NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua puluh

Sesampainya dirumah, Bram langsung bergegas mencari keberadaan Anita.

"Siti, ibu dimana?" Tanya Bram pada asisten rumah tangganya.

"Ibu belum pulang pak." jawab Siti yang tengah memasak.

"Ibu udah lama keluar?"

"Tidak lama dari bapak pergi, ibu juga keluar"

Bram pun mencoba menghubungi istrinya, tapi istrinya tidak ada yang menjawab panggilannya.

"Tidak biasanya Anita tidak menjawab panggilanku. Jangan sampai Anita tahu semuanya." gumam Bram mondar-mandir, ia merasa gelisah sekaligus takut istrinya tahu kalau dirinya suka bermain perempuan.

Bukan tanpa alasan, selama ini Bram hanya menumpang pada istrinya itu. Bram hanya lelaki biasa yang beruntung mendapatkan istri yang berasal dari keluarga yang kaya. Dulu Bram juga lelaki yang baik setia dan selalu perhatian pada keluarga, tapi semenjak istrinya memilih istirahat dan menyerahkan urusan cafe pada Bram. Bram jadi mulai berubah.

Tergiur dengan uang dan mulai bermain perempuan, apalagi melihat istrinya yang sudah tidak muda lagi membuatnya mencari kesenangan diluar.

Bram memutuskan untuk pergi ke Bank untuk mengecek kenapa kartu ATM nya itu tidak bisa digunakan.

"Mohon maaf pak, ini kartunya sudah diblokir."

ucap petugas yang melayani Bram.

Deg...

Perasaan Bram semakin tidak karuan mendapati kartunya sudah diblokir.

Pasalnya itu kartu milik istrinya yang diberikan pada Bram beserta kartu kreditnya. Bodohnya ia tidak pernah membuat kartu ATM sendiri, karna sudah terlalu nyaman dengan semua yang sudah ia miliki selama menjadi suami Anita, ia jadi tidak bisa berfikir panjang, mungkin saja kejadian hari ini bisa terjadi. Anita tidak mungkin sampai tega padanya. Begitu pikir Bram.

"Bagimana bu, apa semuanya sudah siap?" tanya Aris kala melihat deretan bingkisan cantik yang ada didekat lemari.

Saat ini Aris sedang berada didalam kamar ibunya, melihat Tia dan ibunya yang sedang sibuk membungkus bingkisan untuk mereka bawa besok sebagai seserahan saat akad pernikahannya.

"Sudah, ini tinggal sedikit lagi."

"Ciee.. yang mau menikah lagi." goda Tia ketiga melihat Aris yang tak henti-henti tersenyum.

"Apa sih kamu dek, wajar kan mas mu ini selain tampan mas juga mapan, jadi banyak perempuan yang suka sama mas." sahut Aris penuh percaya diri.

"Iya deh."

"Ingat Ris, mulai bulan ini gaji kamu ibu yang pegang, kamu jangan kasih istri-istri kamu. Nanti biar ibu yang atur semua pengeluaran dirumah ini. Lagian Fela juga bekerja, jadi kamu gak perlu kasih dia uang."

"Iya bu, Fela juga gak pernah ngungkit-ngungkit soal gaji Aris."

"Bagus, walaupun punya besan yang resek, tapi setidaknya Fela gak nyusahin kamu seperti si Shafira itu." ujar bu Ratna yang masih kesal kalau mengingat ia pernah dipermalukan didepan banyak orang oleh calon besannya itu.

"Iya bu, tapi kan selama ada Shafira dirumah ini ibu tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah. Semuanya Shafira yang kerjakan." tanpa sadar Aris membela Shafira didepan ibunya, membuat bu Ratna mendengus.

"Kamu gak lihat gimana istri kamu itu sekarang yang sudah mulai membantah. Ibu dari pagi beberes rumah, tapi si Shafira malah enak-enakan ngedekem dikamar. Pokoknya kamu tegur istri kamu itu. Enak aja, sudah menumpang, malah maunya santai-santai."

"Iya mas, Tia juga capek harus cuci baju sendiri, belum lagi baju-baju ibu sama bapak Tia yang cuci, badan Tia pegel semua. Kalau mbak Fira gak mau, mas beli mesin cuci aja, kan enak tuh tinggal dimasukin aja cuciannya." ujar Tia.

"Jangan, nanti malah keenakan si Shafira. Itu udah tugas dia dirumah ini." ketus bu Ratna keberatan dengan usulan Tia.

"Iya bu, nanti Aris tegur Shafira supaya mau mengerjakan pekerjaan rumah lagi."

"Kamu itu sebagai suami harus tegas sama istri kamu, apalagi kamu bakalan punya dua istri. Kalau si Shafira gak mau nurut, udah kamu ancam aja bakalan cerein dia."

"Iya bu, ya udah Aris keluar dulu. Takutnya Shafira curiga liat Aris lama dikamar ibu." Aris pun segera keluar dari kamar ibunya.

Kalau ibunya sudah menyuruhnya bercerai dari Shafira, ia jadi malas, sampai kapanpun ia tidak mau menceraikan istrinya itu.

"Ra, kamu jangan begini dong, apa kamu gak kasihan lihat ibu yang udah tua harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri? Lagian kamu juga gak kerja ini." Shafira yang sedang santai memainkan handphonenya mendengus mendengar ucapan suaminya yang datang-datang sudah menegurnya.

Baru juga sehari ia tidak mengerjakan pekerjaan rumah, suaminya sudah mengeluh.

"Maaf ya mas, tapi selama ibu kamu gak mau menghargai aku sebagai menantu dirumah ini, aku gak mau disuruh-suruh lagi. Sudah cukup aku diam aja selama ini ibu kamu hina-hina."

"Kamu jangan ngomong gitu, ibu marah juga karna kamu yang sering melawan. Kalau kamu diam aja ibu juga gak akan marahin kamu."

"Apa aku harus diam aja ketika ibu kamu menghina aku mas?"

"Ya bukan begitu maksud mas."

"Kamu tahu sendiri kan, aku diam aja ibu kamu selalu cari-cari kesalahan aku supaya ibu kamu bisa menghina aku bilang kalau aku tidak tahu diri lah, cuma bisa menumpang hidup lah, mandul lah. Coba kalau posisinya dibalik, apa kamu akan diam aja dihina begitu mas?" ujar Shafira yang emosi melihat suaminya tidak pernah mau mengerti. Selalu mewajarkan apa yang ibunya lakukan.

"Pokoknya mas gak mau tahu, mulai besok kamu harus mengerjakan pekerjaan rumah lagi, atau.."

"Atau apa?" tantang Shafira.

"Atau mas akan menikah lagi." ujar Aris menyeringai.

Shafira melongo mendengar ancaman suaminya itu, sebelum...

"Hahaha.. Ya udah, silahkan kamu menikah lagi mas. Tapi kamu masih ingat kan sama ucapanku dulu. Kalau sampai kamu berani menikah lagi, apalagi menikah diam-diam. Aku akan langsung gugat cerai kamu." Shafira pun tertawa, sebelum diancam ia juga sudah tahu kali kalau suaminya itu akan menikah besok.

Glekk..

Aris menelan ludah mendengar ancaman Shafira yang baginya mengerikan itu. Baginya pantang seorang istri menggugagt cerai dirinya. Kalau ia sudah bosan, ia sendiri yang akan menceraikan istrinya. Begitulah isi kepala Aris.

Aris juga sengaja memberi ancaman istrinya itu dengan mengatakan akan menikah lagi. Berharap Shafira mengiyakan, jadi ia tidak perlu menikah secara diam-diam. Tapi malah ia yang diancam balik.

Shafira tersenyum sinis melihat Aris kalah telak dengan ancamannya.

"Kamu tahu kan kalau aku gak pernah main-main sama ucapanku mas. Kalau sampai aku melihat kamu menikah lagi, hari itu juga aku akan pergi dari hidup kamu dan aku akan meminta kamu ceraikan saat itu juga, atau aku yang akan langsung gugat kamu."

"K-kamu ngomong apa sih, siapa juga yang akan menikah lagi. Mas cuma bercanda." gagap Aris yang sudah berkeringat.

"Tapi aku gak bercanda ya mas, kamu ingat kata-kata aku ini."

Setelahnya Shafira berbaring memunggungi suaminya itu.

'Mungkin ini malam terakhir kita bersama mas kalau kamu lebih memilih calon istri kamu itu daripada istri kamu sendiri.' batin Shafira.

Pagi-pagi sekali Shafira melihat Aris sudah berpakaian rapi, tapi Shafira cuek saja tidak bertanya seperti biasanya. Karna ia sudah tahu kalau hari ini Aris akan menikah dengan Fela.

Aris yang melihat Shafira diam saja mengira kalau istrinya itu masih marah soal semalam.

"Ra, mas hari ini mau mengantar ibu pergi kondangan, mungkin kami akan lama disana. Kamu jaga rumah aja, gak usah keluyuran."

"Emm.."

"Ini uang buat kamu beli makan." Aris menyodorkan uang lembaran berwarna biru pada Shafira.

Shafira yang melihat uang itu jadi mengernyit.

"Kamu salah ambil kali mas, itu bukan dua puluh ribu." ujar Shafira.

"Ya mas tahu ini lima puluh ribu, kalau kamu mau ngebakso, beli aja." ucap Aris.

"Tumben kamu mau kasih aku uang untuk jajan mas, ini bukan uang sogokan kan?" Shafira menyipitkan matanya.

"Uang sogokan apa, kamu jangan curigaan gitu sama mas." ketus Aris. Niatnya supaya Shafira melupakan soal yang semalam, juga karna ia merasa bahagia hari ini akan menjadi pengantin lagi. Itu sebabnya Aris memberikan Shafira uang lebih.

"Ya siapa tahu aja ini uang sogokan." ujar Shafira mengambil uang lima puluh ribu itu.

"Kamu jangan kebanyakan nonton sinetron, jadinya curigaan gini sama mas. Ya udah mas berangkat dulu, kamu jangan kemana-mana, diem aja dirumah."

Aris pun segera keluar dari kamar dengan senyum yang tidak pernah luntur, membayangkan sebentar lagi akan menjadi pengantin lagi.

"Udah gak sabar bakalan punya istri dua."

gumam Aris pelan.

Shafira yang keluar melihat bu Ratna dan pak Agus juga sudah siap hendak pergi, tidak lupa dengan kantung besar berwarna hitam yang tentu Shafira tahu kalau itu adalah seserahan.

'Tunggu aja kejutan dari ku mas.' batin Shafira tersenyum pahit.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!