Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sial
Pagi masih berembun. Kiara datang ke pematang sawah dengan membawa bekal untuk seorang pemuda yang sebentar lagi akan bertunangan dengannya.
Gadis berwajah biasa saja dengan rambut panjangnya sepinggang dikepang dan berwarna hitam legam, membuat kesan yang sangat sederhana pada sosok bernama Kiara tersebut.
Ia berniat pergi ke sebuah persawahan yang ditanami pada dan sudah tampak mulai menguning, tentunya siap umtuk dipanen.
Kiara tahu, jika Rama sang pemuda idaman sudah berada didalam gubuk, sebab sedang me jaga padi agar tidak dimakan burung dan hama tikus.
Ditangannya terdapat bekal makanan yang sudah ia siapkan sejak subuh, dan berniat akan ia makan bersama dengan sang pemuda idaman.
Langkahnya menyusuri sebuah pematang sawah, dengan debaran yang cukup bergejolak.
Dikejauhan, terlihat sebuah gubuk yang berdinding setengah dengan bahan anyaman pelepah kelapa sawit. Ia terlihat sangat senang, lalu mempercepat langkahnya.
Akan tetapi, samar-samar ia mendengar suara desah dua orang yang sedang berpacu dalam gelora hasrat yang menggebu.
Deeegh
Jantungnya seolah berhenti berdetak, seolah ada yang sedang menghujamnya.
Gadis itu mencoba membuang segala fikiran buruknya tentang apa yang saat ini sudah membuatnya begitu sangat takut akan kenyataan yang diterimanya.
Dengan nafasnya yang tersengal, dan dadanya yang terasa sesak, ia melangkah mendekati gubuk, dan semakin mendekat, ia dikejutkan oleh penampakan yang sangat menyakitkan, dimana ia melihat Rama sang kekasih hatinya, calon tunangannya, sedang bercumbu mesra didalam gubuk bersama gadis lain, dimana gadis itu adalah sepupunya sendiri.
Traaaaaang
Wadah bekal terjatuh dipematang sawah, berserakan, dan tentunya mengagetkan dua insan yang saat ini sedang berpacu menjemput puncak kenikmatannya.
Keduanya tersentak, lalu saling melepaskan diri, dengan tubuh tanpa busana, dan membuat dada Kiara semakin sesak.
"Reva?" ucapnya lirih, bahkan suaranya hampir tercekat ditenggorokan. Ia tidak menyangka, jika wanita itu menikamnya dari belakang, sepupunya sendiri, yang menjadi tempat curhat ketika berbagi kebahagiaan tentang hubungannya dan juga rencana pertunangan dengan sang kekasih.
Rama segera membenahi pakaiannya, sedangkan Reva tanpa rasa malu tersenyum bangga dan merasa menang, tak ada sedikitpun rasa bersalah.
"Kuara?! Kenapa kamu gak bilang dulu kalau mau kemari?!" tanya Rama dengan nada penekanan, bahkan sikapnya juga tak terlihat merasa bersalah.
"Rama? K-kamu? Bukankah kamu berjanji akan menikahiku stelah panen padi? Tetapi kenapa kamu justru berkhianat dengan Reva? Sepupuku sendiri?! Kurang apa aku selama ini? Semua yang kamu minta sudah ku berikan, minta motor, minta ponsel baru, dan kamu justru bermain dibelakangku!" Kiara merasakan dirinya sangat kecewa.
Hatinya hancur, dan merasa dikhianati, bahkan dimanfaatkan, betapa bodohnya ia selama ini.
"Karena kamu kurang cantik, kurang seksi! Kamu gak liat apa? Kalau Reva lebih cantik dan menggoda dari kamu? Sadar diri itu penting buat dapatkan cowok setampan aku!" Rama justru melontarkan kalimat yang sangat menyakitkan.
Kiara mengangakan mulutnya. Kini ia benar-benar merasakan sakit hati yang cukup besar, dan tanpa terasa bulir bening jatuh disudut matanya, ia tidak terima pengkhianatan itu. Apalagi Rama terang-terangan membandingkan fisiknya dengan Reva yang jelas jauh lebih cantik darinya.
"Selama ini, kata cinta yang kau ucapkan adalah palsu belaka?" Kiara mengucapkannya dengan kalimat yang sangat begitu perih menghujam jantungnya.
"Ya, aku hanya ingin membuat kau percaya. Lagipula mengapa kau tidak berkaca? Masa iya pria setampan diriku jatuh cinta denganmu?" kali ini ucapan Rama semakin menusuk hatinya, sedangkan Reva memakai pakaiannya, dan merasa adalah pemenangnya.
"Kiara, Kiara. Punya wajah pas-pas'an saja kok yang kepedean dekati Rama, gak punya cermin apa kamu dirumah?" ucapan Reva semakin membuat Kiara terpuruk dan nelangsa. "Kita sebentar lagi mau nikah, makasih buat motor baru dan pinjaman uangnya, sebab itu semua untuk modal kita menikah," Reva tertawa geli, sebab selama ini sudah berhasil bekerja sama memoroti Kiara yang dianggap sebagai gadis bodoh dan tidak peka.
Kiara merasakan dunianya runtuh, ia sangat hancur.
"Bangsat! Lihat saja, aku akan melaporkannya kepada ayah, agar kau Reva, diberi hukuman oleh keluargamu!" Kiara mengancam keduanya.
Gadis itu memutar tubuhnya untuk pergi meninggalkan kedua pengkhianat tersebut, ia tak akan membiarkan mereka lolos begitu saja, setelah menghancurkan impiannya.
Mendengar ancaman tersebut, dengan gerakan yang cepat, Rama melompat dari gubuk, lalu menarik lengan Kiara, dan memukul kepalanya.
"Aaaaargh," pekik gadis itu kesakitan. Ia memegangi kepalanya yang terasa sakit, kepalanya terasa pusing, dan belum sempat ia menyeimbangkan tubuhnya, Reva datang menghatamkan sebilah balok tepat dipunggungnya, membuat Kiara tak dapat lagi merasakan apapun, semuanya gelap, dan ia limbung ke tepian sawah, lalu jatuh menimpa padi yang sudah menguning.
Braaaaak
Melihat Kiara tak bergerak, keduanya saling pandang, ada rasa takut jika aksi mereka diketahui oleh orang lain.
"Gimana ini?" tanya Reva dengan bingung.
"kita buang saja mayatnya," usul Rama, ia juga sangat bingung, tak menyangka jika harus menjadi pembunuh sepagi ini.
Dengan rasa takut dan juga tidak ingin diketahui petani lainnya, ia memanggul tubuh gadis yang selama ini sudah memberikannya ketulusan, cinta yang begitu besar, dan juga pengorbanan, namun pengkhianatan dan juga mencoba melenyapkannya.
"Rama, kamu mau bawa dia kemana?" Reva yang juga panik mengekorinya dari arah belakang.
Sedangkan Rama sudah sangat buntu fikirannya, dan ingin segera melenyapkan barang bukti dari tindak kejahatannya.
Entah perasaan apa yang membawanya menuju ke sebuah pemakaman keramat yang mana bagi masyarakat Deli serdang-Sumut dan dikenal sebagai makam Nyai Punden Ronggeng, langkahnya terus menuju ke sana.
Ia berlari melewati pematang sawah, dan Reva ikut mengejarnya. Pemuda itu berharap jika kiranya tidak ada peziarah yang datang sepagi ini.
Nafasnya kian tersengal, dan ia mencari tempat yang tepat untuk menyembunyikan jasad Kiara sementara, sebelum malam nanti ia kuburkan.
Jika hanya menunggu malam, maka jasad itu tidak akan membusuk, dan pastinya tak akan ada yang mengendus aromanya.
Rama celingukan mencari lokasi penyimpanan mayat tersebut, dan sesemakan dibawah rumpun pisang menjadi pilihannya, ia meyakini jika warga tak akan sampai ke sana memeriksanya.
Dengan gerakan cepat, ia menidurkan tubuh Kiara disana, menutupinya dengan kelaras pisang, agar tidak ada yang melihatnya.
Reva menghampirinya dengan nafas tersengal. Ia mengaturnya dengan kepayahan agar membuat kembali normal detak jantungnya.
"Aman, gak--Nih?" Reva celingukan, berharap tidak ada yang melihat apa yamg sedang mereka lakukan.
Akan tetapi, mereka merasakan hawa negatif yang begitu kuat, dan seolah sepasang mata sedang mengawasi mereka.
"Mungkin ini aman, malam nanti aku akan datang lagi kemari, menguburkan jasadnya, biar semua gak ada yang tau," ucap Rama dengan wajah pucat, ia menyeka bulir keringat yang jatuh dipelipisnya.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃