NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajari Lagi

Terlalu banyak rahasia dan kebusukan dalam otaknya. Ini gila! Sungguh gila!

"Apa sudah pasti?" Tanya Fransisca.

Sang dokter menggeleng."Sebelum dilakukan tes darah saya belum yakin. Tapi nona Mira sedang mengandung saat ini. Bayi dalam kandungannya memiliki kemungkinan akan ditularkan jika benar-benar HIV. Karena itu, mohon lakukan pemeriksaan di rumah sakit."

"Aku akan bicara pada keponakanku. Meyakinkannya melakukan pemeriksaan total. Dokter tenang saja." Fransisca menepuk bahu sang dokter.

"Kalau begitu saya permisi." Itulah yang diucapkan oleh dokter Prass yang memang memiliki rumah di dekat kediaman mereka.

Rasa-rasanya dirinya belum membalas dendam. Mulai saja, baru menanam bibit, tapi ternyata sudah ada pohon pembalasan yang besar. Apa ini berkah dari Tuhan, mengingat dirinya adalah putri teraniaya?

Sungguh... semuanya hanya bagaikan hal yang aneh. Dirinya hanya mengunyah bagaikan marmut memakan martabaknya.

Pada awalnya dirinya mengira dokter ini adalah pengkhianat. Tapi ternyata isi otaknya saja yang laknat, berpikiran negatif pada orang yang baik dan jujur.

Hingga Zedna baru saja datang entah darimana. Mungkin membuang tikus?

Pemuda berusia 30 tahun, berwajah rupawan. Menggunakan kacamata memberikan kesan modern. Dari pakaian dan gerak-geriknya terlihat begitu baik dan terhormat bagaikan bangsawan. Entahlah...orang ini kaku ini teman atau lawan.

Tapi yang pasti dirinya tidak memiliki terlalu banyak pilihan.

"Selamat malam nyonya, apa terjadi sesuatu di rumah?" Tanya sang butler.

"Seperti biasa... drama! Drama!" Fransisca menghela napas."Mira memiliki kemungkinan mengidap HIV."

"Jika seperti itu lebih baik dilakukan pemeriksaan total. Juga terhadap tuan muda Doni. Agar mendapatkan pengobatan yang tepat." Kalimat yang diucapkan sang butler seperti kecerdasan buatan. Membuat Fransisca tidak dapat berkata-kata.

"Kamu tidak terkejut?" Tanya Fransisca.

"Penyakit adalah penyakit. Manusia entah dapat mati karena penyakit, bunuh diri, kecelakaan, atau mungkin di tangan manusia lainnya. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah mencegah kematian sebisa mungkin." Kalimat dengan senyuman begitu ramah. Tapi setiap kalimatnya mencerminkan manusia tanpa hati.

"Jadi apa yang akan nyonya lakukan?" Tanya sang butler melangkah mengikuti Fransisca.

Sama sekali tidak ada jawaban. Fransisca berjalan menuju kamar Doni dan Mira. Menghela napas, pandangan semua orang seperti menatap tidak suka padanya.

"Fransisca, aku tau kamu kesal karena kesembuhan Mira. Tapi bukan begini caranya. Bagaimana kamu bisa, mendorong Mira?" Tanya Doni lagi, setelah memberikan perintah salah seorang pelayan untuk menebus resep ke apotik.

Apa mungkin Mira memprovokasi lagi? Astaga... sepupunya yang malang. Anak dalam kandungannya memang anak Doni, tapi sama sekali bukan cucu Naya. Lalu kemungkinan penyakitnya...

"Mira, lebih baik kamu melakukan tes kesehatan di luar negeri ya?" Ucap Fransisca kembali menghela napas.

Mira mengernyitkan keningnya. Apa Fransisca akan ingin memisahkan dirinya dan Doni? Tidak! Dirinya sama sekali tidak terima.

"Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku dan Doni. Apa Fransisca mengusirku karena tidak menyukaiku?" Tanya Mira padanya dengan raut wajah tidak berdaya. Membuat Fransisca tidak dapat berkata-kata.

"Benar! Kamu pasti bermaksud buruk!" Tuduh Wijaya.

Fransisca memijit pelipisnya sendiri."Setidaknya lakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit. Tes darah dan sebagainya, siapa tau ada udang di balik bakwan."

"Aku cukup sehat!" Bentak Mira, ini pasti siasat buruk Fransisca. Karena itu dirinya sama sekali tidak boleh melakukan pemeriksaan kesehatan sungguhan.

"Iya! Iya! Aku yang bayar pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Singapura bagaimana? Kamu bisa sekalian belanja-belanja cantik disana." Tawaran dari Fransisca.

"Aku sudah sembuh. Dokter sudah bilang bukan, ada kemungkinan dia salah diagnosa. Ini laporan medis di rumah sakit resmi. Aku sudah bebas dari leukimia." Tegas Mira.

Fransisca menghela napas."Mira...aku minta maaf jika selama ini aku ada salah padamu. Karena itu demi kebaikan bersama, pergilah ke rumah sakit asli. Jangan berikan data asal print."

"Fransisca! Hentikan tindakanmu yang---" Kalimat Wijaya disela.

"Ini hanya saran..." Fransisca menghela napas melangkah pergi kembali menuju ruang tamu. Mengambil makanan delivery yang dipesannya.

Melangkah menapaki tangga lantai dua bersama Zedna.

Zedna yang berada di belakang Fransisca tersenyum ramah. Membenahi ketak kacamatanya."Tidak disangka, nyonya begitu baik hati."

"Baik hati? Aku tidak sebaik itu..." Fransisca tertawa kecil.

"Lalu kenapa nyonya memberikan saran pada nona Mira?" Tanya sang butler.

"Itu karena aku ingin mereka mampus!" Jawaban tidak terduga dari Fransisca.

"Semakin aku menyuruh, maka mereka akan semakin menolak. Semakin lambat pengobatan dan pencegahannya, semakin besar juga resiko tertular. Ini menyenangkan..." Fransisca tertawa kecil, mengetahui jalan pikiran Mira yang akan melakukan kebalikan dari sarannya. Karena menyakini itu jebakan.

"Lalu kenapa nyonya meminta maaf?" Zedna tidak mengerti.

"Itu? Penghormatan untuk orang mati." Fransisca sedikit melirik tersenyum menyeringai.

"Benar! Penghormatan untuk orang mati." Sang butler membalas dengan senyuman ramah.

Tapi sudahlah! Mereka tidak boleh bertingkah terlalu sadis. Karena sesaat lagi akan bertemu dengan Arkan yang polos, baik hati, rajin menabung, ramah tamah, sedikit penakut.

Brak!

Pintu dibuka oleh Fransisca."Arkan sayang! Kak Fransisca membawakan martabak."

"Hore! Arkan sayang kak Fransisca!" Teriak Arkan meninggalkan mainan legonya. Berlari memeluk dan mengecup bibir Fransisca cepat.

Sang butler hanya tersenyum sembari berucap."Jika begitu, saya undur diri terlebih dahulu. Saya akan kembali nanti untuk membawakan susu sebelum tidur."

"Zedna, aku tidak suka rasa vanila. Aku ingin mencoba yang rasa coklat." Ucap Fransisca.

"Baik... nyonya..." Kalimat pelan bagaikan menyiratkan sesuatu yang...

Entahlah Zedna selalu dipenuhi dengan tanda tanya. Pemuda yang undur diri, melangkah pergi meninggalkan kamar majikannya.

***

Kala pintu tertutup, seperti biasanya dirinya menyuapi Arkan Zoya yang tengah bermain lego. Sungguh malang suaminya, bagaikan hewan buas yang dihinggapi parasit. Dan sekarang hewan buas itu telah menjadi kelinci putih yang manis. Sayangnya parasit masih menyedot habis darahnya.

Dua orang yang baru akan membersihkan diri setelahnya. Lebih tepatnya hanya Arkan, pasalnya dirinya sudah mandi terlebih dahulu.

Seperti biasanya di dalam bak mandi Arkan bermain menggunakan bebek karet. Sama sekali tidak ada yang aneh. Bentuk tubuh Arkan Zoya tetap saja terlihat indah, ditambah dengan wajahnya yang rupawan.

"Kak Fransisca, boleh Arkan belajar lagi?" Tanyanya polos.

"Belajar?" Fransisca mengerutkan keningnya.

"Belajar cara membuat anak. Hanya belajar sedikit saja. Arkan ingin tau, yang sebelumnya...Arkan menyukainya." Ucap Arkan Zoya tertunduk malu-malu. Benar-benar seperti anak kecil.

"Ingat! Kak Fransisca mau ajarkan. Tapi Arkan harus janji tidak akan mencobanya dengan orang lain. Harus hanya dengan kak Fransisca. Mengerti!?" Tanya Fransisca.

"Arkan janji!" Teriak Arkan Zoya dengan nada serius.

Fransisca menelan ludahnya. Dirinya juga bingung, harus diajari darimana. Tangan gadis itu perlahan menyentuh otot-otot dada yang begitu indah.

1
Alishe
tokohnya pinter manipulasi semua njay🤣🤣🤣🤣
Alishe
makin kepoo ihhhh
Alishe
lopeee sm beb author gue😘😘😘😘😘😘
Alishe
pantesan di bab awal sela nongol bilangnya mantan calon menantu ya🤔
Alishe
ikutan goyanggg ahay🤣🤣
Alishe
bantai yg mulia bantaiiii tikusssss🔥🔥🔥🔥
Alishe
selalu bikin gue... whoaaahhhhh/Drool/
Ufiyyyy
y ampun bgung y... arkan kmu ktrlaluan pdhl aslinya suhu... /Grin//Grin//Grin//Tongue/
ari sachio
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ari sachio
aku yakin rendi terlihat 5L krn habis dilatih mental maupun fisikny olh arkan🤭
Alishe
iyalah bapaknya gemes org selingkuhannya aja kerja nyambi ehem🤣🤣🤣
Alishe
ahahahaha semua mertua bakal ampeg keles tiap hari disuguhin sakit2 an trus rebahan bae sehat maah shoping wkwk auto kesel jg nanti🤣🤣🤣🤣🤣
Ayu Rahayu
nah kan... kemarin2 ngaku2 kanker stadium akhir,, lah ini di kasi gejala kanker beneran di tambah HIV lagi😄😄 selamat mira.. doamu terkabul🙏
ari sachio
bisa aee km thor....😁😁😁
Sulati Cus
les privat sm akyuu aja Arkan🤣
Alishe
/Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
Alishe
ihihihi cosplay drakula klo mlm🤭🤭🤭
Sulati Cus
wah 😅mira dpt jackpot
Sulati Cus
itulah kt nenek moyang " ucapan adalah doa " kena tulah nggak tuh🤣
Imas Karmasih
benar adanya omongan adalah doa, Mira benar-benar sakit malah lebih matikan🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!