NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Tanggung Jawab Sang Sekretaris

Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden otomatis apartemen Sean terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kelopak mata Lyra. Ia mengerang, kepalanya masih terasa berdenyut akibat sisa alkohol semalam. Namun, rasa hangat yang melingkari pinggangnya membuatnya tersentak sadar sepenuhnya.

Lyra menoleh perlahan dan jantungnya nyaris melompat keluar. Di sana, Sean Nathaniel Elgar—bosnya yang paling kaku sejagat raya—tengah tertidur lelap dengan wajah yang tampak begitu damai.

Lyra memberanikan diri mengintip di balik selimut sutra hitam itu. Kosong. Mereka berdua benar-benar polos.

Mati aku, batin Lyra. Harapan yang ia jaga selama dua puluh delapan tahun, kehormatan yang ia simpan rapat-rapat karena rasa takut akan latar belakang keluarganya, kini telah hancur dalam semalam. Dan pelakunya adalah pria yang paling ia hindari dalam urusan asmara.

Saat ia mencoba beringsut untuk turun dari ranjang, sebuah rasa perih yang luar biasa menghujam area intimnya.

"Aw..." Lyra meringis, tubuhnya lemas kembali ke kasur.

"Mau ke mana, Sekretaris Graceva?"

Suara berat dan serak khas bangun tidur itu membuat Lyra membeku. Tangan Sean di pinggangnya justru semakin erat menarik Lyra kembali ke dalam dekapannya yang panas.

"Saya... saya mau mandi, Pak. Saya ada janji," ujar Lyra, berusaha terdengar sedingin mungkin meski suaranya bergetar.

Sean membuka satu matanya, menatap Lyra dengan senyum tipis yang tampak sangat menyebalkan. "Janji dengan siapa? Kencan buta yang lain?"

Lyra menghela napas panjang, mencoba memasang wajah "cuek" yang paling meyakinkan. "Hanya urusan pribadi. Dan soal semalam... Bapak tidak perlu merasa bersalah. Anggap saja itu one night stand biasa. Di zaman sekarang, hal seperti itu sudah lumrah, kan? Saya juga tidak terlalu memikirkannya."

Sean hampir saja tertawa terbahak-bahak. Ia menatap noda merah yang masih terlihat jelas di sprei, lalu menatap wajah Lyra yang berusaha keras terlihat seperti "wanita berpengalaman" padahal matanya jelas-jelas berkaca-kaca.

"Oh, jadi kau sering melakukan ini?" tanya Sean, memancing.

"Tentu saja! Saya sudah dua puluh delapan, Pak. Bapak pikir saya sekuno itu?" jawab Lyra sambil membuang muka, hatinya menjerit karena telah berbohong demi harga diri.

"Begitu ya..." Sean melepaskan pelukannya. "Silakan kalau mau mandi."

Lyra dengan penuh percaya diri—atau lebih tepatnya paksaan diri—berdiri dari ranjang sambil melilitkan selimut ke tubuhnya. Namun, baru dua langkah, kakinya yang gemetar tidak sanggup menahan rasa sakit di bawah sana.

"Aduh!" Lyra hampir jatuh jika Sean tidak dengan sigap melompat dari ranjang dan menangkap tubuhnya.

"Masih mau berpura-pura sudah sering melakukannya, hm?" Sean mengejek, matanya berkilat penuh kemenangan.

"Saya cuma... kram kaki!"

Tanpa memedulikan bantahan Lyra, Sean langsung mengangkat tubuh Lyra dalam gendongan bridal style. Wajah Lyra memerah padam, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sean karena malu yang luar biasa. Sean membawanya ke kamar mandi, mendudukkannya dengan lembut di tepi bathtub.

"Mandi dan bersihkan dirimu. Aku tunggu di meja makan," ujar Sean setelah membantunya menyiapkan air hangat, lalu ia keluar dengan santai tanpa mengenakan sehelai benang pun, membuat Lyra kembali menjerit dalam hati.

Tiga puluh menit kemudian, Lyra keluar dengan langkah yang masih agak tertatih, mengenakan kemeja kebesaran milik Sean yang ia temukan di lemari. Di meja makan, Sean sudah duduk rapi dengan dua cangkir kopi dan sebuah map plastik transparan.

"Duduk, Lyra," perintah Sean, nadanya kembali menjadi CEO yang otoriter.

Lyra duduk dengan kaku. "Pak, soal semalam, saya benar-benar minta maaf jika saya yang memulai. Saya akan menganggap itu tidak pernah terjadi dan tetap bekerja profesional—"

"Tidak bisa," potong Sean cepat. Ia menyesap kopinya, lalu menatap Lyra dengan ekspresi serius yang dibuat-buat. "Kau harus bertanggung jawab, Lyra."

Lyra mengerutkan dahi. "Bertanggung jawab? Saya yang rugi di sini, Pak!"

"Rugi? Kau lupa apa yang kau katakan semalam? Kau menciumku duluan, kau menarikku ke ranjang ini, dan kau..." Sean menjeda kalimatnya, mencondongkan tubuh ke arah Lyra. "...kau telah merenggut keperjakaanku."

"APA?!" Lyra nyaris tersedak ludahnya sendiri. "Bapak... Bapak perjaka? Jangan bercanda! Bapak punya mantan di mana-mana!"

"Mantan hanya sekadar status untuk relasi bisnis. Tidak ada yang pernah menyentuhku sedalam yang kau lakukan semalam," ujar Sean dengan wajah tanpa dosa, meski di dalam hati ia tertawa melihat ekspresi syok Lyra. "Jadi, karena kau sudah merenggut kehormatanku, kau harus bertanggung jawab."

Sean menyodorkan map tersebut. Lyra membukanya dengan tangan gemetar. Di sana tertulis: KONTRAK PERNIKAHAN EKSLUSIF.

"Ini... apa-apaan ini?"

"Itu adalah revisi dari kontrak kerjamu. Jabatanmu bukan lagi Sekretaris Eksekutif, melainkan Istri Utama Sean Nathaniel Elgar. Tanpa batas waktu, tanpa opsi pengunduran diri, dan tanpa izin untuk bertemu pria lain selain aku."

"Pak, ini gila! Ini pemerasan!"

"Ini aturan mainku, Lyra," Sean berdiri, mengitari meja dan berdiri tepat di belakang Lyra, membisikkan kata-kata di telinganya. "Pilih kontrak ini, atau aku akan datang ke rumah ibumu dan menceritakan bagaimana kau 'memaksaku' semalam hingga sprei hitamku ternoda. Aku yakin ibumu akan sangat senang memiliki menantu sepertiku."

Lyra memejamkan mata. Ia benar-benar telah masuk ke dalam lubang harimau yang paling dalam.

"Tanda tangan, Lyra. Atau kau mau kita 'latihan' tanggung jawab lagi di ranjang?"

Dengan tangan gemetar dan hati yang bergejolak, Lyra meraih pena itu. Ia tahu, sejak detik ini, hidupnya bukan lagi miliknya sendiri, melainkan milik pria posesif yang sedang tersenyum penuh kemenangan di belakangnya.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!