NovelToon NovelToon
Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Orang Disabilitas / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur.

Tidak menyangka jika suami dan keluarganya hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

UPDATE SETIAP HARI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istana Beracun

Karena berfikir sudah terlambat datang ke Kantor, Agung melanjutkan tidurnya. Tanpa dia tahu, jika adiknya sudah mendapatkan keadilan yang setimpal.

Braakkk...

"Mas Agung... Bisa-bisanya kamu masih tidur jam segini. Nasib kita sudah habis sekarang. Mana... Tabungan Mas Agung, aku mau balikkan ke si tuli. Dia sudah tahu kecurangan kita."

Ucap Arimbi saat tiba di rumah yang ternyata masih sepi. Ibu Arumi kemungkinan sedang arisan, sedangkan Ambar pasti masih kuliah. Tapi, kenapa kakaknya masih molor.

"Apa sih, aku masih ngantuk. Dira sialan itu mengunci kamar, sehingga aku harus tidur di sofa ruang tamu semalam. Mana banyak nyamuk lagi." Kesal Agung.

"Mas serius kamu harus bangun, dengarkan aku ngomong masalah penting. Kita sudah ketahuan, dan Dira minta aku mengembalikan semua yang kita ambil dari Perusahaannya itu. Atau aku harus mendekam di penjara karena telah melakukan korupsi. Sekarang Mas bantu aku, cari semua perhiasan Ibu dan koleksi barang-barang branded milik Ambar."

"Bahkan, aku terpaksa harus memberikan sertifikat rumah yang pernah ku beli beberapa bulan yang lalu. Dan untuk Mas Agung, jangan sampai Mas ketahuan telah berselingkuh, atau nasib kita semua habis. Karena sekarang tinggal Mas satu-satunya yang masih Dira percayai." Ucap Arimbi meskipun banyak kebohongannya. Karena nyatanya Dira sudah membencinya.

Hanya saja, Dira adalah pribadi yang penuh dengan perhitungan matang. Gegabah... Bukan ciri khas Candira.

Agung menghela nafas panjang, pikirannya tiba-tiba buntu mendengar jika semua rahasia Amira telah ketahuan. Sekarang Agung juga ketar-ketir, takut rahasia tentang Dara terbongkar.

"Aku mandi dulu, aku akan telepon Ibu." Ucapnya sedikit ragu.

"Mas... Tapi, kamu harus jadi saksi kalau aku mengambil koleksi perhiasan Ibu dan barang Ambar karena tuntutan dari si tuli. Jangan sampai keluargaku sendiri mencurigaiku." Ucap Amira bergegas ke lantai dua untuk mengambil barang yang pernah dia belikan untuk keluarganya. Beruntung, Arimbi menyimpan kunci cadangan. Yang pernah sengaja dia buat.

Bukan karena ada maksud lain, tapi karena dulu beberapa kunci sempat hilang dari rumah Dira. Termasuk kunci kamar dan lemarinya. Makanya mereka semua membuat kunci baru dan menyimpan sebagian cadangannya. Tapi kalau kunci kamar Dira, dia tidak menggunakan kunci biasa. Melainkan dengan metode ibu jari bahkan pada lemari dan brangkasnya.

Setelah mengemas semua dalam satu kardus besar barang-barang branded Ambar, sekarang giliran perhiasan Ibunya. Tapi ternyata hanya sebagian saja, karena mungkin yang lainnya dipakai. Mengingat Ibu Arumi memang suka sekali pamer dengan geng sosialitanya.

Sementara itu, Agung sudah selesai mandi dan tujuannya sekarang adalah bertemu dengan selingkuhannya di Apartemennya.

Ya, tanpa Dira tahu uang Perusahaan yang diambil Agung untuk membelikan satu unit Apartemen Mewah yang ada di Pusat Kota.

Padahal Agung dan Dara baru kenal saat Agung menghadiri rapat di sebuah Restoran tanpa Dira.

Dara hanya seorang pelayan restoran, tapi kecantikan wajahnya, sikap lemah lembutnya mampu mencuri hati Agung.

Pertemuan singkat itu pun berlanjut, yang awalnya hanya saling tukar nomer ponsel lama-kelamaan bertemu diam-diam di belakang Dira.

Dara pandai memainkan peran gadis dengan wajah teduh yang kalem. Berbeda dengan Dira yang tegas, membuat Agung merasa bersama Dara dia seperti pria yang dibutuhkan, dihargai dan dianggap sebagai pelindung.

Sedangkan Dira mempunyai sikap tegas yang dominan berkuasa karena memang semua yang dinikmati Agung dan keluarganya adalah murni milik pribadinya.

Apartemen mewah itu masih sunyi, padahal jam di dinding terus bergerak naik ke angka sebelas. Agung masuk setelah menekan sandi angka kode kunci di pintu.

"Sayang... Kamu ada di mana?"

Agung menelusuri ruangan untuk mencari wanita selingkuhannya yang tidak bersuara.

Cekleekkk

Pintu kamar mandi dibuka, ternyata Dara sedang mandi busa.

"Sayang... Tumben datang jam segini, tidak berangkat ke kantor ya?" Tanya Dara beranjak dari bathup dengan tubuh polos penuh busa.

"Ayo kita mandi bareng, anak kamu rindu dielus." Ucap Dara.

Dan aksi saling memuaskan terjadi, Agung dan Dara meliuk-liuk di bawah shower tanpa peduli dengan status mereka yang hanya pasangan selingkuh tanpa ikatan SAH.

"Setelah ini, ayo antar aku ke Rumah Sakit untuk memeriksa kandunganku." Pinta Dara dengan manja.

"Tapi, sebelum itu kita berkemas dulu. Karena mulai hari ini, kamu akan aku bawa pulang..."

"Benarkah? Mas kamu sudah jujur dengan Istrimu yang tuli itu tentang hubungan kita?" Cerocos Dara.

"Tidak, kamu akan aku perkenalkan sebagai keponakan Ibu dari Desa. Hubungan kita jangan sampai ketahuan, sampai aku mendapatkan seluruh aset milik Dira. Kamu sabar dulu ya, setidaknya kita bisa sering..."

"Ah... Kamu benar Mas Agung. Kita jadi punya banyak waktu. Dan kamu gak harus datang jauh-jauh untuk bercinta denganku." Ucap Dara tersenyum sangat bahagia.

Impiannya menjadi Nyonya Besar sebentar lagi akan tercapai berkat anaknya.

Perut Dara sudah mulai membuncit, 3 bulan usia kandungannya sekarang. Tapi statusnya hanya wanita simpanan.

"Aku bahagia, akhirnya sebentar lagi ada yang memanggilku seorang Ayah. Selain masih muda dan cantik, kamu perempuan yang sangat sempurna. Tidak butuh waktu lama, kamu langsung bisa hamil." Ucap Agung sambil menciumi perut bulat Dara. Agung memang sangat menginginkan anak, tapi Dira tak kunjung hamil padahal mereka sudah lama menikah.

Dira pernah mengajak Agung konsultasi ke Dokter, bahkan berencana bayi tabung. Tapi, Agung selalu merasa subur makanya menolak ajakan Istrinya. Dan terbukti, hanya melakukan dengan Dara Agung menjadi pria sempurna.

Dara tersenyum lembut sambil mengelus kepala Agung dengan penuh cinta.

"Anak ini memang anakmu Mas, dan sampai kapanmu statusnya sama."

Ucapan Dara terdengar tulus, tapi andai Agung punya otak cerdas. Ada bahasa ambigu yang selalu terselip dari setiap kalimat Dara.

Setelah berkemas Agung langsung membawa Dara pulang ke rumah Dira. Bahkan perlakuan Agung kepada Dara jauh lebih manis dan romantis. Menuntun gundiknya hati-hati bagaikan Dara adalah porselin yang rapuh.

Dara diberikan kamar di belakang, karena hanya dengan begitu hubungan perselingkuhan mereka akan tetap aman.

"Untuk sementara tidur di sini, supaya Dira tidak berfikir mencurigaimu. Kita harus bisa mengelabui Dira, sampai apa yang aku impikan tercapai dan semua itu demi kamu dan anak kita. Percayalah!" Ucap Agung terdengar sangat meyakinkan.

Dengan wajah yang menunduk kesal, Dara masuk ke kamar... PEMBANTU. Pikirnya, dia akan langsung menjadi ratu menyingkirkan pemilik asli istana.

Mereka semua tidak tahu, jika saat ini Istana mewah itu akan disulap menjadi penjara transparan. Yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang dengan pemikiran dan jiwa yang bersih dari racun.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Arin
/Heart/
Putrii Marfuah
menjauh Dari yang selalu membuat Luka, bukan kalah tapi agar tetap waras
Lienaa Likethisyow
semoga bahagia selalu ya kalian👍👍dan tetap semangat..makasih thor atas ceritanya🙏🙏
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
akhir yang bahagia walaupun tidak semulus jalan tol
Ita rahmawati
maksudnya selesai ini beneran tamat kah 🤔
padahal sedang suka sukanya baca kisah si mbim 😂
Ita rahmawati
pilihan yg udh bener minim,,jgn terus lari to coba bertahanlah mungkin kamu akan menemukan kebahagiaan 🤗
mbim panggilan yg manis menurutku 😂
Ita rahmawati
ayo tuan muda berjuanglah temukan arimbi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga arimbi berjodoh sama tuan muda ya thor
Ita rahmawati
Arimbi 😔
Pawon Ana
yang terpenting adalah menerima diri sendiri tanpa kata" seharusnya atau tapi atau seandainya"
biarkan semua berjalan sebagai bagian dari alur yang memang harus dijalani
jangan menghindar atu menjauh, rasakan setiap rasa yang datang, marah kecewa kesal sakit hati sebagian bagian dari alur
sulit memang tapi justru itu membuat kita nyaman karena kita jujur .✌️💪
Pawon Ana
tidak ada seseorangpun yang bisa hidup sendirian,kita hanya mengira kita merasa aman jika sendiri tapi kita terkadang lupa kita butuh seseorang untuk tempat pulang,
Lienaa Likethisyow
mantap...👍👍👍👍..lanjut thor ...💪💪💪
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya dianggap tidak pernah cukup,terkadang memilih diam bukan karena mereka benar hanya saja terlalu lelah untuk berjalan memenuhi ekspektasi mereka
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya hidup dibawah tatapan orang lain dinilai disimpulkan tanpa pernah dipahami,dan dituntut menjadi sesuatu tanpa pernah ditanya.✌️ sangat tidak nyaman💪
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Setiap manusia memiliki perjalanan yang panjang dalam hidupnya. Ada awal, ada proses, dan pada akhirnya selalu ada yang disebut pulang. Kata “pulang” bukan hanya sekadar kembali ke rumah secara fisik, tetapi juga memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia dapat dimaknai sebagai perjalanan spiritual, emosional, maupun sosial. Pulang selalu identik dengan kerinduan, kenyamanan, serta pengingat bahwa ada tempat yang menerima kita dengan apa adanya.
Dalam budaya Indonesia, konsep pulang seringkali dikaitkan dengan kampung halaman, keluarga, dan akar identitas. Pulang bukan sekadar aktivitas berpindah tempat, tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam. Pulang bisa berarti kembali pada nilai, kembali pada Tuhan, kembali pada diri sendiri, atau bahkan kembali pada tujuan hidup yang sejati.
Pulang memiliki makna universal, tetapi setiap individu menginterpretasikannya dengan cara yang berbeda. Ada yang memaknai pulang sebagai sebuah perasaan lega setelah perjalanan panjang, ada yang melihatnya sebagai jalan kembali ke akar budaya, dan ada pula yang menganggapnya sebagai pertemuan kembali dengan diri yang hilang. Makna pulang selalu melekat dengan rasa aman, damai, dan penerimaan...😊👍💪
Pawon Ana
bagus ceritanya, narasinya tertata, bahasanya halus, ini lebih ke konflik psikologis ya ....
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Lienaa Likethisyow
sesak rasanya/Sob//Sob/
Pawon Ana
terkadang juga kita memilih diam karena sadar tidak mungkin menjelaskan pada semua orang untuk bisa memahami,diam atau bicara itu sebuah pilihan.
Putrii Marfuah
maaf y Thor, gak niat numpuk, tapi lagi repot ama pesanan. JD gak bisa full . pas senggang ,playing bisa 1 bab
Erchapram: Alhamdulilah rejeki memang gak kemana
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!