NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Simpanan CEO

Terpaksa Menjadi Simpanan CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Lintang

Karna ini adalah novel pendek jadi babnya gak terlalu panjang ya..

Mengandung cerita 21+

Ayunanda saputri harus terima kalau, mama yang ia cintai harus rela memilih lelaki yang baru saja menikahinya. Lelaki itu bernama Thomas Killer dia adalah sahabat papanya dahulu.

Dengan penuh perjuangan dia hidup sebatang kara, untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Suatu hari dia bekerja di sebuah Bank swasta dan terpaksa menjadi simpanan CEO untuk membalas dendam kepada lelaki yang sekarang menjadi suami mamanya.

Adakah cinta di antara keduanya, simak terus kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasi goreng

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tapi Arya seperti enggan untuk pergi dari kamar kontrakan Yuna. Dari depan memang terlihat bangunan yang kumuh dan berbau semen, tapi setelah di dalam Yuna menyulap kamarnya dngan begitu indah. Walaupun bangunannya banyak yang mengelupas, tapi Yuna malah mengecatnya dengan cat senada sama dengan warna batu bata.

Di hiasnya dinding tembok dengan lampu berwarna-warni, oleh sebab itu ruangannya sedikit temaram. Bau semen tak tercium karna Yuna memakai pengharum ruangan otomatis yang akan mengeluarkan cairan parfumnya dengan sekian menit secara berkala.

Wangi lavender adalah kesukaan Arya, menurutnya wewangian itu baunya akan merilekskan pikiran. Sejenak dia menutup matanya perlahan, merasakan ketenangannya berada di dalam kamar Yuna. Dia lupa kalau kamar itu bukan miliknya, kali ini dia benar-benar menutup matanya. Sepertinya dia sedang ketiduran.

Yuna yang sedari tadi sibuk memasak dadakan begitu terkejut melihat, laki-laki dewasa itu memejamkan matanya di atas kasur busanya yang lusuh. Karna tak ingin mengganggu tidurnya, Yuna berinisiatif untuk membersihkan tubuhnya di luar kamarnya.

Arya terbangun saat merasa tidak ada pergerakan di dalam kamar yang Yuna huni. Seketika ia mencium bau masakan yang asapnya masih mengepul, dengan sedikit mengerjapkan matanya berulang-ulang Arya memanggil sang empunya kamar.

"Yuna.. Yun, kamu di mana? ko gak ada??." suara lengkingan keras Arya membuat sebagian penghuni yang lain mendengar. Mereka keluar kamar dengan sorot mata bertanya heran, melihat penampilan Arya yang masih memakai setelan jas rapi dan sepatu mengkilat.

"Anda siapa, kok di kamar Yuna? memangnya kemana dia??." tanya salah satu tetangga Yuna yang ikutan mencari keberadaan Yuna.

"Em, saya Bos di tempat dia berkerja. Kebetulan tadi saya mampir dan ketiduran, pas saya bangun dianya gak ada." jelasnya kepada perempuan itu.

"Sepertinya dia sedang mandi, tadi ku lihat dia masuk ke dalam kamar mandi." ujar tetangga yang lain memberitahu.

"Oh, begitu rupanya. Tunggu saja Pak, mungkin sebentar lagi Yuna segera kembali. Permisi!!."

"Tapi di mana kamar mandinya, apa saya bisa ke sana?."

"Bapak mau ke kamar mandi juga?."

"Iya."

"Bapak lurus aja ke sana di ujung belok kiri." jawabnya singkat lalu berlalu pergi.

Saat Arya hendak menyusul Yuna, terlihat dia sedang membawa peralatan mandinya dengan gulungan rambut basah keluar dari dalam bilik mandi.

"Tuan?, kenapa kemari?." tanyanya dengan terkejut.

"Saya mau ke toilet, minggir!!." Arya menyenggol tubuh Yuna yang kecil agar bisa memakai toilet bekas Yuna tadi membersihkan diri. Sedangkan Yuna hanya menggelengkan kepala pelan.

'Baru kali ini, ada seorang CEO yang seperti ini. Sepertinya ada kesalahan, tapi apa?' pikirnya sambil berjalan kembali ke kamarnya.

Sambil menunggu Arya kembali dari kamar mandi, Yuna menata makanan agar bisa lanhsung di nikmati. Setelah itu menyisir rambutnya di depan cermin, Arya yang baru saja masuk dan kembali ke kamar duduk termangu melihat penampilan Yuna yang berbeda saat berada di kantor.

"Silahkan di nikmati makanan sederhana dari saya Tuan." Yuna memberikan piring berisi nasi goreng dengan sayur ala kadarnya.

"Maaf mungkin ini, tidak masuk di daftar makanan anda. Tapi saya yakin kalau anda pasti menyukainya."

"Saya coba dulu, kalau gak enak maaf saya akan membuangnya." Arya langsung memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya. Dengan terus mengoceh ngalor ngidul tak di sangka nasi goreng di atas piring Arya tandas juga.

"Enak Tuan?, cepat sekali menghabiskannya. Bahkan saya belum memakan bagian saya." Yuna tertawa geli melihat kelakuan Arya.

"Apa kamu memasak lebih?."

"Masih ada di belakang, Tuan mau??." tawarnya secerah matahari terbit.

"Mau, bawakan saya untuk di bawa pulang. Oiya mulai besok tolong bawakan saya nasi goreng setiap pagi ya?!."

"Baik Tuan."

Arya meminta ijin pulang ketika Yuna sudah membawakan bekal nasi goreng untuk Arya.

°°°°°

Pagi-pagi sekali Yuna bangun untuk memasak nasi dan memasak nasi goreng untuk Arya, tetangganya yang semalam mengetahui keberadaan Arya di kamar Yuna menanyakan apa hubungannya dengan Bos di tempat dia berkerja.

Bukannya menjawab Yuna malah menanggapinya dengan senyuman, tapi karna tetangganya yang kepo membuat dirinya sedikit terpancing.

"Dia hanya Bos saya mbak, bukan siapa-siapa!," lalu berlalu pergi meninggalkan tetangganya tersebut.

"Maaf saya mau berangkat kerja,permisi!!."

"Sombong sekali, baru dapat kenalan orng kaya sudah bertingkah.!"

Di kantor dia sudah di sambut Erin yang ribut karna Ibu Mega menitipkan pesan kepadanya kalau Yuna harus segera menghadap ke ruangannya.

"Anda memanggil saya Bu?."

"Iya, masuklah Yuna. Saya ingin memberitahu tentang kepindahan pekerjaanmu."

"Iya Bu, kemarin Pak Arya sudah memberitahu saya."

"Oh, kamu sudah tau? kalau begitu mari saya antar ke ruangan barumu."

Yuna berjalan di belakang atasannya, melewati Erin dan teman-teman yang lainnya. Erin menceritakan kedekatan Yuna dengan Arya dan menjadikan Yuna sebagai sekretaris kedua setelah Lian.

Gosip itu langsung merebak jadi seisi kantor, bahwa Yuna sengaja mendekati CEO untuk mendapatkan posisi yang bagus di kantor.

Lian yang mendengar berita itu semakin kesal saja, dia merasa kalau posisinya sekarang ini sedang terancam oleh kedatangan Yuna sebagai sekretaris baru Arya.

Saat berada di kantor Arya memberikan fasilitas berlebih kepada Yuna, seperti HP, apartemen, serta mobil. Yuna sempat menolak pemberian Arya karna di rasa itu adalah berlebihan, tapi Arya menolak ucapan Yuna. Arya tidak mau pemberiannya di tolak.

Dengan rasa berat hati Yuna menerima fasilitas yang di berikan Arya dengan dalih fasilitas kantor. Hari ini hari pertama dia berkerja dengan Lian, Lian begitu banyak memberikannya pekerjaan karena dia merasa kesal. Lian bahkan sedikit mengabaikan pertanyaan Yuna di saat ia sedang mengalami kesulitan mengerjakannya.

Bukan hanya itu, Lian sengaja meninggalkan semua pekerjaannya agar di selesaikan oleh Yuna.

"Hari ini ada jadwal pekerjaan di luar kantor, saya mau keluar. Saat saya kembali nanti sore, pekerjaan di meja saya sudah harus selesai. Kamu bisa kan mengerjakan semuanya?"

"Saya usahakan Nona."

"Baiklah saya pergi, nanti kalau Pak Arya menanyakan saya tolong bilang kalau saya ada pekerjaan di luar kantor."

"Baik Nona."

Yuna kembali berkutat mengerjakan semua pekerjaan Lian, bahkan waktu makan siangnya terlewat karna kesibukannya. Arya yang mengetahui kalau itu semua rencana Lian membiarkan saja hal itu terjadi. Dia ingin mengetahui cara kerja Yuna seperti apa, lebih baik dari Sekretaris andalannya Lian atau malah sebaliknya.

Namun sesuatu terjadi saat Yuna menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, di jam para karyawan pulang kerja. Arya menyuruhnya ke ruangannya dengan membawa semua berkas yang baru saja dia kerjakan. Arya memeriksa dengan detail pekerjaan Yuna, dia begitu tercengang karna pekerjaan Yuna begitu sempurna. Bahkan lebih baik di banding sekretarisnya Lian.

"Pekerjaanmu bagus sekali Yuna, di mana dulu kamu berkuliah?."

"Di Uiversitas XX Tuan."

"Bukankah itu Universitas tempat aku juga berkuliah, angkatan tahun berpa kamu Yun?." tanyanya dengan antusias.

"Di tahun 2018 Tuan"

"Tunggu apa kita pernah bertemu?."

"Sepertinya tidak Tuan, karna saya berkuliah sambil berkerja."

"Wah sayang sekali ya, padahal kita satu jurusan dan angkatan."

Arya begitu mengagumi Yuna, dia tau kalau masa lalunya begitu kelam. Dia berjanji di dalam hati untuk membahagiakannya.

Bersambung...

1
Safa Almira
,yey
Wirda Wati
kerennn👍👍👍
Wirda Wati
mampuslah
Wirda Wati
semakinnn seru...👍👍👍👍
Wirda Wati
Luna,elena sama sama matrey
Wirda Wati
💪💪💪💪
Wirda Wati
syukur Arya cepat datang...
Dasar Mak lampir...
ngga bisa lihat orang bahagia.
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
visualnya thort
Wirda Wati
😂😂😂💪💪
Wirda Wati
😂😂😂😂😂
Wirda Wati
💪💪💪💪
Wirda Wati
👍👍👍
Wirda Wati
Syukron semoga tambah bangkrut.
Wirda Wati
visualnya thort...
Wirda Wati
Jangan mau yuna
Wirda Wati
kerennn
Wirda Wati
ceo-nya digudang....
Titik Novrianti
gudang t4 favorit seorang ceo🤣🤣🤣🤣🤣🤭
Yuli Silvy
d buat baik la Thor
Yuli Silvy
ceritanya bgus n keren ga' pnjg x ga' bertele2 jg suka dgn karya mu Thor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!