NovelToon NovelToon
Tekad Gadis Desa

Tekad Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Teen Angst
Popularitas:163
Nilai: 5
Nama Author:

Shelly Anindya, putri dari seorang petani yang bernama Andi atama dan Arisya ningshi sang ibunya. Gadis desa yang memiliki tekad yang bulat untuk menempuh pendidikan di kota demi mengubah nasib di keluarganya. Kehidupan keluarganya selalu menjadi hinaan orang-orang karena kemiskinan. Bagaimana perjalanan Shelly dalam merubah perekonomian keluarganya?, ikuti kisah perjalanannya dalam cerita ini…!

1. TGD.1

Pagi itu, setelah sholat subuh, Shelly dengan semangat menyiapkan sarapan untuk keluarganya sebelum berangkat kesekolah. Karena hari ini adalah hari kelulusan yang sudah di nantikan olehnya.

“ ya Allah, semoga nilaiku memuaskan. Agar aku bisa mengajukan beasiswa untuk kuliahku. Tapi, apa bapak sama ibu bakalan bgini in aku ya untuk kuliah ke kota.” Gumam Shelly sembari memasak

“ huft.., nanti aku ijin ke bapak sama ibu pelan, semoga aja dibolehin” lanjutnya

Usai memasak, shelly pun mulai bersiap-siap hendak untuk mandi, karena kalau abangnya yang duluan bakalan bisa terlambat dia.

“ Loh, udah masak aja kamu Nduk, jam berapa bangunnya?,” tanya sang ibuk

“ tadi selesai subuh buk, udah nggk ngantuk makanya Elly langsung masak aja. Mana bapak buk?.” Jawab shelly mencari bapaknya

“ Bapakmu lagi di sawa Nduk, ibuk minta tolong ya sekalian bangunin adek sama abangmu, tadi selesai subuh kayanya tidur lagi tu mereka.” Jawab Ibuknya

“ siap buk.” Lanjutnya dan menuju ke kamar adek dan abangnya

Setelah membangunkan kedua saudaranya, ia pun pangsung bersiap-siap.

Di dapur ibuk dan bapaknya sedang menunggu ketiga anaknya untuk makan. Di sela-sela itu Ibuknya bertanya

“ pak, apa kita harus jual sawah sepetak kota untuk biaya kuliah Elly?, hari ini kelulusannya pak. Ibu nggk tega lihat Elly yang begitu semangat inginnya untuk kuliah pak.” Sendu Ibuknya bertanya

“ itu juga rencana bapak buk, tapi ibu tau kan dari hasil sawah itulah kita makan buk. Jujur, bapak juga nggk tega mematahkan harapan elly buk. Maafkan bapak yang belum bisa membahagiakan kalian.” Ujar bapaknya

“ Bapak ini ngomong apa sih, kita bahagia pak walau hanya sekedarnya intinya bisa kita malan, bisa kita sekolahin anak-anak sampe SMA pak. Udah- udah nanti kita bicarakan lagi.” Lanjut Ibuknya shelly

Tanpa disadari oleh kedua paruh baya itu, pembicaraan mereka di dengar oleh shelly dan abangnya yang awalnya ingin berjalan ke arah dapur.

“ Dek, Apa kamu tetap mau melanjutkan ke universitas?, kalau iya biar abang merantau biar bisa membiayai kamu dek.” Tanya abangnya

“ Bang, nanti ya kita lihat dulu, adek emang pengen banget lanjut ke universitas. Tapi kita lihat dulu hasil nilai adek, karena adek juga pengen ajuin beasiswa biar meringankan biaya kuliah adek.” Jawab shelly dengan mantap

“ yaudah dek, kita lihat hasil nilaimu. Abang sih yakin kamu bakalan bagus nilaimu. Karena adek abang yang cantik ini kan pintar dan jenius.” Ujar abangnya

“ Aamiin ya bang, yuk dah kita sarapan entar adek telat lagi. Mana ni si bocil itu, lama banget dia siapnya.?” Kata shelly menggerutu karena sibungsu mereka yang lama bersiap

“ eh, eh, eh, adek disini yaaa dari tadi. Hmmm”. Cemberut adik bungsunya

“ Hahahahahah…yaudah Ayok sarapan.” Lanjut abangnya

Mereka pun berjalan ke arah dapur dimana ada orangtua mereka sambil bercanda dan ketawa ngejahilin si bungsunya mereka.

“ Ibu, bapak, lihat abang sama kakak ini. Pagi- pagi udah ngejahilin adek.” Aduk si bungsu ke ibuk bapaknya

“ udah-udah, sarapan dulu. Nggk enak depan makanan kalian ribut. Abang sama kakak juga suka banget ngejahilin adeknya.”

Mereka pun langsung khidmat dengan sarapannya tanpa ada keributan lagi, karena seperti ajaran orang tuanya kalau di depan makanan tidak boleh ribut.

“ Elly udah selesai pak, buk. Elly berangkat dulu ya. Nanti ibuk sama bapak nyusul ya kesekolah, Do’aiin elly biar dapat nilai yang bagus ya.” Pamit shelly

“ iya Nduk, hati-hati ya. Nanti bapak sama ibuk nyusul. Dianterin sama abang ya pakai sepeda bapak, jangan jalan kaki.” Ujar bapaknya

Shelly pun berpamitan dan salaman ke bapak dan ibuknya, diikuti adeknya yang mencium tangannya.

“ Ayok abang, berangkat.” Ajaknya ke abangnya

“ yaudah pak buk, abang anterin adek dulu ya. Asaalamu’alaikum.” Pamit abang dan shelly

“ waalaikumsalam… hati-hati Nak/abang, kakak.” Jawab ibuk bapak dan adeknya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!