Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 – Aku Seorang Ahli
“Kau berani memukulku?!”
Debkolektor itu terhuyung sambil memegangi wajahnya yang memerah. Tatapan matanya penuh kebencian ketika ia menunjuk ke arah Kevin Sanjaya.
“Aku bukan debkolektor biasa, Aku Bigshot Dog! Dan bosku adalah Tuan Tiger!”
Ancaman itu biasanya cukup untuk membuat orang-orang ketakutan. Namun kali ini, ancaman tersebut justru disambut senyum tipis.
“Aku memang memukulmu.”
Plaak!
Sebuah tamparan keras kembali mendarat di wajah Bigshot Dog, membuat tubuh besarnya terpelanting dan jatuh tersungkur ke aspal.
“Apa hakmu menindas kurir Ojol seperti itu?” suara Kevin Sanjaya dingin, namun penuh tekanan.
Bigshot Dog mengerang kesakitan, tetapi masih berusaha keras mempertahankan wibawanya.
“Kau memukulku, ya? Aku akan melaporkanmu! Kau akan ganti rugi, mengerti?!”
Kevin Sanjaya tertawa kecil.
Jika ini terjadi beberapa hari lalu, mungkin ia akan ragu. Ia bukan tipe orang yang suka mencari masalah, apalagi dengan preman jalanan berkedok debkolektor.
Namun sekarang… semuanya berbeda.
Ia punya uang, punya kekuasaan, dan punya Sistem.
Sekarang, Kevin Sanjaya adalah pemilik perusahaan bernilai triliunan. Uang ratusan juta hanyalah angka baginya. Hal-hal yang dulu hanya bisa ia pikirkan, kini bisa ia lakukan tanpa ragu.
Hari ini, Kevin Sanjaya memutuskan untuk berdiri sebagai orang yang benar.
“Silakan laporkan,” katanya santai.
Dugh!
Satu tendangan keras mendarat di perut Bigshot Dog, membuat tubuh pria itu terguling dan jatuh tepat di atas makanan yang tercecer. Sup, nasi, dan saus menempel di seluruh tubuhnya, menjadikannya bahan tertawaan.
Kevin Sanjaya menatapnya dari atas, matanya tajam.
“Tahukah kau berapa banyak orang yang hidupnya hancur karena ulahmu?”
“Kurir Ojol yang terjebak macet, datang terlambat, lalu mendapat ulasan buruk.”
“Mereka bekerja mati-matian hanya untuk bertahan hidup!”
Setiap kata Kevin Sanjaya terasa menghantam hati semua orang yang mendengarnya.
Kurir Ojol yang dipukuli itu mengepalkan tangan, matanya memerah. Para pengemudi lain yang terjebak macet sejak tadi juga mulai berteriak marah.
“Benar! Debkolektor berkedok Preman seperti ini harus diberi pelajaran!”
“Kita sudah terlalu lama diam!”
Amarah yang terpendam akhirnya meledak.
Dalam sekejap, massa mengerubungi Bigshot Dog. Tinju dan tendangan datang bertubi-tubi. Tak ada lagi sikap arogan, hanya jeritan kesakitan yang memohon ampun.
Beberapa menit kemudian, Bigshot Dog tergeletak tak berdaya, wajahnya lebam, tubuhnya gemetar.
Kurir Ojol yang diselamatkan itu menatap pemandangan tersebut dengan mata berkaca-kaca. Ia lalu menghampiri kevin Sanjaya dan menggenggam tangannya erat.
“Terima kasih… terima kasih banyak!” suaranya bergetar.
“Bagiku, Anda benar-benar seperti pahlawan!”
“Aku Christo Wullur, kurir wilayah barat,” lanjutnya penuh hormat.
“Kalau suatu hari Anda punya waktu, izinkan aku mentraktir makan. Aku juga ingin mengenalkanmu pada para kurir Ojol lainnya.”
Kevin Sanjaya tersenyum, lalu membantu mengangkat motor milik Christo Wullur yang terjatuh.
“Aku Kevin Sanjaya,” katanya.
“Aku masih punya pesanan yang harus diantar, jadi tak bisa lama-lama.”
Ia menepuk bahu Christo Wullur dengan mantap.
“Ingat satu hal. Jika kau benar, jangan takut. Preman seperti mereka hanya berani pada orang lemah.”
Diam-diam, Kevin Sanjaya menyelipkan lima ratus ribu ke dalam saku Christo Wullur.
Ia tahu betul kerasnya dunia pengantaran makanan. Pesanan yang tumpah berarti denda, komplain, dan potongan gaji. Uang itu setidaknya bisa menutup kerugian, bahkan memberi sedikit kelegaan.
Tanpa menunggu ucapan balasan, Kevin Sanjaya naik ke motor butut kuningnya dan melaju pergi.
“Terima kasih… Pahlawan!”
Christo Wullur menundukkan tubuhnya dalam-dalam, menatap punggung Kevin Sanjaya yang semakin menjauh.
Angin malam menerpa wajah Kevin Sanjaya.
“Rasanya… luar biasa.”
Ia tertawa lepas. Perasaan puas memenuhi dadanya.
Saat itulah suara dingin Sistem kembali terdengar.
[Tindakan heroik terdeteksi.]
[Hadiah: Warisan Menengah Tinju Delapan Ekstrem.]
[Status: Ahli Menengah. Mampu menghadapi sepuluh orang sendirian.]
Mata Kevin Sanjaya membelalak.
“Sekarang aku benar-benar tak perlu takut pada siapapun,” gumamnya senang.
Namun sebelum euforia itu berlangsung lama, peringatan lain muncul.
[Waktu tersisa: 20 menit.]
[Gagal menyelesaikan pengantaran akan berakibat hukuman.]
Jantung Kevin Sanjaya berdegup kencang.
Tanpa ragu, ia memutar gas dan melesat menuju tujuan. Kebun Botani Barat.
“Akhirnya sampai!”
Ia menarik napas lega dan berteriak, “Pesanan makanan! Siapa yang pesan? Mohon tanda tangannya!”
Tak ada jawaban, dan suasana Sunyi.
Penghitung waktu Sistem terus berjalan tanpa ampun.
“Kemana orang yang memesan ini…?”
Kevin Sanjaya menoleh ke sekeliling. Suasana Gelap dan tetap Sepi. bahkan tidak ada satu pun orang terlihat.
Saat itu juga, firasat buruk menyeruak di hatinya.
Ini bukan misi biasa, Ini pasti misi khusus.
Dan mungkin, pelanggannya juga bukan orang biasa. Dada Kevin Sanjaya terasa dingin.
“Jangan-jangan…” gumamnya pelan.
“Yang pesan ini… bukan manusia?”
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁