Menceritakan seorang gadis cantik imut dan polos, yan rela tinggal serumah dengan seorang pemuda berhati dingin hanya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya?...
"Nabilah itulah namaku usiaku uda 24 tahun tapi belom nikah,apakah aku bisa melunasi hutang ke dua orangtuaku?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Seperti yang di rencanakan pagi ini,Nabila berengcana untuk pergi mencari pekerjaan, namun gagal karna Doni melarangnya.
"kamu mau kemana?," tanya Doni.
"Maaf Tuan,hari ini saya berencana untuk mencari pekerjaan,agar aku bisa segera melunasi hutan ayahku padamu," jawab Nabila.
Mendengar ucapan Nabila Doni tersenyu.m.
"Tidak usah keluar,tunggulah beberapa menit,anak buahku akan segera datang kesini membawa dokumen yan harus kamu baca dan tanda tangani." Berkata datar.
"Tapi Tuan," Ucap Nabila.
"Diam,tidak usah membanta," Sambil berkata datar.
Di dalam hati Nabila berkta.
"Apalagi yan ingin di lakukan pemuda datar ini?," Berucap dalam hati.
Dengan wajah yang di tekuk, Nabila duduk terdiam di ruangan tamu Apartmens sambil duduk berhadapan dengan Doni.
Di depan Nabila,Doni terlihat gusar dan tiba -tiba sebuah suara bariton keluar dari mulut Doni.
"Kemana mereka?,kenapa mereka belum datang?," Berkata kesal dan marah.
Sementara Nabila hanya terdiam mendengar ucapan kesal Doni,dan tampa di sengaja pandangan mereka bertemu satu sama lain,Nabila langsung membuan pandangannya sementara Doni,dia terus memandangi gadis kecil yang ada di hadapanya.
"Deg,deg,deg." Suara jantun Doni berdetak lebih cepat daripada biasanya,Doni memegan dadanya lalu berkata.
"Kenapa jantun aku,berdetak cepat seperti ini,?tidak biasanya aku merasa seperti ini, apakah aku!... oh tidak jangan sampai." Berguman dalam hati.
Sambil melihat ke arah Nabila Doni tak berenti -berenti berguman dalam hati.
"Gadis ini sangat cantik,manis,bentuk tubuh yang ideal, warna kulit putih mulus,rambut panjang,sementara di wajahnya begitu sangat sempurna, hidung mancung mata,alis,bibir,Aiss kenapa di otakku hanya ada gadis kecil ini." Berkata dalam hati.
Cukup lama Doni menunggu kedatangan anak buahnya, hingga akhirnya pintu Apartmensnya terbuka lalu masuklah peria berbadan kekar yang membawa Nabila kemarin.
"Kemana saja kalian?,jam segini baru datang." Membentak.
"Maaf,Tuan tadi ada sedikit masalah." Berkat sambil menundukkan kepala.
Doni menhembuskan nafsnya pelan,lalu berkata.
"Apa kalian sudah membawa dokumen yang aku perlukan." Berkat datar.
"Iya, Tuan, semuanya sudah saya siapkan, sesuai yang Tuan inginkan."
Berkata sambil menunduk.
Harlan menyerahkan dokumen yang di pegannya kepada Doni.
"Ini Tuan." Menyerahkan sambil menunduk.
Doni menerima berkas dari tangan Harlan, Doni membacanya sebentar lalu meletakkannya di meja.
"Baca itu." Berkata singkat dan datar.
"Ini apa Tuan." Bertanya sambil melihat ke arah Doni.
"Kamu bisa baca kan, jadi kamu ngka perlu bertanya terus, ambil kemudian bacalah." Dengan suara membentak.
Mendengar bentakan Doni, Nabila meneteskan air mata,bukan karna takut,tapi Nabila tak pernah di bentak sebelumnya.
Doni, yang melihat Nabila menangis lalu berkata.
"Kamu kenapa menangis." Berkata datar.
"Maaf Tuan, saya tidak apa -apa," Ucap Nabila ambil menghapus air matanya.
Doni merasa sedih melihat air mata gadis kecil itu, Doni lalu berkata dalam hati.
"Ada apa denganku?,mengapa aku merasa sedih melihatnya meneteskan air mata," Ucap Doni dalam hati.
Dan tiba -tiba Doni mengeluarkan kata yang tak pernah di ucapkan sebelumnya.
"Maaf." Ucapnya sinkat.
Sementara Harlan yang mendengar ucapan Tuannya barusan,dia merasa terkejut karna selama dia bersam Tuannya dia belum pernah mendengarkan ucapan itu.
Nabila mengambil berkas di atas meja,lalu membacanya,Nabila begitu sangat kaget sambil melihat ke arah Doni.
"Maksud anda apa dengan surat kontrak nikah ini?." Bertanya sambil melihat ke arah Doni.
"Kita akan menikah selama setahun, dan selama itu kamu harus menuruti semua keinginanku dan juga perintahku, dan setelah pernikahan ini selesai selama setahun tampa kendala apapun, aku akan mengangap semua hutan -utang keluargamu lunas.
Mendengar ucapan Doni, sesaat Nabila merasakan dunianya runtuh, hatinya hancur setelah membaca surat perjajian nikah kontrak itu,Nabila terdiam lalu berdiri kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Sesampai di dalam kamar tanggisan Nabila pecah.
Hiks,hikshik, Suara tanggis Nabila.
Di dalam hati berkata.
"Ya,Allah,apa salahku?,kenapa aku harus melewati semua ini." Teriak Nabila dalam hati sambil memeluk bantal.
tp sya ska thor😘😘😘😘lnjut kn thor syemangatttt
tp sya ska thor😘😘😘😘