NovelToon NovelToon
MALAIKAT KECIL PAPA DAN MAMA

MALAIKAT KECIL PAPA DAN MAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: odee_eeeee15

Sepuluh tahun pernikahan, tujuh tahun penantian panjang yang diwarnai doa dan air mata, hingga akhirnya Aira lahir sebagai keajaiban pertama bagi pasangan Nala (30 tahun) dan Arka (33 tahun).

​Arka, seorang Lead Structural Engineer yang tegas, kaku, dan biasa menaklukkan proyek-proyek raksasa di lautan lepas, harus merelakan seluruh gengsinya runtuh tanpa sisa saat melangkah pulang. Kepulangannya ke rumah justru disambut kepolosan Aira (3 tahun) yang cadel dan dengan polosnya memanggil sang ayah "Om asing yang keluar dari HP".

​Di saat Arka sibuk meluluhkan hati putri kecilnya dan memanjakan Nala setelah bertahun-tahun terpisah jarak, kebahagiaan mereka kembali diuji dengan kejutan indah: kehadiran calon bayi kedua mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon odee_eeeee15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keputusan terbaik

Suasana di meja makan rumah mungil keluarga Arka terasa begitu hangat, berbalut aroma harum teh melati dan wangi khas roti cokelat yang baru saja dihangatkan. Drama ngambek Aira—yang sempat memanyunkan bibirnya karena enggan mandi pagi—kini luluh total.

Balita tiga tahun itu sibuk mengunyah roti dengan kedua pipinya yang menggembung, menyisakan noda cokelat belepotan di sudut bibir dan dagunya. Kaki-kaki mungilnya yang menggantung di kursi makan khusus bergoyang-goyang cepat, menandakan betapa bahagianya perasaan sang putri kecil.

Nala tersenyum legawa menyaksikan pemandangan itu dari balik meja makan. Ada rasa lega nan hangat yang menjalar di dadanya saat melihat interaksi manis antara suami dan anak mereka.

Setelah bertahun-tahun terbiasa menjalani hari-hari hanya berdua bersama Aira, kehadiran sosok pria tegap di samping mereka membuat rumah ini terasa utuh sepenuhnya.

Nala mengelus pelan cangkir keramik di tangannya, lalu menyerahkan secangkir kopi hitam panas yang asapnya masih mengepul lembut ke arah Arka.

"Mas... tadi malam sewaktu kamu cerita soal berkas yang kamu urus di kantor cabang sebelum penerbangan pulang, itu maksudnya sudah resmi, ya?" tanya Nala lembut.

Suaranya diwarnai sedikit rasa penasaran yang bercampur harapan besar. Matanya menatap lekat pada manik mata hitam milik suaminya.

Arka menerima cangkir kopi tersebut dengan gerakan mantap. Sebelum menyeruputnya, ia menyapukan jemarinya yang hangat dan sedikit kasar akibat bertahun-tahun bergelut dengan peralatan teknik keras di tengah laut di atas punggung tangan Nala.

Pria tegap berkaos hitam itu menarik sudut bibirnya, mengukir senyuman paling lega dan tulus yang belum pernah Nala lihat selama tiga tahun terakhir.

"Iya, Sayang. Kemarin sebelum penerbangan pulang ke sini, Mas sudah menandatangani seluruh berkas pengajuan mutasi permanen ke kantor pusat," ujar Arka dengan nada suara berat, dalam, namun terdengar begitu mantap tanpa ada ragu sedikit pun.

"Manajemen pusat dan divisi Engineering sudah menyetujui semuanya. Surat Keputusan resmi Mas sudah terbit. Jadi, tugas Mas di platform offshore laut lepas resmi selesai bulan ini."

Gerakan tangan Nala yang tadinya hendak mengambil tisu untuk mengusap sudut bibir Aira seketika terhenti kaku di udara. Matanya membelalak pelan, sementara binar haru yang amat sangat mendadak menggenang cepat di pelupuk matanya.

Dada Nala naik turun menahan debar yang mendadak bergemuruh hebat.

"M-mas... kamu serius?" suara Nala bergetar tipis, seolah ragu apakah pendengarannya sedang bermain-main atau tidak. "Mas enggak akan berangkat lagi ke tengah laut lepas dua atau tiga bulan sekali? Enggak ada lagi jadwal onsite berbulan-bulan di tengah Samudra?"

"Enggak akan lagi, sayang . Enggak akan pernah lagi," jawab Arka tegas.

Ia meletakkan cangkir kopinya kembali ke meja, lalu menggenggam kedua tangan Nala erat-erat, menyalurkan kehangatan dan kepastian yang nyata melalui sentuhannya.

"Jabatan Mas resmi disesuaikan jadi Senior Consultant & Lead Structural Designer di kantor pusat kota. Jam kerjanya reguler dari Senin sampai Jumat. Jam lima sore Mas sudah beres dan jalan pulang ke rumah. Enggak ada lagi helikopter lepas landas, enggak ada lagi badai laut yang bikin komunikasi kita terputus. Setiap malam Mas bakal ada di kamar ini, tidur di samping kamu, dan peluk kamu sama Aira."

Nala menghembuskan napas panjang yang terasa begitu berat dan lega secara bersamaan.

Sekuat tenaga ia menahan getaran emosi yang membuncah di dadanya, namun satu tetes air mata keharuan akhirnya lolos juga membasahi pipinya.

Bayangan malam-malam sepi selama tiga tahun terakhir mendadak berputar cepat di ingatannya—malam-malam panjang saat ia harus terbangun sendirian di tengah kegelapan, mendekap Aira yang demam tinggi, sembari diterpa kecemasan luar biasa memikirkan keselamatan Arka yang sedang bertaruh nyawa di tengah gelombang ombak ganas di tengah laut lepas.

Kini, seluruh beban berat dan rasa cemas yang menghantuinya bertahun-tahun itu resmi menguap tanpa sisa.

"Mas... terima kasih banyak, ya," bisik Nala haru. Suaranya serak ditahan di tenggorokan. Jemarinya meremas balik genggaman erat Arka. "Terima kasih sudah memilih untuk pulang dan selalu ada buat kami..."

"Mas yang harusnya terima kasih sama kamu, sayang ," balas Arka lembut. Tatapannya begitu dalam, dipenuhi rasa bersalah sekaligus rasa cinta yang tak terhingga.

"Kamu sudah terlalu lama berjuang sendirian menjaga Aira, merawat rumah ini, dan membesarkan toko bakery kita. Mulai hari ini, kamu enggak boleh nanggung semuanya sendirian lagi. Ada Mas yang bakal selalu berdiri di samping kamu."

Arka kemudian membawa punggung tangan Nala ke bibirnya, mengecupnya dengan durasi yang sangat lama dan penuh penjiwaan tepat di hadapan putri kecil mereka.

Aira yang sejak tadi menyimak pembicaraan serius kedua orang tuanya dengan mengunyah roti pelan-pelan, kini mendongak. Pipinya masih menggembung dan mengilap terkena sisa selai cokelat.

"Papa..." cicit Aira polos dengan mata bulatnya yang berkedip-kedip indah. "Papa ndak naik kapal besay (besar) lagi di laut?"

Arka tertawa kecil melihat tingkah gemas putrinya. Ia menundukkan tubuh tegapnya, mendekatkan wajahnya lalu mengusap hidung mungil Aira yang ikut belepotan cokelat menggunakan ibu jarinya.

"Enggak, Sayang. Papa enggak akan naik kapal besar lagi," jawab Arka lembut, suaranya dipenuhi kehangatan seorang ayah. "Papa kerja di dekat sini saja. Jadi setiap pagi Papa bisa antar Aila (Aira) ke sekolah, sorenya kita bisa main pangeran kelinci di taman, dan setiap malam Papa bisa peluk sama dongengkan Aila (Aira) sampai tidur."

"Holey (Hore)!" seru Aira melompat-lompat girang di atas kursinya. Balita itu langsung menerjang tubuh tegap papanya, memeluk leher Arka erat-erat tanpa peduli kedua tangan mungil dan mulutnya masih dipenuhi noda cokelat tebal yang kini menempel pas di pundak kaos hitam Arka.

"Papa ndak boleh pegi (pergi) jauh lagi! Papa di lumah (rumah) aja sama Mama sama Aila (Aira) selamanya!" cicit Aira dengan gelak tawa yang begitu nyaring dan menular.

Arka tidak peduli sama sekali pada kaos hitam kesayangannya yang kini ternoda cokelat. Ia justru terkekeh bahagia, mendekap tubuh gempal Aira dalam pelukan dadanya yang lapang, lalu menarik Nala ke dalam rengkuhan tangannya yang lain.

Nala menyandarkan kepalanya di dada bidang Arka yang kokoh, mendengarkan detak jantung suaminya yang berdetak tenang dan stabil.

Di tengah kehangatan ruang makan yang disinari cahaya matahari pagi, tawa riang Aira membumbung tinggi melengkapi kebahagiaan mereka. Keputusan Arka untuk sepenuhnya menjejakkan kaki di daratan adalah hadiah paling indah bagi keluarga kecil itu—sebuah lembaran baru yang manis untuk perjalanan hidup mereka bersama.

1
Irmaputri
aku kira nggak bakalan up kak ,hari ini 😭😭😭
Irmaputri
lanjut kak😭
sekarang mama Nala ,juga ikut dramatis
Afifah
hahaha lucu kak, aku suka 😭❤️❤️
Irmaputri
😭😭😭lucu banget🤭
Irmaputri
😭😭😭ngaka
Irmaputri
pusing tiap hari ortunya Aira ,hadapin tingkahnya 😭😭
Irmaputri
Aira ceplas ceplos mulutnya 😭😭
Irmaputri
🤣🤣Aira gen alpha ya 😭😭
syora
kuarga yang wow ambyarrrr 🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus, lucu dan bikin gemes...😍
Luffytaro
ceritanya lucu 😍😍
Laila Jalil
ceritanya lucu😍😍
Laila Jalil
Aira lucu banget 😭🤣
Laila Jalil
hahahh🤣🤣😭
mau di bilang benar tapi nggak benar juga
Laila Jalil
hahaha lucu🤣
Nur Atika Hendarto
suka sangat ceritanya 😍😍tidak berat jalan alurnya
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya tak terlalu berat tapi lucu😍😍😍
Brooklyn: terimakasih atas ulasannya 🫶😊
total 1 replies
Irmaputri
ceritanya lucu
Brooklyn: terimakasih atas ulasannya 🫶😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!