NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Kakak Ipar

Terjerat Gairah Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Aliansi Pernikahan / Romansa / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: santi.santi

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN!!!❌❌❌

Nessa Ananta atau biasa di panggil Eca, gadis yang menempuh pendidikan di luar kota akhirnya kembali ke Ibu kota setelah sebelumnya bekerja menjadi sekretaris di sebuah perusahaan.
Tapi apa jadinya jika kembalinya ke rumah Kakaknya justru mendapat kebencian tak beralasan dari Kakak iparnya.

Lalu bagaimana kisah hidup Eca selanjutnya ketika Kakaknya sendiri meminta Eca untuk menikah dengan suaminya karena menginginkan kehadiran seorang anak, padahal Kakak iparnya begitu membencinya?

Kenapa Eca tak bisa menolak permintaan Kakaknya padahal yang Eca tau Nola adalah Kakak kandungnya?

Lalu apa penyebab Kakak iparnya itu begitu membencinya padahal mereka tak pernah dekat karena Eca selama ini ada di luar kota??

Apa yang terjadi sebenarnya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Solo karir

Malam harinya, Eca membawa gelas kosongnya keluar dari kamar. Dia memang terbiasa bangun di tengah malam karena kehausan, tapi sayangnya tadi dia lupa untuk mengisi gelasnya itu dengan air putih sebelum tidur.

Jadi mau tak mau dia harus keluar kamar untuk meredakan dahaganya. Dengan mata yang sedikit terpejam, Eca menyeret kakinya menuju ke dapur.

Suasana di rumah itu jelas terasa sepi seperti biasanya, juga dapur yang tampak temaram karena hanya lampu di ruang tengah saja yang dinyalakan.

Eca mengisi jelasnya dengan air dingin hingga penuh. Dia juga langsung meneguknya hingga terisa separuh dari gelas yang berbetuk tabung memanjang itu.

"Ahh leganya" Ucap Eca sambil menyeka bibirnya dengan punggung tangannya.

"Ohhh, ssshhh.. came on baby!!! Ohhhh ssshhhh.."

Eca melebarkan matanya juga menajamkan pendengarannya kala mendengar suara aneh itu.

Bukan suara aneh, tapi suara yang begitu menggelikan di dengar telinga Eca yang masih polos.

Tapi suara pria itu terdengar begitu dekat dengannya. Eca tentu penasaran suara siapa itu. Juga apa yang sedang di lakukan oleh pemilik suara menjijikkan itu.

"Emmhhh, kau membuatku gila. Ohhh.."

Eca menggerakkan kakinya dengan pelan untuk mendekat pada suara itu.

"Sebenarnya itu suara siapa? Kayaknya di ruang tengah deh" Eca seperti tak mengenali suara parau dan serak itu.

Tapi mendengar suaranya saja sepetinya Eca bisa menebak apa yang sedang di lakukan oleh pria itu.

Di rumah itu hanya ada tiga orang yang tinggal di sana. Selain dia tentu ada sepasang suami istri yang menjadi pemilik rumah itu. Kalau bukan Eca pelakunya, tentu saja Kakaknya yang sedang melayani suaminya saat ini.

Sebenarnya Eca tak punya keinginan untuk melihat apa yang menjadi penyebab suara erotis itu begitu mengganggu telinga. Tapi memang jalan menuju kamarnya itu melewati ruang tengah, mau tak mau dia tetap harus melewati pemilik suara itu.

Tapi, ketika Eca berusaha sepelan mungkin saat berjalan dan berusaha untuk tak terlihat dengan cara berjalan dari ujung ke ujung, Eca justru di kejutkan sampai membeku di tempatnya. Air dalam gelas yang ia pegang juga membentuk gelombang karena tangannya bergetar hebat saat ini.

"Akhh, sshhh.."

Bagaimana tidak, saat ini Eca di suguhi pemandangan yang tak masuk akal bahkan tak masuk ke dalam bayangan otaknya sama sekali.

Entah karena rasa kantuknya tadi saat keluar kamar tak menyadari jika Kakak iparnya duduk di sofa ruang tengah itu atau memang Kakaknya yang duduk di sana setelah ia berada di dapur, Eca tidak tau jelasnya bagaiman tapi sekarang ini...

Bara duduk di sofa sambil memainkan tongkatnya sendiri. Baju tidur yang berbentuk bathrobe itu di singkap hingga memperlihatkan bagian p*ha sampai ke tongkat yang saat ini sedang di genggam dan dimainkan oleh Bara sendiri.

Yang membuat Eca membeku di sana adalah, Bara yang kini justru menatap lurus ke arah matanya. Pria beristri yang memilih menuntaskan h*sratnya di ruang tengah itu seakan mengunci Eca di sana.

Sungguh Eca ingin lari dari sana karena dia di hadapkan dengan hal tak seno*oh itu. Tapi kakinya sulit di gerakkan. Matanya berkaca-kaca ingin menangis karena tak bisa pergi dari sana.

"Oouuuhh..sshhh.. aakkhhhhhh!!"

Eca memejamkan matanya saat melihat tongkat besar itu mengeluarkan sesuatu yang membuat Kakak Iparnya itu mende**h dengan begitu panjang.

Eca merasa menjadi orang paling bodoh, paling menjijikkan karena terus berada di sana dan melihat semua yang dilakukan Kakak Iparnya.

Dia sendiri tidak tau kenapa kakinya tak dapat bergerak dari sana. Tubuhnya saja sampai begitu dingin karena ketakutan dan keringat yang mengalir di pelipis serta lehernya.

Mata Eca baru terbuka kembali saat dia mendengar langkah kaki menjauh dari sana kemudian satu demi satu menaiki tangga dengan pelan.

"Astaga, apa yang tadi aku lihat?" Eca meraup wajahnya yang penuh keringat.

Dia juga langsung menandaskan minuman di dalam gelasnya karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kembali kering.

"Kemana Mbak Nola sampai Mas Bara memilih bersolo karir kaya gitu?" Eca mengusap dadanya yang masih berdetak dengan keras.

Menyaksikan hal seperti itu tentu saja baru pertama kali di dalam hidupnya sejauh dua puluh lima tahun ini.

"Parahnya, Mas Bara kenapa nggak malu sama sekali karena ada aku? Apa dia nggak lihat? Tapi enggak! Dia jelas-jelas melihatku di sini" Eca masih tak percaya.

"Aduh mataku benar-benar ternoda!" Eca menyesal karena harus keluar dari kamar. Kenapa juga dia harus lupa mengisi minum sampai harus melihat Kakaknya konser sendiri dengan mikrofon di tangannya yang digerakkan begitu lincah.

Wanita yang kini jadi semakin takut dengan Kakak iparnya itu mencoba berjalan dengan limbung menuju ke kamarnya.

"Aku bisa gila kalau kaya gini" Eca bersandar pada pintu kamarnya.

"Apa aku bilang aja sama Mbak Ola kalau mau kontrak rumah sendiri. Kan kalau Mbak Ola kesepian aku bisa ke sini. Daripada aku nggak tenang terus kaya gini" Gumam Eca sambil memijit kepalanya yang terasa pening karena melihat Kakak iparnya tadi.

"Kira-kira Mbak Nola tau nggak ya?" Gumam Eca.

"Udahlah Ca. Lupakan, meski matamu sudah ternoda. Cobalah lupakan dan tutup matamu sepeti Mas Bara yang bersiap biasa saja setelah aku melihat semua yang dia lakukan tadi. Oke Ca, kamu bisa demi Mbak Nola!"

1
Marina Tarigan
haha walaupunkamu kepikiran mengenai pemberian Pak bos wajar2 juga cuma salahnya kamu kedean langsung mengatakan pd temanmu jamu ngotot dan keras kepala mknya jadi malu dan akhirnya kamu disinfir satu kantor ya
Marina Tarigan
semoga eca tdk marah deh
Marina Tarigan
sirat Bara setelah mengalami perselingkuha Nola yg menyakitkan baginya dia txk suka siapapun yg terkait dgn Eca mknya coklat dsri jepang utk idtrinya dikasih sn indy jugs kalunh dari Efan pun tetus dia kasih sm indy karena taju orang serba kekurangan tahu 2 dindy salah paham hingga pecicolan siapapun di pihak cindy pasti besar kepala
Marina Tarigan
jgn terus ngasih2 apalagi pak bara nanti cindy nganggao lain padahal pak Bara sdh menyelidiki Cinfy yg sangat prihztin karena serba lekurangan apapun hingga bantu
Marina Tarigan
bara jumpa bara umar jadi heru bara jumpa salah terus untung kita tanggap
Marina Tarigan
singkirkan pengacau rmh tgga kalian jauh2 atau suruh polisi penjarakan karena Nita terus2an ingin merampasmu dari Nola lagi pula heru sdh tahu perangai Nita dari orang suruhan kan jfn kasih celah kalau dia mau bunuh diri itu urusan dia serahkan sm polisi
Marina Tarigan
pak Heru tdk tahu ya Nita menemui lola di restonya dan membongkar semua masa lalu lola dan mengatakan txk layak jadi istri kamu pak mjnya dia pergi dp tersiksa tak usah punya suami
Marina Tarigan
suruh orang lain mwnjaga Nita Heru itu hanya usaha Nita utk menjerat kamu dan sesudah sembuh biarkan dia masuk penjara utk mempertanggung jawab perbuatannya kalau kamu kasih ruang pasti menghancurkan rmh tggmu
Marina Tarigan
jaga hatimu Indy jgn salah sangka Bara memang baik dan suka menolong
Marina Tarigan
aduhai wanita gatal lagi muncul
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
gitu dong jelaskan semua mulut manusia tdk ada rem utk buat kesimpulan sendiri hanya dengar2an saja terus buat kesimpulan
Marina Tarigan
aduh Nola rupaya nasipmu sepepprti belatung ya gatal dan perih punya suami yg sangat mencintaimu punya segala idola banyak wanita kok kau abaikan laki2 diduakan merasakan sangat terhina kamu kejar totomg yg tua kamu tinggalkan laki2 tampan yg perkasa takdirmu membaws kehancuranmu sendiri kawan
Marina Tarigan
sayang bukan seperti yg kamu pikikan begitu Nola ia ah nikah saja sm kakek itu jadi pelakor kan sfh lebih 5 thn kamu dibacok opa2 itu sdh seperti suamimu kan selama ini
Marina Tarigan
jgn marah dek itu terjadi karena ulahmu nikmati saja kamu giling cabe kan pedad nya di kau dulu
Marina Tarigan
jijik tingkahny seperti anjing
Marina Tarigan
gitu dong hancurkan lola egois itu Bara mencintaimu dan siarkan psrnikahan kalian dgn meriah terus siarkan kelakuan perselingkuhan lola dan bukti lola tdk mau punya anak dgn buti suntik KB dar dr yg terlibat
Marina Tarigan
suka2 nya pak bos ya kalau to de poin gak seru tapi kenyataan mana ada begitu kecuali kakak meninggal ada anak yg masih kecil bisa saja ditekan menikah demi anak tapi tindakanmu itu Nola nilai 100 kamu yg memaksa eca sm bara menikah sekarang menghina suami dan eca itu ciri2 orang gatal semua kelakuanmu mengantam kamu sampai hancur
Marina Tarigan
lanjut seduka hati
Marina Tarigan
berikan yg terbaik utk eca dan Bara dua2nya tersakiti eca menyakiti Efan. Bara disakiti dan diselingkuhi pelacur tak yahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!