NovelToon NovelToon
Lingkaran Cahaya Yang Terlupakan

Lingkaran Cahaya Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / TKP / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

*"Di dalam kedalaman tanah yang menyelimuti kota Manado, ada sebuah ruang bawah tanah yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang telah 'dipanggil'. Lima belas wanita berjubah hitam berdiri melingkari lingkaran cahaya emas yang bersinar seperti darah yang baru saja mengering. Setiap malam, mereka menyanyikan doa yang tak dikenal manusia, memanggil sesuatu yang seharusnya tetap tertidur di dalam kegelapan.

Sevira, seorang dokter muda yang baru saja pindah ke Manado untuk mengobati warga miskin, tidak menyadari bahwa rumah yang dia sewa dulunya adalah bagian dari kompleks gereja kuno itu. Saat dia mulai menemukan jejak-jejak aneh – kain hitam yang tersangkut di pagar, suara nyanyian yang terdengar di malam hari, dan wajah-wajah menyakitkan yang muncul di cermin saat malam hujan – dia terjerumus ke dalam rahasia yang telah menyiksa keluarga keluarganya selama berabad-abad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: PILIHAN UNTUK KELUARGA

Pintu kayu di belakangku mulai retak dengan suara yang mengerikan, serpihan kayu terbang ke segala arah setiap kali Om Sugi menabraknya. Suara napasnya yang berat dan terengah-engah membuatku merasa dada terasa sesak, sementara bayangan keluarga ku di depanku tetap berdiri dengan tenang, menunggu keputusanku. Anak kecil di sisiku menggenggam tanganku dengan erat, dan aku bisa merasakan dia sedang gemetar karena takut.

Dewi mengangkat tangannya perlahan, dan cahaya lembut muncul dari telapak tangannya. Cahaya itu menerangi seluruh ruangan, dan aku bisa melihat setiap sudut yang dulunya gelap dan penuh dengan misteri. Di dinding ada lukisan-lukisan tua yang menggambarkan bagaimana keluarga kita pertama kali datang ke desa ini, bagaimana mereka bekerja keras untuk membangun rumah dan kehidupan baru dan bagaimana sebuah kesalahpahaman dengan penduduk lokal membuat mereka terkurung dalam kutukan yang tidak adil.

Aku mendekati altar dengan langkah yang lambat dan hati-hati, tanganku terasa berat saat ingin menyentuh kalung yang ada di atasnya. Saat jariku hampir menyentuhnya, sebuah kenangan muncul dengan jelas di benakku saat aku masih kecil, Om Sugi pernah membawaku ke taman yang jauh dari desa. Di sana dia menunjukkan sebuah pohon besar dan berkata, “Keluarga itu seperti pohon ini akarnya saling terjalin, jadi meskipun ada cabang yang patah atau layu, pohon itu akan tetap berdiri kokoh selama kita saling mencintai.”

Saat aku merenungkan kata-katanya, Dewi mulai berbicara lagi. “Kutukan ini bukanlah hukuman, melainkan sebuah jeritan hati dari mereka yang merasa telah disakiti,” katanya dengan suara yang penuh kesedihan. “Banyak tahun yang lalu, ketika aku masih muda, aku tidak sengaja merusak tempat suci penduduk lokal karena aku tidak tahu maknanya. Mereka marah dan mengucapkan kata-kata yang membuat kita semua merasa terkurung, tapi sebenarnya mereka hanya ingin kita mengakui kesalahan itu dan meminta maaf.”

Aku melihat ke arah kalung di altar itu adalah kalung yang pernah dipakai oleh pemimpin penduduk lokal pada masa itu. Di dalam liontinnya ada sebuah permata kecil yang berwarna biru kehijauan, dan aku bisa merasakan ada energi yang mengalir di dalamnya. Untuk membebaskan keluarga ku dari kutukan, aku harus memakai kalung itu dan pergi ke tempat suci yang lama untuk meminta maaf atas kesalahan yang terjadi dulu. Tapi jika aku melakukannya, aku tidak tahu apakah aku akan bisa kembali atau harus tinggal bersama mereka selamanya.

Saat itu, pintu kayu akhirnya roboh total. Om Sugi yang sudah berubah berdiri di pintu dengan tubuh yang besar dan menyakitkan mata, matanya merah menyala dan mulutnya terbuka lebar menunjukkan gigi yang tajam seperti pisau. Bau darah dan daging membusuk mengisi udara, dan dia mulai bergerak perlahan ke arahku dengan tangan yang panjang dan licin.

Dengan hati yang penuh tekad, aku mengambil kalung dari altar dan mengenakannya di leherku. Saat permata menyentuh kulitku, aku merasakan getaran yang kuat mengalir ke seluruh tubuhku tidak menyakitkan, tapi seperti energi yang memberiku kekuatan. Bayangan keluarga ku mulai bersinar dengan cahaya lembut, dan mereka semua tersenyum padaku dengan wajah yang penuh harapan.

Anak kecil itu mengangkat tangannya dan memberiku sebuah peta kasar yang digambar di atas kain. “Ini jalan ke tempat suci,” katanya dengan suara yang sudah tidak lagi mengerikan. “Kakek akan mengikuti kita, tapi kamu harus membuat dia ingat siapa dia sebelum terlambat.”

Om Sugi semakin dekat, dan sekarang dia sudah berada di tengah ruangan. Aku berjalan menuju dia dengan langkah yang tegas, tidak lagi merasa takut. Saat aku berdiri tepat di depannya, aku mengambil tangannya dengan kuat dan berkata dengan suara yang jelas: “Om Sugi, kenang aku aku adalah anakmu yang kamu cintai. Kamu pernah bilang bahwa keluarga adalah yang paling penting. Jangan biarkan kutukan ini merusak apa yang sudah kita bangun bersama.”

Kata-kataku membuatnya berhenti sejenak, dan aku bisa melihat ada kilatan kesadaran di matanya yang merah menyala. Tapi kemudian dia menjerit dengan suara yang mengerikan dan mencoba menarik tangannya pergi. Di luar ruangan, aku mendengar suara guntur yang kuat dan hujan mulai turun dengan deras. Dari arah tempat suci yang jauh, aku melihat ada cahaya merah menyala yang semakin besar seolah ada sesuatu yang sedang bangun dan tidak senang dengan apa yang aku lakukan.

Aku harus membuat keputusan cepat membawa Om Sugi pergi ke tempat suci sekarang sambil dia masih punya sedikit kesadaran, atau tetap di sini dan berusaha membangkitkan ingatannya lebih lama lagi sebelum terlambat.

1
grandi
bau yang gak enak
grandi
cepat
grandi
aku suka tentang sejarah 👍
grandi
hujan 👍
Dewi Kartika
mantap thor
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!