Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Bintang Jatuh Membelah Malam
Dengan kekayaan sepuluh ribu koin emas kristal di dalam cincin penyimpanannya, hal pertama yang dilakukan Lin Xuan setelah keluar dari Paviliun Bela Diri bukanlah pulang, melainkan mengunjungi Paviliun Senjata Kota Azure.
Ia membeli sebuah pedang panjang berwarna perak gelap bernama Pedang Angin Dingin seharga tiga ribu koin emas. Itu adalah senjata Kelas Fana Tingkat Menengah. Meski bukan pedang spiritual sejati, bilahnya terbuat dari Besi Es Seribu Tahun yang sangat tajam dan mampu mengalirkan energi spiritual dengan lancar.
Pagi keesokan harinya, Lin Xuan telah berdiri di pinggiran Hutan Iblis Azure—sebuah wilayah berbahaya yang membentang ribuan mil di belakang gunung Klan Lin, dipenuhi oleh Binatang Buas Spiritual (Magical Beasts) yang haus darah.
"Tempat ini cukup sepi," gumam Lin Xuan sambil melompat ke atas sebuah cabang pohon raksasa. Ia duduk bersila dan meletakkan Pedang Angin Dingin di pangkuannya. "Senior, aku siap."
Di dalam Dantiannya, Mutiara Kekacauan bergetar pelan. Suara Sang Demon Venerable menggema, membawa wibawa yang absolut.
"Seni Pedang Ilusi Sisa Bintang yang kaubawa itu mencoba meminjam kekuatan bintang dari luar tubuh. Itu adalah jalan yang bodoh bagi manusia fana. Di bawah bimbinganku, teknik ini akan diubah menjadi 'Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial'. Ingat, bocah, tubuhmu adalah semesta itu sendiri. Kau tidak meminjam kekuatan bintang; kau MENCIPTAKAN bintang itu dari dalam Dantianmu dan menghancurkannya ke arah musuh!"
Bersamaan dengan kata-kata itu, seberkas cahaya emas menyilaukan meledak di dalam benak Lin Xuan. Ingatannya tentang slip bambu cacat itu terhapus secara paksa, digantikan oleh rute peredaran Qi yang luar biasa rumit dan ganas.
"Argh!" Lin Xuan menggertakkan giginya.
Rute meridian yang ditunjukkan oleh Sang Demon Venerable benar-benar gila. Ia harus memaksa energi spiritualnya mengalir melawan arus, melewati sembilan titik meridian mati yang biasanya dihindari oleh semua kultivator karena berisiko meledakkan pembuluh darah.
Namun, Seni Penempaan Tubuh Kekacauan Primordial membuktikan nilainya. Tubuh Lin Xuan yang telah diperkuat layaknya baja menerima aliran energi yang brutal itu. Energi abu-abu pekat dari Mutiara Kekacauan membungkus meridiannya, melindunginya dari kehancuran sambil terus memadat.
Satu jam... dua jam... keringat bercampur darah hitam merembes dari pori-pori Lin Xuan, mengeluarkan sisa-sisa kotoran terakhir di tubuhnya.
Tiba-tiba, Lin Xuan membuka matanya. Sepasang pupilnya memancarkan kilatan cahaya abu-abu keperakan yang tajam seperti pedang sungguhan.
Ia melompat turun dari pohon, mencabut Pedang Angin Dingin dari sarungnya. Pedang itu berdengung hebat seolah merasakan energi mengerikan yang disalurkan ke dalamnya. Qi di sekitar Lin Xuan melonjak dan memadat di ujung bilah pedang, memancarkan cahaya abu-abu redup yang seberat gunung.
"Jurus Pertama: Bintang Jatuh Membelah Malam!"
Lin Xuan menebas ke depan secara horizontal. Gerakannya tampak sederhana, tanpa ilusi atau gerakan bunga yang rumit. Namun, saat pedang itu berayun, udara di sekitarnya seolah tersedot ke ruang hampa.
SWOOOSH! BOOOM!
Sebuah gelombang pedang berbentuk bulan sabit berwarna abu-abu sepanjang lima meter melesat keluar. Gelombang itu menghantam sebuah batu karang seukuran rumah di depannya. Tidak ada suara benturan keras, hanya suara robekan yang sangat halus.
Batu raksasa itu... terbelah menjadi dua dengan potongan yang sehalus cermin! Tidak hanya itu, gelombang pedang tersebut terus melesat ke belakang, menebang belasan pohon raksasa berdiameter dua meter sebelum akhirnya menghilang.
Lin Xuan menatap hasil tebasannya dengan napas memburu, matanya membelalak tak percaya. "Kekuatan penghancur ini... bahkan seorang kultivator Pembentukan Fondasi awal tidak akan berani menerima tebasan ini secara langsung!"
"Hmph. Jangan terlalu berpuas diri," cibir Sang Demon Venerable. "Itu baru tiga puluh persen dari kekuatan aslinya karena pedang fanamu itu hampir hancur."
Lin Xuan melihat ke arah Pedang Angin Dingin di tangannya. Benar saja, terdapat retakan-retakan halus di sepanjang bilahnya. Senjata fana biasa tidak mampu menahan tekanan dari energi Kekacauan Primordial.
GRRRRRR...
Tiba-tiba, sebuah geraman rendah yang menggetarkan tanah terdengar dari balik semak belukar yang lebat. Bau amis darah yang menyengat langsung memenuhi udara.
Mata Lin Xuan menyipit. Dari balik bayangan pohon yang tumbang, sesosok bayangan hitam besar melangkah keluar. Itu adalah Macan Tutul Bayangan Darah (Blood Shadow Leopard), seekor Binatang Buas Spiritual Tingkat 1 Puncak, setara dengan kultivator manusia di Tahap Kondensasi Qi tingkat 9!
Bulu macan tutul itu sehitam tinta, namun memiliki garis-garis merah darah yang berpendar. Hewan buas itu rupanya terpancing oleh fluktuasi energi spiritual yang dilepaskan Lin Xuan tadi. Ia menatap Lin Xuan dengan air liur menetes, melihat pemuda itu sebagai suplemen darah yang lezat.
"Bagus," Lin Xuan menyeringai dingin, mengangkat pedangnya yang retak. Darah di tubuhnya mendidih, hawa pertempuran membara di matanya. "Aku butuh batu loncatan yang nyata, dan kau mengantarkan dirimu sendiri."
SWOOSH!
Macan Tutul Bayangan Darah tidak menunggu. Dengan kecepatan yang hanya menyisakan bayangan merah di udara, monster itu menerkam maju. Cakar tajamnya yang berkilau menyasar leher Lin Xuan. Kecepatannya jauh melampaui Lin Hu; jika itu Lin Feng, ia mungkin harus menggunakan teknik pertahanan tingkat tinggi untuk menghindarinya.
Namun, indra Lin Xuan yang diperkuat oleh Mutiara Kekacauan menangkap setiap gerakannya dengan jelas.
Alih-alih mundur, Lin Xuan memiringkan tubuhnya ke samping dengan sudut yang mustahil, membiarkan cakar mematikan itu lewat hanya beberapa sentimeter dari wajahnya. Pada saat yang bersamaan, pedangnya menebas dari bawah ke atas.
CLANG!
Bilah pedang berbenturan dengan kulit macan tutul yang sekeras baja, memercikkan bunga api. Tangan Lin Xuan terasa sedikit kebas, namun ia hanya tertawa. "Tubuh fisik yang bagus! Coba tahan ini!"
Tanpa memberi monster itu kesempatan untuk memutar tubuh di udara, Lin Xuan memusatkan kekuatan sepuluh ribu katinya ke kaki kanan dan melepaskan tendangan cambuk langsung ke perut macan tutul tersebut.
BRAK!
Binatang seberat lima ratus kilogram itu terpental menabrak pohon raksasa hingga pohon itu tumbang. Macan Tutul Bayangan Darah meraung marah, memuntahkan seteguk darah, matanya kini memerah sepenuhnya akibat skill bawaan rasnya: Berserk (Amuk Darah). Auranya melonjak, nyaris menyentuh ambang batas Tahap Pembentukan Fondasi!
Hewan buas itu melesat lagi, kali ini memuntahkan bilah-bilah angin berwarna merah darah dari mulutnya, menutupi semua rute pelarian Lin Xuan.
"Mati kau!" Lin Xuan tidak berniat bermain-main lagi. Energi abu-abu meledak dari Dantiannya. Ia mencengkeram gagang pedangnya dengan dua tangan. Aura kematian dan kehancuran kuno menyelimuti tubuhnya.
"Bintang Jatuh Membelah Malam!"
Tebasan bulan sabit abu-abu kembali tercipta. Bilah-bilah angin merah milik macan tutul itu hancur seketika saat bersentuhan dengan energi pedang Lin Xuan, layaknya kertas basah yang robek.
Gelombang pedang itu terus melaju dengan kecepatan kilat dan melewati tubuh Macan Tutul Bayangan Darah yang sedang melompat di udara.
Waktu seolah berhenti sejenak.
Srashhh!
Tubuh monster ganas itu terbelah rapi dari kepala hingga ke ekor. Darah menyembur seperti hujan, mewarnai dedaunan di sekitarnya. Binatang Tingkat 1 Puncak itu terbunuh hanya dalam satu serangan mematikan!
Lin Xuan mendarat dengan anggun, pedangnya berdenting pelan saat ia menyarungkannya kembali—meski kini bilahnya dipenuhi lebih banyak retakan. Ia berjalan maju dan dengan tenang menggali Inti Spiritual (Beast Core) seukuran kelereng berwarna merah darah dari bangkai macan tutul itu.
"Ini bisa dijual seharga lima ratus emas, atau kugunakan untuk memurnikan Pil Pengamuk Darah," gumamnya puas.
Namun, sebelum Lin Xuan bisa beristirahat, Sang Demon Venerable tiba-tiba memperingatkan.
"Bocah, sembunyikan auramu. Ada fluktuasi energi yang sangat besar tiga mil di arah utara. Seseorang di Alam Pembentukan Fondasi tingkat akhir sedang bertarung... dan sepertinya mereka sedang diserang oleh racun."
Lin Xuan mengerutkan kening. Instingnya menyuruhnya untuk pergi menjauh, tetapi rasa penasarannya—dan insting bahwa di mana ada bahaya tingkat tinggi, di situ ada harta berharga—mendorong kakinya untuk bergerak maju. Ia menyembunyikan auranya menggunakan Mutiara Kekacauan dan melesat melintasi dahan-dahan pohon bagai hantu tanpa suara menuju ke arah utara.
Setibanya di sana, matanya terbelalak melihat pemandangan di sebuah lembah kecil di bawahnya.
Berdiri dengan gaun sutra putih yang kini dihiasi bercak darah, adalah wanita misterius berkerudung dari Paviliun Seribu Ramuan. Di sekelilingnya, terbaring tiga mayat kultivator berbaju hitam. Namun, yang membuat napas Lin Xuan tercekat adalah monster yang saat ini sedang mengepung wanita itu.
Itu adalah Ular Piton Cincin Besi Berbisa—seekor Binatang Buas Spiritual Tingkat 2 Menengah, setara dengan manusia di Tahap Pembentukan Fondasi tingkat 5! Dan wanita itu tampak melemah, wajahnya yang pucat tersingkap sedikit dari balik kerudungnya yang robek, memancarkan rona keunguan tanda ia telah terkena racun parah.
Di belakang sang wanita, sebuah bunga teratai berdaun sembilan bersinar keemasan, memancarkan fluktuasi energi spiritual yang membuat Mutiara Kekacauan di dalam Dantian Lin Xuan berdenyut lapar.
"Itu Teratai Emas Sembilan Daun..." gumam Sang Demon Venerable. "Harta karun spiritual tingkat 3! Jika kau memakannya, kau tidak hanya akan menembus Pembentukan Fondasi, tetapi tubuh fisikmu akan melonjak ke tahap berikutnya. Bocah... apakah kau berani merampoknya?"
dan kalau bisa update nya jangan lama lama