk Arkhana membuat gadis itu menatapnya kesal.

" Naapa luu, tadi katanya mau mati biar gue bisa menikmati tubuh krempeng lo mana kagak mati mati dah.. " Dengan kesa gadis itu melempar tas sekolah nya pada Arkhana membuat pemuda itu memekik pelan saat tas nya mendarat sempurna di wajah Arkhana.

Arkhana membuka tas gadis itu mengambil ponselnya dan membuka nya melihat jika gadis itu tidak merespon apapun yang dia lakukan saat itu, Arkhana terkejut saat ada pesan di mana Vidio gadis itu yang sedang tidak berdaya di kirim di grub sekolah nya.

" Wah parah ni bocah bocah kurang ajar emang, anak orang di gilir gini anjing emang.. " Batin Arkhana tak percaya belum lagi ada beberapa panggilan masuk dari orang tua gadis itu.

Arkhana yang tidak tega langsung membuang ponsel itu dan melihat gadis itu yang tetap diam tidak bergeming, Arkhana menghela nafas pelan melihat gadis itu dan melihat langit yang semakin menggelap.

" Gue antar pulang, mati nya kapan kapan aja gimana?. " Ucap Arkhana tanpa ada respon dari gadis itu.

" Nama gue Arkhana Wijaya nama lo sapa?. "

Hening gadis itu diam beribu bahasa membuat Arkhana kesal kemudian mendekati gadis itu menarik tangan nya agar berdiri, bahkan tubuh nya saja tidak sampai pada dada Arkhana membuat pria itu semakin tak tega melihat nya.

" Lo tahu mereka di mana, gue akan buat mereka merasakan apa yang lo rasain. Hapus air matanya dan ikut gue kita selesai semua nya biar adil.." Seketika ucapan Arkhana membuat gadis itu menatapnya matanya seperti tidak percaya dengan ucapan pemuda di hadapan nya itu.

" Gue Arkhana mungkin kita bisa jadi teman setelah ini. " Arkhana mengulurkan tangannya pada gadis itu yang langsung di sambut hangat oleh nya.

" Samantha Claudya, janji buat mereka merasakan apa yang gue rasaian?. " Arkhana tersenyum kemudian melepaskan kemeja nya memasang kan nya ke tubuh gadis itu meski dia sendiri hanya mengenakan kaos dalam berwarna putih.

Samantha membawa Arkhana menuju sebuah club malam yang cukup terkenal di kota itu ada rasa takut di matanya saat melihat jejeran motor dan mobil yang begitu familiar.

" Lo percaya kan sama gue?. " Samantha menganguk kemudian mengikuti Arkhana yang bejalan santai masuk kedalam club tersebut.

Karena sudah melihat wajah wajah pemuda pemuda dan beberapa gadis yang menertawakan Samantha membuat Arkhana langsung dengan muda mendekati mereka.

" Itu mereka.. " Gumam Samantha lirih hampir tak dengar.

" Bejalan dan dekati mereka Samantha, tidak perlu takut aku ada di belakang mu percaya.. " Ucap Arkhana menyakinkan gadis itu yang tidak percaya dengan apa yang di ucapan Arkhana.

1
si kecil nikkey
dahlah ruwett..rumitt...Alexa juga GK jelas...kau menanam angin Alexa takutnya menuai badai bukan angin sepoi sepoi😄
Ajani Wuhhgy: angin badai ini kak🤣
total 1 replies
Ajani Wuhhgy
Terima kasih komen nya kakak
si kecil nikkey
setres sendirian aja sam, jng buat orang lain celaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!