NovelToon NovelToon
Dewa Pembantai

Dewa Pembantai

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

revisi
ternyata di platform ini,tidak suka Pace lambat/banyak kata
jadi kita merivisi semua dari bab 1

Shi Yan adalah seorang pecandu olahraga ekstrem yang tidak lagi merasakan tantangan dalam hidup, hingga maut menjemputnya dan melemparkannya ke dunia yang jauh lebih kejam. Terbangun di sebuah kolam mayat yang membusuk, ia mewarisi warisan kuno yang mengerikan: kemampuan untuk menyerap energi dari mereka yang mati.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shi Yan tidak memilih jalan pahlawan. Dengan Martial Spirit yang haus darah dan hati yang sedingin es, ia mendaki puncak kekuasaan di atas tumpukan tulang musuhnya. Baginya, setiap kematian adalah nutrisi, dan setiap peperangan adalah tangga menuju keilahian. Di dunia ini, kau hanya punya dua pilihan: Menjadi mangsa, atau menjadi sang Pembantai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Langit Kedua (Second Sky)

Keesokan paginya, sebelum matahari terbit dan kabut masih menyelimuti hutan, pasukan sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan.

Shi Yan membaur di antara para budak obat, menjaga ekspresinya tetap tenang dan berperilaku normal. Ia berbaris dalam diam. Johnson, si raksasa botak, sangat terkejut melihat Shi Yan begitu tenang. Ia bertanya-tanya kapan bocah ini akan tumbang seperti budak-budak sebelumnya.

Biasanya, setiap budak yang meminum Racun Pemutus Usus akan bangun dengan wajah pucat pasi dan tubuh lemah keesokan harinya. Mereka yang lemah bahkan tidak bisa berjalan. Namun, Shi Yan berbeda. Wajahnya tampak sehat dengan rona kemerahan di pipinya. Ia sama sekali tidak terlihat kesakitan.

Johnson merasa ada yang tidak beres. Setelah memastikan Shi Yan benar-benar sehat, ia melapor kepada Mo Yanyu dan Tuan Karu dengan kening berkerut.

"Jangan panik," Tuan Karu sangat percaya diri dengan racun buatannya. "Bocah itu seorang prajurit. Dia cukup tangguh dan tidak mudah tumbang. Tunggu saja sampai Qi Mendalam di tubuhnya habis, dia tidak akan berbeda dari budak lainnya. Aku tahu betul kekuatan racun buatanku."

***

Malam kembali menggantikan matahari. Setelah pasukan berkemah, Karu dan Mo Yanyu berjalan menghampiri Shi Yan yang sedang melahap sisa-sisa makanan.

"Tuan Karu, orang ini tidak terlihat seperti..." Mo Yanyu ragu-ragu. Cara Shi Yan makan begitu lahap sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda orang yang sedang sekarat.

Tuan Karu merasa tersinggung. "Apa? Kau meragukan kemampuanku sebagai alkemis?"

"Bukan begitu," sahut Mo Yanyu cepat. "Aku hanya heran kenapa dia bisa bertahan. Apa Anda melewatkan satu bahan dalam dosisnya?"

"Nona Mo, meskipun aku bukan alkemis tingkat atas, aku tidak mungkin melakukan kesalahan konyol seperti itu!" Karu mendengus kesal. Ia kemudian melesat ke arah Shi Yan secepat kilat.

Shi Yan tetap menunduk, pura-pura tidak memperhatikan. Namun dalam hati, ia terkejut dengan kecepatan Karu. Ia merasa beruntung tidak mencoba melawan kemarin. Karu adalah prajurit **Ranah Nascent**, sedangkan Shi Yan hanyalah prajurit **Ranah Pemula Langit Kedua**. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh.

"Wush!"

Dalam hitungan detik, Karu sudah berada di depan Shi Yan. Ia mencengkeram lengan kiri Shi Yan dan memasukkan Qi petirnya ke dalam pembuluh darah Shi Yan untuk memeriksa.

"Hmm..." Karu mengernyit heran. "Tidak mungkin. Racun itu jelas masih ada di tubuhnya. Tapi kenapa Qi Mendalamnya tidak habis? Ususnya juga tidak membusuk. Dia hanya prajurit tingkat rendah, seharusnya dia sudah tidak bernapas sekarang."

"Tuan Karu, bagaimana keadaannya?" Mo Yanyu bertanya.

"Tunggu satu hari lagi," jawab Karu dingin. Ia tidak terpikir soal Jiwa Bela Diri karena belum pernah mendengar ada Jiwa Bela Diri yang bisa menyembuhkan tubuh secepat itu.

***

Malam keempat tiba. Kali ini Tuan Karu datang dengan dua mangkuk Racun Pemutus Usus. Ia memerintahkan Johnson membawa budak lain bernama Kuro.

"Aku membuat dua mangkuk ini dengan bahan yang persis sama," ucap Karu. Ia memerintahkan Shi Yan dan Kuro meminumnya. Shi Yan menurut dan menghabiskannya.

Mo Yanyu mengangguk setuju. "Jika Kuro mulai membusuk besok, berarti ada yang aneh dengan tubuh bocah ini."

Malam itu, Shi Yan duduk di tanah dan mulai mengalirkan Qi Mendalam di tubuhnya dengan ekspresi serius.

Qi itu mengalir lincah di pembuluh darahnya seperti ular. Ia mencoba memusatkan seluruh energinya ke ujung jari telunjuk kanannya. Ia ingin mencapai **Langit Ketiga**.

Di **Ranah Pemula**, ada tiga tahapan:

**Langit Pertama:** Berhasil memupuk Qi Mendalam.

**Langit Kedua:** Bisa mengendalikan aliran Qi di dalam tubuh dengan pikiran.

**Langit Ketiga:** Mampu mengeluarkan Qi Mendalam menembus kulit ke udara.

Shi Yan sudah mencapai Langit Kedua. Sekarang, ia mencoba memaksa Qi-nya keluar menembus kulit jarinya.

"Syuu!"

Terdengar suara aneh di ujung jarinya. Rasa sakit yang tajam menusuk, namun Qi itu tetap tertahan di bawah kulit. Tak peduli seberapa keras ia mencoba, energinya tidak bisa keluar.

"Hah... gagal lagi," bisik Shi Yan kecewa. "Qi Mendalamku masih belum cukup kuat."

Ia menyadari bahwa besok pagi, rahasianya akan terbongkar. Begitu Kuro menunjukkan gejala pembusukan sementara dia tetap sehat, Karu dan Mo Yanyu akan tahu bahwa tubuhnya istimewa. Saat itulah Mo Yanyu mungkin akan langsung membunuhnya demi keamanan.

Melihat langit malam yang penuh bintang, tatapan Shi Yan menjadi tajam dan penuh tekad.

"Aku tidak bisa menunggu sampai besok. Jika ingin selamat, aku harus kabur malam ini juga!"

1
Jujun Adnin
lanjut
azizan zizan
kimak betol novel sampah apa yang aku terlanjur baca Nih...
Sukma Firmansyah: kami sudah merivisi semua isi novel
terimakasih atas kritikan nya, semoga penulis dapat lebih baik lagi dalam menutur kata dan style yang mudah dimengerti
total 1 replies
azizan zizan
terlalu banyak pembahasan yang tidak perlu lagi satu perkataan yang sama di ulang terus...amat membosankan jika perkataan begitu di baca...
Sukma Firmansyah: silahkan baca dari bab 1, kita sudah merivisi semua atas saran editor, agar oembaca tidak kecewa
total 1 replies
azizan zizan
tajuk muka depan sama alur di dalam membingungkan...terlalu bila bila bila bila banyak...
Sukma Firmansyah: mohon besabar saudara, ini novel dengan kapasitas ribuan bab
tidak bisa cepat sangat dalam alur nya, mohon diresapi dan di baca dengan hati yang iklhas
total 1 replies
azizan zizan
ini cerita apa Thor cek cok cek cok tak jelas...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!