NovelToon NovelToon
Lelaki Manipulatif

Lelaki Manipulatif

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Duda / Berbaikan
Popularitas:4
Nilai: 5
Nama Author: Silviriani

Guno adalah seorang pria yang hidupnya berubah drastis dalam semalam. Istri tercintanya meninggal dunia akibat ledakan gas tragis di rumah mereka. Kejadian itu mengubah status Guno dari seorang suami menjadi duda dalam sekejap.

Sebagai seorang guru yang dikenal berdedikasi tinggi, Guno dikelilingi oleh siswa-siswi berprestasi yang baik dan simpatik. Saat kabar duka itu tersebar, seluruh penghuni sekolah memberikan simpati dan empati yang mendalam. Namun, di tengah masa berkabung itulah, muncul sebuah perasaan yang tidak biasa. Rasa peduli Guno yang semula hanya sebatas guru kepada murid, perlahan berubah menjadi obsesi terhadap seorang siswi bernama Tamara.

Awalnya, Tamara menganggap perhatian Guno hanyalah bentuk kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya yang ingin menghibur. Namun, lama-kelamaan, sikap Guno mulai membuatnya risih. Teman-teman Tamara pun mulai menyadari gelagat aneh sang guru yang terus berusaha mendekati gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silviriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awas saja ya!

" Kamu tidak tertarik melihat ibu seperti ini? "

Guno mengerenyitkan keningnya dan secara sigap langsung melepas tangan ibu mertuanya itu yang tadi sempat menempel ke tangannya.

Srak!

" Sewajarnya saja jadi orangtua Bu, saya serumah dengan ibu karena saya mengingat Hana bukan karena saya tertarik kepada ibu "

setelah itu Guno betul-betul meninggalkan ibu Hana sendirian di tengah rumah dengan pakaiannya yang terbuka. Guno masuk ke dalam kamar lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.

" kalau sampai CCTV itu besok masih ada, kayaknya harus siap-siap deh bakalan kena tegur atau cari pekerjaan baru dari sekarang " ucap Guno pada dirinya sendiri.

Guno menguap " Huam!!! " dia menggeliat meregangkan tubuhnya itu kemudian secara perlahan matanya tertutup dan tertidur lelap.

Brak!!!

sesuatu memecah ruang yang hening, membuat mata Guno membulat, membelalak, terkejut karena ternyata yang membuat suasana menjadi tegang adalah sebuah vas bunga yang terbuat dari tanah liat pecah ke dinding karena dilempar seseorang.

semua orang tertunduk mendengar perkataan manusia yang berpengaruh di sekolah ini. Siapa lagi kalau bukan kepala sekolah, bapak Jajat! beliau marah besar karena melihat CCTV Guno dengan Tama tersebar di internet.

" Bisa - bisanya anda menghancurkan reputasi sekolah ini dengan begitu mudah?! pak Guno! Saya membangun sekolah ini dengan darah dan perjuangan yang tidak bisa dibayar melalui uang saja! Banyak harga diri dan pengorbanan yang saya pertaruhkan "

Suara pak Jajat memekakkan ruang kantor guru ini, Guno yang dimarahi ditempat pun didepan banyak orang hanya bisa menahan malu.

" Mulai hari ini saya pecat anda! Keluar dari sekolah ini, bikin malu saja! "

Nafas pak Jajat bergemuruh didadanya, malu, kesal, marah dan kecewa. Karena selama ini pak Jajat menaruh rasa percaya yang begitu dalam kepada Guno. Hampir seratus persen beliau memberikan tugas apapun itu yang menurut beliau kesusahan pasti minta tolongnya ke Guno, ada rezeki lebih pasti yang pertama di undang atau diajak makan berdua selalu Guno.

Kali ini Guno menghancurkan kepercayaannya itu hanya karena perempuan yang masih belia, dia ancam dan lecehkan begitu saja.Tanpa dia berfikir lebih jauh soal sekolah atau perasaan pak Jajat.

Guno berdiri kemudian dia membela diri.

" Pak saya sangat mencintai Tama! Jangan keluarkan saya, saya janji setelah ini tidak akan terjadi lagi hal bodoh seperti ini "

" Astaga Guno! Istri mu nanti marah! "

" Istri saya sudah meninggal pak! "

Pak Jajat meremas kepalanya sendiri sembari mengigit giginya sendiri saking gemasnya dengan tingkah Guno. Lalu tak lama setelah itu pak Jajat langsung meraih tangan Guno dibawanya dia ke depan gerbang sekolah. Dilepaskannya tangan Guno secara kasar oleh pak Jajat kemudian di dorong olehnya sampai Guno terjatuh ke jalan.

srak!!!!

" A!!!!! "

Guno berteriak sampai dia terbangun dari tidurnya, matanya kini terbuka lebar dan cahaya matahari yang masuk kedalam kamarnya membuat dia sedikit mengerenyitkan kening kemudian menghalangi cahaya itu menggunakan tangannya yang disimpan dipelipis.

" oh, shit!!!! "

Guno sedikit ringkih ketika berusaha bangun dari kasurnya, tubuhnya lunglai namun dia berusaha untuk tetap berdiri seperti biasa.

" Masa gue masuk angin sih? " ucapnya yang kemudian mengusap - usap punggung lehernya.

Tiba - tiba ketukan pintu kamar menderu dari luar.

Tok! Tok!

" Gun bangun sudah siang! "

Guno menggaruk kepalanya yang tak gatal itu,

" Si nenek sihir itu gak bisa kali ya santai saja kalau ngebangunin orang, huh!!! "

Guno menghampiri pintu kamar lalu dibukanya,

Krak!!!!

Benar itu ibu mertuanya yang membangunkan Guno, kali ini beliau memakai pakaian yang sopan namun matanya, bibirnya, memakai riasan yang menurut Guno itu terlalu berlebihan.

" Bu, sewajarnya saja jadi orangtua! "

Lagi Guno memperingatkan ibu mertuanya itu tapi kali ini jawabannya beda dari semalam.

" Ini masih wajar kok! kamu kalau gak suka ibu gakpapa, memangnya siapa disini yang berdandan untuk menarik perhatian kamu? Kepedean! "

Guno menghembuskan nafasnya,

" Ya sudah saya mandi dulu ya Bu.. " Guno menutup pintu kamarnya secara perlahan lalu dikunci dari dalam.

clek!!

kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali lalu mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap pergi ke sekolah.

******************

Guno berjalan sedikit tergesa karena hari ini dia akan ada praktek laboratorium bersama anak kelas sebelas IPA. Begitu dia sampai dikantor guru, semua orang yang ada disana langsung melihat ke arahnya. Pun Guno yang sedang ditatap seperti itu merasa jika mimpi semalam akan menjadi kenyataan.

Tentu batin Guno berbicara : " kalau sampai mimpi semalam menjadi kenyataan, awas aja ya Irfan gue bakalan habisin lu! "

batin dan mimik muka wajah pastinya berbeda, di dalam hati dia menggerutu sedangkan di luar dia berusaha tersenyum ramah seperti biasanya, seolah tidak terjadi apa-apa.

" Pagi! " sapa Guno pada mereka yang melihat Guno dengan tatapan sinis.

Guno duduk dimeja kerjanya dia mengambil jas lab dan memeriksa data kesiapan dirinya yang akan memasuki kelas. Tak lama setelah itu pak Ilham memanggil namanya.

" Gun! sini! "

jantung Guno berdetak kencang tak beraturan, keringat dingin bercucuran dipunggungnya pun ekspresi wajah yang tak dapat di sembunyikan menjadi sebuah keresahan Guno hari ini tentang mimpinya.

Dia berdiri menghampiri pak Ilham,

" Ada apa pak? "

" Coba kamu lihat deh si Tama sama si Iwan bertengkar ditaman sekolah ke sorot cctv! lucu banget berantemnya kayak kucing sama anjing, baku hantam tapi si Iwan kayak masih sayang gitu! "

mata Guno membulat, perasaan lega keluar dari dalam hatinya pun helaan nafas terdengar oleh pak Ilham yang ada disampingnya.

" Kenapa kamu? "

" I - itu! Lega saja berantemnya masih aman, kira - kira kalau dilihat dari dekat si Tama lebam gak ya tangannya? Kasihan sampai dipelintir gitu sama si Iwan! "

" Coba cek, kamukan lagi dekat sama dia "

" Oh iya, nanti saya cek! Itu cctv kapan ya pak? Bukannya kemarin Tama pulang lebih awal dari yang lain itupun di antar Irfan "

" Ini mah cctv satu Minggu yang lalu! Kita tuh mau cek cctv yang kemarin, kelas sepuluh ponselnya hilang tapi, ketika mau dilihat siapa yang nyuri malah hilang sebagian cctv-nya terus pas pertama di cek, semua cctv mati. Kenapa ya? Kamu tau gak? Saya sudah hampir botak ini kepala, mikirin pengembalian dokumen "

Dengan cepat Guno menggelengkan kepalanya,

" Waduh saya gak bisa pak! gak tahu malah, saya agak gaptek! "

Ilham menganggukkan kepalanya beberapa kali lalu dia menepuk pundak Guno.

ternyata perasaan lega itu tidak dirasakan terlalu lama karena seseorang yang Guno benci kini datang seperti seorang pahlawan kesiangan.

" saya bisa pak mengembalikan dokumen CCTV yang hilang! "

ucap Irfan sembari mengangkat tangannya.

Deg!

jantung Guno kini kembali berdetak tak karuan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!