Diana, gadis 18 tahun, menemukan kebenaran tentang keluarganya yang sebenarnya setelah 18 tahun hidup bersama keluarga angkat. Dengan kalung berlambang keluarga Pradana dan foto keluarga aslinya, Diana berangkat ke kota besar untuk mencari kebenaran.
Di kota, dia bertemu dengan pemuda misterius yang membantunya mencari alamat keluarga Pradana.
Apakah diana akan menemukan keluarganya?dan siapakah pemuda yang sangat baik membantunya,lanjutkan membaca jika ingin tahu kelanjutannya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasna alna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Misterius Si Axcel
Axcel Prahata Atmaja seorang pria dewasa berumur 27 tahun dengan tinggi badan 190cm, CEO muda dan karismatik Grup Atmaja Corporation, berdiri di atas gedung perkantoran dengan pandangan tajamnya. Dia dikenal sebagai "CEO Dingin" karena sifatnya yang tegas dan kejam.
Axcel, tidak bisa menghilangkan gambaran Diana dari pikirannya, memerintahkan asistennya, edo, untuk menyelidiki latar belakang Diana tanpa sepengetahuan Diana.
Axcel terpikat oleh kepolosan dan kecantikan alami Diana saat pertama kali bertemu. Dia tidak bisa menyangkal perasaan tersebut dan memutuskan untuk membantunya.
Motivasi Axcel membantu Diana bukan hanya karena ingin membuktikan kebenaran, tetapi juga karena ingin mendekati dan melindungi Diana.
edo, asisten Axcel, melaporkan temuannya tentang keluarga Pradana. Dia juga mengetahui bahwa diana telah terusir dari rumah itu.
Dihari yang sama Axcel berusaha mencari keberadaan diana dengan bantuan asistennya. Tak lama sang asisten memberi tahu titik temunya. Axcel mengendarai mobilnya sendiri menuju ketempat dimana Diana berada.
Axcel berhenti disalah satu cafe sederhana di kota. Dia memasuki cafe itu dengan pandangan tajam menelusuri seseorang yang dia cari. Matanya menemukan diana disebuah meja yang hanya diduduki seorang diri. Terlihat dengan jelas mata gadis itu begitu kosong dan sedih.
Perlahan Axcel mendekati Diana. Tangannya menyentuh pelan pundak dingin gadis itu.
"hei!!, loh? Kamu?" Diana terkejut dengan kedatangan pria didepannya ini.
Axcel mendudukkan diri didepan Diana sambil tersenyum hangat.
"Diana?, apa kabar? Aku tidak menyangka bertemu denganmu lagi," kata Axcel.
Diana terkejut, tapi tersenyum. "Axcel, apa kabar? Ada apa kamu ke sini?"
"Aku sedang mencari inspirasi bisnis. Tapi, ternyata aku menemukan sesuatu yang lebih berharga."
Diana penasaran. "Apa itu?"
Axcel menatap mata Diana. "Kamu."
Diana merasa terkejut dengan gombalan Axcel.
Axcel berusaha menyembunyikan senyumannya.
Diana masih mengingat pesan ibunya untuk tidak terlalu percaya pada orang baru. Karena itu, dia merasa agak risih ketika Axcel mendekatinya. Sebenarnya, Axcel peka dan menyadari ketidaknyamanan diana, namun dia tidak menunjukkannya.
Untuk menghilangkan kecanggungan, Axcel mencoba memulai percakapan ringan. "Hey, diana, kamu tinggal di mana sekarang? Masih kuliah atau sudah bekerja?" Axcel bertanya dengan senyum ramah, mencoba mencairkan suasana.
"Oh, aku belum tahu," jawab diana dengan senyum ragu. Dalam hati, dia memikirkan rencana lain,bekerja sementara di sini dan kuliah sambil mengumpulkan bukti tentang asal-usulnya.
"Diam saja kamu?" Diana bertanya, membuka suara lagi. "Mengapa menatapku dengan pandangan aneh itu?"
Axcel, yang terpaku menatap Diana, langsung gelagapan. "Oh, maaf," katanya mencoba tersenyum. "Aku melihat ada sedikit remahan makanan di mulutmu."
Diana mengelap mulutnya, berpikir dalam hati, 'Nggak ada, sih'. Axcel hanya tersenyum tipis, menyembunyikan kebenaran.
Diana menatap Axcel dengan kesal. "Kamu tidak kerja? Apa yang kamu lakukan di sini? Jangan-jangan kamu pengangguran beneran?"
Axcel terkekeh. "Siapa bilang aku pengangguran? Ini sudah kali kedua kamu menyebutku begitu."
Axcel melirik dan mengangguk kepada asistennya. Asistennya segera menyerahkan sebuah tas. Dari tas itu, dia mengambil sebuah map berwarna biru dan menyodorkannya kepada Diana.
Diana, yang penasaran, bertanya, "Apa ini?"
Axcel tersenyum misterius. "Buka saja, dan baca isinya."
Diana mulai membaca isi proposal itu
"Kamu gila? Kita baru bertemu dua kali dan kamu sudah menawarkan proposal pernikahan kontrak?" Diana bertanya dengan wajah muram.
Axcel tersenyum percaya diri. "Itu penawaran yang bagus, bukan? Aku tampan, kaya, dan memiliki segalanya. Kenapa kamu tidak mau?."
"NGGAK MAU!" Diana menegaskan dengan tegas.
Axcel tersenyum sinis, terkejut oleh penolakan mentah-mentah itu. Belum pernah seorang wanita menolaknya secara terbuka. Dia merasa tertantang. Bahkan jantungnya mulai berdegup kencang.' ada apa dengan jantungku, aku harus segera ke dokter'. Gumam Axcel.
"Diana, pernikahan kontrak ini bisa membantumu menemukan kebenaran tentang keluargamu," kata Axcel. "Sementara itu, aku juga bisa bebas dari tekanan keluargaku untuk menikah."
Diana terkejut. "Kamu menguntitku?! Kenapa kamu tahu semuanya? Siapa kamu? Kamu terlalu lancang!"
Axcel terbata-bata, "Tidak, tidak seperti itu, Diana. Aku tidak bermaksud menguntit. Kamu mencuri perhatianku, dan aku ingin membantumu. Itu sebabnya aku menawarkan kesepakatan tersebut."
"Dasar pria gila!"
Diana berbalik dan berjalan cepat, meninggalkan Axcel yang terlihat bingung. Ia mengejar Diana dengan langkah cepat. "Diana, tunggu! Maafkan aku, aku tidak bermaksud menguntit atau mencampuri urusanmu. Aku ingin bekerja sama, kita bisa saling membantu dan sama-sama diuntungkan."
"Terimakasih banyak atas bantuannya Tuan, tapi sepertinya saya bisa mengatasi sendiri. Saya tidak selemah itu!"
ucap Diana menggebu-gebu. Dia lantas berbalik dan menghentikan taksi di pinggir jalan raya.
Didalam mobil..
"Pria itu aneh sekali, apakah aku memang semenarik itu?" diana mengambil kaca kecil dari tas yang dia bawa.
"Anda memang sangat cantik nona." ucap supir taksi sambil tersenyum geli mendengar ocehan gadis dibelakangnya.