NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? Di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyamaran yang nyaris terbongkar

"Saya bisa menjelaskannya!" celetuk Nila mengangkat tangan,

Elang tersenyum puas dibuatnya, saat Nila melangkah, dengan raut tegasnya tak memperdulikan banyak mata yang tengah memandang.

Kenapa malah gadis itu yang muncul?

Kakinya menaiki panggung, meraih mic, menghadap tegap pada mereka.

"Pohon seribu kehidupan---judul ini terinspirasi dari pohon kelapa."

"Salah satu tumbuhan yang seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan,"

Nila berbalik memandang bergantian seluruh orang yang mulai menyimaknya.

"Sangat pas dengan produk yang usung. Makanan tradisional dengan pengemasan ramah lingkungan..."

"Produk ini bukan hanya bermanfaat dalam melestarikan warisan nenek moyang,"

"Tapi juga ajakan agar kita mencintai produk lokal dan sebagai gerakan peduli lingkungan." 

"Apa maksudnya ini? Jadi sebenarnya desain itu milik siapa?"

Para penonton saling berbisik.

"Saya lah yang membuat desain itu. Tapi Bu Raisa mengplagiat karya saya, bahkan menghapus nama saya dari daftar peserta." imbuh Nila dengan percaya diri,

"Lho? Jadi yang tadi cuma ngaku-ngaku...kok bisa gitu sih,"

"Pantas saja dia bisa menjelaskan. Ternyata itu desain miliknya,"  

"Kok bisa ya, ada orang selicik itu? Menakutkan sekali..."

"Dasar penipu. Jadi tadi kita dibohongin!" amuk Dani mengerutkan alis.

Pria yang sempat memuji bahkan mencari muka pada Raisa.

"Nyesel banget kenalan sama orang kayak dia."

"Munafik banget! Gayanya tadi kaya orang sombong,"

"Ternyata cuma bisa mengplagiat!" sahut yang lain, mengolok dengan tatapan remeh.

Raisa menunduk malu mendengar satu persatu ejekan yang terus mencuat dari segala sisi.

"Karena telah melakukan kecurangan, Bu Raisa akan dipecat."

"Hah! Dipecat?" Raisa tertegun,

"Aku tidak mau DaungGroup punya karyawan sepertimu!" hardiknya menatap sinis,

"Panggil satpam kemari!" mengayunkan telunjuk,

Isyaratnya seketika mendatangkan dua pengawal berbadan besar.

"Seret dia keluar. Jangan sampai mengotori pemandangan di sini,"

"Tu-tunggu Pak! Saya bisa jelaskan." pinta Raisa ketakutan, saat lengannya ditarik kasar.

"Simpan penjelasan itu untukmu sendiri. Namamu akan masuk ke dalam blacklist!"

"Persetan dengan gelar ahli gizimu itu... Lihat saja, takkan ada satu pun perusahaan yang mau merekrutmu."

"J-jangan, saya bisa jelaskan." ujar Raisa,

Memelas pengampunan, tubuhnya dibuat lemas oleh keputusan tadi.

Tak ada yang membela, bahkan pengawal tak bergeming ketika tubuh itu meronta untuk dilepaskan.

Mereka terus saja menyeret Raisa keluar dari aula.

"Kakak! Tolong aku, kak. Aku mohon...bantu aku," 

Dia terus menjerit menatap penuh harap pada Nila. Tangannya mengayun berusaha menggapai namun tak digubris,

Nila berdiri dengan raut datar, menatap adiknya tanpa rasa iba.

"Aku sudah memaafkanmu. Tapi hukuman ini, memang pantas kamu dapatkan." batin Nila menggigit bibir,

Raisa mematung, menelan rasa malu dan sikap dingin kakaknya yang membekas, menyisakan rasa dendam.

"Lihat saja. Tidak akanku biarkan kamu hidup tenang!"

Elang tersenyum bangga, sejenak berpikir istrinya akan luluh lalu mengulurkan bantuan.

"Kepada Bu Nirmala, silahkan mendekat untuk menerima penghargaan." sambutnya dengan hormat,

Nila menoleh, mengangguk pelan, terbit senyum di bibirnya.

Kakinya bergeser dan berdiri tepat di samping pria yang tak lain adalah suaminya sendiri,

"Hari ini, saya umumkan Bu Nirmala akan menjadi manajer baru divisi pengembangan."

Penghargaan tersebut mendapat semarak tepuk tangan dari semua orang,

PROK...

PROK...

PROK...

"Wah...selamat ya,"

"Padahal tadi aku berpapasan dengannya. Apa tidak terlambat kalau kita ajak kenalan sekarang?" bisik salah satu penonton, sambil terus bertepuk tangan.

"Semoga dia ga marah karena kita mengobrol dengan plagiat tadi!"

"Iya, setelah ini kita harus minta maaf..."

...****************...

30 menit kemudian,

Acara pun selesai, begitu banyak sapaan dan ucapan selamat dari semua orang. Memaksa Nila untuk terus tersenyum dan bersikap ramah, menahan letihnya kaki yang telah lama berdiri.

Beruntung Nila berhasil mencari celah dan keluar dari keramaian. Dia berlari, menoleh ke segala sisi, mencari keberadaan pria yang tadi membantunya.

"Tunggu Pak,"

Nila memanggil lantang, menghampiri pria yang berada cukup jauh.

"Aduh, aku manggil apa ya? Pimpin? Pak pimpin? Atau apa? Aku ga tahu namanya."

Sejenak Nila mematung, bergumam dalam hati raut kebingungan.

Berbeda saat di dalam aula yang penuh lampu warna-warni, sekarang mereka berada di lorong hotel dengan cahaya terang.   

GLEK...

Elang menelan saliva, dibuat panik. Berharap agar penyamarannya berhasil,

"Aaa-maaf pak, saya udah ga sopan." spontan menundukkan kepala, tersadar dari lamunan.

"Sebenarnya, saya mau bilang terima kasih soal tadi..."

"Buat apa terima kasih? Aku hanya menjalankan kewajiban sebagai pemilik perusahaan."

"Iya, anda benar. Tadi saya juga sempat putus asa---tapi ada orang yang bilang, kalau pimpinan DaungGroup tidak akan mudah tertipu!" Nila tersenyum ramah,

"Terima kasih, Elang----kalau kamu ga memaksaku kembali, pasti tadi aku ga bisa mendapat penghargaan ini." lugasnya bersyukur dalam hati,

"Syukurlah, dia tidak sadar." Elang menghela nafas lega,

"Saya senang kalau ada karyawan berbakat sepertimu. Pastikan kamu menunjukkan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya,"

Nila mengerutkan alis, baru menyadari oleh suara yang biasa didengar.

Pandangan yang tadinya menunduk sungkan perlahan mendongak,

"Suara bapak, kayak ga asing. Mirip seperti..." Nila menyipit, tengah berpikir keras.

"Hem! Ehem. Saya sedang flu, jadi suaranya agak serak." berdehem kuat,

"Oh..." Nila mengangguk polos,

Sedetik kemudian, teralih pada noda baju yang pria itu pakai.

Nila mengernyit, mendekatkan diri. "Tapi kemeja anda...kayak habis ketumpahan minuman,"

"Tunggu! Letak nodanya kenapa sama, seperti---" 

Elang tak berkutik, mematung panik melirk ujung kepala gadis yang terus mendekat.

"Nila!" panggil Herman dari arah lain,

Berhasil mengalihkan perhatian.

Pria itu berlari dari sisi lain, berhasil menemukan tuannya yang menghilang selesai acara.

Entah mengapa, tiba-tiba mendapat firasat buruk lalu bergegas kembali dan mendapati mereka.

Raut lega di wajah Elang membuatnya yakin, kalau dia datang di saat yang tepat.

"??" Nila menoleh, menatap pria yang tergesa-gesa.

Herman membuang muka, tampak kebingungan mencari alasan. "A--a--aku disuruh Elang untuk mencarimu!"

"Dia ada di lantai bawah, kepalanya tiba-tiba sakit jadi dia mau mengajakmu pulang." dustanya berhasil menemukan alibi.

"Kepalanya sakit?" Nila mengernyit, kabar itu langsung membuatnya khawatir.

"Padahal tadi dia baik-baik saja,"

"Ng, kalau gitu saya pamit dulu. Sekali lagi terima kasih, Pak! Permisi..."

Nila pamit, menunduk singkat sebelum lari meninggalkan mereka.

Kedua pria itu bernafas lega, saling menatap satu sama lain sambil tersenyum puas.

"Lho?!" kompak menjerit, menyadari jika mereka baru saja menggali masalah lain.

"Mampus!" sontak keduanya lari terbirit-birit menuruni tangga,

Tak lupa Elang mengambil kemeja yang ditinggalkan di sudut ruang.

"Kenapa kamu bikin alasan kayak tadi sih?" gerutu Elang merasa geram,

"Maaf, Tuan. Saya ga nemu alasan lagi---yang penting nyonya ga curiga." sahut Herman tampak menyesal,

"Gimana kalau kita naik lift?" tawarnya dengan raut polos.

"Bodoh! Kalau naik lift nanti kita malah papasan sama Nila!" amuk Elang dibuat jengkel. "Cepat! Pakai kaki panjangmu buat lari, jangan sampai Nila turun sebelum kita." 

Ting! Pintu lift terbuka, gadis itu melangkah keluar dengan cepat berjalan menuju lobby hotel.

Nila berlari menghampiri pria yang terlihat di sisi lain. "Kamu gapapa?" 

Pria itu sedang menyandarkan lengan pada dinding, kepalanya menunduk.

Tampak kesakitan di mata Nila, padahal sebenarnya Elang tengah mengatur nafasnya yang tersenggal.

"Lho, Pak Herman? Bukannya tadi masih di atas?" tanya Nila mengangkat alis,

Menoleh pada pria yang berdiri di samping.

Mereka juga tidak bertemu di lift, jadi mengejutkan melihatnya sudah ada di sana.

"Haha. Inilah gunanya punya kaki panjang," Herman tertawa kikuk.

Tak mau ambil pusing, Nila hanya mengangguk, kembali memastikan kondisi suaminya.

"Kamu berkeringat banyak sekali.." mengusap dahi Elang yang tampak basah,

Tak tahu saja kalau pria itu baru saja lari marathon.

1
Lintang
bercerita tentang prahara rumah tangga sih ini/Drool/
Cntia
Ceritanya bikin betah pembaca, sajian alur yang berjalan cepat dan bahasa ringan yang mudah dipahami. Naik turun emosi membuat saya tidak sabar menunggu kelanjutan episode selanjutnya./Good//Heart/
Eka
julid amat sih neng/Awkward//Puke/
sutimh
lanjut thor😍
sutimh
cerita manis sekali/Drool/
jelita
seru nih nolak jodoh biasanya dapet pewaris tunggal🤣
Giska
dibuat ngakak sm tingkah pasutri 🤣
Giska
wkwkwk ngakak🤣elang kurang gercep
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: Nanggung tuh ciann deh tunggu ntar malem dijamin Nila gak bisa jalan🤣
total 1 replies
Giska
rekomendasi buat yang suka cerita rumah tangga. dari yg bodoamat berubah jd cinta/Kiss//Rose/
rindu
eak...akhirnya sadar juga😍
rindu
cerita ringan dan bikin nagih. crazy up thor/Drool/
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Betul kata Herman kamu sendiri yang jejaskan semua supaya Nila bisa terima alesan kamu pura-pura buta untuk mengungkap kematian Orang tua juga kecurangan yang dilakukan pamanmu sendiri Elang sekarang semua udah terungkap kamu gak perlu khawatir lagi bisa melindungi Nila
Veline
Cerita nya keren Thor/Casual/ jangan lupa mampir novel " Masih Tentangmu di setiap detikku"
Iqlima Al Jazira
mantap elang👍
Iqlima Al Jazira
seru thor👍
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
Iqlima Al Jazira
GO.. go.. herman🤩
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
penulis hiatus
Ceritanya ga bertele-tele dan bikin geregetan, ga sabar nungguin lanjutannya/Tongue//Casual/
Elprasco
Alur cerita sengaja dibuat cepat, silahkan nikmati.
Jangan lupa tinggalkan komen ya/Pray//Kiss/
Komen kalian menambah semangat author dalam menulis, biar lebih sering updatenya. Hehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!