Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya dari keluarganya Karena sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memberitahu ayahnya bahwa ia menyukai bidang seni lukis...?
•• Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!
karena kesalah pahaman mereka terpaksa berpisah!
inara tetap menyimpan rasa cintanya dalam hati, tanpa memberitahunya?
bagaimana lanjutan kisah mereka, apakah Inara bertemu lagi dengan cintanya selama ini ia sembunyikan atau tidak...?
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author yang masih belum sempurna, dalam cerita tidak sesuai dengan sejarah..!!!
❤️ 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Kenzo Resah.
Setelah acara perpisahan anak kelas XII selesai setelah itu baru penampilan berbagai bakat dari para siswa kelas X dan XI
Tapi sebelum itu saat diatas panggung Kenzo mengambil mikrofon dan berdiri diatas panggung dengan mantap.
"Maaf! Aku menyita waktu kalian sebentar, aku Kenzo Elvano Mahendra menjelaskan kepada semuanya tentang gosip dan berita yang tersebar luas, disini aku memperjelas dengan benar bahwa aku tidak memiliki hubungan dengan wanita yang digosipkan itu, itu berita palsu!"
"Saya minta pihak sekolah dan pihak keamanan, untuk mencari siapa yang menyebarkan berita palsu tersebut, saya ingin pelakunya diberikan hukuman."
"Karena ini sangat menganggu saya dan juga kehidupan pribadi saya, saya ingin pelaku dihukum sesuai tuduhan pencemaran nama baik, dihukum sesuai dengan undang-undang!." Ucap Kenzo lagi dengan tegas ia kepada semuanya.
Karena ia tidak mau pelaku hidup bahagia dengan bebas , ia sudah berani menyakiti hati wanita yang dia sayangi selama ini, sudah membuat inara menangis, maka ia harus membalaskan semua rasa sakit yang dirasakan Inara.
"Terimakasih atas perhatiannya dan untuk yang mendengar ini mohon sebar luaskan perkataan saya melalui media sosial, Terimakasih karena sudah memberikan saya kesempatan untuk menyampai unek-unek saya, saya mohon undur diri, Terimakasih!!!." Ucap Kenzo lalu ia turun dari panggung.
setelah kepergiannya membuat para penonton ribut, ada yang menyebarkan luaskan pidato kenzo kedalam sosmed atau keteman-teman yang lainnya.
Tidak menunggu lama berita tersebut tersebar luas, banyak siswa-siswi yang lain, mengejek Rania karena menganggap dirinya pacar Kenzo, mereka tahu Kenzo hanya dekat dengan Inara anak Ipa kelas XI.
Begitu pula dengan pihak sekolah, mereka menghubungi pihak keamanan juga pihak yang mengatur perekaman cctv, untuk mencari pelaku yang telah mencemarkan nama baik siswa prestasi.
Setelah turun dari panggung Kenzo langsung mencari Inara ke ruangan rias, karena saat ini kelas mereka yang akan tampil, yaitu untuk penampilan bakat.
Tujuan para guru mengadakan pentas seni saat perpisahan kelas XII supaya siswa-siswi kelas bawah ikut andil dalam menampilkan bakat mereka untuk melatih kepercayaan diri siswa dan juga mengenal tentang budaya mereka sendiri.
Setelah sampai di ruangan rias Kenzo tidak melihat Inara dan teman-temannya, lalu kenzo bertanya kepada salah satu siswi disana.
"Maaf, dimana tempat Inara dan yang lainnya." Tanya kenzo kepada salah siswi yang ada diruangan itu.
"Eh, kak Kenzo ya!, kalau Inara mungkin dia ganti pakaian! Nah disana tempatnya, kak Kenzo tunggu aja disana sebentar lagi dia juga keluar." Ucap siswi tersebut malu-malu.
"Terimakasih!" Ucap Kenzo datar lalu ia pergi meninggalkan gadis itu yang masih berdiri disana.
dia sudah belajar dari Rania si anak kota, jadi kedepannya dia belajar berubah lebih tegas lagi dan bersikap dingin kepada gadis yang caper kepadanya.
Kenzo sampai di tempat meja Inara dan kawan-kawan, ia tidak melihat siapapun disana, hanya beberapa gambar lukisan diatas meja.
"Lukisanmu makin lama makin indah, Nar!" Gumam Kenzo ia melihat semua lukisan itu,
Tiba-tiba....!!!
Matanya tidak sengaja melihat buku gambar Inara, yang selalu ia bawa kemana-mana.
"Bukankah ini buku gambar kesayangannya." Kata kenzo pelan ia tersenyum.
"Selama ini dia selalu merahasiakan, apa yang dia gambar didalamnya, aku jadi penasaran." Gumam Kenzo ia mengambi buku itu, tetapi ia mendengar pintu ruang ganti akan ada pergerakan.
Dengan cepat Kenzo menyimpan buku gambar itu kedalam tasnya, tidak memikirkan hal lain, lalu ia mengembalikan bentuk letak lukisan di meja tersebut, dan ia duduk diatas kursi seolah-olah baru datang.
Tak lama setelah itu pintu terbuka, keluarlah wajah cantik Inara dari dalam dan yang lainnya juga sudah berubah menjadi cantik.
"Ngapain lu kesini!" Ucap Aira saat melihat Kenzo yang terpana melihat Inara, ia langsung marah sambil memukul pundak Kenzo.
"Hah..! Kasar bangat sich!" Ucap Kenzo protes kepada Aira dan ia juga terkejut dengan pukulan Aira.
"Terserah gue!! Apa hak lu yang larang! Ucapnya lagi, lalu ia mengabaikan Kenzo dan membantu Inara duduk, karena pakaian Inara saat ini kaya ratu, bagian belakangnya sangatlah panjang.
"Nara!! Kamu cantik luar biasa hari ini, sini aku bantu." Ucap Kenzo dia mengabaikan Aira ia berinisiatif untuk membantu Inara.
"Tidak usah Aira dan yang lainnya sudah cukup." Ucap Inara lalu ia merapikan kertas-kertas lukisan diatas meja lalu ia simpan dalam tas, dia tidak menyadari kehilangan sesuatu.
Kenzo yang diabaikan hanya mengusap kepalanya dengan senyum kecut.
"Nar, kamu belum memaafkan aku ya! Aku juga udah jelaskan kepada semuanya tentang gosip itu, maafkan aku, Nar!" Ucap Kenzo ia memegang tangan Inara.
"Bukankah kita sudah sepakat membicarakan hal ini nanti! Aku ingin fokus untuk tampilan hari ini! Jadi, aku mohon jangan ganggu konsentrasiku hari ini, oke!." Ucapnya lagi,
lalu ia keluar dari ruangan rias sambil membawa tasnya menuju ke belakang panggung untuk menantikan nama mereka di panggil.
"Aku akan menontonmu dibangku penonton." Ucap Kenzo lagi, lalu ia keluar dari ruangan tersebut menunggu kebangku penonton.
Tidak lama setelah itu nama Inara dipanggil untuk segera naik panggung menampilkan bakatnya.
"Inara Zahra Putri dari kelas XI ipa satu, menampilkan suara emasnya dan disertai dengan lukisannya, mari kita sambut siswi kita yang penuh bakat ini! Untuk Inara silahkan tampilkan bakatmu!." Ucap Mc kepada Inara.
Tidak lama setelah itu inara naik keatas panggung dengan bantuan Aira, Naura dan Hasna lalu ia duduk ditempat lukisannya.
Diatas panggung sudah tersedia alat lukisan lengkap, tempat lukisan inara sudah tersambung ke led videotron panggung. Jadi semua penonton melihat dengan jelas bahwa disana masih kanvas kosong.
Penampilan Inara hari ini, ia bernyanyi sambil melukis, ia melukis dari tema lagunya hari ini.
Lagunya hari ini tentang perpisahan jadi ia juga melukis gambar tema perpisahan, ia bernyanyi dengan merdu sesuai dengan nada musiknya juga cocok dengan gambar yang ia lukis disana.
Semua penonton dan para tamu undangan terpukau mereka terpana dan terhanyut dengan tampilan Inara dan ada yang menitikkan air mata, mereka mendalami lagu inara, juga lukisan Inara yang sangat indah seperti hidup.
tetapi tidak dengan Kenzo ia melihat kesedihan di matanya inara.
"Apa dia berniat berpisah denganku." Gumam Kenzo, ia sudah mulai resah sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia sangat khawatir mendengar lagu dari Inara ia duduk dengan gelisah.
"Ini tidak boleh! Nara berikanku kesempatan." Gumamnya lagi, lalu ia berdiri dan langsung berlari kearah belakang panggung, dia berniat menanti Inara disana.
.
.
.
Bersambung...!
terima atau tidak masalah nanti?