NovelToon NovelToon
Benih Titipan Sang Milyarder

Benih Titipan Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Slice of Life / Single Mom / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Apa jadinya jika air ketuban pecah di malam kencan pertamamu?

Panik dan syok, itulah yang dirasakan Maggie saat menjalani kencan pertamanya dengan Kael, seorang miliarder tampan dan karismatik.

Kencan romantis itu mendadak berubah kacau ketika air ketubannya pecah di tengah acara makan malam.

Alih-alih ikut panik, Kael justru sigap mengangkat Maggie dan membawanya ke limusin mewahnya untuk segera menuju rumah sakit.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Namamu, Nak?

Beberapa hari kemudian ....

Saatnya memberi nama bayi ini.

Mereka berdebat kembali dengan suster Lissa, karena Maggie tidak juga mau bekerja sama.

Kedua orang tuanya saling bertukar pandang dengan gugup, saat suster itu membanting sebuah formulir ke atas meja makan kecil di samping ranjang.

“Tanpa nama, kamu enggak boleh pulang!” katanya. “Dan asuransimu berhenti menanggung biaya, tepat satu jam lagi.”

Bayi itu bergerak gelisah di dadanya. “Ssssst,” kata Maggie pada suster itu. Ia tidak takut, tidak setelah semua yang sudah ia lalui. “Jangan ribut, nanti dia bangun!”

Namun suster itu tidak bergerak. “Aku enggak akan pergi sampai kamu menuliskan nama bayimu di formulir itu.”

Maggie menoleh pada Papanya, berharap bantuan. Biasanya pria itu akan melawan Godzilla demi dirinya, tetapi kali ini ia hanya mengangkat bahu. “Ya. Bayi itu butuh nama.”

Mamanya juga tidak membantu, sibuk membungkus bunga dan hadiah yang terkumpul sejak Maggie tiba di sana dua hari lalu.

Ia menoleh pada kakaknya. “Jennie?”

“Maggie, kita punya daftar nama yang bagus. Mari kita bahas sekali lagi.” Jennie menarik kursi dan membuka buku nama-nama bayi. “Ronaldo?”

“Nanti dia ngira pemain main bola!”

Jennie memutar mata, lalu lanjut. “Varrel?”

“Enggak, terlalu absurd!”

Kakaknya menghela napas. “Gibran?”

“Apa aku pernah suka itu?”

“Kamu bilang suka nama yang klasik.”

“Mereka bakal manggil dia penipu.”

“Ya. Dia enggak salah,” timpal Papa.

Maggie mengusap pipi bayi itu dengan jarinya. Jujur saja, ia pikir melihat wajahnya akan membuat nama itu terasa pas.

Ternyata tidak.

Satu-satunya hal yang muncul di kepalanya saat menatap bayi itu hanyalah cinta yang sempurna. Ia tidak mungkin menamainya begitu.

“Limbad?” kata Jennie.

“Apa sih yang kamu pikirin?"

“Petrus?”

“Udah, bawa sini bukunya! Kamu udah mulai ngaco, tuh!”

Jennie menyerah. Maggie memindahkan bayi itu ke lekukan sikunya, lalu membuka halaman demi halaman. Sebenarnya, ia sudah menandai beberapa nama.

Harry.

Pollo.

Leonardo.

Johan.

Oke, ini lebih baik.

“Johan,” katanya pada bayi itu. Wajah bayi itu mengernyit. “Oke, mungkin bukan.”

Jennie terlihat frustrasi. “What ... kamu biarin bayi itu yang menilai?”

“Itu energi kosmik,” kata Maggie.

“Bayi ini lebih tegas daripada dia,” kata Papa.

Suster itu mengangguk. “Aiisshh, itu enggak benar!”

“Ini, pegang dia.” Maggie menyerahkan bayi itu pada Jennie. Kakaknya tertawa kecil saat Maggie kembali membaca buku. “Seberapa permanen sih, aku harus pilih nama ini?”

“Nanti kamu bisa mengubahnya,” kata suster itu.

Maggie menghela napas. “Bagus.”

“Di pengadilan!” tambah si suster.

“Oh.”

Kembali ke buku.

Molly.

Rambo.

Archer.

“Katakan Archer padanya!” kata Maggie pada Jennie.

Jennie menarik napas dalam-dalam, berusaha sabar, lalu membisikkan “Archer,” di dekat telinga bayi itu.

Bayi itu tidak bereaksi.

"Hmmm,"

Stefan.

Xander.

Zeke.

Sial, ini sudah di akhir daftar.

Maggie menyandarkan tubuh ke bantal. “Kenapa sesulit ini, sih?”

“Ini keputusan besar,” kata Mama.

“Benar. Jadi kenapa aku ditekan seperti ini?”

“Aturan rumah sakit,” kata suster. “Untuk formulir jaminan sosial."

“Biann ... Biann.” Ia mengulurkan tangan ke arah bayi itu. “Coba, biar aku gendong lagi.”

Ia mengangkat kakinya, membentuk semacam tanjakan dengan paha, lalu meletakkan bayi di sana dan mengayunkannya perlahan sampai mata biru keabu-abuan itu terbuka.

“Apa pendapatmu soal Biann, jagoan kecil?” tanyanya.

Bayi itu menguap lebar, lalu mengepalkan tangan mungilnya.

“Itu artinya iya!” kata suster.

Satu ruangan pun langsung bersorak.

“Cucuku hebat. Dia yang memilih nama itu sendiri!” kata Mama sambil memeluk Papa.

Jennie mengangguk. “Pilihan yang bagus.”

“Kasih aku formulir itu,” kata Maggie sambil menyerahkan bayi ke Mama. Ia menarik kertasnya. “Eh, tunggu dulu.”

Semua orang menatapnya.

“Kenapa?” tanya Papa.

“Dia juga butuh nama belakang!”

...𓂃✍︎...

...Kau bukanlah rumah untuknya, mengapa masih sibuk membuatnya merasa aman....

...────୨ৎ────...

1
Cindy
lanjut
Nar Sih
asyikk ahir nya recana kael berhasil meggie ikut 👍
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Rainn Ziella
😭🤣
Karunia Disha
ehh,, aq ikut ngos"an🤣
Karunia Disha
maggie yg mau melahirkan tp aq yg deg"an😆
DityaR 🌾: 🤭🤭🤭🤭 wkwkwk
total 1 replies
Rainn Ziella
Cieeee
Rainn Ziella
Wkwkwk totalitas bngt 😭
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Rainn Ziella
Bahlil aja 😭🗿
Rainn Ziella
Langka ni orang
Rainn Ziella
Dikata bom apa 🗿
Rainn Ziella
Banyak nanya ihh kesel ya meg 😭🤣
Adellia❤
om ganteng udah nandain seseorang🥰🥰
Afrilho
Mampir👍
Rainn Ziella
Ga expect bgt meg 😭🤣
Azarah Jaimani Azarah
untung gk lahiran di mobil kayak aku .
tapi aku gk naik limosin aku naik mobil trios mobil keluarga yg sederhana .
Rainn Ziella: Serius kak? Terus lahirannya sama siapa kak pas di mobil itu
total 1 replies
Adellia❤
untung enggak pake boxer rainbow🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!