NovelToon NovelToon
Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action
Popularitas:672
Nilai: 5
Nama Author: samSara

罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5 - Yamaguchi part I

...**...

...罠の中の血...

...-Wana no Naka no Chi-...

...'Darah dalam perangkap'...

...⛩️🏮⛩️...

Keesokan harinya.

Hari itu, Noa tidak pergi bekerja. Walaupun ia bersikeras tetap ingin bekerja, namun Tuan Nishikawa memaksanya untuk libur begitu mengetahui kabar duka yang menimpa Noa dan memberinya tiga hari berduka. Waktu luang yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menenangkan diri. Meski di hatinya, Noa tahu duka itu takkan hilang begitu saja. Ia menghabiskan siang dengan diam, menata rumah, dan menatap halaman yang kini terasa sunyi.

Ada keheningan baru yang melekat—keheningan setelah seseorang benar-benar pergi. Tidak ada batuk. Tidak ada suara mangkuk. Tidak ada napas berat. Rumah itu... benar-benar miliknya sekarang. Dan karena itu, terasa asing.

Malam itu, rumah tak lagi menjadi rumah. Lebih mirip cangkang yang ditinggal pemiliknya. Noa hanyalah bayang terakhir yang tertinggal di dalamnya. Ia tertidur di beranda, atau mencoba tidur.

Pilihannya tidur di luar karena di dalam rumah masih selalu terbayang ibunya. Matanya terbuka, tubuh meringkuk, tetap menggigil walaupun dengan selimut berlapis di udara malam yang menusuk tulang. Tidak ada lampu, tidak ada suara kecuali desir angin dan derak bambu yang beradu seperti bisikan arwah yang sibuk berbicara.

Ia menoleh ke samping, sejenak merasa diawasi dari balik pohon. Namun ketika ia menatap ke sana, hanya gelap dan ranting. Tidak ada siapa-siapa.

"Apa sekarang aku mulai berhalusinasi," gumamnya pelan.

Dan itulah saatnya.

Saat dunia menjadi begitu hening, biasanya tanda awal bahwa ada yang tidak beres.

Seekor burung gagak terbang rendah di atas rumah, lalu menghilang ke dalam kabut. Seekor anjing menyalak jauh di ujung desa, kemudian terdiam, seolah diperintah untuk bungkam.

Noa mulai merasa dadanya sesak. Tapi tak tahu kenapa.

Ia mencoba bangkit ketika mendengar bunyi langkah tidak berat, tapi terlalu berat untuk penduduk desa. Ia menoleh.

Tidak ada siapa-siapa di jalan tanah depan rumah. Tapi ketika ia kembali melihat ke pintu rumah... pintu itu sudah terbuka sedikit.

Noa mematung.

Tubuhnya kaku. Ia merasa seperti mimpi. Tapi suara derit lantai tatami yang diinjak perlahan dari dalam rumah... itu nyata.

Satu detik. Dua detik. Napasnya tertahan, dan...

Seseorang keluar dari balik pintu. Tinggi. Tubuhnya berbalut mantel gelap. Wajahnya tak terlihat. Hanya dua mata menyala samar oleh pantulan cahaya dari senter kecil di tangannya.

"Nakamura Noa...," suara itu tenang.

Lembut seperti seseorang yang sedang membacakan nama di kelas.

Tetapi ada aura kematian di balik intonasinya.

Noa tak menjawab. Tubuhnya membeku.

"... Oretachi to issho ni koi."

(... Ikutlah dengan kami)

Noa seketika menegang. Nada bicara mereka berbeda—bukan suara yang biasa ia dengar dari warga desa. Ada sesuatu yang aneh, asing. Mereka berbicara dengan dialek Tokyo, bukan dialek Shugitani yang familiar. Otak Noa langsung menangkap bahwa ini orang luar, dari kota besar—Tokyo.

Meski begitu, rasa takut dan kewaspadaan membuatnya tetap menempel pada kebiasaannya. Ia menanggapi dan berbicara dalam dialek asli Shugitani, suara dan intonasinya alami, tapi setiap kata disampaikan dengan kalimat tertekan.

"Waté... waté... antara, dare dosu...?"

(Aku... Aku... siapa kalian... ?)

Pria itu tidak menjawab. Dari balik pohon di sisi rumah, dua sosok lagi muncul.

Mereka semua bergerak tenang. Tidak tergesa. Tidak kasar. Seperti mereka tahu gadis ini takkan ke mana-mana.

Dan mereka benar.

Satu tangan menepuk bahunya.

Yang lain menaruh sesuatu ke wajahnya, bau logam dan bunga kering menyergap hidungnya.

Gas.

Noa menjerit atau pikirnya ia menjerit. Tapi suara itu tak sempat keluar. Tubuhnya roboh ke tanah, ringan, perlahan... seperti daun yang gugur tanpa suara.

...⛩️🏮⛩️...

...Minato – Tokyo...

...Esok hari, Menjelang Petang...

Markas Utama Klan Yamaguchi-gumi.

Semburat cahaya jingga masih menyorot rendah di pelataran batu ketika deretan mobil hitam berhenti tanpa suara. Bayangan-bayangan bersenjata turun lebih dulu, mengamankan perimeter dengan gerakan yang terlalu terlatih untuk disebut manusia biasa.

Lalu, dari kursi belakang mobil tengah, tubuh mungil itu ditarik keluar.

Nakamura Noa.

Tertidur setengah sadar, rambut menutupi sebagian wajah, pipi pucat, bibir retak. Kakinya terseret. Tangan terikat di belakang. Sehelai piyama lusuh menempel di kulitnya seperti kain kafan.

Ia seperti bukan manusia.

Seperti barang yang baru saja dijemput dari gudang.

Mikami Torao berdiri tegak menyambut mereka di depan pintu utama, aura wibawanya tak terbantahkan. Saat rombongan penjemput Noa tiba, mereka segera membungkuk dalam-dalam, sikap tunduk penuh hormat pada sosok orang ketiga setelah Oyabun. Torao hanya membalas dengan sedikit tundukan kepala.

Dan dari sisi koridor utama yang menghadap halaman depan, Kuroda membeku.

Tubuhnya kaku. Mata tidak berkedip. Wajahnya perlahan berubah.

Rin.

Nama itu melintas seperti kilat.

Begitu cepat, begitu menyakitkan.

Gadis itu tampak seperti Rin.

Bukan wajahnya, tapi caranya berdiri atau lebih tepatnya, cara tubuh itu mencoba bertahan dalam ketidakberdayaan.

Dan... garis halus di bawah matanya.

Persis seperti milik Nakamura Misao alias Rin.

Tunggu... apa itu anaknya?

Kuroda melangkah setengah maju, tapi langkah itu kehilangan tenaga.

Gadis itu harusnya tersembunyi. Dan sekarang sudah tumbuh remaja.

Kini ia ada di sini.

Di jantung sarang.

Di bawah kaki Oyabun.

Kuroda menggertakkan gigi. Tangannya mengepal tanpa sadar. Matanya tidak bisa lepas dari tubuh gadis yang kini dibawa masuk oleh dua pria bersarung tangan hitam. Ia merasa kecolongan. Tak berdaya. Tak bisa berbuat apa-apa.

Gadis itu bukan ditangkap. Ia seolah dijemput.

Dan Kuroda bahkan tidak tahu.

Sementara itu, dari balkon atas, seorang pria muda—Akiro memperhatikan dengan dahi sedikit berkerut.

Tidak ada ekspresi di wajahnya—seperti biasa. Tapi matanya mengamati dengan teliti, seperti mencoba menyusun potongan puzzle yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Ano onna no ko wa dare?" (Siapa gadis itu?) gumamnya.

Tidak ada yang menjawab.

Wajahnya tenang, tapi pikirannya berputar.

Ia mengingat semua laporan, semua daftar nama, semua instruksi. Tapi tidak pernah ada tentang gadis muda dalam agenda klan.

"Dōshite kanojo o honbu ni tsurete kita no?"

(Kenapa dia dibawa ke markas utama?)

Tak ada yang menjelaskan.

Akiro turun perlahan dari balkon, menyusul Kuroda di halaman batu. Keduanya berdiri tanpa kata, menatap pintu yang kini menelan Noa ke dalam rahasia.

Kuroda akhirnya bicara, suaranya rendah dan penuh tekanan.

"Ano musume wa..."

(Gadis itu....)

Akiro meliriknya. "Ojii-san*, kanojo no koto o gozonji desu ka?" (Kau mengenalnya, Paman?)

Kuroda tidak langsung menjawab.

Ia hanya menatap kosong ke arah pintu, seperti melihat hantu masa lalu.

Kalau itu memang anaknya Rin... berarti rahasia yang seharusnya tak pernah ada, kini muncul kembali.

Dan itu berarti ia gagal.

...⛩️🏮⛩️...

Di ruangan kayu dengan lampu kertas yang redup, Oyabun duduk bersila menghadap altar kecil. Asap dupa melayang lambat di antara bayangan dinding.

"Mō tsuita no ka?" (Sudah tiba?) tanyanya, tanpa menoleh.

"Hai!, Oyabun," jawab suara di belakang.

"Bagus."

Suara itu pelan. Tapi terasa seperti pisau dingin yang menyentuh kulit.

Ia menoleh ke arah pintu geser yang sedikit terbuka, seolah berbicara pada kegelapan itu.

"Sono chi ga hontō ni isan nara, karada ga kataru hazu da."

(Jika darahnya memang warisan, maka tubuhnya akan bicara)

Ada jeda sejenak. Kemudian sambil menghembuskan napas, ia melanjutkan,

"Zen'in o hondō ni atsumero."

(Kumpulkan semua orang di aula utama)

...—つづく—...

*panggilan paman dengan hormat

1
Dylla
jadi sekalian belajar bahasa jepang kan kwkw emosional banget alurnya mak
Dylla
ga bisa berkata-kata lagi. suka banget detail nya
Faeyza Al-Farizi
bagian ini penuh teka-teki, yang paling bikin penasaran sih... siapa bapaknya si bayi. apakah oyabun? atau.... ah mari kita cari petunjuknya di bab berikutnya 👍
Faeyza Al-Farizi
Noa, mati waktu lahir. Tapi keknya bakalan mati lagi di depan. walau secara kertas lagi🥲
Faeyza Al-Farizi
walau kebenaran dikubur sekalipun, suatu saat akan bangkit 🥴
Hasif Akbar
Kasihan ya ... Misao, pasti menanggung klan Yamaguchi dan pasti menjadi buronan, sudah dipisahkan sama ibunya, ngeness gak bisa menikmati sisi cahaya dunia 🙏
Chuen lie Liem
serpihan puzzle yang ditemukan Tadashi saling melengkapi. dia yakin ini semua bukan kebetulan, RIN DAN ANAKNYA MASIH HIDUP HANYA GANTI IDENTITAS, pen. di satu tempat terpencil. Bagaimana keadaan Rin dan anaknya ? apa yang akan dilakukan Tadashi? Kita lihat saja episode berikutnya, alur ini semakin menarik, penasaran dengan plot twistnya...
Diaz Ardi
pada akhirnya tetap dipenggal, meski gen membuka mulutnya, sedari awal tadashi tidak memberikan pilihan untuk hidup.
​disisi lain, noa bener² berjuang bertahan hidup bersama bibi yang memang sebenarnya ibu kandungnya. kondisi yang cukup memprihatinkan untuk mereka berdua yang sebatang kara
Happy Netta
Ceritanya terenyuh banget, apalagi sosok bayi tak berdosa harus tumbuh didalam rahim namun keluar sudah tak bernyawa dan ngerinya berstatus cacat.. tapi salut dengan perempuan itu yg melahirkannya, ia tetap merawatnya didalam kandungan sampe di hari persalinan yg walaupun tidak akan pernah ia bisa rawat seperti saat didalam kandungannya.🥹
Happy Netta
Di awal udah negthink, tp ternyata bikin nyesek.. author bisa aja ngasih settingannya se real itu. Omg.. wajib masuk list bacaan nih!!!
Dylla
patriaki garis keras ini. apalagi latar waktunya zaman baheula
Chuen lie Liem
Hidup Rin se-derita itu, seorang gadis penghibur yang pasti cantik, mempunyai anak dari bangsawan Jepang. Bayi itu tak diakui, ibunya iusir dan didengungkan berulang anak yang lahir itu cacat dan mati. Setelah ini Rin hidup tanpa identitas, dengan anak yang tumbuh bersamanya di suatu tempat yang tersembunyi. Diksi cerita ini kuat, penjabaran membawa kita masuk ke dalam cerita tanpa dapat ditolak. padahal ini baru prolog udh sebagus ini. sangat bikin penasaran.
Zainab Firman
Langkah atau tindakan apakah yang akan dilakukan Tadashi terhadap Misao yang tak lain adalah Rin?
sungguh alur cerita ini membuat penasaran untuk terus membacanya
Zainab Firman
Karya yang sangat interest untuk dibaca, seperti mudah ditebak alur ceritanya, padahal tidak, alur ceritanya sangat kompleks dan penuh intrik
Faeyza Al-Farizi
Sumpah, ini baru prolog loh. catat, prolog.
kuat banget udahan, pengambilan konfliknya juga menarik. Geisha, si penghibur yang dihargai di Jepang. pasti si Rin ini cantik banget sampai kayaknya jadi pusat. Btw kakak Author kamu risetnya jalur film apa pernah kesana, bisa buat setting yang jepang banget 👍
Diaz Ardi
Apakah Rin ini seorang yamato nadeshiko? Tetapi menjalin hubungan dengan orang yang tak seharusnya ia bersamanya? Sehingga saat memiliki buah hati bersama sang Oya-bun. Keberadaannya harus dihapuskan bersama jejak kelahiran anak tersebut.
Faeyza Al-Farizi
kalau gitu kenapa disentuh dan dibuat ada si bayi 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!