"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelas yang Retak
Aula hotel bintang lima itu berkilau oleh cahaya lampu kristal, namun bagi Kyrania Ruella, semuanya terasa seperti monokrom. Abu-abu dan dingin. Ia menyesap champagne-nya sedikit, hanya untuk membasahi tenggorokan yang terasa tercekat sejak ia melangkah masuk ke ruangan ini.
Di jari manisnya, sebongkah berlian dari Nathaniel Sagara melingkar dengan berat. Bukan berat karena karatnya, tapi karena beban janji yang terasa seperti borgol.
Bzzz… Bzzz…
Ponsel di dalam tas clutch miliknya bergetar. Satu pesan masuk dari Nathan.
Nathan: "Jangan minum terlalu banyak. Champagne di hotel itu overpriced. Aku sudah cek mutasi kartu kreditmu untuk biaya dandan sore ini. 2 juta untuk wajah yang akan dihapus sebelum tidur? Jangan terlalu boros, Kyra."
Kyra menghela napas, jemarinya gemetar. Nathan tidak pernah peduli apakah Kyra senang bertemu teman lama. Baginya, Kyra hanyalah aset yang harus dijaga pengeluarannya.
"Kyra? Ya ampun, kamu makin cantik saja setelah jadi istri pengusaha!" suara Sari, teman SMP-nya, membuyarkan lamunan. "Tapi kok sendirian? Suamimu mana?"
"Dia sedang sibuk, Sar. Banyak pekerjaan," jawab Kyra dengan kalimat yang sudah ia hafal di luar kepala.
"Yah, sayang banget. Eh, kamu sudah dengar belum? Si Juno mau datang lho! Herjuno Allegra, si anak desa yang dulu dekil itu sekarang jadi milyarder! Kabarnya dia belum menikah, tapi rumornya... dia nggak suka perempuan. Habisnya, nggak pernah ada kabar dia sama siapa pun."
Jantung Kyra berdegup satu kali dengan kencang. Nama itu. Nama yang sudah ia kubur dalam-dalam di bawah tumpukan tagihan dan aturan patriarki suaminya.
Tiba-tiba, suasana aula mendadak sunyi, lalu diikuti bisik-bisik yang riuh. Pintu besar di ujung ruangan terbuka.
Seorang pria melangkah masuk dengan langkah mantap. Ia mengenakan setelan jas charcoal yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Bahunya lebar, dagunya tegas dengan sedikit bayangan jenggot tipis yang dirapikan sempurna. Aura otoritasnya begitu kuat hingga semua orang seolah memberikan jalan.
Itu Juno. Tapi bukan Juno yang dulu mengejarnya dengan sepeda jengki. Ini adalah pria dewasa yang bisa membeli seluruh hotel ini jika ia mau.
Mata Juno menyapu ruangan, mengabaikan sapaan orang-orang besar, hingga akhirnya matanya terkunci pada satu titik. Pada Kyra.
Kyra merasa kakinya lemas. Tatapan Juno tidak berubah—masih tajam, seolah bisa membaca setiap inci kesedihan yang Kyra sembunyikan di balik makeup mahalnya. Juno berjalan lurus ke arahnya, tidak memedulikan tatapan heran orang-orang.
"Lama tidak bertemu, Anak Kota," suara Juno berat, dalam, dan bergetar di telinga Kyra seperti melodi lama yang menyakitkan.
Kyra berusaha tetap tegak. "Juno... apa kabar?"
Juno tidak menjawab kabar. Matanya justru turun ke jari manis Kyra, menatap cincin berlian itu dengan tatapan sinis, lalu kembali ke mata Kyra. "Kamu terlihat seperti lukisan indah, Kyra. Tapi kenapa aku merasa kamu sedang dipajang di galeri yang salah?"
Kyra tersentak. Hanya dalam satu kalimat, Juno berhasil meruntuhkan topeng yang ia bangun selama lima tahun.
"Aku harus pergi," bisik Kyra panik. Ia berbalik, mencoba mencari pelarian ke arah balkon yang sepi.
Namun Juno lebih cepat. Ia mengikuti Kyra ke balkon yang menghadap kerlip lampu Jakarta. Udara malam menyapa kulit bahu Kyra yang terbuka, membuatnya merinding.
"Jangan lari, Ra," ucap Juno dari belakang. Ia tidak menyentuh Kyra, tapi kehadirannya begitu mendominasi. "Aku dengar kamu berhenti melukis. Kenapa? Apa si Nathan itu melarangmu menyentuh kanvas?"
"Itu bukan urusanmu, Juno. Aku sudah menikah. Hidupku... stabil."
"Stabil?" Juno tertawa pahit. Ia melangkah maju hingga kini mereka berdiri bersisian, menatap kota. "Stabil itu bukan berarti bahagia. Aku tahu segalanya, Kyra. Aku tahu suamimu lebih mencintai angka di buku tabungan daripada dirimu. Aku tahu dia tidak pernah bisa... memuaskanmu, baik secara batin maupun di ranjang."
Wajah Kyra memanas. "Juno! Jaga bicaramu!"
"Kenapa? Karena itu benar? Karena setiap malam kamu tidur di samping pria yang hanya menganggapmu hiasan?" Juno berbalik, menatap Kyra dengan intensitas yang meluap. "Dulu, aku bersumpah tidak akan ada yang boleh menyakitimu. Dan melihatmu sekarang... aku merasa gagal."
Kyra menatap Juno dengan mata berkaca-kaca. "Kamu terlambat, Juno. Semuanya sudah terlambat."
"Bagi laki-laki lain mungkin iya," Juno mendekat, tangannya mengepal di atas pagar balkon, menahan diri untuk tidak memeluk wanita di depannya. "Tapi bagiku, waktu tidak pernah berjalan sejak hari itu. Sejak kita di sungai itu."
Kyra terdiam. Kata 'sungai' itu memicu sebuah ledakan memori. Tiba-tiba, bau parfum mahal Juno berganti dengan aroma lumpur sawah dan air pegunungan yang jernih. Suara bising Jakarta menghilang, digantikan oleh suara tawa seorang remaja laki-laki yang berisik.
Ia ingat... bagaimana semuanya dimulai. Saat ia masih menjadi gadis kota yang hancur, dan Juno adalah matahari yang memaksanya untuk kembali bersinar.
...----------------...
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/