NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 : Kekuasaan Louis

Louis, sang Raja Mathilda melangkah masuk ke dalam ruangan pertemuannya.

Semua tamu delegasi yang tadinya hendak walk out dari ruangan itu kembali mengatur posisi duduknya kembali dan bersikap tenang.

Louis berjalan sambil memperhatikan mereka satu-persatu dengan tatapan tajam, dan sudut matanya menangkap sosok pria bertubuh besar dan sedikit gemuk dengan rambut putih yang disisir ke belakang dengan ekor matanya. Pria itu adalah Gordon yang sejak awal selalu bentrok dengannya disetiap kesempatan.

Lalu ada Grenseal. Raja termuda itu bahkan tidak menatap ke arah Louis. Ia tak bergeming seperti patung dengan tubuh tegap.

Louis kemudian berjalan ke arah tempat duduknya sendiri yang berada di paling ujung sebelah kiri, dengan ukuran kursi yang beda sendiri. Pria itu pun duduk dengan caranyang elegan.

"Sebelumnya maaf atas keterlambatan saya, karena ada urusan yang mendesak tiba-tiba," ucapnya dengan wajah yang tersenyum.

"Sepertinya anda sulit untuk mengatur keadaan dalam istana sendiri," sambar Gordon yang tiba-tiba saja langsung menyindir pedas.

Louis menatap kearah pria itu, masih dengan topeng senyuman palsu dan berusaha menjawab, namun belum sempat ia mengucapkan apapun, seorang pria lain ikut menyindir, kali ini lebih tajam dan tampak struktural.

"Ya, mengurusi urusan Kerajaan lain yang baru saja usai berperang itu pastinya sangat merepotkan." Chris Meyer, dia adalah salah satu Raja dengan kerajaan yang berada tak jauh Regina. Wilayah kekuasaannya hanya sedikit lebih besar dari Regina dan ia terletak di dekat pegunungan.

Semua orang langsung tegang dengan kalimat pria berusia 50 tahun itu. Dia terlalu berani, namun simpatik.

Grenseal menatap ke arah Raja itu dan tersenyum tipis dengan pandangan mata yang melembut. Meyer pun membalasnya dengan senyuman samar.

"Kurang ajar pria tua itu berusaha mencari simpatisan untuk mendukung Duncan!"

Namun Louis tak habis akal. Ia mengabaikan sindiran itu dengan membuka topik tujuan pertemuan itu diselenggarakan.

"Itu adalah urusan saya, Tuan Meyer." Louis hanya membalas singkat dengan sikap tenang, lalu ia pun berkata, "saya sangat berterimakasih atas kedatangan para Tuan semua pada pertemuan hari ini."

Kini atensi pun berubah. Mereka semua memusatkan fokus kepada Louis sang tuan rumah sambil menerka-nerka.

"Kali ini kita akan membicarakan masalah yang terjadi antar Kerajaan dan juga bagaimana mengatasi solusinya." Tatapan pria itu sedikit mengarah ke Grenseal lalu menyeringai saat Raja muda itu terlihat gusar.

"Kita masuk jebakan...," ucap Grenseal dengan dingin, berbisik pada sang penasehat Carles yang duduk di sebelahnya.

"Selain itu kita juga akan membicarakan soal kerjasama antar Kerajaan bila memungkinkan," lanjut Louis lagi yang langsung menjadi perbincangan antar kepala kerajaan. Sepertinya mereka tertarik dengan yang satu ini.

"Apa ada pertanyaan?" Ucapnya sambil memandang ke semua para tamu yang tiba-tiba saja antusias. "Baiklah, karena tidak ada pertanyaan kita akan melanjutkan pembahasan itu nanti, sekarang mari kita ke ruang makan sebagai jamuan istimewa dari saya." Louis pun mengakhiri pembicaraan. Pria itu segera berdiri dari kursi.

William yang ada di sampingnya segera membungkuk dan memberikan gestur tangan mempersilahkan Louis dan para tamu untuk keluar terlebih dahulu.

.

.

Para tamu delegasi duduk di ruang makan dengan meja panjang berbentuk tapal kuda terbuat dari kayu pilihan terbaik.

Ruangan itu didominasi dengan warna putih dengan aksen keemasan membuatnya terlihat lebih elegan dan mewah.

Hal yang paling utama dari ruangan makan itu adalah, jendela besar berbentuk sama, tapal kuda yang tirainya sengaja dibuka lebar dengan rangka jendela kayu bak ukiran terpasang indah dan gagah dengan menampilkan pemandangan taman istana dari samping yang saat ini sedang ditumbuhi banyak mawar yang sedang bermekaran.

Para tamu delegasi itu diam-diam cukup menikmati jamuan makan siang yang ditawarkan oleh Louis. Tak sedikit dari mereka yang merasa takjub dengan kebun mawar sang Raja yang menghipnotis mata.

Tapi Grenseal, meski pandangannya tertuju ke arah taman di luar sana, namun pikirannya teringat akan wanita cantik yang dilihatnya semalam. Hatinya berpikir apa dia bisa bertemu lagi dengan wanita itu?

.

.

Sementara itu Serah sudah kembali ke ruangan kamarnya bersama dengan Cristine, menikmati teh seorang diri dalam ketenangan. Dia yakin Louis pastinya sedang kesal saat ini karena tak bisa memamerkan status politiknya di hadapan para tamu. Serah tau kalau keberadaannya hanya untuk dimanfaatkan oleh Louis saja agar membuat Raja Duncan tertekan menyadari kalau Ratu Regina berada dipihak Raja Mathilda.

Tapi Serah memiliki keputusannya sendiri. Dia bukan alat atau pun tropi. Serah gak akan membiarkan siapapun memanfaatkan dirinya demi kepentingan politik pribadi apalagi untuk mendesak pihak lain.

"Yang mulia..., anda yakin tidak ingin pergi ke acara pertemuan itu?" Cristine yang berdiri menemaninya bertanya dengan nada lembut.

"Tidak, aku tidak akan pergi," jawab Serah dengan mantap penuh keyakinan. Bibirnya sedikit tersenyum.

"Tapi, bagaimana kalau Yang mulia, Louis marah?" Ia tampaknya khawatir.

"Aku justru ingin tau, apa dia berani marah?" Balas Serah yang kemudian melirik Cristine dengan wajah bingung. "Duduklah, Lady Cristine," ujarnya kemudian.

Cristine mengangguk pelan dan segera berjalan lalu duduk di sebelah sang Ratu, berhadapan dengannya.

"Kau tidak usah khawatir, Lady Cristine...," ucap Serah dengan senyum ringan. "Kalaupun Yang mulia marah kepadaku, itu bukan salahku sepenuhnya, karena aku tidak tau kalau dia berniat mengadakan pertemuan penting seperti itu," jelasnya sambil menuangkan teh ke cangkir minuman di depan Cristine yang diam mendengarkan. "Sekarang kau mengerti 'kan untuk tidak usah terlalu memikirkan hal itu," sambungnya dan melirik minuman yang sudah ia tuang.

"Saya bisa merasa sedikit lega, Yang mulia," balas Cristine sambil mengangkat gelas minumannya. "Oh ya, apa anda hari ini akan pergi ke taman?" Tanyanya tiba-tiba teringat akan jadwal sang Putri.

"Untuk hari ini aku tidak mau kemana-mana," jawab Serah yang memang sepertinya hari itu sengaja untuk berdiam diri di kamar.

"Baiklah, kalau begitu, saya akan meminta para gadis untuk merapihkan kamar anda nanti sore," ujar Cristine dengan penuh perhatian.

.

.

Lalu di ruang makan Louis mengajak para tamunya untuk keluar menuju ke pusat kota dan melihat-lihat bagaimana sebenarnya keadaan kotanya.

Pria itu berjalan dengan gagah di bagian paling depan dengan diikuti oleh para tamu delegasi nya. Tak lupa sejumlah pengawal dan orang kepercayaannya turut serta mendampingi, membuat rombongannya semakin menarik perhatian semua orang di istana.

Para pelayan, prajurit juga bangsawan lain yang berada di istana, semuanya memberi hormat dengan patuh pada Louis saat ia memimpin para tamu berjalan di lorong istana menuju ke luar gerbang. Serah diam-diam menyaksikan rombongan itu dari arah jendela kamarnya dari samping. Melihat Louis menaiki kereta kuda yang sudah dipersiapkan untuk membawa dirinya juga orang-orang yang bersamanya.

Pandangannya lalu mengarah ke pria itu. Grenseal Baldric, yang juga menjadi salah satu tamu delegasi. Dugaan Serah tak salah, pemuda itu adalah Raja yang juga menginginkan wilayah kekuasaan Regina.

"Apa dia sama saja dengan Louis...?" Ucap batin Serah mencoba menilai pria itu dalam pemikirannya sendiri.

1
Hunk
fitnah nya kejam banget. ga main main semua pelayan iya fitnah🤣
Panda: blunder
total 1 replies
Hunk
wajib di hujat helena👍
Serena Khanza
akhirnya bisa baca cerita ini lagi thor..
disini si louis sbg raja dia kek terlalu anak emasin helena ya , aku baca sejak bab awal jadinya si helena ini besar kepala merasa diatas angin.. merasa menang dr serah..
tapi bagusnya juga si serah langsung sadar dan bagus aku suka , lebih bagus lg buat si louis menyesal sampe ke dasar jurang karena melepas berlian demi batu kerikil di sungai keruh😏
gak pantes dia jd raja, otak nya cuma wanita, wanita dan wanita dan slengki aja 😏😏😏
jijay..
ayo serah lawan helena biar dia sadar diri posisi dan statusnya dia gak sebanding sama kamu
Serena Khanza: kalo lompat jadi gak tau tiap bab nya kak 🤭
biar makin gregetan juga sama louis ini sama helena mak lampir 🤭
total 2 replies
Nyonya Gunawan
Detik" pembebasan grenseal..
Kaka's
mungkin sebaiknya kata ruangan di hapus saja yah..... jadi " Pagi itu–Serah berjalan seorang diri menelusuri koridor menuju taman depan istana"/Pray//Pray/
Kaka's: 🤭🤭🤭 yang di komen ku sendiri
total 6 replies
Nyonya Gunawan
Bacanya dag dig dug gmn gtu..😄😄
Panda: peyuk Glenn kakaaaaaa
total 3 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Ratu Serah cukup cerdas, setidaknya dia tidak perlu turun tangan langsung buat ngurus Helena 👏
Wida_Ast Jcy
kenapa gak berontak aja sich thor
Wida_Ast Jcy
lho kok apa apa harus minta persetujuan louis dulu ya
Jing_Jing22
berontak yok🤧
Jing_Jing22
apa-apa harus minta persetujuan Louis dulu
putri bungsu
semangat Ser tunjukan kalo kamu wanita yang tak mudah di bohongi, dan kamu adalah wanita pintar yang bisa mengatasi segala masalah yang loouis perbuat untuk menjatuh kan mu
PrettyDuck
ini cowok yang di bab lalu ngeliatin rombongan serah ya tor?
Panda: iyak kakk
total 1 replies
PrettyDuck
kirain sengaja pamer, ternyata efek otak bloon /Facepalm/
PrettyDuck
terang2an banget ngegundiknya 😭
Mingyu gf😘
dihh sombong banget
Panda: villain tercinta akuh kak tapi wwkwkwk
total 1 replies
Mingyu gf😘
cihh mau banget hormat sama raja tamak
Panda: dia Uda jinakk kak di novel sebelah buakakaka 🤣

prosesnya panjang hah..😏
total 1 replies
MARDONI
Seru banget nih! Serah tahu Louis lagi bersandiwara tapi tetap setuju buat jadi calon Ratu, malah minta belajar berpedang sampe Louis meremehkan dia! Terus pas malamnya jalan-jalan ke taman ketemu lagi sama Grenseal yang lagi latihan pedang, ternyata kerajaan Duncan lagi dalam krisis pangan karena blokade Louis, dan mereka mau cari bantuan ke Ratu Regina! Bikin penasaran banget gimana Serah bakal membantu Grenseal dan bagaimana rencana balas dendamnya ke Louis nih! Semangat terus ya Kak Author! 💪✨
Chimpanzini Banananini
masih belum ada yang bisa dikomentari sih. soalnya isinya masih rapat.

namun, yang aku pengen tahu adalah latar belakang putri serah. mengapa dia akan menikah dengan raja Louis. dipaksa? atau memang sukarela?
Jing_Jing22
wanita juga harus tangguh wahai kesatria jadi tolong bantu ratu serah untuk belajar ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!