Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Strange things
Semenjak hari itu Sasuke semakin terlihat berbeda dari biasanya, tidak ada lagi Sasuke yang suka bikin onar atau sekedar berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati semua orang.
Tidak hanya sifatnya saja, tetapi penampilannya juga semakin berubah. Rambutnya yang semula memanjang hingga sebahu, kini memanjang sampai ke punggung. ditambah lagi Rambutnya berubah warna dari pirang menjadi hitam. ya walaupun hanya dari tengah hingga ke ujung.
"Apa ini hanya perasaanku. atau semakin lama semakin hari penampilanmu menjadi semakin aneh?." Ujar Danny yang keheranan melihat gaya rambut Sasuke.
"memangnya kenapa?." Tanya Sasuke ketus.
"Aku hanya berpendapat saja. " Balas Danny yang merasa bahwa tidak ada yang salah dengan ucapannya,
"Kau pikir aku mau seperti ini Hah?." Kata Sasuke yang tidak terima dengan Ucapan Danny.
Sementara Danny sendiri bingung, dia kan hanya berpendapat, Selain itu tumben Sasuke menanggapi ucapnnya serius. sementara biasanya ia akan balik mengerjai Danny "Aku kan hanya berpendapat saja. lagipula kenapa kau marah?."
"Jelas saja aku marah." Balas Sasuke sambil mendorong Danny hingga dia terjatuh.
Semua anak-anak yang melihat menjadi terkejut dan melihat ke sumber suara.
"Kau ini apa-apaan." Merasa Sasuke sudah keterlaluan, Danny kini balik mendorong Sasuke sampai dia juga terjatuh sama seperti dirinya.
"Apa maumu sebenarnya?." Tanya Sasuke kesal dengan perlakuan Danny
"Kau benar-benar seperti orang asing. Kau tahu itu." Jawab Danny
"Apa katamu?."
Sebelum berhasil saling Serang, Kenichi dan Igarashi berhasil menengahi pertengkaran mereka berdua.
"Sudah hentikan Danny." Kenichi meminta agar Danny berhenti menyulut emosi Sasuke
"Sasuke kendalikan dirimu." Kata Igarashi berusaha mengendalikan Emosi Sasuke.
Akhirnya perkelahian keduanya bisa dihentikan dan kedua pelaku keributan tersebut berhasil dipisahkan.
...****************...
Beberapa Hari kemudian, Kelompok Alpha melakukan latihan seperti biasanya di Base 066. Tema latihan kali ini adalah pengaplikasian Holy pearl dalam pertarungan.
"Baiklah materi kali ini merupakan pengaplikasian Holy Pearl dalam pertarungan." Kata Azuna membuka training field pada hari ini.
"Baik." Balas Semua muridnya.
"Bagaimana cara melakukannya telah di terangkan di kelas. Jadi kali ini aku ingin kalian mulai melakukannya dalam pertarungan satu lawan satu." Jelas Azuna sambil menerangkan peraturan dari pertandingan kali ini.
"Eh. Satu lawan satu?."
"Berarti...."
"Iya. Kali ini kalian akan bertanding melawan teman kalian sendiri." Ucap Azuna memotong ucapan Hanada dan Zakuro.
Tak berlama-lama, Azuna meminta Igarashi dan Sasuke untuk menjadi top batter
"Baiklah pertandingan pertama dimulai dari Igarashi melawan Sasuke." Perintah Azuna pada Igarashi dan Sasuke.
"Baik." Balas Igarashi dan Sasuke yang kemudian mengambil posisi untuk bersiap-siap.
...****************...
"Baiklah siap. Mulai."
Tak butuh waktu lama, Igarashi kini menyerang Sasuke dengan panah andalannya. Tetapi hal tersebut mampu dihindari oleh Sasuke dengan mudahnya.
Sasuke tanpa basa-basi memukul Igarashi dan segera menggunakan Holy pearl untuk melumpuhkan Igarashi.
"AAAAKKKHHHHH."
Igarashi tak mampu menahan rasa sakit akibat serangan Sasuke. Tetapi, dia harus bertahan agar dia bisa selamat dari serangan Sasuke.
Ia mencoba untuk bangkit dan berlari kearah Sasuke. Sebelum Sasuke berhasil menyentuhnya, Ia melemparkan Holy pearl miliknya didekat Sasuke.
Seketika itu juga, dari Holy pearl Igarashi muncul es yang siap untuk memerangkap Sasuke.
Kesal karena Igarashi membuat dia terperangkap di dalam es, Sasuke kemudian menggunakan sihir petirnya untuk menghancurkan es Igarashi. Kemudian tanpa semua orang duga, Sasuke berlari dan mencekik leher Igarashi.
"S-sasuke. Apa yang kau lakukan?." Tanya Igarashi berusaha melepas cengkraman Sasuke yang ada pada lehernya.
"Membunuhmu." Jawab Sasuke singkat dengan nada ingin membunuh di dalamnya
"Apa maksudmu?. ini hanya latihan." Igarashi berusaha untuk mengingatkan Sasuke bahwa ini hanya latihan. Tetapi entah kenapa Sasuke sepertinya tidak bisa di beritahu.
"Kau harus... Akh." Sebelum menyelesaikan ucapannya, Sasuke merasa sakit di bagian kepalanya. ia menutup matanya sebentar lalu membuka matanya.
"Ah." Betapa terkejutnya dia mengetahui bahwa ia mencoba membunuh Igarashi dengan tangannya. Ia segera melepaskan kedua tangannya dari leher Igarashi dan menunduk
"Maafkan aku." Kata Sasuke merasa bersalah atas apa yang baru saja dia lakukan.
"Tidak apa-apa." Balas Igarashi sambil memegangi lehernya yang tadi dicekik oleh Sasuke.
"Igarashi. Apa kau baik-baik saja?." Tanya Azuna yang mendekati mereka berdua.
"Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah mencemaskan aku." Kata Igarashi sambil melepaskan lehernya.
Azuna melihat sekilas kearah Sasuke yang linglung kemudian menghela nafas.
"Baiklah. kalian berdua berisirahatlah." Perintahnya meminta Sasuke dan Igarashi untuk beristirahat.
"Baik" Kata Sasuke dan Igarashi bersamaan. kemudian mereka berdua segera duduk menjauhi arena latihan.
"Selanjutnya, Akiko dan Sakuraba segera bersiap-siap." Perintah Azuna pada Akiko dan Sakuraba agar mereka segera bersiap-siap.
...****************...
Setelah field training pada hari ini selesai, Semua memutuskan untuk segera kembali ke Asrama. Tetapi tidak bagi Akiko. Ada hal yang ingin ia bicarakan secara empat mata pada Sasuke. Dan kini keduanya yang masih tersisa di Base 066.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?." Tanya Akiko to the point pada Sasuke.
Sasuke yang tidak tahu harus menjawab apa hanya bisa menunduk. "Aku tidak tahu." Balasnya.
"Kami benar-benar kaget saat kau berusaha untuk membunuh Igarashi seperti tadi." Ucap Akiko mengutarakan kekhawatirannya saat ia melihat Sasuke yang mencoba membunuh Igarashi dengan cara seperti itu. Seperti bukan Sasuke yang ia kenal.
Sementara itu, Sasuke terus menunduk tidak membalas perkataan Akiko. Dia merasa aneh pada dirinya sendiri yang tiba-tiba seperti kerasukan setan.
"Kau seperti kerasukan setan." Lanjut Akiko yang sepertinya perkataan tersebut diiyakan oleh Sasuke sendiri.
"Maaf." Sesal Sasuke pada apa yang terjadi.
"Apa ini masih ada hubungannya dengan di fruit parlor kemarin atau yang lainnya?." Kini Akiko penasaran akan apa penyebab ini semua apakah ini karena Hino atau bibinya yang membuat Sasuke kepikiran seperti ini?.
"Aku rasa ini tidak ada hubungannya dengan itu." Ujar Igarashi dari belakang Akiko. Ia sebenarnya sudah pergi sedari tadi. Tetapi ia memutuskan untuk kembali karena ia cemas apabila hal buruk terjadi pada kedua sahabatnya.
"Bagaimana kau bisa yakin, Igarashi?." Tanya Akiko penuh selidik. Seolah-olah Igarashi mengerti sesuatu yang tidak mereka tahu.
"ini hanya firasatku saja." Ya. Igarashi hanya menebak bahwa penyebab Sasuke seperti ini bukan karena Hino, atau Bibinya. Tetapi karena memang ada yang lain.
Yang jauh sangat mengerikan untuk mereka bayangkan.
Igarashi kemudian menoleh kearah Sasuke lalu memanggilnya.
"Sasuke." Panggil Igarashi membuat sang pemilik nama menoleh kearahnya.
"Semenjak rambut itu memanjang dan menghitam dengan sendirinya, Kau menjadi pribadi yang lain." Kata Igarashi dengan berhati-hati agar tidak menyinggung sahabatnya ini.
"Kau seperti orang asing. Bukan dalam konteks penampilan melainkan sifat dan perilaku." Lanjut Igarashi.
Sasuke yang tidak mampu menahan semua rasa bersalahnya ini hanya bisa mengeluarkan air mata.
"Maafkan aku." ujarnya kemudian meninggalkan Akiko dan Igarashi.
"Hei." Akiko berusaha untuk menahan Sasuke agar tidak pergi. Tetapi apa daya, Sasuke kini telah menjauh dari pandangan mereka.
"Dia sudah pergi." Kata Akiko setelah Sasuke tidak tampak lagi di mata mereka.
"Akiko." Panggil Igarashi memecah keheningan diantara mereka.
"Ada apa?." Tanya Akiko merasa namanya dipanggil oleh Igarashi.
"Ada sesuatu yang aku cemaskan sejak sebelum inter-school sparring waktu itu." Igarashi kini mengutarakan kekhawatirannya pada Akiko.
Awalnya Akiko tidak memahami apa maksud perkataan dari Igarashi. Tetapi ia kemudian paham saat Igarashi mengatakan 'Sebelum Inter-school sparring.' yang merujuk pada kejadian itu.
"Jangan-Jangan maksudmu...." Akiko memastikan bahwa apa yang dimaksud oleh Igarashi adalah kejadian tersebut. Awalnya, Ia ingin Igarashi menjawab kata tidak. Tetapi, anggukan kepala dari Igarashi sepertinya cukup menjawab keraguan Akiko.
"Tidak mungkin." Kata Akiko yang mulai berkeringat dingin mengingat hal tersebut.
...****************...
Sementara itu, Sasuke kini sedang menangis di dekat pagar Asrama putra. Dia terus menangis hingga seseorang memanggil namanya.
"Sasuke?." Panggil orang tersebut yang ternyata adalah Azuna.
"M-Miss Azuna." Balas Sasuke sambil mengusap air matanya.
"Ada apa?." Tanya Azuna yang mencemaskan kondisi muridnya tersebut.
"Tidak ada apa-apa." Ucap Sasuke sambil berusaha untuk pergi menjauhi Azuna.
"Sasuke." Panggil Azuna sebelum Sasuke memasuki area Asrama putra.
"Iya." Sasuke menoleh kearah Azuna.
"Sepertinya kau kurang enak badan. mungkin sebaiknya kau beristirahat." Saran Azuna pada Sasuke.
"T-tapi..." Sasuke berusaha untuk menolak saran Azuna karena kalau ia libur, tidak hanya nilainya yang turun. Tetapi Ia akan merasa bersalah pada teman-temannya karena membuat prestasi Kelas Margery jelek
"Jangan Khawatir. Aku akan memberimu izin untuk libur. Ini juga demi dirimu." Balas Azuna agar Sasuke mau mengikuti perintahnya.
Azuna mendapat Laporan dari Thalia bahwa Sasuke bertengkar hebat dengan Danny di kelas. Tidak hanya itu, dengan apa yang terjadi pada saat field training hari ini, membuktikan bahwa Sasuke sedang dalam masalah. Dan Ia tidak mau muridnya ini semakin memberi masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain.
"Terima kasih." Sasuke hanya bisa mengikuti perintah dari Azuna. mungkin libur satu atau dua hari bisa membuat dia tenang sejenak. Dia tidak hanya melukai Danny tetapi Igarashi yang merupakan sahabatnya dari kecil juga hampir dia bunuh.
Ia kemudian segera menutup pagar Asrama putra dan segera masuk ke gedung.
Azuna Kemudian segera meninggalkan tempat itu dan pergi pulang.
...****************...
Sesosok Bayangan hitam Masih dengan setia mengawasi Sasuke dari jendela kamar Asrama mereka.
"Sebentar lagi, waktu yang ditunggu-tunggu akan segera tiba."
TBC
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ini tipo 😅😅
Apa lagi coba
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih