NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Saat Michelle berjalan dengan langkah yang goyah di sepanjang jalan, tubuhnya masih penuh dengan kotoran dan bau yang menyengat dari got pembuangan air, sebuah mobil mewah berwarna hitam yang baru saja keluar dari bengkel perlahan berhenti di sebelahnya.

Pintu mobil terbuka dan Yuda asisten pribadi David keluar.

"Aduh, ... apa yang terjadi denganmu ?" tanya Yuda dengan suara yang penuh perhatian, mendekati Michelle dengan hati-hati.

Dia melihat bajunya yang penuh dengan kotoran dan noda basah, rambutnya yang berantakan, serta ekspresi wajahnya yang rasa tidak suka.

Michelle menghela nafas panjang dan mengangkat bahu dengan lembut.

"Aku tidak sengaja jatuh ke dalam got, Pak. Cukup menyebalkan memang," jawabnya dengan suara yang lemah, merasa sangat malu dengan kondisi dirinya yang saat ini sangat tidak menarik.

Yuda mengangguk dengan mengerti, namun kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi yang sedikit terkejut seolah-olah sedang mengingat sesuatu.

Dia melihat wajah Michelle dengan lebih cermat, mengingat wajah wanita yang pernah dia temui di depan supermarket beberapa hari yang lalu, wanita yang bertengkar dengan David dan akhirnya diberi uang ganti rugi olehnya.

"Maafkan saya... tapi apa kamu adalah wanita yang saya temui di depan supermarket waktu itu?" tanya Yuda dengan suara yang pelan, memastikan bahwa dia tidak salah mengenali orangnya.

Michelle juga segera mengingat momen itu pria yang berdiri di depan dia adalah orang yang sama dengan asisten CEO baru nya yang pernah memberinya uang untuk mengganti baju yang kotor karena disiram oleh mobil sang CEO.

"Oh iya, Pak... saya memang orangnya. Maafkan saya ya waktu itu, saya benar-benar tidak tahu kalau pria yang berselisih dengan saya itu adalah CEO baru perusahaan tempat saya bekerja. Saya juga tidak tahu kalau dia adalah bos Anda," ucap Michelle dengan suara yang penuh rasa minta maaf, menunduk dan tidak berani melihat ke arah Yuda.

Yuda hanya bisa tersenyum lembut dan menggelengkan kepala.

"Tidak apa-apa. Saya paham keadaan Anda waktu itu. Yang penting sekarang, apa Anda baik-baik saja? Apakah Anda butuh saya antar pulang ke rumah? Saya bisa mengantar Anda dengan mobil ini, jadi Anda tidak perlu lagi berjalan kaki dalam kondisi seperti ini," ajaknya Yuda dengan suara yang sangat sopan dan penuh perhatian.

Namun Michelle dengan sopan menolak tawaran tersebut.

"Terima kasih banyak atas kesediaannya, Pak. Tapi rumah saya sudah tidak jauh dari sini, dan saya juga merasa sangat tidak nyaman kalau harus masuk ke dalam mobil Anda dengan kondisi seperti ini. Nanti saya hanya akan membuat mobil Anda kotor juga," jawabnya dengan senyum yang sedikit terpaksa.

Yuda mengangguk dengan mengerti dan memberikan senyum hangat padanya.

"Baiklah, Bu. Jika itu yang Anda inginkan. Tapi jika ada sesuatu yang Anda butuhkan atau ada masalah dengan bos saya nanti, jangan sungkan untuk mencari saya ya. Saya akan selalu siap membantu sebanyak mungkin," ucapnya sebelum kembali masuk ke dalam mobilnya.

"Kalau begitu saya pergi dulu ya, Bu. Semoga Anda cepat pulih dan kondisi Anda segera membaik," ucap Yuda terakhir kali sebelum menutup pintu mobil dan mengendarainya pergi meninggalkan Michelle yang masih berdiri di sisi jalan.

Setelah mobil Yuda hilang dari pandangannya, Michelle menghela nafas panjang dan mulai berjalan lagi menuju rumah kontrakan nya.

"Ahh, sial sekali... ternyata dia masih ingat dengan saya. Tapi kenapa CEO baru itu tidak mengenali saya sama sekali ya? Padahal kita sudah bertemu berkali-kali dan bahkan saya sudah dua kali membuatnya terluka," gumamnya pelan sambil menggerutu perlahan.

Dia merasa sangat kebingungan dengan sikap David yang seolah-olah tidak pernah mengenalnya sama sekali, padahal mereka sudah memiliki beberapa pertemuan yang cukup tidak menyenangkan.

Setelah berjalan selama sekitar sepuluh menit lagi, Michelle akhirnya sampai di rumah kontrakan kecilnya yang terletak di dalam gang yang cukup sempit.

Dia segera membuka pintu rumah dengan hati yang sangat berat dan langsung berlari ke kamar mandi.

Tanpa berpikir panjang, dia mencopot semua bajunya yang kotor dan memasukkannya ke dalam ember cucian, lalu segera memasukkan tubuhnya ke dalam bak mandi yang sudah diisi dengan air hangat dan sabun mandi yang harum.

"Akhirnya bisa membersihkan diri juga..." bisiknya dengan lega saat air hangat menyiram tubuhnya, mencuci semua kotoran dan bau yang menempel di kulitnya.

Dia menghabiskan waktu cukup lama di kamar mandi, membersihkan setiap bagian tubuhnya dengan sangat cermat, bahkan mencuci rambutnya dua kali agar tidak ada lagi bau yang menyengat yang menempel padanya.

Setelah merasa cukup bersih, dia keluar dari kamar mandi, mengenakan piyama yang nyaman, dan mulai membersihkan baju kerja nya yang kotor dengan tangan di belakang rumah.

Sementara itu, Yuda mengendarai mobil David yang baru saja selesai diperbaiki dari bengkel menuju kantor Switch Company.

Namun ketika sampai di depan gedung kantor, dia melihat bahwa mobil sport merah milik David yang biasanya diparkir di area khusus eksekutif sudah tidak ada lagi.

Dengan merasa sedikit khawatir, dia mencoba menghubungi David melalui telepon, namun tidak ada jawaban dari sisi lain.

"Mungkin bos sudah pulang ke rumah ya..." gumam Yuda pelan sebelum memutuskan untuk mengubah arah mobil dan mengendarainya menuju rumah David yang megah.

Dia tahu bahwa kondisi David bisa saja memburuk kapan saja, dan jika tidak segera diberikan obat atau dibantu, bisa jadi akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

Setelah berkendara selama sekitar dua puluh menit melalui jalan-jalan kota yang mulai ramai karena jam pulang kerja, Yuda akhirnya sampai di rumah David.

Dia langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu, dia sudah memiliki hak untuk masuk kapan saja karena sebagai asisten pribadi, dia harus selalu siap membantu David kapan saja.

Namun ketika memasuki rumah, dia tidak melihat David di ruang tamu atau di ruangan kerja kecil yang berada di lantai dasar.

Dengan rasa khawatir yang semakin meningkat, Yuda mulai mencari David ke setiap ruangan di rumah tersebut.

"Boss! Boss! Dimana kamu?! Saya sudah kembali dari bengkel dan membawa mobilmu yang sudah diperbaiki!" teriak Yuda dengan suara yang cukup tinggi, namun tidak ada jawaban yang terdengar dari mana saja.

Tiba-tiba dia mendengar suara tertawa yang riang dan suara percikan air dari arah belakang rumah.

Dengan cepat, Yuda berlari ke arah belakang rumah dan menemukan kolam renang yang besar dan indah di sana.

Namun apa yang dilihatnya membuatnya langsung tercengang dan tidak bisa berkata-kata selama beberapa detik.

"What the fu*, Boss! Sedang apa kamu?!"**

Yuda menjerit dengan suara yang penuh kejutan dan tidak percaya, melihat David yang sedang bermain di dalam kolam renang dengan keadaan telanjang bulat.

Rambutnya yang basah meneteskan air ke tubuhnya yang tinggi dan berotot, wajahnya penuh dengan senyum riang seperti anak kecil yang sedang menikmati permainan airnya.

Dia melompat-lompat dari tepi kolam ke dalam air dengan penuh semangat, membuat percikan air yang sangat banyak menyebar ke segala arah.

"Yay! Airnya sangat menyenangkan, Paman Yuda! Ayo ikutan bermain juga dong!" teriak David dengan suara yang riang dan penuh semangat, melihat Yuda yang sedang berdiri dengan wajah terkejut di tepi kolam.

Dia bahkan mulai melempar air ke arah Yuda dengan tangan nya yang penuh dengan semangat.

Yuda hanya bisa menghela nafas panjang dengan ekspresi wajah yang penuh kesal dan kelelahan.

Dia sudah merasa sangat capek harus menjaga David yang kepribadiannya bisa berubah secara tiba-tiba menjadi seperti anak kecil, wanita pemalas, atau bahkan pria pemarah yang tidak terkendali.

"Aduh, Boss! Aku menyerah sudah! Aku benar-benar tidak tahan lagi dengan kondisi kamu yang terus berubah-ubah seperti ini!" teriak Yuda dengan suara yang penuh keluhan.

Menutup wajahnya dengan kedua tangan karena sudah tidak bisa melihat lagi kondisi bosnya yang sedang bermain seperti anak kecil di kolam renang dengan keadaan telanjang bulat.

"Haaaa! Apa yang harus aku lakukan lagi denganmu , Boss?!"

David hanya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Yuda yang kesal itu.Dia terus bermain di dalam kolam renang dengan penuh semangat.

Bersambung....

1
ryu
lagi² cuma gue 🗿
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
ryu
udah di kasih, 🗿
ryu
🗿🗿🗿
ryu
gabut Thor 🤣
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
wkwk, lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!