NovelToon NovelToon
Santet 2

Santet 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Horror Thriller-Horror / Mata Batin / Dendam Kesumat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.

Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.

Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Kabar buruk

Braaaaaaak.

"MAMAAAAAAAAA!"

Yuli yang merasakan tubuh di banting begitu saja sudah tidak bisa mengingat apa-apa lagi selain pandangan gelap dan terakhir dia mendengar suara Yudith yang berteriak keras, tunggu dia sama sekali tidak menyangka bahwa hidup akan terasa seperti ini keras dan juga beratnya karena Yuli jelas tidak menyangka bahwa dia akan mengalami nasib seburuk ini.

Penyakit yang dia alami juga belum jelas karena apa ini malah langsung berhadapan dengan sesuatu yang tak kasat mata dan Yuli baru pertama kali melihat wujud dari seorang iblis, mungkin pandangan Yudith hanya mengarah kepada tubuh Yuli yang tergantung di udara begitu saja tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.

Namun mata Yuli yang terbelalak masih bisa menyaksikan sendiri bahwa dari atas langit-langit kamar muncul seseorang bertubuh hitam gelap dengan porsi yang begitu besar sehingga bila hanya mengangkat tubuh dia saja adalah hal yang sangat enteng, tangan makhluk besar itulah yang mengangkat tubuh Yuli di udara dan terasa begitu dingin ketika menyentuh kulit dia.

Yuli tidak bisa berteriak karena saat itu dia begitu ketakutan dan suara tidak mau keluar dari tenggorokan ini akibat rasa takut yang begitu luar biasa, terlebih lagi Yuli sudah kepikiran bahwa dia akan mati malam ini hanya bersama dengan sang anak yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa.

Tak lama kemudian dia memang terbanting dengan cukup keras dan itu bukan di atas kasur melainkan langsung di atas lantai keramik yang begitu dingin, hantaman yang begitu keras membuat kepala Yuli berdarah dan dia tidak sadarkan diri saat itu juga sehingga Yudith berteriak keras karena rasa takut dan juga cemas itu.

Bocah kecil yang memang sama sekali belum bisa berpikir normal dan selama ini hanya penuh limpahan kasih sayang saja malah sekarang mendadak harus mengalami situasi yang begitu rumit dan membingungkan, Yudith sama sekali tidak mengetahui bahwa di dalam kamar ini ada sesuatu yang mengerikan sedang mengincar nyawa sang Mama.

"Ma bangun, Ma!" Yudith berteriak dan mengguncang tubuh Yuli yang terbujur di atas lantai.

"Kepala Mama berdarah, Mama ayo bangun." Yudith terus berusaha berteriak agar Yuli segera sadar.

"Jangan diam saja, Ma." isak Yudith kebingungan tidak tau harus berbuat apa sekarang.

Wajar saja Yudith bingung karena bocah ini sama sekali tidak tahu harus bersikap bagaimana agar menyelamatkan nyawa Yuli, hingga kemudian bocah tersebut mengambil ponsel yang tergeletak usai tadi menelpon Nando namun tidak dijawab sehingga dia sekarang kepikiran untuk menghubungi Tina yang memiliki rumah tidak jauh dari rumah mereka berada saat ini.

Tuuuutt.

Tuuuuttt.

"Angkat sekarang, Tante." Yudith gemetar karena belum juga di angkat.

"Hallo." Tina menjawab dengan suara lesu karena dia baru saja akan memejamkan mata.

"Tante tolong Mama sekarang." Yudith langsung berteriak karena dia sangat senang setelah panggilan ini di jawab.

"Yudith! kamu kenapa, Nak?" Tina terbangun dan mata dia kembali segar setelah mendengar suara sang keponakan yang menangis.

"Mama berdarah, Mama jatuh tadi setelah terbang." isak Yudith.

"Berdarah! astaga kok bisa ini, Papa kemana?" Tina juga panik dan dia masih kepikiran bahwa Nando ada di sana.

"Tidak tahu sekarang Papa ada di mana karena tadi sudah berusaha untuk di hubungi tapi tidak di jawab, tolongin Mama sekarang Tante." pekik Yudith mulai serak.

"Tante kesana sekarang, kamu tunggu ya." Tina mematikan panggilan itu karena dia akan segera menuju rumah Yuli dan juga Nando.

"Sayang kamu kenapa?" Niko ikut terbangun setelah mendengar suara Tina yang begitu berisik karena rasa panik.

Tina bingung harus menjelaskan bagaimana namun dia segera menyambar jaket karena ingin mendatangi rumah Yuli dan juga Nando menggunakan motor saja agar lebih cepat, melihat sang istri yang panik dan juga sampai berwajah pucat maka Niko tidak lagi bertanya dan dia langsung ikut mengambil jaket untuk mengantarkan sang istri menuju sebuah tempat.

"Aku antarkan kamu sekarang, katakan saja tujuannya ke mana!" Niko merampas kunci motor dari tangan sang istri.

"Yuli jatuh dari atas kasur dan sekarang kata Yudith dia berdarah." Tina menjawab dengan suara gemetar.

"Kita ke sana sekarang dan kamu tolong tetap tenang." Niko segera menghidupkan motor untuk menuju rumah Yuli.

"Kenapa dengan mereka ini, Ya Allah! Nando juga kemana kok anak sama istri cuma di tinggal berdua?" cemas Tina.

"Paling dia ada kerjaan di luar jadi meninggalkan Yuli bersama dengan Yudith." Niko masih berusaha untuk berpikir positif saja.

"Ini sudah jam dua malam loh, sayang!" sengit Tina karena memang sudah larut.

Niko tidak bisa lagi mau menjawab ucapan sang istri karena tidak mungkin juga pekerjaan sampai pukul dua malam seperti ini, mungkin saja Nando memang tengah melakukan sesuatu dan Niko sendiri sebagai seorang pria sudah menyadari hal itu namun dia tidak mau mengatakan kepada Tina tentang adik ipar dia.

Nanti malah di kira sebagai fitnah karena Niko berbicara sembarangan tentang Nando, padahal sebagai sesama pria maka Niko sudah mengenali bahwa mungkin saja Nando mulai merasa bosan merawat sang istri yang terus saja sakit dengan bau begitu menyengat sehingga dia mulai ingin bersama dengan wanita lain sebagai hiburan nya.

"Bau amis ya." Tina mengusap hidung karena mencium sesuatu yang tidak pasti.

"Sejak di belokkan sana tadi memang tercium bau amis seperti ini." Niko juga mencium bau yang sama.

"Kalau cium bau seperti ini aku terus aja kepikiran dengan Yuli, Ya Allah semoga dia tidak terkena masalah lain." ujar Tina Karena dia memang sangat menyayangi Adik ipar nya itu.

"Kamu harus berbicara dengan Nando secara serius agar mau membawa Yuli ke seorang ustaz." Niko sudah yakin bahwa memang ada sesuatu.

"Ya mari kita lihat dulu keadaan dia saat ini bagaimana." angguk Tina.

Tina mulai merasa aneh ketika tadi Yudith mengatakan bahwa tubuh Yuli terbang di udara, tidak mungkin bocah kecil itu hanya berbicara sembarangan saja tanpa ada faktor yang jelas dan dia tidak menyaksikan secara langsung.

"Kenapa ini ya, apa memang dia kena santet?" batin Tina sudah kepikiran.

"Tapi kalau memang dia kena santet siapa yang sudah melakukan itu? padahal Yuli tidak pernah bermasalah dengan orang lain!" bantah hati Tina.

Memang Yuli sama sekali tidak pernah terkena kasus dengan orang lain yang ada di sekitar dia, makan dengan tetangga dia juga cukup ramah walau jarang kumpul dengan para ibu rumah tangga lain namun tetap saja hubungan Yuli dan juga mereka tetap baik-baik saja.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Ayu Putri
rasakan km Nando,sukurin digampar SM sadewa
Safitra
lanjut kak
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
tse
sayang banget si sendal jepit g ikut masuk, biar dia bisa liat dengan matanya sendiri bahwa apa yang di katakan kakaknya dan anaknya ga bohong, bukan halusinasi doank...
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...
Wanita Aries
hadeh saudara kandung gk beres perkara rebutan laki2 sampe bgtu
Nurr Tika
lanjut thor
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
Nureliya Yajid
lanjut
NoviTa jungkook: siap 🥰🥰
total 1 replies
yanti ikhsan
Nabila di bayar lunas,,gak sabar nunggu Nando kena karma juga
cuplis
nabila kalau mati pasti arwahny akan gentayangan
NoviTa jungkook: pergi masuk club kalau hantu kota🤣
total 1 replies
Jeje kwok 12🌹
masuk menunggu purnama and the genk masuk dalam alur cerita ini/Grievance/
Zuhril Witanto
Ica udah bertindak...seenak saja bikin orang sakit...
moerni🍉🍉
😓😓😓cacamarica ...bakal jdi calon teh celup d lembah
moerni🍉🍉: wkkwkkw....
mellehhh
total 3 replies
Sofiana Rosita
siang juga thor,,,💪
NoviTa jungkook: 🥰 🥰 🥰
total 1 replies
Eli Rahma
greget bgt sama ica marica hehe itu..
neni nuraeni
semoga aja dewa bisa menglhkn setanya
Dyana
blm ktmu purnama dan Arya... hbis ini s nando... nuggu nando kena banting cantik mba pur... 😍😍😍
Safitra
lanjut thor
Haniza Putri
yahhhh kurang seru thorr KLO peran purnama and the geng dikittt
Yani
met siang thor....sini ujan ..enaknya nyemil tahu goreng ÷ sambel kecap sambil baca ceritamu🤭
Tri Handayani
lanjut thoor semakin penasaran😍eh tp knapa thor nando gk diikutkan masuk hutan gaib biar gk ngeyel trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!